
"Ayah, apa Ayah tidak bepergian lagi?"
Natan menoleh ke kiri menatap Xia Feiya, dan menggenggam tangannya lebih erat. "Tidak, untuk dua tahun terakhir, Ayah ingin di rumah saja menemani kalian semua. Terutama dirimu, Ayah masih kurang memanjakanmu, kau tahu, Ayah masih ingat saat melihatmu terluka parah di gurun, kau, yang saat itu masih berusia lima tahun, sudah sangat dewasa."
Xia Feiya tertegun, dia menunduk ketika teringat akan kesulitan pada masa itu, dia pernah berpikiran untuk mati bersama ibunya, tapi ketika mengingat lagi bahwa ibunya banyak berkorban, dia memantapkan tekad dan berusaha untuk bertahan hidup sebisa mungkin serta menyembuhkan ibunya.
Bahkan meski itu sulit, dia bisa bertahan dengan mengonsumsi akar pohon, dan saat malam hari di mana embun sangat dingin, dia menyimpan air sebanyak mungkin, meski hanya mampu mengumpulkan satu gelas. Dia hanya menenggak satu tegukan, dan sisanya dia berikan untuk ibunya.
Natan merasakan cengkeraman tangan Xia Feiya, dia tahu apa yang sedang dipikirkan. Dia memeluk Xia Feiya, mengusap kepalanya dengan lembut. "Jangan menangis, kau sudah dewasa."
Xia Feiya mencengkeram erat tangannya di di dada Natan, dia menangis tersedu-sedu.
Natan menepuk-nepuk punggung Xia Feiya dan mengusap kepalanya dengan penuh perhatian.
Jiang Shuya dan Jiang Xiaoai datang, keduanya menatap Xia Feiya dengan tatapan khawatir. "Kakak..."
Xia Feiya melepaskan diri dari pelukan Natan, dia mengusap air matanya, kemudian menatap Jiang Shuya dan Jiang Xiaoai. "Kakak tidak apa-apa, Kakak hanya sedih karena Ayah jarang memeluk Kakak."
Mendengar itu, Jiang Shuya dan Jiang Xiaoai menoleh menatap tajam ke arah Natan. ""Ayah jahat!""
Natan terdiam, dia memandang dua bayi kecilnya, lalu menatap bayi besar yang baru saja dipeluknya. Dia menghela napas, menarik Xiaoai dengan lembut dan memangkunya, kemudian menatap Jiang Shuya. "Shu'er, apa Shu'er sudah berlatih bersama Ibu?"
Ketika dia bertanya, dia tidak lupa mencubit pipi Xiaoai dengan lembut.
Xiaoai tidak marah, melainkan senang saat ayahnya mencubit pipinya, karena itu tidak sakit sama sekali.
"Sudah." Jiang Shuya mengangguk kecil dan berkata, "Tapi Shu'er tidak terlalu suka bertarung, Shu'er lebih suka sains dan strategi."
Natan mengangguk, dia sendiri tidak masalah dengan bidang apa yang diambil anaknya, dia akan selalu mendukung sebisa mungkin asalkan tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Dia mengulurkan tangan kirinya, mengusap pipi Shuya yang sedikit kotor. "Bermain apa sampai pipimu kotor seperti ini?"
"Xiaoai juga." Natan mengusap pipi lain Xiaoai dan mengelap tangan yang berwarna putih kecokelatan.
Xiaoai mendongak, dia berdiri, berbalik dan menyentuh pipi Natan dengan tangannya yang berpasir. "Xiaoai mebuat itana pacil belcama Kakak!"
Natan memegang tangan Xiaoai, tapi dia menariknya dari pipinya. "Benarkah? Ayah ingin lihat, tapi, bagaimana kalau kita membuat istana salju? Itu lebih indah daripada pasir."
Xiaoai mendongak melihat langit yang cerah dengan sedikit awan putih. "Hari celah ... tidak mun-kin ada calju!"
__ADS_1
"Siapa bilang tidak mungkin?" Ayumi datang menghampiri, berjongkok menatap Xiaoai. "Aku bisa menurunkan salju untuk Xiaoai."
Xiaoai memiringkan kepalanya. "Ibu Yumi bica menulun-kan calju?"
"Tentu." Ayumi mengangkat tangan kanannya yang memancarkan sinar dengan cahaya biru, dia menembakkan cahaya itu ke langit.
Cahaya itu sangat indah, dan setelah sampai ke ketinggian tertentu, cahaya itu meledak seperti kembang api. Warnanya sangat jelas meski langit sedang cerah.
Awan mulai terbentuk saat cahaya itu meledak, dan awan yang terbentuk berubah warna sedikit gelap. Angin bertiup dengan suhu rendah, lalu tetesan hujan turun, tapi saat baru beberapa meter dari awan, hujan itu berubah menjadi tetesan es yang meledak menjadi serpihan kecil dan menjadi salju yang lembut.
"Calju!" Xiaoai mengangkat kedua tangannya, melompat dan berteriak bahagia.
Ayumi menangkap Xiaoai, menggandengnya dengan satu tangan. "Lihat, Ibu Yumi bisa menurunkan salju, bukankah hebat?"
"Hebat!" Xiaoai mengangkat kedua tangannya, lalu memeluk Ayumi. "Ini Yumi luar biaca!"
Natan tersenyum hangat saat memandang Xiaoai yang sangat dengan Ayumi. Dia menengadahkan kepalanya, melihat salju yang turun, tidak cepat dan tidak lambat.
...***...
—1 Tahun 10 Bulan Kemudian—
Manusia yang hidup mengalami penambahan, meski tidak banyak karena kekacauan di mana-mana, tapi masih ada ribuan kelahiran setiap harinya di seluruh dunia.
