
Natan mendengar pengaturan Calista, termasuk informasi asing yang menurutnya tidak masuk akal, yaitu manusia memiliki sistem yang membuat mereka seperti karakter dalam permainan. Tapi ketika mengucapkan kata kunci, dia melihat layar interface yang tiba-tiba muncul di depan matanya, itu membuatnya melompat ke belakang.
Dia membaca informasi yang ada, serta melihat barang yang ada di ruang penyimpanan.
"Apa pintu kamar sudah dikunci?"
Calista menggelengkan kepalanya, dia sendiri tidak tahu untuk apa pertanyaan ini, tapi dia segera bangkit dan mengunci pintu, sebelum kembali duduk di atas kasur. "Apa ada sesuatu?"
"Itu ..." Natan menggaruk pipinya, dia terlihat ragu-ragu. "Mungkin ini tidak pantas, tapi, apa aku boleh mencium bibirmu? Karena, aku melihat ada barang di ruang penyimpanan, itu adalah foto yang sama seperti yang kau tunjukkan barusan."
Calista tertegun, dia tidak menduga akan mendengar pertanyaan aneh ini, tapi tiba-tiba, dia memiliki ide berani. Dia mendorong Natan, duduk di atas perutnya, lalu mencium bibir Natan dalam-dalam, memaksanya untuk terbuka dengan lidahnya.
Natan terkejut dengan mata terbuka lebar, tapi entah mengapa dia membuka mulutnya, menerima lidah Calista dan menikmatinya.
Calista melihat Natan yang menutup mata, lalu dia menggenggam tangan Natan.
"Bagaimana?" Calista menarik bibirnya, dia menatap Natan di bawahnya yang terengah-engah dengan wajah memerah.
Natan memalingkan wajahnya, menghindari tatapan Calista.
Calista tertawa kecil, dia mencubit pipi Natan yang merah karena malu, hingga tiba-tiba dia teringat harus memberi kabar yang lain. Dia mengirim pesan pada yang lain, tapi meminta mereka untuk bekerja sama. Bagaimanapun, Natan benar-benar kehilangan ingatan, serta apabila anak-anak menanyakan sesuatu pada Natan, mereka harus diam-diam mengirim pesan pada Natan.
Natan mendengarnya dari samping, meski dia tidak terlalu mengerti, tapi dia akan mengikuti arahan Calista. Dia sendiri tidak tahu mengapa dia tidak menolak, langsung menerimanya begitu saja.
"Ayah bangun?!"
Natan tercengang ketika melihat anak-anak kecil yang masuk ke dalam ruangan.
Empat wanita dewasa lain yang salah satunya menggendong bayi juga masuk, mata mereka berair, jelas menahan diri agar tidak menangis.
Charles, Vera dan Octavia naik ke atas kasur dengan penuh perjuangan.
Natan tersenyum tipis tanpa sadar, dan dia membantu mereka bertiga untuk naik.
"Ayah!" Vera melompat, langsung memeluk Natan.
Natan terdiam tanpa bisa berkata-kata, tapi ketika melihat ada layar interface yang muncul di depannya, dia mengikuti arahan itu. "Ya, Ayah di sini." Ia mengusap kepala Vera.
__ADS_1
"Jangan menangis, Ayah tidak apa-apa."
"Ayah, Ayah!" Octavia juga memeluk Natan.
Natan mengusap kepala Octavia, lalu memberi kecupan hangat di dahi mereka. Calista mengatakan dia sering memberi kecupan, meski dia sendiri tidak tahu, tapi dia tetap melakukannya.
Kemudian, hanya dari melihatnya, anak-anak ini memiliki kemiripan dengannya, terutama Charles dan Ling Wei.
"Ayah, apa Ayah ingat hali-hali cepecial kami?" Charles menatap Natan dengan tatapan penuh harap. "Nenek Ainlei bilang, caat Ayah cadal, Ayah hilang ingatan."
Natan membuka mulutnya, dia ingin mengatakan sesuatu yang sudah disepakati, tapi dia menganggap itu tidak baik. Lebih baik jujur meski menyakitkan. "Ayah ... tidak mengingatnya, Ayah, hanya ingat nama dan tanggal lahir kalian."
Mendengar ini, ketiganya tertunduk lesu, bahkan kelima istri terdiam tanpa bisa berkata-kata.
Natan mengusap kepala Charles, Vera dan Octavia, lalu meminta Xia Feiya untuk duduk bersama di sampingnya. "Tapi, bisakah kalian membantu Ayah mengingat kenangan kita? Seperti album foto atau lain sebagainya."
Xia Feiya, Charles, Vera dan Octavia mendongak, lalu mengangguk dengan gembira.
Charles duduk di pangkuan Natan di sebelah kiri, Vera di kanan, Octavia di tengah, dan Xia Feiya duduk di samping Natan.
Natan memegang buku album foto, melihatnya satu demi satu, album ini berbeda seperti dua album yang ditunjuk oleh Calista tadi. Dia mendengarkan empat anaknya menceritakan setiap foto di sana dengan saksama.
