Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 031 : Bersiap-siap


__ADS_3

Rumah untuk beristirahat telah dibangun dan dilindungi oleh dedaunan di dahan pohon untuk menyamarkan tempat mereka berada saat ini. Mereka juga telah menyebarkan bubuk anti monster meski tidak terlalu banyak, karena jika menyebarkannya terlalu banyak, monster benar-benar akan menghindarinya, dan itu sulit untuk mengurangi monster sedikit demi sedikit.


Ketika Adik-adiknya sedang beristirahat dsn tidur di kasur yang dibelinya, Natan membuka layar interface melihat peningkatan kekuatannya.


[Nama : Natan Alexander]


[Ras : Manusia]


[Usia : 18 Tahun]


[Level : 249 (2.752.343/4.000.000)]


[Job : Assassin/Mage/Archer]


[HP : 122.300 [122.300/122.300] [13.948/m]


[MP : 32.600] [32.600/32.600] [1409/m]


[STR : 1245 (+119+78+871)]


[VIT : 310 (+90+80+93)]


[AGI : 340 (+108+22+68)]


[INT : 300 (+95+60+60)]


[DEX : 270 (+120+44)]


[LUCK : 150 (+87+44)]


[Point Status : 0]


[Point Skill : 100]


[Money : 892.367 Gold]


[Friend : 3]


[Team : 3]


[Player List : Rank 1]


[Forum : 99+]


[Skill Pasif : [Mapping Lv.02 (34/60)] — [Inventory List Lv.02 (7/55) (60/110 Slot)] — [Appraisal Lv.09 (15/45)] — [Melempar Pisau Lv.03 (5/15)] — [Mana Control Lv.07 (13/35)] — [Melompat Lv.09 (33/45)] — [Tusukan Lv.08 (32/40)] — [Tebasan Lv.09 (30/45)] — [Shooting Range Lv.09 (12/45)] — [Lock Target Lv.09 (7/45)]]


[Skill Aktif : [Stealth Lv.08 (39/40) 39MP] — [Shadow Step Lv.Max 140MP] — [Increase Shot Lv.Max 70MP] — [Distance Vision Lv.08 (3/40) 39MP] — [Night Vision Lv. 08 (12/40) 39MP] — [Back Stab Lv.07 (7/35) 82MP] — [Trap Detection Lv.08 (2/35) 39MP] - [Bullet Rain Lv.08 (5/35) 117MP] - [Curved Shot Lv.08 (17/35) 78MP] - [Bullet Explosion Lv.Max 175MP] — [Intimidasi Lv.03 (6/15)]]


___________________________________________


[Nama : Tanaka Ayumi]


[Ras : Manusia]


[Usia : 14 Tahun]


[Level : 245 (543.905/3.800.000)]


[Job : Sorcerer/Healer/Blacksmith]


[HP : 78.450] [78.450/78.450] [7855/m]


[MP : 132.725] [50.000/132.725] [5439/m]


[STR : 620 (+60+52+248)]


[VIT : 258 (+40+43)]


[AGI : 150 (+55+20)]


[INT : 1200 (+90+60+1080)]


[DEX : 150 (+45+40)]


[LUCK : 150 (+38+40+40)]


[Point Status : 0]


[Point Skill : 140]


[Money : 478.348 Gold]


[Friend : 2]

__ADS_1


[Team : 3]


[Player List : Rank 3]


[Forum : 99+]


[Skill Pasif : [Memotong Lv.06 (3/30)] — [Memasak Lv.09 (33/45)] — [Membalut Luka Lv.01 (1/5)] — [Memperbaiki Lv.08 (18/40)] — [Magic Knowledge Lv.09 (0/45)] — [Enchanted Stone Lv.06 (0/30)]]


[Skill Aktif : [Healing Lv.07 (0/35) 41MP] — [Fire Ball Lv.09 (8/45) 37MP] — [Area Healing Lv.Max 105MP] — [Earth Wall Lv.09 (5/45) 74MP] — [Fire Tornado Lv.08 (9/40) 156MP] — [Water Ball Lv.07 (15/34) 41MP] — [Forge Lv.06 (11/30) 86MP] — [Merge Lv.06 (8/30) 86MP] — [Meteor Lv.08 (3/40) 156MP] — [Water Wall Lv.08 (9/40) 78MP] — [Fire Arrow Lv.08 (8/40) 78MP] — [Thunderstorm Lv.09 (9/45) 185MP] — [Magic Barrier Lv.08 (6/40) 39MP] — [Fire Chain Lv.Max 70MP] — [Ice Arrow Lv.Max 70MP]]


