Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 122 : Ulang Tahun


__ADS_3

Sabtu, 11 Oktober 2025


Natan merasa aneh dengan teman-temannya yang entah mengapa mulai menghindarinya, bahkan istri-istrinya tidak lagi tidur bersama, meski merekalah yang sangat bersemangat dan selalu meminta pelukan darinya, tapi sekarang terlihat dingin.


Natan tidak bisa menggunakannya Skeleton Squad untuk mencari informasi dengan menyembunyikan keberadaan mereka di dalam bayangan, karena mereka semua ditugaskan untuk membangun senjata di Kota Chengdu.


Ketika Natan terus berjalan dan hampir bertemu dengan pertigaan lorong di depannya, tiba-tiba ada wanita berambut cokelat kehitaman. "Calista!" Ia berlari dan memeluknya dari belakang.


"Kyaah!~" Calista sedikit terkejut dengan kedatangan Natan di belakangnya yang tiba-tiba dan memeluknya erat. Tapi, ia tidak menolaknya, ia mengangkat tangan kirinya, mengusap wajah Natan. "Apakah kau merindukan ku?"


Natan hanya diam tak menjawab dan memeluk Calista lebih erat lagi. Sudah lima hari mereka tidak tidur bersama dan itu membuat Natan sangat kesepian, jika saja ia tidak mengenal atau bertemu Calista, ia akan biasa-biasa saja jika tidur sendirian, tapi sekarang berbeda.


Masih banyak yang harus dilakukan Calista, salah satunya adalah membantu Ayumi memasak kue ulang tahun, tapi, tidak ada salahnya beristirahat sebentar untuk menikmati kehangatan pelukan Natan.


"Natan, biarkan aku pergi, aku harus melakukan sesuatu. Besok, kita akan tidur bersama lagi."


Natan tidak bergerak meski mereka sudah berada di tempat yang sama selama setengah jam; tidak mungkin ia akan melepaskan Calista di saat ia sangat merindukannya. Namun, tiba-tiba ada kerutan di dahinya saat merasakan bahaya melalui Skeleton Knight yang ia tinggalkan di bagian barat laut Kota Chengdu.


Natan mengecek keadaan sekitarnya, tidak ada kehadiran makhluk hidup. Ia membalikkan tubuh Calista dan mengecup bibirnya hangat, kemudian pergi ke arah yang ia rasakan.


"Calista, aku harus pergi dulu!"


Calista masih diam membeku seraya menyentuh bibirnya yang baru saja dikecup. "Maaf, besok kita akan tidur bersama lagi. Hari-hari ini, kami sedang mempersiapkan pest untukmu."


Natan keluar dari Istana Guild, melompat dari lantai teratas dan di sana sudah ada Kori yang menunggunya datang; Kori melayang perlahan saat Natan datang, lalu terbang dengan kecepatan penuhnya, membelah hujan salju yang lebat.


"Aku sangat tidak beruntung, bukan hanya tidak bisa tidur dengan Calista, tapi aku juga harus bekerja di saat-saat seperti ini."


Natan menundukkan kepalanya melihat tembok-tembok tinggi; ada Player yang berjaga secara bergantian.


Gold Star, Light of Eternity dan Taiyang Guild masih tinggal di Longquan Mountain, mereka berencana pergi ke pos masing-masing dan membangun markas di sana setelah musim dingin berakhir.


Natan yang sudah keluar dari Longquan Mountain, meminta Kori untuk memperlambat kecepatannya. "Tidak perlu datang, aku memang merasakan aneh dan itu adalah monster level lima ratus, tapi aku bisa meminta pasukan untuk menyerangnya."

__ADS_1


Ada 5 Skeleton Commander Lv.472, 30 Magic Archer Lv.472 yang menjaga di sana, tidak perlu baginya untuk turun tangan.


Natan memutuskan untuk kembali ke Longquan Mountain dan beristirahat di sana sampai musim semi tiba.


*Malam Harinya


Natan yang sudah tidur terlelap, terbangun saat mendengar suara ketukan pintu. Dengan enggan ia beranjak turun dan berjalan menuju pintu kembar yang sebenarnya tidak ia kunci. Ia membuka pintu perlahan, terlihat ada wanita berambut cokelat kehitaman dengan mata hitam berkilau, kulitnya halus bagaikan sutra dan bibirnya merah merona.


"Ada apa?—"


Calista menangkap pergelangan tangan Natan dan menariknya ke Aula Guild yang selama ini tidak pernah dimasuki, bukan karena tidak ingin, tapi karena dilarang dan tidak boleh ada yang memasukinya.


Ketika sudah sampai di sana, Natan diminta untuk menutup mata.


Natan mengikuti perintah Calista dan menutup matanya. Ia tidak tahu apa yang sebenarnya berada di dalam Aula Guild, tapi sepertinya itu penting dan ia tidak boleh melihatnya untuk sementara.


