
Yang lain selain Natan bersembunyi di dalam bayangan Kuro, yang kemudian Kuro bergabung dengan bayangan Natan yang tidak terlalu terlihat. Sebelum bergabung, Olivia mengaktifkan Light of the Battlefield untuk meningkatkan 120% semua statistik dalam satu menit.
Natan mengatur pernapasannya agar lebih tenang lagi dan tidak terburu-buru. Dalam menyeberangi lautan ini, ia harus ekstra hati-hati, mengingat banyak monster yang ditambahkan di dunia, dan mungkin saja akan ada Kraken yang menyerang dari dalam laut.
Setelah cukup tenang, Natan menekan kaki kanannya yang berada di depan dan melangkahkan kaki kirinya, kemudian ia menggunakan kaki kirinya sebagai pijakan yang kemudian melesat sangat cepat.
Kecepatan larinya sangat mengerikan karena melebihi kecepatan suara, bahkan dua kalinya yang mana 2.983,5 km/h dan bisa dipastikan dengan kecepatannya sekarang mampu berlari di atas air.
Natan bahkan harus menggunakan benda sihir seperti kacamata untuk menahan tolakan angin yang mengenai wajahnya. Tapi meski begitu, ia masih menyempatkan diri untuk melihat statistik dari Tanaka Ayumi.
____________________________________________
[Nama : Tanaka Ayumi]
[Ras : Manusia]
[Usia : 14 Tahun]
[Level : 298 (74.530/11.250.000)]
[Job : Sorcerer/Healer/Blacksmith]
[HP : [128.350/128.350] [12.845/m]
[MP : [214.750/214.750] [10.266/m]
[STR : 980 (+130+120+580)]
[VIT : 258 (+105+120+154)]
[AGI : 200 (+120+30+60)]
[INT : 1370 (+160+240+1986]
[DEX : 160 (+110+120+48)]
[LUCK : 200 (+103+30+45)]
[Point Status : 0]
[Point Skill : 0]
[Money : 1.978.348 Gold]
[Friend : 5]
[Team : 6]
[Guild : 6]
[Player List : Rank 3]
[Guild List : Rank 1]
__ADS_1
[Forum : 99+]
[Skill Pasif : ]
[Memotong Lv.06 (3/30)] — [Memasak Lv.Max] — [Membalut Luka Lv.01 (1/5)] — [Memperbaiki Lv.09 (8/45)] — [Magic Knowledge Lv.Max] — [Enchanted Stone Lv.08 (0/40)]
[Skill Aktif : ]
[Healing Lv.07 (0/35) 41MP] — [Fire Ball Lv.Max 35MP] — [Area Healing Lv.Max 105MP] — [Earth Wall Lv.Max 70MP] — [Fire Tornado Lv.Max 140MP] — [Water Ball Lv.08 (15/40) 39MP] — [Forge Lv.08 (1/40) 78MP] — [Merge Lv.08 (8/40) 78MP] — [Meteor Lv.09 (3/45) 148MP] — [Water Wall Lv.08 (9/40) 78MP] — [Fire Arrow Lv.08 (8/40) 78MP] — [Thunderstrorm Lv.Max 175MP] — [Magic Barrier Lv.Max 35MP] — [Fire Chain Lv.Max 70MP] — [Ice Arrow Lv.Max 70MP] — [Lightning Thread Lv.Max 70MP] — [Explosion Lv.08 (15/45) 74MP]
____________________________________________
Natan menyadari ada perubahan pada bagian informasi Player yang tertera, dan itu pada bagian HP serta MP yang informasinya tidak terlalu banyak angka-angka. Pada bagian Skill Pasif dan Aktif juga terlihat perbedaannya, seperti penggunaan huruf tebal.
Ketika Natan membuka informasi pribadinya, ia juga melihat perubahan yang sama sekali berbeda sebelum Update Global 90th Day.
Satu menit Natan berlari di lautan beku, ia sudah sampai di Pulau Sugi dan masih beluk bertemu monster-monster, entah yang ada di kedalaman laut ataupun di darat.
Natan membuka layar interface melihat informasi statistik yang ada, dan ia melihat jika Health Point miliknya mulai berkurang 100HP/s. Ia tidak tahu mengapa, tapi ia menduga ini semua karena ia memaksa tubuhnya untuk terus berlari.
