
Natan sudah mendapatkan 5 Mammoth Tank dengan 1 Skeleton Mage yang ia bangkitkan dari hasil meningkatkan Skeleton Disease II Lv.04 (68/70), dan akhirnya pembangunan Mammoth Castle yang ia impi-impikan akan terwujud.
Pertama-tama, Natan mencari tempat yang luas dan tidak ada tanda-tanda kehidupan lain entah itu manusia ataupun monster, agar pengerjaannya bisa selesai dengan cepat tanpa adanya kendala.
Kebetulan mereka berada tidak jauh dari lapangan bola milik warga di sana, yang bisanya digunakan untuk acara-acara tertentu, sehingga mereka memutuskan untuk pergi ke sana.
"Semua kayu ini berkualitas tinggi, bahkan lebih kuat dari baja. Dari mana kau mendapatkannya?" Calista benar-benar takjub dengan kayu yang dibawa Natan.
Natan sendiri tidak terlalu takjub seperti Calista dan menganggapnya biasa-biasa saja. Ia tidak terlalu kesulitan untuk menebang pohon dari Dungeon Tower. Apa mungkin karena Black Sword?
"Dungeon Tower. Banyak sumber daya di sana, bukan hanya pohon, biji besi dan lain sebagainya juga ada. Bahkan aku juga mendapatkan beras dari sana," jawab Natan yang terus mengeluarkan batang pohon.
Calista menganggukkan kepalanya seraya melihat desain yang dibuat Natan dan menyentuh batang pohon. Batang pohon itu bercahaya biru sesuai dengan warna Mana.
Perlahan, batang pohon mulai mengalami perubahan dan menjadi bentuk balok maupun lembaran papan.
Untuk ukuran balok kayu sangat beragam, ada yang 6 cm × 12 cm × 1000 cm dan 20 cm × 20 cm × 1000 cm.
Sedangkan untuk papan memiliki ukuran 3 cm × 20 cm × 1000 cm, dan beberapa ukuran yang lebih tipis maupun tidak terlalu lebar.
"Karena kayunya sekuat baja, kita tidak perlu menggunakan besi sebagai rangka utama. Namun untuk menggantikan rangka utama itu, aku ingin meminta pohon yang lebih panjang," ujar Calista yang datang menghampiri Natan.
Natan menganggukkan kepala dan mengeluarkan batang pohon yang tingginya hampir mencapai panjang dari lapangan sepak bola, dan tentunya sangat mengejutkan Calista yang melihatnya.
Tapi keterkejutan Calista tidak berlangsung lama dan mulai mengeluarkan semua dasar-dasarnya. Ia membuat balok kayu dengan dimensi 30 cm × 30 cm × 1200 cm dan 30 cm × 30 cm × 2000 cm, sesuai dengan desain yang dibuat.
Belasan menit kemudian, Calista telah berhasil menyelesaikan belasan balok besar dengan sambungan-sambungan yang tidak Natan ketahui.
Erina juga sudah menyelesaikan mengubah tanah yang mengandung pasir besi menjadi Iron Ingot, yang kemudian diubah lagi menjadi paku dan baut oleh Ayumi.
Untuk bagian pengikat antara tempat Mammoth Tank dengan Mammoth Tank itu sendiri, menggunakan sabuk kuat yang terbuat dari kulit Banteng Pedang dari Dungeon Tower.
***
Empat hari kemudian atau 86 hari semenjak dunia berubah menjadi kacau seperti ini. Akhirnya, hal yang sangat diimpikan Natan terwujud dan selesai dibangun. Mammoth Castle yang terbuat dari kayu yang lebih kuat dari baja, namun ringan seperti triplek tipis.
Dalam pengerjaannya, sebelum dipasang dan dikuatkan menggunakan paku atau baut, setiap papan ataupun balok kayu akan dioleskan dengan Sticky Liquid buatan Erina. Ketika selesai, permukaan dinding, lantai dan atap juga dilapisi agar kedap air.
Kemudian, Mammoth Castle juga memiliki fungsi pertahanan sendiri, dengan meletakkan Inti Sihir di beberapa titik yang telah diberikan Magic Barrier Ayumi dengan bantuan Olivia.
Walaupun sudah berhasil membangun Mammoth Castle, Natan masih belum puas dengan penjagaannya. Saat ini ia masih memiliki 3 Skeleton Mage. Natan berharap memiliki 10 Skeleton Mage dan 12 Skeleton Archer untuk meningkatkan penjagaan.
Natan tiduran dalam posisi terlentang di atas karpet kulit Yeti di ruangan depan. "Inilah hidup, sangat nyaman memiliki Mammoth Castle. Bukan hanya bisa bergerak sendiri tanpa harus diperintah berulang kali, langkah yang mereka ambil juga padu dan berirama. Karena itulah, getaran rumah hampir tidak ada."