Dimensional Cave muncul di mana-mana dalam satu tahun terakhir, bahkan ada di dalam Kerajaan Armonia. Tapi untungnya tidak ada korban jiwa karena memiliki pertahanan yang kuat, entah dari Player, Pasukan, atau bahkan Alat Sihir yang dikembangkan dari Departemen Senjata dan Alat Sihir.
...
—Istana Armonia—
Sekarang, di Ruang Pertemuan, sedang diadakan rapat Aliansi Guild dan semua Wali Kota yang mengatur wilayah kekuasaan Kerajaan Armonia juga ada di sini.
Bahkan Pemerintah Pusat Beijing ikut bergabung dalam pertemuan meski hanya dalam panggilan video.
Natan melihat semua dokumen yang ada di depannya, dan Agatha yang berdiri di sampingnya akan membantu memilah informasi penting.
Meskipun Shuya sedang dilatih untuk menjadi sekretarisnya, tapi Natan tidak mungkin membiarkan putri manisnya yang baru berusia hampir 11 tahun ikut dalam pertemuan ini.
Apalagi pertemuan ini membahas tentang masalah penting untuk kelangsungan hidup umat manusia di masa depan. Walaupun anak-anaknya memiliki Sistem Player sendiri setelah membunuh kelinci ataupun berlatih, tapi sebagai orangtua, dia memiliki wewenang untuk membatasi jumlah informasi yang diterima.
__ADS_1
Bahkan dia bisa memblokir Fitur Forum agar anak-anaknya tidak melihat berita aneh.
Natan mendongak, menggenggam tangannya untuk menumpu dagu. Dia melihat puluhan orang yang duduk di kursi, melingkari meja bundar. "Kalian semua tahu untuk apa pertemuan ini."
Harlod yang saat ini menjadi Panglima Perang, menganggukkan kepala. "Ya."
Alexa, Direktur Departemen Intelijen, menganggukkan kepala.
"Pergerakan monster lebih liar dalam beberapa bulan ini, Level 1.000 sudah dianggap biasa, bahkan di antara monster level tinggi, level ini hanyalah antek. Kehancuran negara tidak dapat dihindari, dan di Negara Barat, kekuatan negara terkuat sudah membuat nuklir berbasis Batu Sihir hanya untuk menghancurkan monster-monster ini."
Natan membaca laporan yang ada dan berhenti untuk beberapa saat. Dia menarik napas dalam-dalam dengan emosi yang tidak bisa dijelaskan, kemudian melanjutkan perkataannya, "Player dengan Level 1.050 ... telah gugur ketika menghadapi ... invasi monster laut dalam ... yang naik ke darat."
Untuk orang yang pernah menghadapi situasi hampir mati, tentunya ini sangat menyakitkan baginya. Meski dia tidak kenal dengan Player Level 1.050 ini, tapi dengan kematian Player Putih cukup membuat manusia terpukul.
Player Putih adalah sebutan yang muncul tiga tahun lalu. Player Putih adalah manusia yang hanya membunuh monster, membangun tempat aman untuk manusia lain. Jadi, dengan berita kematian Player Putih, suasana di ruang ini hening tanpa suara dengan ekspresi keterkejutan terlihat di wajah semua orang.
"Kalian tahu bahwa ibuku sudah menjadi Keberadaan tingkat Keempat, setara dengan Penjaga. Dia memberi kabar bahwa tidak hanya Monster Ancestors yang disegel di tempat yang sama, tapi berbagai macam monster level tinggi. Monster-monster ini berhasil keluar lebih dulu karena kekuatan mereka yang lebih lemah dan ukuran yang lebih kecil ..."
Perwakilan dari Pemerintah Pusat Beijing, mengerutkan kening dan berkata, “Jika lebih lemah dan lebih kecil, mengapa mereka bisa keluar dan Monster Ancestors yang kuat malah tertahan?"
Natan menatap Perdana Menteri melalui panggilan video. Pria muda dengan rambut berwarna putih, tapi meski penampilannya muda, nyatanya usia Perdana Menteri sudah melewati kepala enam. Adapun mengapa penampilannya kembali muda, itu karena levelnya yang cukup tinggi dan meminum ramuan yang dijual oleh Ayumi.
"Penjaga mengerahkan seluruh segel untuk menahan Monster Ancestors, sehingga segel lain yang menahan monster-monster kecil tidak bertahan."
Ketika semua orang mendengar ini, mereka menganggukkan kepala, mereka menganggap itu masuk akal.
"NPC Shop yang berada di sekitar kita, sebenarnya adalah manusia yang sama yang berasal dari Bumi. Mereka dibangkitkan lagi dari kematian, dan harus menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Penjaga, dan setelah tugas-tugasnya selesai, mereka dilepas agar bisa berkumpul kembali bersama keluarga masing-masing."
Untuk informasi ini, kecuali Armonia Guild, yang lain terkejut, bahkan ada yang berdiri karena informasi ini terlalu besar.
Namun, itu belum berakhir, Natan kembali berkata:
"Bumi mengalami perubahan, bahkan dengan teknologi saat ini, yang lebih maju dari sebelumnya, kita masih tidak dapat menembus atmosfer bumi. Itu karena, Bumi dikelilingi oleh dimensi lain, dimensi di mana NPC Shop berperang melawan invasi monster, dan level rendah akan dibiarkan masuk ke Bumi untuk Player menaikkan tingkat."
"Lalu, Monster Ancestors, memiliki ukuran ... setengah dari ukuran Bulan."
...
***
__ADS_1
*Bersambung...