
Natan masih berpura-pura tidak sadarkan diri saat ia dibawa jauh ke pusat shelter, ia juga merasakan jalanan yang tidak rata melalui getaran yang ia terima ditubuhnya. Hingga belasan menit berlalu, ia tidak lagi merasakan hangatnya terik matahari.
Apakah aku dibawa ke dalam bangunan, atau ruang bawah tanah?
"Professor, kami mendapatkan Player hebat. Dia berhasil selamat di luar sana saat monster-monster mulai liar."
Boom!
Tiba-tiba Natan dilemparkan ke tempat seperti meja, dan ada benturan besi atau aluminium di sekitarnya. Ia juga bisa mencium aroma obat-obatan yang tersebar di dalam ruangan yang dingin seperti menggunakan air conditioner.
Langkah kaki terdengar menghampirinya, dan pemilik dari langkah kaki ini mengeluarkan aroma obat-obatan yang sangat menyengat.
"Pakaiannya terlihat bagus, sepertinya berlevel tinggi. Dengan bahan ini, aku bisa menciptakan monster yang lebih kuat!"
Tentara yang membawa Natan terlihat gemetaran dan takut saat melihat ekspresi Professor yang sedang mengamati tubuh Natan. Tanpa menunda-nunda, ia langsung berbalik pergi meninggalkan Natan di tangan Professor.
"Sekarang, aku akan memotong tangan, kaki, lalu menggantinya dengan kaki monster!"
"Hahahaha! Aku genius!"
Natan membuka matanya ketika mendengar langkah kaki Professor yang mulai menjauh darinya. Ia bisa melihat banyak tabung kaca setinggi tiga meter yang berisikan cairan hijau, di dalamnya ada potongan tubuh manusia seperti kepala.
Kepala di sana terlihat masih hidup meski sudah terpisah dari tubuhnya, tapi ada selang-selang kecil yang memasuki batang lehernya seperti digunakan untuk memberi nutrisi.
Bukan hanya itu saja, di tabung kaca lain ada manusia yang tubuh bagian bawahnya sudah diubah menjadi tentakel gurita.
Natan kembali melihat sekitar, bisa melihat mayat-mayat manusia yang tergantung terbalik, serta perlengkapan para Player yang sepertinya sengaja datang kemari untuk membantu, tapi malah dijadikan tumbal eksperimen.
Dari pelengkapan yang tergeletak, Player-player yang datang kemari setidaknya berada dilevel 200 ke atas.
Ketika ia melihat Professor yang sedang membelakanginya, ia bisa melihat adanya tangan tambahan di punggung dan kakinya tidak seperti manusia biasa. Pada kaki Prosessor itu ada Inti Sihir yang mampu melepaskan serangan.
~Informasi~
[Nama : Hu Yang Jin]
[Ras : Human Chimera]
[Usia : 58 Tahun]
[Level : 320
[Job : Black Mage, Creation, Alchemist]
[HP : 180.775/180.775]
[MP : 79.875/79.875]
[Regeneration Lv.06 — Black Mana Lv.05 — Mana Missile Lv.03 — Hypnosist Lv.06 ...]
Prosessor berbalik secara tiba-tiba menatap tajam Natan, matanya berwarna merah menyala seperti bola lampu, lidahnya sangat panjang seperti ular dan wajahnya berlubang-lubang.
"Kau sudah bangun!? Bagus! Tatap mata—"
__ADS_1
Dorr! Dorr! Dorr!
Tanpa membuang waktu, Natan langsung melepaskan tembakan yang menembus kepala Hu Yang Jin, tapi tubuhnya masih bisa bergerak-gerak, menggeliat seperti tentakel gurita yang diberikan garam.
Walaupun sudah berhasil membunuhnya, Natan terus melepaskan tembakan dari pistol, menembus setiap bagian tubuh Professor gila.
Natan juga menembak manusia yang masih hidup di dalam tabung kaca, membunuh mereka semua agar terbebas dari penyiksaan yang mereka derita.
Ia tidak berharap jika akan ada tempat seperti ini di bawah penampungan di Kota Chongqing. Akhirnya ia bisa mengerti mengapa lebih banyak monster ketimbang Player yang ada di sini, itu semua karena Player yang mencoba untuk membantu, dibunuh dan dijadikan bahan.
"Stealth."
Tubuhnya mulai tersamarkan dengan atmosfer sekitar, seperti ia menghilang dan tembus pandang. Ia lupa akan skill ini yang sudah mencapai level maximal, mungkin karena ia selalu bergerak dalam tim, sehingga sampai melupakannya.
"Siapa yang mengira manusia akan menciptakan monster." Natan beranjak turun dari meja operasi, lalu mengambil senjatanya yang disandarkan di dinding.
Natan juga mengambil jerigen yang cukup besar dari Inventory List, yang berisikan cairan mudah terbakar. Ia menuangkannya ke segala arah sampai tidak tersisa satu tempat pun, kemudian berjalan mendekati pintu keluar seraya melemparkan granat api.
"Saatnya membunuh."
Swosh!
Api langsung menyebar membakar ruangan laboratorium yang digunakan untuk menciptakan monster baru, monster yang tidak ada di System Player. Tapi, ia menduga tidak lama lagi akan ada pemberitahuan tentang update monster baru, mengingat sebentar lagi akan memasuki bulan ke enam.