Kuro yang berada di pelukan Ayumi melompat dan tidur dalam posisi melingkar di atas dada Natan.
Natan sedikit mendongak melihat Kuro. "Kuro, apakah kau bisa membawa semua orang masuk ke dalam bayanganmu, kemudian kau bergabung denganku?"
Kuro mengangkat kepalanya menatap Natan, kemudian mengangguk seperti paham. "Meow~"
Natan tersenyum tipis dan menutup matanya. Karena Kuro mampu membawa semua orang masuk ke dalam bayangan, maka perjalanannya ke Singapura hanya akan memakan waktu tiga menit saja.
Natan mengangkat tangan kanannya dan mengusap lembut Kuro, yang kemudian terdengar dengkuran halus yang sangat menenangkan hati.
Vely, Calista dan Olivia berjaga-jaga di balkon depan seraya meminum teh hangat.
__ADS_1
"Natan, ada seratus Yeti dan Ogre di depan!" Calista sedikit berteriak.
Natan masih berada di posisinya seraya mengusap Kuro. "Aku sedang malas, bisakah kalian saja yang melakukannya?"
"Baik." Calista menganggukkan kepalanya.
Kemudian diikuti oleh empat orang lainnya yang sudah bersiap-siap dengan perlengkapan masing-masing.
Ketika semuanya sudah keluar, Natan berdiri membawa Kuro dan menghentikan langkah Mammoth Tank. Ia berjalan keluar ke balkon dan mengamati jalannya pertarungan melawan monster-monster.
Erina, Calista dan Olivia berada di barisan depan, dengan Ayumi dan Vely yang berada di barisan belakang.
"Light of the Battlefield!"
Cahaya kuning keemasan terpancar dari dalam tubuh Olivia dan menyebar ke segala arah mengenai semua anggota tim. Pada saat itu juga, kemampuan semua Player dalam radius 100 meter dari Olivia mendapatkan peningkatan sebesar 120%.
"Busur Panah?" Natan heran saat melihat senjata Vely yang berbeda, dan saat ia mencoba mengeceknya, ternyata Vely mendapatkan Job Magic Archer.
Kemudian saat ia mengecek statusnya sendiri, Job Archer sudah berevolusi menjadi Marksman.
"Dominate!" Calista mengeluarkan pedang merah dari sarungnya yang menggantung di belakang punggung.
Aura berwarna merah keluar dari pedang dan tubuh Calista, membuat aura merah bergerak ke arah monster, menyerang sekaligus melemahkan pertahanan dan serangan fisik musuh sebanyak 50%.
"Instinct! Radiant Attack! Retaliate!"
Instinct adalah kemampuan yang meningkatkan keterampilan menghindar dari serangan musuh. Radiant Attack adalah kemampuan yang meningkatkan damage serangan sebanyak combo yang dilepaskan. Retaliate adalah kemampuan yang meningkatkan kelincahan untuk menahan serangan musuh ataupun menghindarinya.
Natan yang melihat Calista menyadari jika skill yang diaktifkan hanya menambahkan buff pada diri sendiri, bukan memberikan damage pada lawan. Jadi, bisa diartikan jika Player harus memiliki kemampuan pedang sendiri tanpa mengandalkan System Player.
"Cataclysm!"
Badai angin tercipta di sekitar Erina dan mengamuk, namun tidak melukai Player dalam satu tim. Badai angin itu menerbangkan tumpukan salju yang menghalangi, dan membuat langkah mereka lebih mudah.
"Iron Hand!" Knuckle yang digunakan Olivia mulai memancarkan sinar perunggu yang juga menyelimuti tangannya, menambah 50% STR. Olivia melihat Yeti yang berada di barisan terdepan. "Body Relocation!"
Olivia berteleportasi dalam jarak dekat, yang berada di bawah 100 meter.
"Groahhh!" Yeti mengangkat kedua tangannya dan mengayunkannya pada Olivia.
"Steel Body!" Olivia mengangkat lengan kirinya, menahan serangan dari Yeti.
Bang!
Dentuman keras terdengar saat serangan Yeti membentur lengan kiri Olivia seperti membentur baja yang keras.
Olivia mengangkat lebih tinggi lengan kirinya dan mendorong serangan Yeti, kemudian ia melangkahkan kaki kirinya ke depan membuat kuda-kuda yang kokoh. Lalu ia memukulkan tinju kanannya yang bercahaya perunggu itu.
Zrash!
Suara renyah yang mengerikan terdengar dan terlihat dada Yeti berlubang terkena pukulan Olivia yang mengerikan. Dari pukulan itu juga menciptakan tekanan udara yang cukup kuat dan mendorong beberapa monster yang berada di belakang Yeti.