Satu menit lainnya kembali berlalu dan saat ini sudah berada di Pulau Batam pada bagian Pantai Tanjung Pinggir. Ia masih terus berlari tanpa henti dan diburu waktu, pada saat itu juga ia sudah kehilangan 6000 Health Point hanya karena berlari dari Pulau Sugi.
Kendati darahnya terus mengalami pengurangan, Natan terus berlari tanpa henti dan mulai terlihat keringat yang membahasi wajahnya, serta napasnya yang mulai berat karena kelelahan terutama pada bagian kaki yang terasa menyakitkan.
Empat puluh delapan detik berikutnya, Natan sudah sangat kelelahan dan pandangannya mulai buram, tapi untungnya ia berhasil menginjakkan kakinya di Sentosa, yang bersebelahan dengan Brani Island, Singapura.
Natan yang berjalan sempoyong itu tidak bisa mempertahankan diri, dan terjatuh perlahan ke arah depan. Tapi sebelum mencapai tanah, ia merasakan ada yang menangkap kedua pundaknya, dan ia juga merasakan sesuatu yang lembut menyentuh wajahnya.
Ketika Natan terbangun dan membuka matanya, hal pertama yang ia lihat adalah rambut hitam kecokelatan yang menutupi matanya. Ia mencoba menyingkirkan rambut itu, dan melihat wajah putih berseri yang cantik, dengan bibir merah merona. "Calista?"
Calista menundukkan kepalanya dan membelai lembut wajah Natan. "Sudah sadar? Kau sudah tertidur selama dua jam, dan selama itu juga kami harus melawan monster."
Natan memalingkan wajahnya dari tatapan Calista, dan melihat empat orang lain serta Kuro yang sedang melawan Lizardman.
"Apakah kau hanya diam dan melihatnya saja? Apakah pahaku lembut dan membuatmu enggan untuk berdiri?"
Natan kembali mengalihkan pandangannya pada Calista yang menatapnya. "Iya, ini sangat nyaman. Aku juga ingin beristirahat sebentar lagi, tapi aku tidak akan bisa melihat yang lain kesusahan." Ia mengangkat tangan kirinya perlahan. "Semua pasukan, bangkit."
Seketika itu juga bayangan hitam di bawah Natan semakin besar dan bertambah pekat, kemudian dari dalam bayangan itu terlihat Skeleton Commander, Knight dan Mage yang bangkit.
Natan kembali menutup matanya dan kembali beristirahat. Ia tidak merasa aneh atau apa pun itu saat menggunakan paha Calista sebagai bantalan, karena menurutnya ini adalah hal biasa dan tidak ada maksud khusus.
Namun Calista menunjukkan reaksi yang berbeda, terlihat wajahnya memerah dan sangat memalukan karena membiarkan Natan tidur di kedua pahanya.
"Aku sangat lelah berlari, jadi biarkan aku beristirahat sejenak."
Walaupun berkata demikian, Natan tidak bisa tidur lagi karena suara bising dari pertarungan, terlebih lagi dengan kemampuan pendengaran yang sangat sensitif, efek dari Dragon Earrings.
Natan memilih untuk duduk dan melihat pertarungan seraya mengambil camilan yang sampai saat ini belum pernah ia sentuh. Ia tidak mengambil satu atau dua, melainkan belasan camilan sekaligus.
"Sungguh aneh makan di saat melihat darah yang memercik ke segala arah." Natan mengambil keripik kentang dan menyuapkan ke dalam mulutnya.
Calista yang melihatnya ingin sekali mengambil, tapi ini bukanlah waktu yang tepat. Akhirnya, ia memilih untuk membantu membunuh Lizardman yang hampir terbunuh semua.
__ADS_1
Ketika Calista baru berlari, semua Lizardman sudah terbunuh tanpa meninggalkan satu pun yang tersisa.
Ayumi dan Erina berbalik melihat Natan kemudian berlari, tanpa mengambil rampasan yang terjatuh dari hasil membunuh monster.
"Kakak!" Keduanya berlari menghampiri Natan, tapi mata keduanya tertuju pada camilan yang sedang dimakan.