Natan berjalan keluar dan menutup pintunya kembali, ia tidak menemukan adanya tanda-tanda Player lain di sekitar, dan sepertinya tempatnya berada sekarang berada di gedung atau bangunan berbeda.
Ia tiba di lorong ruangan seperti rumah sakit, banyak pintu-pintu yang tertutup rapat dan ada jendela kaca di bagian atas pintu. Ketika ia melihat di dalamnya, banyak monster-monster yang sedang dikembangkan.
"Benar-benar menjijikkan."
Suhu mulai meningkat secara pesat ketika semua ruangan sudah terbakar, tentunya ini akan menarik perhatian semua orang yang melihat asap hitam. Tapi, apabila ini ruang bawah tanah, tentunya akan sangat berbahaya baginya.
Daripada mengambil risiko, Natan langsung pergi menuju jalan keluar yang ditunjukkan oleh Mapping.
Tidak terlalu memakan waktu lama untuknya bisa berhasil keluar. Ia melihat tangga yang mengarah ke atas, ia langsung menaikinya dan membuka pintu.
Apa yang dilihat Natan saat membuka pintu adalah tanah tandus, kemudian di belakangnya adalah bangunan dengan ukuran seperti rumah normal.
"Sepertinya memang benar aku berada di ruang bawah tanah."
Natan melihat sekitarnya, mencari tempat terbaik untuk bersembunyi saat melepaskan tembakan dari jarak jauh. Cukup sulit untuk mencarinya, karena banyak gedung yang sepertinya sengaja dihancurkan dan diratakan menjadi tanah tandus.
Hingga saat ia terus bergerak, ia menemukan reruntuhan batu yang merupakan bekas gedung runtuh. Tanpa berlama-lama, ia memasuki reruntuhan itu dengan mengeluarkan moncong senjata di bagian celah-celah batu.
"Cukup sulit untuk bergerak, di atasku tumpukan batu, di belakangku batu, dan di depanku batu," gumam Natan.
Jika ia tidak hati-hati atau ada tekanan kuat, batu-batu di atasnya akan jatuh dan menguburnya hidup-hidup.
Perhatian Natan tertuju pada bangunan yang sebelumnya sudah ia bakar, jaraknya berkisar 250 meter darinya. Ia melihat ke arah timur laut, menunggu tentara yang datang seraya melihat gedung yang cukup jauh darinya, mungkin 1850 meter.
"Distance Vision."
Pandangan Natan menjadi lebih jelas lagi, ia bisa melihat gedung tinggi berdinding kaca hitam dan bisa melihat apa yang berada di dalamnya. Ia melihat pria paruh baya yang mengenakan setelan jas, berdiri di balik kaca dengan merokok dan meminum anggur.
__ADS_1
Walaupun aku sudah memakai Dragon Earrings, aku tetap tidak mendengarnya. Sepertinya di sana ada beberapa orang. Dan, mereka bukan manusia.
~Informasi~
[Nama : Fang Zhong]
[Ras : Human Chimera]
[Usia : 46 Tahun]
[Level : 340
[Job : Swordman, Fighter]
[HP : 230.705/230.705]
[MP : 89.875/89.875]
Tap... Tap... Tap...
Suara langkah kaki yang terdengar terburu-buru bisa ia dengar. Ia mengalihkan perhatiannya dari gedung mengarah pada bangunan yang mengeluarkan asap hitam.
Ada sekitar 17 tentara berseragam yang berlari bersama mengecek keadaan bangunan yang Natan bakar.
Karena kalian semua bukan manusia, maka aku akan membunuh kalian. Bahkan, jika itu harus membakar habis shelter ini, aku akan melakukannya, batin Natan.
Natan juga tidak berencana untuk membawa manusia yang ada di sini untuk kembali ke Armonia Guild, sehingga ia tidak perlu memedulikan bagaimana hidup mereka ke depannya. Memang ia harus mencari rekan untuk memperkuat Armonia Guild, tapi tidak bisa asal-asalan, ia tidak ingin membawa yang beban atau tidak berguna.
Aku juga sudah membunuh lebih dari seribu manusia, jadi, apa perbedaannya jika menambah lebih banyak lagi.
Klik!
Natan menarik pelatuk Sako TRG Mana, mengarahkannya pada tentara yang baru membuka pintu. Ia mengarahkannya langsung ke arah kepala dan menguatkan serangannya dengan Mana Control, meski hanya menambah 5%.
Bug...
Tentara yang membuka pintu itu langsung terjatuh saat pelipisnya tertembus peluru, darah mulai mengalir dari pelipisnya membahasi tanah tandus.
"Ma- Mayor terbunuh! Be- Berikan laporan pada Jender— Keck!"
Bug...
Tentara lain yang nampak panik itu terjatuh saat lehernya tertembus peluru.
Natan tidak berhenti disitu saja, ia terus menembak semua orang yang berusaha memberikan laporan pada pria paruh baya di dalam gedung.
"One hit, one kill." Natan tersenyum dingin setelah menghabisi nyawa semua tentara yang datang. Tapi, ia tidak mengendurkan penjagaannya, dan kembali mengalihkan perhatiannya pada gedung di lantai 45.
"Selanjutnya, kalian."
...
***
__ADS_1
*Bersambung...