Erina juga tidak tinggal diam, ia mengangkat perisai di tangan kirinya dan melindungi ayunan tongkat kayu Ogre yang mengarah pada kepalanya. Kemudian ia menusukkan pedangnya ke depan. "Light Stab!"
Dengan 3103 STR dan penambahan 120%, kekuatan Erina tidak perlu dipertanyakan lagi. Hanya dengan gerakan sederhananya, Ogre dalam garis lurus sudah terbunuh dengan keadaan yang mengenaskan.
__ADS_1
Vely yang berada di kejauhan memilih untuk melompat di atas bangunan, dan menarik busur panah yang kemudian ia lepaskan kembali. Setiap busur panah dilepaskan, akan ada Mana Arrow yang melesat.
Vely mengarahkan busur panah ke langit, dan melepaskan tembakan. "Arrow Rain!"
Hujan panah mulai berjatuhan mengenai semua monster yang ada, dan membunuh sebagian darinya.
Perhatian Natan kembali teralihkan pada Calista. Ia bisa melihat Calista sedang bermain-main dengan Ogre yang tubuhnya tiga kali dari Calista.
Calista terus menghindari serangan Ogre, entah melompat ke atas tongkat kayu, mundur, mengelak, menunduk dan bahkan pergi ke bagian belakang Ogre.
Ketika sudah puas bermain bersama Ogre. Calista tetap diam saat menerima serangan tongkat kayu yang mengarah ke atas kepalanya, hingga saat tongkat itu hampir mengenainya, ia mengangkat kedua pedang yang menyilang dan menahan serangan.
Calista berhasil menahan tongkat kayu, kemudian ia mengibaskan kedua pedang ke arah yang berlawanan, membuat tongkat kayu terpotong menjadi tiga bagian.
Calista memutar tubuhnya ke arah kiri saat menghindari serangan lain, seraya menyerang menggunakan kedua pedang secara berputar. Kemudian ia mengangkat kedua pedang, dan mengayunkannya secara menyilang, membelah Ogre menjadi empat bagian.
Serangan Calista masih berlanjut, setelah membunuh satu Ogre, ia akan mencari Ogre yang lain. Calista melompat sejajar dengan tubuh Ogre lain, kemudian mengayunkan pedangnya ke bawah secara menyilang, yang kemudian memutar pedangnya ke atas dan mendorongnya.
Natan tersenyum tipis saat melihatnya. "Pedang pada bagian kiri lebih sering digunakan untuk menahan serangan, dan bagian kanan memiliki daya serang yang lebih kuat ..."
"Sekarang, mari kita lihat bagaimana keadaan Ayumi." Natan kembali mengalihkan perhatiannya.
Ayumi sedang berjongkok dan membiarkan Dragon Magic Wand menancap di permukaan salju, dengan dirinya yang sedang bermain membuat manusia salju.
"Ayumi, sedang apa kau?"
Ayumi menoleh ke belakang dan mendongak menatap Natan yang duduk di pagar balkon seraya mengusap Kuro. "Membuat manusia salju, apakah Kak Natan mau main bersama?" Ia tersenyum cerah dan terlihat tanpa ada beban sama sekali.
Natan mengerutkan keningnya, dan mengalihkan perhatiannya lagi pada area pertarungan. Saat yang lain sedang melawan monster, Ayumi malah sedang bermain-main m "Apakah kau tidak menyerangnya?"
Ayumi kembali mengalihkan perhatiannya ke depan, kemudian ia berdiri seraya mengangkat Dragon Magic Wand. "Lightning Thread!"
Samar-samar terlihat benang ungu yang sangat tipis seperti sehelai rambut. Benang-benang itu melesat sangat cepat mengarah pada Yeti dan Ogre yang tersisa.
Ayumi mengarahkan tangan kirinya ke depan. "Magic Barrier!" Pelindung Mana terbentuk seperti bola yang melindungi anggota tim di baris depan.
"Explosion!"
Ledakan yang bersahutan terdengar dengan api yang menyala sangat besar dan terang, membakar semua monster yang tersisa tanpa meninggalkan jejak sama sekali.
Ayumi berbalik kembali menatap Natan. "Hum! Bagaimana?" Ia berkacak pinggang.
Natan tersenyum lembut membalas tatapan mata Ayumi. "Bagus, semua monster sudah habis, silakan kembali masuk."
Ayumi tersenyum bahagia dan berjalan menaiki lantai dua melalui tangga kayu yang berada di sebelah kepala Mammoth Tank.
Tangga kayu ini hanya akan diturunkan saat mereka turun, dan akan dihilangkan saat semua orang berada di dalam Mammoth Castle.
Setelah semua orang kembali naik, Natan memerintahkan Skeleton Knight untuk mengambil semua Item Drop, seraya melanjutkan perjalanan ke arah barat laut.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1