Calista tersenyum tipis, lalu membuka pintu secara perlahan; Aula Guild sangat gelap tanpa ada cahaya sekalipun, tapi di dalamnya terasa kehadiran puluhan orang.


Tiba-tiba lampu menyala dan Natan membuka matanya perlahan setelah diberi aba-aba oleh Calista.


Natan menundukkan kepala melihat jam tangan, terlihat jarum telah menunjukkan pukul 00.15.


Ayumi dan Erina berlari ke arah Natan, kemudian membawanya ke ujung meja yang di atasnya terdapat kue dan tumpeng.


Tidak pernah terpikirkan sebelumnya Natan akan merayakan ulang tahun setelah Kehancuran Dunia, karena sebelum-sebelumnya ia tidak pernah merayakannya. Terakhir ia merayakan ulang tahun, itu beberapa minggu sebelum terjadinya kecelakaan mobil.


"Selamat ulang tahun, Kakak!" Ayumi dan Erina tersenyum hangat menatap Natan.


Natan tidak bisa menahan emosinya; air mata mulai mengalir dari sudut matanya dan jatuh ke pipi. Ia masih tidak membayangkan akan merasakan ulang tahun, ia bahkan hampir melupakan tanggal kelahirannya karena dunia yang seperti ini.


Ayumi berbalik melihat kue yang berada di atas meja. Dengan jari telunjuk mengarah pada lilin, api mulai terlihat membakar sumbunya.


Natan diminta untuk meniup lilin dan memberikan potongan kue pertama maupun kedua. Tentunya ia memberikan itu pada Ayumi dan Erina agar tidak terjadi pertengkaran yang tidak perlu, apalagi dengan tatapan tajam dari Calista, Vely dan Olivia.

__ADS_1


Acara terus dilanjutkan dengan menyantap semua hidangan di atas meja; tidak lupa juga untuk menyerahkan hadiah pada Natan, meski hadiah itu hanya aksesoris biasa tanpa ada efek khusus.


"Apakah kalian berdua yang merencanakan ini semua?" Natan menoleh ke kiri dan kanan, melihat Ayumi maupun Erina secara bergantian yang duduk di sampingnya.


Tidak ada pikiran bahwa Calista atau yang lain yang melakukannya, karena hanya Ayumi dan Erina saja yang mengetahui tanggal ulang tahunnya.


Keduanya menganggukkan kepala secara bersamaan dengan senyum hangat terukir di wajahnya.


"Kakak." Ayumi yang duduk di samping kanan Natan, mengangkat tangannya menunjuk ke tempat kosong di depannya.


Mana berkumpul di seberang meja membentuk sebuah pusaran cahaya yang dari dalam keluar NPC Shop bernama Anna sedang membawa kotak berwarna merah dengan pita. Itu seperti kotak hadiah, tapi apakah ada NPC Shop yang memberikan hadiah pada Player dengan cuma-cuma?


Anna berjalan mengitari meja makan, membuat semua orang yang ada terdiam dalam hening; tidak ada yang mengetahui alasan mengapa Anna datang di saat waktu belum memasuki waktu genap yang mana itu adalah aturannya.


Ketika Anna sudah berdiri di kiri belakang Natan, ia mengulurkan tangannya memberikan sebuah kotak hadiah yang ia bawa. "Aku membawakannya untukmu. Selamat ulang tahun yang kesembilan belas tahun."


Semua orang tertegun dengan mulut terbuka, tidak menyangka jika Anna datang benar-benar untuk memberikan hadiah pada Natan. Awalnya, mereka memang melihat jika Anna membawa hadiah, tapi tidak menduga jika hadiah itu akan diberikan pada Natan, bahkan mengetahui jika hari ini adalah ulang tahun Natan yang ke-19 tahun.


Natan masih terdiam, tapi tangannya tetap bergerak untuk meraih kotak hadiah. Ia menundukkan kepalanya melihat kotak yang ia bawa dengan kedua tangan. "Bolehkah?" Ia menoleh melihat Anna.


Anna menganggukkan kepalanya sebagai balasan.


Natan membuka kotak merah, terlihat ada gelang sederhana yang terbuat dari benang cokelat; ada tulisan bernama Natan Alexander pada kayu yang terikat oleh benang, dan ada dua kelereng kecil seukuran jari kelingking.


Bibir Natan bergetar saat melihat gelang yang nampak tidak asing, ia pernah memiliki gelang yang sama persis, tapi dipotong oleh perawat karena terlalu mencengkeram tangannya. Semenjak saat itu, ia tidak pernah lagi menggunakan gelang dan tidak pernah membelinya, karena gelang itu adalah pemberian Ibunya yang membuatnya sendiri.


"Ibu..."


Tanpa membuang waktu, Natan memakai gelang itu di tangan kirinya, lalu menoleh ke belakang. "Terima ... ." Ia tidak lagi melihat Anna.


Anna ... Anna ... Brianna. Tidak mungkin!


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2