
Guild Armonia mengelilingi wilayah kekuatan musuh yang menyerang tempo hari, dan membunuh mereka semua yang masih berkeliaran di luar tanpa meninggalkan seorang pun.
Berbeda dengan Natan, ia berjalan kaki dengan santainya, bergerak melalui jalan utama. "Apakah kau masih bisa tetap tenang? Setelah semua yang terjadi." Ia menengadahkan kepalanya melihat ruangan di lantai 23.
Prang!
Kaca yang pecah di atasnya mulai jatuh mengarah padanya, membuatnya berkelit menghindari kaca besar yang jatuh dengan cara melompat beberapa meter ke belakang.
Natan melihat ada seorang pria paruh baya yang mengenakan Tang Suit, pakaian semi-modern China atau Tiongkok. Tang Suit yang dikenakan adalah pakaian biasa, namun di dalamnya ada Equipment dengan Lv.400.
Fighter, Monk, Ashura. Itu adalah Job dari Fang Shangjia yang berdiri belasan meter di depannya, semuanya adalah Job petarung jarak dekat yang menggunakan tangan kosong.
Natan juga melihat Fang Shangjia memiliki kemampuan beladiri yang bisa dibilang sangat baik, itu terlihat dari semua skill yang dimilikinya, yang sepertinya berasal dari pengalaman.
Berbeda dengannya yang hanya belajar otodidak melalui internet.
"Mengapa kau menyerang Armonia Guild?"
Fang Shangjia mengerutkan keningnya, lalu mengambil kedua Keling atau Kenuckle di belakang pinggangnya dan mengenakannya. "Apakah kau masih menanyakan hal itu? Tentunya untuk menguasai dunia. Dunia sudah berubah, hanya yang terkuat yang bisa bertahan, dan yang lemah hanya pantas menjadi budak!"
"Begitu." Natan mengangkat kedua tangannya di depan dada, dengan tangan kiri yang sedikit lebih maju. "Meski itu mengirimkan putramu pada kematian?"
Fang Shangjia terlihat sangat marah ketika mendengarnya. "Apakah kau yang membunuh putraku?"
"Entahlah."
Fang Shangjia terdiam dengan urat-urat terlihat di pelipis ataupun lehernya, mengungkapkan perasaan marah dan benci terhadap Natan. "Akan ku bunuh kau!"
Wush!
Fang Shangjia berlari dengan kecepatan penuhnya, lalu berhenti dengan kaki kiri sebagai tumpuan saat satu meter di depan Natan. Ia mengangkat kaki kanannya, memberikan tendangan mengarah pada pelipis kiri Natan.
Natan menekuk tangan kirinya, menahan tendangan dari Fang Shangjia yang cukup keras, bahkan sampai membuatnya sedikit bergeser ke kanan karena damage yang dihasilkan.
Masih dengan kaki kanan terangkat, Fang Shangjia melompat dengan kaki kiri sebagai tumpuan. Ia memutar tubuhnya ke kiri saat melompat, lalu menendang lengan kiri Natan menggunakan tumit kaki kirinya.
Natan memutar lengan kirinya, menangkap pergelangan kaki kanan Fang Shangjia, dan dengan tangan kanannya, ia menangkap pergelangan kaki yang lain. Ketika sudah menangkap kedua kakinya, ia melemparkannya ke bangunan.
Fang Shangjia yang terlempar itu menggunakan kedua tangannya sebagai pemberat, yang ia gerakkan secara berputar, membuat tubuhnya mendarat dengan kedua kaki.
"Lumayan, untuk orang seusiamu yang mampu menahan tendangan ku. Asal kau tahu, saat aku muda, aku pemenang Taekwondo tingkat nasional."
Natan mengusap lengan kirinya yang sedikit terasa nyeri. "Aku tidak peduli."
Duarr! Duarr! Duarr!
__ADS_1
Ledakan terus terdengar dengan nyala api yang mengelilingi tempat mereka berdua bertarung, namun mereka mengabaikan semuanya dan fokus satu sama lain. Hingga akhirnya, mereka berdua bergerak.
Bang!
Dentuman keras terdengar saat keduanya bertemu dan tendangan kaki kanan mereka saling berbenturan, ada gelombang angin yang menyebar, menerbangkan bebatuan kecil dengan debunya.
Natan yang kaki kanannya sudah terangkat itu melompat, memutar tubuhnya ke kanan dan menendang dada Fang Shangjia dengan telapak kaki kirinya.
"Hup!" Fang Shangjia menangkap kaki kiri Natan. "Serangan yang bagus, tapi—"
"Jangan terlalu banyak bicara!" Natan yang sudah menurunkan kaki kanannya, mulai berputar lagi dan menendang pelipis kiri Fang Shangjia dengan kaki kanannya.
Fang Shangjia terhuyung ke kanan seraya memegangi pelipisnya. "Ugh. Sial!"
Natan berputar lagi di udara untuk mengambil ancang-ancang, lalu mendarat dengan posisi setengah jongkok. Tidak berhenti disitu, ia berdiri seraya mengulurkan kedua tangannya di belakang tengkuk Fang Shangjia.
"Rasakan!" Natan melompat seraya mengangkat lutut kanannya, dan mengarahkan kepala Fang Shangjia ke arah lututnya.
Boom!
"Uhuk!" Fang Shangjia tersedak saat hidungnya patah, mata kanannya juga pecah karena terkena tendangan Natan.
