Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 052 : Zombie Mutan


__ADS_3

Karena masih memasuki waktu siang hari dan masih banyak waktu tersisa sebelum hari berganti malam, mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan untuk meninggalkan Sentosa yang merupakan pulau buatan kecil, dan terlalu berdekatan dengan lautan luas.


Sangat berbahaya apabila berada di dekat perairan luas yang mungkin saja ada monster kuat yang mengintai dari kedalaman air.


Natan berjalan di barisan terdepan dengan membawa pedang di tangan kanan. Ia bersiap-siap jika ada monster yang datang tiba-tiba, karena monster saat ini memiliki level yang tinggi dan kemampuan yang bisa bersaing dengan Player berlevel tinggi. Ia juga menduga akan ada monster yang memiliki pemikirannya sendiri seperti manusia.


"Aku akan menekankan pada kalian, jika ada Player yang berniat membunuh, jangan ragu untuk membunuh. Jika kau ragu, bukan hanya kau saja yang mati, tapi rekan-rekanmu juga akan dalam bahaya."


Ketika mendengar itu, hanya Vely dan Olivia saja yang terlihat ragu. Untuk Calista sendiri bersikap biasa-biasa saja, seperti sudah pernah membunuh manusia.


Natan menoleh ke kiri belakang menatap Calista. "Apakah kau pernah membunuh manusia?"


Calista mengangguk kecil dan menjawab dengan mudah, "Sudah, mungkin dua manusia. Mereka sangat kurang ajar, berniat untuk mengambil kesempatan saat aku tertidur, karena itulah aku membunuh mereka ..."


Calista menoleh melihat Ayumi dan Erina yang nampak biasa-biasa saja, tanpa ada rasa takut ataupun ragu. "Apakah kalian berdua pernah membunuh?"


Natan menceritakan kembali kejadian singkat di Dungeon Tower saat bertemu Guild Elang Hitam, dan mengapa ia membunuh mereka semua.


Calista menganggukkan kepalanya, kemudian memberikan pujian pada Natan untuk memberantas semua manusia kejam itu.


"Ngomong-ngomong, apakah kau memiliki pacar?" tanya Calista yang sedikit berlari agar sejajar dengan Natan.


"Tidak punya ..." Natan menggelengkan kepalanya. "Aku bahkan tidak pernah berpacaran."


"Apakah kau pernah jatuh cinta?"


"Tidak."


"Apakah kau pernah merasakan perasaan cinta?"


"Tidak."


"Apakah ada orang yang kau cintai saat ini?"


"Tidak."


"Apakah—"


"Tidak." Natan langsung menjawabnya tanpa menunggu Calista menyelesaikan ucapannya. Ia memang tidak pernah merasakan perasaan semacam itu, bahkan rasa sayangnya pada Ayumi dan Erina hanya sebatas kakak dan adik.

__ADS_1


"Berhenti." Natan menghentikan langkah kakinya dan mengangkat tangan kirinya yang terkepal.


Mapping sudah menangkap keberadaan monster yang bersembunyi di bangunan yang tidak jauh darinya saat ini. Monster itu adalah Zombie Mutan dengan level 200 yang memiliki nama dan kesadaran.


"Ada Zombie Mutan yang sengaja menunggu kita, Zombie Mutan adalah manusia yang berubah menjadi monster, bunuh atau dibunuh."


Natan mengambil snipernya di punggung dengan tangan kiri, kemudian menembak rumah dengan jarak 500 meter darinya. Peluru Mana dari Sako TRG Mana melesat seperti kilatan cahaya, yang kemudian meledakkan rumah menjadi kepingan batu.


Siluet hitam berlari keluar dari bangunan yang meledak, dan terlihat tujuh manusia yang berdiri di dalam asap cokelat. Pada bagian punggung manusia itu terlihat seperti ada kaki laba-laba, dan ada juga yang menggeliat seperti ular.


"I didn't expect any insects to interfere with our mealtime (Aku tidak berharap ada serangga yang mengganggu waktu makan kita)."


Asap cokelat menghilang dan memperlihatkan wujud asli mereka, empat pria dan tiga wanita. Naga mereka berwarna hitam, dengan bagian tengah berwarna hijau lumut. Aroma busuk juga terpancar dari mereka, dan anggota tubuh mereka juga mengalami perubahan.


Natan menatap datar tanpa memperlihatkan perubahan ekspresi wajahnya. Berbeda dengan yang lain nampak terkejut dan mual-mual melihat penampilan tujuh Zombie Mutan.


"Kalian tenanglah, membunuh atau dibunuh."


Zombie berambut hijau dengan potongan rapi, mengenakan anting di telinga kiri dan memakai pakaian merah itu bergerak sangat cepat, terlihat seperti menghilang. "Die!" Ia memukulkan tinjunya pada wajah Natan.


Bang!


Dentuman keras terdengar saat pukulan Zombie Mutan mengenai Magic Barrier milik Ayumi yang berada di depan Natan.