Natan mengeluarkan lebih banyak lagi camilan, keripik kentang, cokelat, roti, roti kering, roti tawar dan lain sebagainya. Ia juga mengajak yang lain untuk makan bersama, sebelum nantinya kembali bergerak untuk cepat-cepat meninggalkan Singapura.
"Apakah tidak masalah mengeluarkan banyak makanan?" Vely sedikit khawatir, mengingat Natan yang sangat berhemat bahkan tidak pernah memakan camilan sama sekali.
Natan mendongak menatap Vely, kemudian menggeleng dan menjawab, "Tidak masalah, aku masih memiliki persediaan yang banyak. Lagi pula, jika kita kehabisan camilan, Ayumi bisa membuatnya. Benarkan?" Ia menoleh ke kanan depan menatap Ayumi.
Ayumi mengangguk kecil. "Tentu, tapi Ayu tidak melihat keju di Inventory Guild," ucapnya pelan dan terlihat seperti sedih. "Jika Ayu memiliki keju, mungkin kita bisa membuat pizza—"
"Ini." Natan meletakkan belasan bungkus keju di permukaan salju.
Ayumi mengambil keju balok dengan kedua tangan dan mengangkatnya setinggi mungkin, kedua matanya juga berkilauan seperti melihat harta karun yang sangat berharga. "Keju~"
Natan kembali mengeluarkan yang lain, yang mana tidak ia letakkan di Inventory Guild karena bahan ini tidak terlalu penting, atau tidak tepat diolah di dunia saat ini, karena tidak mengandung karbohidrat.
Mata Ayumi masih berkilauan, kemudian menoleh ke kiri menatap Natan. "Kenapa Kakak tidak bilang kalau ada bahan-bahan ini? Ayu bisa memasak makanan lain."
Natan memalingkan wajahnya seraya menggaruk pipi kanannya. "Aku sengaja menyimpannya, karena aku mengira jika bahan-bahan itu tidak berguna. Aku juga ada buah coklat, coklat bubuk, batang coklat, pengembang dan lainnya. Tapi menurutku sangat merepotkan untuk mengolahnya, jadi aku lupakan."
Ayumi berdiri dan mendekatkan wajahnya dengan Natan, seraya memegangi kedua pundak Natan. "Kakak! Serahkan semua bahan-bahan itu!"
Natan tertegun dan sedikit takut saat melihat mata Ayumi yang seperti menemukan mangsa. Akhirnya, ia memindahkan bahan-bahan yang menurutnya tidak berguna itu ke dalam Inventory Guild. "A- A- Aku sudah memindahkannya ..."
Ayumi tersenyum bahagia dan mulai membuka Inventory Guild. Ia menggerak-gerakkan kepalanya seraya bersenandung, terlihat sekali wajahnya yang manis, sangat berbeda sekali dengan sebelumnya yang menatap tajam Natan.
Olivia terkekeh kecil dan menutupi bibirnya. Ia menganggap pemandangan di depannya sangat lucu, melihat seorang kakak yang ketakutan dengan adik kecilnya.
Ayumi menyentuhkan kedua telapak tangannya di permukaan salju. "Earth Wall."
Permukaan salju bergetar, dan kemudian terlihat tanah yang terangkat dari berbagai sisi, serta tanah di bawah mereka yang digunakan sebagai tempat duduk.
Natan bisa mengerti apa yang ingin dilakukan Ayumi, mengingat seberapa besar semangat Ayumi saat melihat bahan-bahan baru. Ia juga penasaran bagaimana rasa pizza dari pemilik Skill Memasak Lv.Max.
"Setelah Ayumi selesai memasak, kita akan pergi dari sini, tempat kita saat ini terlalu dekat dengan laut. Aku sudah pernah melawan Megalodon, dan tidak ingin melawan monster lain seperti Kraken."
Sudah sangat merepotkan melawan Megalodon yang serangannya sangat sederhana, namun berbeda dengan Kraken yang memiliki banyak tentakel.
Natan juga menyadari jika level monster yang baru muncul sangat tinggi, Lizardman tadi berlevel 200 sampai 225.
Erina dan Vely menganggukkan kepala, dengan Calista maupun Olivia yang tertegun karena mereka baru bergabung, sehingga tidak pernah tahu jika Natan pernah melawan Megalodon.
Berbeda dengan Ayumi, ia asyik dengan dunianya sendiri.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1