"Iya!" Octavia mengangguk berkali-kali. "Lihat, Ayah tidak pelnah dapat ikan!" Ia membalik halaman.
Natan tersenyum tipis ketika dia memandangi foto di mana dia memancing bersama anak-anak, tapi saat anak-anak dapat ikan, dia tidak mendapatkan apa-apa.
Liu Xinmei datang, dia menyerahkan Ling Wei pada Natan.
Anak-anak juga mengerti, mereka turun dari pangkuan Natan.
Natan mengambil Ling Wei, dia melihat bayi kecil yang sangat bersemangat. Melihat ini, entah mengapa dia tersenyum dan merasakan hangat.
Dia mengulurkan jarinya, lalu Ling Wei menggenggam jarinya seraya tertawa bahagia.
Dia tersenyum, lalu tertawa kecil, entah mengapa dia sangat bahagia melihat anak-anak kecil ini yang dikatakan adalah anak kandungnya. Meskipun semua bukti sudah lengkap, tapi dia masih merasa aneh, dia masih sangat muda, tapi memiliki banyak anak dan salah satunya sudah berusia delapan tahun. Lalu semua istrinya lebih tua darinya, bahkan ada yang beda sembilan tahun.
Dia mulai bertanya-tanya apakah dia tidak menyukai gadis muda, dan malah menyukai yang lebih tua darinya.
__ADS_1
Natan mengangkat Ling Wei setinggi mungkin, lalu menurunkannya lagi dan mengecup pipinya.
"Ayah, Ayah!"
Natan tersenyum melihat anak-anaknya yang mengangkat tangan. Dia mengangkat mereka secara bergantian setinggi mungkin tanpa terkecuali dan tanpa ada pilih kasih, semuanya adil.
Kelima wanita dewasa yang mengamati dari jauh, tersenyum hangat melihat pemandangan ini, pemandangan ini tidak berbeda dari sebelum Natan kehilangan ingatan.
...***...
—7 Hari Kemudian—
"Apa ingatanmu sudah kembali?"
Natan menoleh menatap Brianna yang duduk di sampingnya. "Ya, sedikit, tapi ingatannya tidak berurutan, ini acak. Namun, sudah dipastikan kalau aku adalah anakmu, dan Calista, Vely, Olivia adalah istriku. Untuk dua lainnya, aku masih belum memiliki ingatan tentang mereka."
Mata Brianna berbinar, dia memeluk erat Natan. "Akhirnya, tapi, padahal Ibu sudah bilang berkali-kali kalau Natan adalah putra Ibu, kita sampai tes DNA dan semuanya terbukti. Bahkan, album foto sudah menjelaskan semuanya, tapi kau masih tidak percaya."
"Maaf ..." Natan membalas pelukan ibunya, lalu menutup mata dan tersenyum hangat.
"Ngomong-ngomong, seminggu ini kau tidur bersama mereka, apa tetap tidak mengingat sesuatu yang lain? Ngomong-ngomong, bagaimana ingatanmu bisa kembali?"
Natan melepaskan diri dari pelukan ibunya, dia melihat anak-anak yang bermain di taman ditemani oleh ibu mereka. "Bagaimana aku mengatakannya, mereka bergantian tidur bersamaku, tapi mereka semua pasti tidak berpakaian sama sekali. Aku berada di tengah-tengah hanya bisa diam tidak bergerak sama sekali. Aku, juga tidak berani mengambil tindakan."
"Untuk ingatan, sepertinya karena aku mendapat Exp dalam jumlah tertentu."
Brianna menghela napas, pantas saja para istri sedikit mengeluh, ternyata ini alasannya, putranya tidak ingin menyentuh para istri. Dia mengulurkan tangannya, mengusap kepala Natan. "Karena kau sudah mengingatnya, kau harus melaksanakan kewajiban sebagai seorang suami. Lalu, apa kau akan kembali melawan monster?"
"Aku tahu itu." Natan mengangguk. "Untuk melawan monster, belum untuk saat ini, setidaknya sampai semua ingatan kembali lagi." Ia menoleh mengecup pipi ibunya, kemudian pergi menghampiri anak-anaknya.
Brianna tersenyum hangat, dia mendongak memandangi langit biru yang cerah. "Sayang, apa kau melihatnya? Anak kita sudah besar, dia sudah berkeluarga, dia menjadi seorang ayah yang bertanggung jawab sepertimu. Sayang, saat aku mencapai Keberadaan tingkat Keempat, aku pasti akan membangkitkanmu lagi."
Brianna berdiri, dia diam di tempatnya untuk beberapa saat, mengamati putranya di sana. "Sepertinya, aku sudah tidak perlu lagi terlalu khawatir padanya. Dia sudah menjadi seorang ayah, dia sudah sehat lagi. Sekarang, aku bisa kembali ke garis depan, mencoba naik ke Keberadaan tingkat Keempat."
...
***
__ADS_1
*Bersambung...