Hijau yang wujudnya normal itu terlempar karena terkena tendangan Natan, tapi ia bisa dengan mudah mengendalikan tubuhnya dan kembali berdiri tegak. Saat ia berdiri, ia melihat Natan yang melesat di bawahnya dalam posisi telungkup, dan tanpa ragu ia memukul Natan.


Natan menekan kaki kirinya ke depan dan mundur selangkah menghindari pukulan dari tangan kanan Hijau, kemudian ia melompat seraya memutar tubuhnya ke kiri dan melepaskan tendangan menggunakan tumit kaki kirinya.


Hijau mengangkat tangan kirinya dan menahan tendangan Natan menggunakan lengannya. Ia tidak tinggal diam, ia juga membalas serangan Natan dengan mengayunkan kaki kanannya menendang punggung Natan.


Natan yang masih berada di udara itu kembali memutar tubuhnya, dengan kaki kiri yang bertumpu pada lengan Hijau. Ia memutar tubuhnya ke kiri, yang kemudian menendang kepala Hijau seraya menyilangkan kedua lengannya menahan serangan.


"Ugh!" Hijau terlempar ke kiri namun tidak sampai membuatnya terjatuh, hanya tubuhnya sedikit terhuyung akibat tendangan kuat yang mengenai pelipisnya.


Natan mendarat dengan posisi hampir berjongkok dan telapak tangan menyentuh tanah. Ia mendongak menatap Hijau yang masih terhuyung, Zombie Mutan lain juga masih diam seperti sangat mempercayai Hijau.


Natan tidak membuang kesempatan yang ada, ia memutuskan untuk kembali bergerak sangat cepat. Dalam kedipan mata, Natan sudah berdiri di depan Hijau dengan tangan kiri yang terkepal, yang kemudian memukul pelipis kapan Hijau.


Hijau kembali terhuyung ke kiri dan hampir terjatuh.

__ADS_1


Sebelum Hijau terjatuh, Natan menangkap kepala Hijau dengan tangan kanannya, kemudian membanting kepada Hijau ke arah yang berlawanan. Ia menekan dada lawannya dengan kedua lutut, kemudian melepaskan pukulan secara membabi-buta.


Hijau mencoba menahan pukulan Natan dengan cara menyilangkan kedua tangannya di depan wajahnya, serta mengangkat lututnya untuk menyerang punggung Natan.


Natan menarik pedang dari sarungnya dan mengayunkannya ke belakang, menebas lutut Hijau dan terlihat darah hitam kemerahan yang busuk.


"Dam*, kill him!"


Zombie Mutan wanita berambut merah muda mengarahkan tangan kirinya ke depan, melepaskan ular hijau yang bergabung dengan tubuhnya ke arah wajah Natan.


Bang!


Dentuman lain kembali terdengar saat ular hijau menghantam besi, terlihat Erina sudah berdiri di depan Natan dan menahan serangan yang ada. Kemudian Olivia juga berlari ke depan Erina, lalu menggenggam erat ular hijau dan menariknya sekuat mungkin.


Pink melesat ke arah Olivia karena ular yang merupakan bagian tubuhnya ditarik.


Olivia menguatkan kuda-kudanya dengan kaki kiri di depan dan tangan kanan yang terkepal di pinggang kanan. "Light of the Battlefield, Steel Body, Iron Hand."


Boom!


Olivia melepaskan pukulannya mengenai dada Pink dan membuat lawannya melesat sangat cepat, bahkan sampai membuat ular hijau terputus. Ia mendongak dan berdiri tegak. "Body Relocation!"


Olivia beteleportasi ke belakang Pink dan kembali memukulkan tinju kanannya pada bagian punggung, hingga terdengar suara retakan kasar, menandakan bahwa tulang belakang lawannya telah patah.


Calista yang entah dari kapan sudah berdiri di depan Erina itu mengeluarkan pedangnya dari belakang punggung. "Dominate." Pedangnya memancarkan cahaya merah.


Tanpa berlama-lama lagi, Calista menebaskan pedangnya secara menyilang berkali-kali dengan sangat cepat, bahkan bayangan dari ayunan pedangnya juga tidak terlihat. Ketika ia berhenti mengayunkan pedangnya, itu ketika lawannya telah berubah menjadi potongan daging cincang.


Wosh! Wosh!


Ayumi dan Vely berlari melewati Erina seraya melepaskan serangan jarak jauh, dengan damage yang sangat mengerikan, namun tidak langsung membunuh lima Zombie Mutan yang tersisa.


Untuk Natan, ia masih memukul wajah Hijau berkali dan mematahkan semua tulang-tulang. Ia sengaja tidak membunuh lawannya langsung, karena ingin mendapatkan kemampuan beladiri. Akan sangat mengesalkan baginya, yang pernah mempelajari Wing Chun namun tidak mendapatkan skill.


Hingga tiga menit kemudian, Hijau sudah terbunuh dengan wajah yang tidak bisa dikenali lagi, dan ia masih tidak mendapatkan skill yang diinginkannya. Natan berdiri dari posisi setengah berjongkok seraya memegangi kepala Hijau yang telah hancur.


Natan berjalan perlahan menghampiri Zombie Mutan yang tersisa. "So, should we continue?"


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2