___________________________________________


[Nama : Erina Adriani]


[Ras : Manusia]


[Usia : 14 Tahun]


[Level : 245 (22.655/3.800.000)]


[Job : Paladin/Alchemist/Druid]


[HP : 134.100 [134.100/134.100] [13.480/m]


[MP : 21.325 [21.325/21.325] [828/m]


[STR : 1150 (+45+60+690)]


[VIT : 500 (+45+60+100)]


[AGI : 220 (+45+20)]


[INT : 255 (+25+30)]


[DEX : 230 (+70+45)]


[LUCK : 150 (+35+40+20)]


[Point Status : 0]


[Point Skill : 122]


[Money :  364.379 Gold]


[Friend : 2]


[Team : 3]


[Player List : Rank 4]


[Forum : 99+]


[Skill Pasif : [Memotong Lv.08 (5/40)] — [Menjahit Lv.02 (0/10)] — [Regeneration Lv.08 (2/40)] — [Medical Knowledge Lv.Max] — [Menangkis Lv.08 (1/40)] — [Menusuk Lv.07 (3/35)] — [Geography Knowledge Lv.05 (2/25)]]


[Skill Aktif : [Light Shield Lv.09 (40/45) 37MP] — [Alchemy Lv.08 (13/40) 78MP] — [Light Stab Lv.09 (8/45) 74MP] — [Sword of Thorns Lv.Max 140MP] — [Absolute Defense Lv.Max 175MP] — [Sword of Judgment Lv.Max 175MP] — [Cataclysm Lv.Max 175MP] — [Caster Enhanchment Lv.Max 150MP] — [Alchemy Extract Lv.05 (12/25) 90MP]]


____________________________________________


Melihat dari statistik awal masuk sampai saat ini, memang terlihat memuaskan dan mereka adalah Player teratas yang tidak bisa dikejar seberapa kerasnya semua Player berusaha. Itu semua terjadi karena Dungeon Tower memberikan banyak sekali Point Exp, memang di negara lain dan tempat lain ada sebuah Dungeon yang serupa, namun tidak setinggi Dungeon Tower.


Bahkan, Burj Khalifa yang dikatakan sebagai gedung tertinggi dengan 163 lantai tidak berubah menjadi Dungeon, melainkan Zona Aman yang tidak bisa dimasuki monster.


Ketika Ayumi dan Erina masih tertidur, Natan keluar dari kabin kayu dan mengelilingi balkon. Ia ingin membunuh monster di dalam hari, kalau-kalau ada monster yang mendekati.


Benar saja, Mapping yang telah bisa menangkap pergerakan dalam radius 200 meter mulai memunculkan titik-titik berwarna merah yang tidak lain adalah monster.


Natan mengaktifkan kemampuan penglihatan malamnya, dan mengarahkan scope pada tanda merah yang dilihatnya. Terlihat kawanan Goblin yang mengenakan Equipment Armor Mythril, dan senjata dari bahan yang sama.


"Yang benar saja? Mythril? Aku akan membunuhnya malam ini dan mengambilnya pada pagi hari."


Natan memasang peredam suara untuk tidak membangunkan Ayumi dan Erina yang sedang tertidur. Kemudian ia menarik pelatuknya terus-menerus mengarahkannya pada bagian vital Goblin, dan membunuh mereka dalam sekali tembak.


Ketika waktu terus berjalan, Goblin mulai menghampiri pohon tinggi di mana mereka beristirahat dalam bentuk melingkar, namun ia tidak merasakan adanya monster lain selain Goblin.


Dari hal ini, Natan menyadari jika monster lain akan muncul jika monster sebelumnya sudah benar-benar dibunuh tanpa sisa.