Masih berlanjut, Natan sedikit berlutut, lalu melepaskan sapuan bawah yang berputar, menendang kaki Fang Shangjian dengan tumitnya.
Fang Shangjia yang kehilangan keseimbangan itu terjatuh dengan punggung yang membentur tanah terlebih dahulu.
Pertarungan jarak dekat ini dilihat oleh semua orang, yang membuat mereka bergidik tidak peduli lawan ataupun kawan.
Fang Shangjia menyilangkan kedua tangannya menahan serangan Natan, meski sebagian besar serangan itu mengenai dadanya. Ia mengangkat kaki kanannya hendak menyerang punggung Natan.
Natan menyadari gerakan Fang Shangjia. Dengan segera ia mengayunkan tangannya, menyerang lutut Fang Shangjia menggunakan siku kanan dan kirinya, mematahkan kedua lutut lawannya.
"Aarrgghh!"
"Sialan!" Fang Shang memukulkan tinjunya mengarah pada pelipis Natan.
"Lemah!" Natan menangkap dua pukulan itu, lalu memutar tangannya dan mematahkan tangan Fang Shangjia.
Setelah mematahkan anggota tubuh Fang Shangjia, Natan kembali melepaskan pukulan, entah dengan tangan yang terkepal atau telapak tangan, tergantung dari tubuh bagian mana yang ia serang.
Hingga beberapa menit kemudian, ia berhenti setelah Health Fang Shangjia hanya tersisa 2.360 Point dari 206.375 Point. Ia berdiri perlahan, menatap tajam Fang Shangjia yang benar-benar tidak bisa bergerak sama sekali dan wajahnya sudah tidak dikenali.
Darah menetes di kedua tangan Natan, dan tentunya itu bukanlah darahnya.
"Aku menang."
__ADS_1
Natan menatap tajam Fang Shangjia, lalu melepaskan pukulan terakhir di dada musuhnya.
Boom!
Pukulan Natan ini menimbulkan dampak yang cukup besar, menciptakan lubang di jalan dengan retakan membentuk seperti jaring laba-laba. Dada Fang Shangjia juga berlubang terkena pukulannya, membuat darah mengalir deras.
"Berakhir." Natan menengadahkan kepalanya melihat langit biru yang cerah. "Tersisa delapan Guild lagi."
"Rain."
Awan hitam mulai muncul di langit cerah, menghalangi sinar matahari yang jatuh menyinari kota. Hujan mulai turun cukup deras dan memadamkan api yang masih menyala.
Tubuh Natan mulai basah karena air hujan, rambut hitamnya menutupi wajahnya dan darah yang mengotori pakaian maupun tangan mulai menghilang terlena air hujan.
"Fang Shangjia, dia cukup kuat. Jika saja dia tidak meremehkan lawannya dan menggunakan seluruh kekuatan di awal, mungkin kami masih bertarung sampai sekarang."
Natan menghela napas panjang seraya menundukkan kepalanya, lalu mendongak lagi tak lama kemudian. "Aku akan mengirimkan Skeleton Fire Dragon untuk Guild yang ada di luar Kota Chengdu."
Ayumi dan Erina yang sudah selesai dengan urusan mereka, mulai berjalan menghampiri Natan yang masih berdiri di tempat. "Kakak," ucap keduanya bersamaan.
Natan menoleh ke belakang, melihat kedua adik kecilnya. "Aku tidak apa-apa. Bagaimana dengan manusia yang ditahan?"
Ayumi terdiam sejenak, lalu menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Tidak bisa diselamatkan. Ayu tidak melihatnya langsung, karena mata Ayu dan Erina ditutup oleh Bibi Agatha ..."
Natan mengerutkan keningnya saat mendengar jawaban itu, lalu mendongak menatap Agatha yang berdiri di belakang Ayumi. "Ada apa?"
Agatha berjalan menghampiri Natan, lalu membisikkan informasi dan kejadian ketika berada di dalam gedung, yang mana saat Natan sedang bertarung melawan Fang Shangjia.
Mata Natan terbuka lebar saat informasi yang ia dengar tidak pernah ia harapkan, ada lebih dari 50 wanita yang sekiranya berusia antara 18 sampai 29 tahun. Wanita-wanita itu berada di lantai teratas, mengalami luka parah, lebam, cambukan dan lain sebagainya.
Mata wanita-wanita itu buram, seperti kehilangan semangat untuk hidup, dan saat hendak diselamatkan, satu per satu wanita itu mengambil pedang atau melemparkan tubuhnya untuk mengakhiri hidupnya.
"Begitu ..." Natan menghela napas panjang, mendongak ke belakang melihat gedung tinggi. "Hancurkan dan bakar gedung ini."
Agatha membungkukkan badannya dengan menyilangkan tangan kanan di depan dada, kemudian ia menjalankan perintah dari Natan untuk mengkremasi mayat-mayat yang ada di dalam gedung.
"Sekarang, ayo kita pergi ke Wujianian, Distrik Pidu."
Ayumi dan Erina menganggukkan kepalanya secara bersamaan, yang kemudian naik ke atas punggung Kuro.
Natan memijat keningnya seraya menghela napas panjang lagi, merasa sangat lelah karena banyak manusia yang terbunuh dalam waktu lima hari ini. Di mana manusia sangatlah penting, mengingat ini adalah saran dari Ainsley untuk mengumpulkan kekuatan.
Aku harap ada Player atau Guild lain yang bisa beraliansi dengan kami.
...
__ADS_1
***
*Bersambung...