Natan terus menembak semua Goblin yang masuk dalam jangkauan serangnya tanpa henti, hingga tiga jam terlewati, ia sudah membunuh semua Goblin yang ada.


Untuk pendapatan dari membunuh Goblin sendiri cukup memuaskan, jika di luar hanya mendapatkan 125 sampai 150 Point Exp untuk setiap satu levelnya, di lantai 55 ini mendapatkan 500 Point Exp untuk setiap level.


Baru saja ia selesai menghabisi semua Goblin, monster lain yang merupakan Orc sudah masuk dalam jangkauan Mapping dalam jumlah belasan, tidak terlalu banyak, namun tentu saja akan bertambah.


Natan terus menembak semua monster yang ada, sampai ia hanya menyisakan satu Cyclops dan tidak membunuhnya agar tidak digantikan oleh Griffin yang sangat sulit untuk membunuhnya. Ia sendiri tidak sadar jika hari Matahari sudah mulai terbit di ufuk timur, dan Ayumi maupun Erina yang sudah terbangun dari tidurnya.

__ADS_1


Dalam membunuh monster-monster, ia hanya perlu melepaskan tembakan satu sampai empat kali untuk setiap monsternya, tergantung seberapa banyak Health Point monster.


"Kakak, apakah Kakak membunuh monster? Saat Ayu melihat status, level Ayu kembali naik." Ayumi berjalan menghampiri Natan seraya mengusap kedua matanya dan sesekali menguap karena masih mengantuk.


Natan mengangguk kecil dan menjawabnya tanpa menoleh, "Iya, banyak monster yang berdatangan, karena itulah aku membunuh mereka semua dan menyisakan satu Cyclops."


"Kalau begitu, biarkan Erina dan Ayumi yang membunuhnya." Erina juga datang dan sudah bersiap-siap dengan perlengkapannya.


Natan berbalik melihat keduanya. "Jangan, aku sengaja membiarkannya hidup. Jika kita membunuhnya sekarang, makan Griffin akan datang di saat kita belum bersiap-siap seperti ini. Lagi pula, aku mulai kelaparan."


Keduanya tertegun dengan mulut sedikit terbuka, kemudian tertawa kecil saat mendengar gemuruh yang berasal dari perut Natan.


Akhirnya, mereka membagi tugas. Ayumi dan Erina memasang, dengan Natan yang berkeliling mengambil semua Item Drop yang belum menghilang dari tadi malam.


Inti Monster yang didapatnya kali ini tidak ia berikan pada Kuro, melainkan ia simpan saja karena ingin digunakan untuk membuat Item Sihir. Ia sendiri cukup menyesal karena menggunakan semua Inti Monster sebelumnya untuk meningkatkan level, tapi itu sudah berlalu, lagi pula tidak terlalu rugi.


Ketika Natan memungut semua Item Drop yang tergeletak di tanah, di tempat yang cukup jauh dari rumah yang ia bangun. Ia mulai merasakan bahaya yang datang menghampiri, dan saat ia membuka Mapping, Cyclops sudah masuk dalam jangkauan.


Natan mengeluarkan bahan peledak yang sudah ia beli dan disimpannya di dalam Inventory. Kemudian ia melemparkannya sejauh mungkin, berharap Cyclops bisa menjauh agar ia memiliki waktu untuk makan dan bersiap-siap sebelum Griffin datang.


Cyclops pergi menjauh saat terdengar ledakan yang sangat keras, dan dengan segera Natan mulai mengumpulkan semua Item Drop di arah berlawanan dari perginya Cyclops.


Tidak sampai setengah jam, Natan sudah mengumpulkan semua bahan dan kembali ke rumah beristirahat. Daging yang didapatnya dari monster ia ambil semua tanpa meninggalkannya sedikit pun, karena itu bisa digunakan sebagai bahan makanan Kuro.


Natan yang sudah kembali langsung disambut oleh beberapa makanan yang sudah tidak mungkin lagi ditemui, apalagi dengan dunia yang sudah kacau hampir dua bulan lamanya.


Apakah Ibu Guru masih hidup? Sudah tiga tahun aku tidak tahu kabarnya.


"Untuk melawan Griffin, kita akan melawannya di dalam hutan. Namun saat melawan Wyvren dan Dragon, kita harus mencari tanah lapang atau paling tidak yang tidak ditumbuhi pepohonan," ucap Natan.


Natan menduga jika Wyvren dan Dragon akan memiliki skill yang menyemburkan api, dan apabila mereka menghadapinya di dalam hutan, itu sama saja dengan bunuh diri.


"Seperti yang ada di dalam game, dua monster itu bisa menyemburkan api." Natan melanjutkan perjalanannya saat melihat Ayumi dan Erina yang memiringkan kepala.


Keduanya menganggukkan kepalanya kemudian melanjutkan makan.


"Ngomong-ngomong, siapa satu orang yang ingin Kakak ajak?" tanya Ayumi penasaran.


"Dia adalah Guru sekolahku, usia kami hanya berbeda tujuh tahun, dan merupakan Guru yang bisa dikatakan sebagai seseorang Kakak." Bukan tanpa alasan Natan menganggap Guru sekolahnya sebagai seorang kakak, karena memang mereka berdua cukup dekat dan saat sekolah libur, mereka sering pergi bersama.


"Apakah dia cantik?" tanya Erina.


Natan terdiam sejenak mencoba mengingat kembali wajahnya. "Entahlah, wajah semua orang akan berubah dengan berjalannya waktu."


Lebih baik menghindari untuk menjawabnya langsung, karena mungkin bisa menimbulkan masalah yang tidak perlu.


Waktu terus berjalan dan mereka sudah selesai sarapan pagi, sudah selesai beristirahat untuk memulihkan tenaga.


Natan mengarahkan snipernya pada Cyclops yang pergi menjauh ke arah timur, kemudian menembakkannya langsung sepuluh kali berturut-turut tanpa jeda.


[Membunuh Cyclops (50/50) Clear]


[Menunggu 25 Griffin Respawn]


[10 ... 9 ... 8 ... 7 ... 6 ... 5 ... 4 ... 3 ... 2 ... 1]


Tiga manusia dengan satu hewan berpencar ke empat sisi yang berbeda, menjaga rumah yang mereka bangun dan bersiap-siap untuk melawan Griffin yang datang.


Terdengar jeritan burung yang sangat keras berasal dari langit, dan terlihat monster aneh yang memiliki kepala elang dan badan bagian depannya juga elang, kemudian bagian belakangnya adalah badan singa.


Belasan Griffin itu berputar-putar di langit, dan memiliki darah sebanyak 250.000 Point.


Dengan serangan Natan yang memberikan damage 236.400, dan apabila dipotong oleh pertahanan Griffin, setidaknya ia membutuhkan dua sampai tiga kali serangan.


"Increase Shot! Curved Shot! Bullet Rain! Bullet Exploison!"


Natan mengaktifkan semua skill jarak jauh miliknya. Sebelah Peluru Mana melesat naik ke langit, kemudian berpencar ke segala arah dan berubah lagi menjadi puluhan Peluru Mana yang jatuh.


"Water Ball! Ice Arrow!" Ayumi juga melancarkan serangan jarak jauhnya.


"Light Stab! Cataclysm!" Erina menusuk pedangnya ke udara di atasnya, menciptakan tembakan cahaya yang menembus sayap Griffin.


Kemudian badai angin yang kuat seperti pedang tajam mulai menggulung Griffin, serta memotong pepohonan sekitarnya.


Kuro yang menjaga di sisi selatan mengangkat kaki kanan depannya, menciptakan belasan panah bayangan yang berada di atas kepalanya. Kemudian saat ia menghentakkan kaki kanannya, belasan panah itu melesat naik mengarah pada Griffin.


Menghadapi Griffin tidak sesulit yang dipikirkan Natan. Memang pergerakannya sangat cepat, namun tembakkannya jauh lebih cepat.


Natan meletakkan snipernya di belakang punggung saat hanya tersisa satu Griffin. "Berhenti! Kita harus meninggalkan hutan sebelum membunuh Griffin yang tersisa!" Ia berlari ke arah barat laut.


Ayumi dan Erina menganggukkan kepala, kemudian melompat naik ke atas punggung Kuro, kemudian pergi mengikuti Natan yang sudah pergi terlebih dahulu.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2