Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 124 : Petualangan Baru


__ADS_3

Minggu, 19 Oktober 2025


Walaupun rencana awalnya ingin pergi ke Inggris setelah musim semi, tapi Natan tidak bisa menunggunya lebih lama lagi karena Anna tidak datang-datang—sehingga ia memutuskan untuk berangkat hari ini juga seorang diri.


"Apakah kau benar-benar akan pergi hari ini?" Calista menatap khawatir Natan dan ada rasa tidak ingin berpisah, karena jika ingin bertemu kembali, pastinya akan memakan waktu yang cukup lama.


Natan tersenyum pahit dan menggelengkan kepalanya, kemudian berkata dengan suara pelan, "Maaf, aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Kau tahu, Anna tidak datang setelah satu minggu, karena itu, aku ingin pergi ke Inggris."


"Tidak perlu khawatir, aku baru mendapatkan kemampuan baru yang memudahkan dalam perjalanan." Natan menepuk kepala Calista.


Orang-orang terdekat Natan sudah mengetahui tentang Anna, dan tidak ada yang bertanya lebih jauh lagi. Ayumi dan Erina sangat penasaran dengan Anna, mereka tidak tahu bagaimana Ibu dari Kakak mereka.


Natan menoleh ke kanan melihat Ayumi dan Erina yang berdiri di samping kiri Calista. "Jaga Armonia Guild baik-baik, aku juga meninggalkan Skeleton Squad untuk membantu kalian ..."


"Karena kita akan berpisah dengan jarak yang cukup jauh, kita tidak akan memiliki pembagian Point Exp, karena itu, kalian harus meningkatkan kekuatan kalian sendiri. Kita sudah berbeda delapan puluh level, padahal sebelumnya sama."


Natan mengusap lembut kepala Ayumi dan Erina.


Ayumi dan Erina tidak merasa senang, mereka ingin bertambah kuat seperti Natan agar bisa membantu pada saat-saat seperti ini. Tapi, mereka sadar bahwa mereka sangat lemah dan selalu berlindung di belakang punggung Natan.


Keduanya bertukar pandang, kemudian menganggukkan kepala secara bersamaan; bertekad untuk membunuh lebih banyak monster lagi. Mereka akan melakukannya dengan cara Natan yang sudah mengajarkan mereka, dengan cara menggunakan ledakan, tidak perlu menggunakan cara seperti superhero karena terlalu membuang Mana dan waktu.


Natan mengetahui pikiran mereka berdua, tapi tidak mengatakan apa-apa. Meski khawatir, ia sudah meninggalkan 20 Skeleton Knight Lv.371 dan 10 Skeleton Magic Archer Lv.477 pada bayangan masingmasing.


Natan berpamitan pada semuanya dan memberikan pelukan hangat pada Ayumi, Erina, Vely, Calista dan Olivia. Kemudian ia pergi arah barat laut untuk menuju Kirgistan yang berbatasan dengan Kazakhstan.


Natan yang terbang dengan Ksatria Lebah, menggunakan mantel hitam yang biasanya ia kenakan, kemudian ada tambahan penutup kepala yang hanya beberapa kali saja pernah ia pakai.


"Aku mendapatkan kemampuan Teleportasi setelah membunuh Slime Bayangan. Dengan ini, aku bisa kembali ke Armonia Guild sesuka hati. Dan, kemampuan ini menggunakan dua ribu Mana, dengan waktu cooldown selama satu jam. Cukup cepat!"


"Jika aku tidak memiliki kemampuan ini, mungkin aku akan memakan waktu berbulan-bulan. Apalagi jaraknya lebih jauh ketimbang Surabaya ke Chengdu"


Natan mendongak melihat langit hitam dan tidak ada tanda-tanda akan berubah. Ia menghela napas dan berkata, "Terlebih lagi, salju masih terus turun."


Natan terus terbang dengan kecepatan stabil karena pendeknya jarak pandangnya.


Ketika terbang lebih jauh, Natan menyadari bahwa ia tidak bisa langsung pergi ke Kirgistan karena ada Pegunungan Himalaya yang membentang. Ia pun harus menghindari daratan tinggi seperti Tibet dan Provinsi Xinjiang maupun Mongolia. Akhirnya, ia diharuskan untuk pergi melalui Beijing dengan memutari Mongolia dan sampai di Rusia.

__ADS_1


Jarak yang ditempuh sekitar 10.000 sampai 12.000 kilometer, dan itu menghabiskan dua hari dua malam tanpa istirahat apabila keadaan mendukung. Tapi, dengan keadaan seperti ini, mungkin akan menghabiskan berminggu-minggu.


***


Jum'at, 31 Oktober 2025. Kota Beijing


Natan tidak menduga akan menghabiskan 12 hari hanya untuk sampai di Kota Beijing, yang sebelumnya hanya membutuhkan setidaknya dua sampai empat jam saja.


"Karena musim dingin, banyak manusia yang terbunuh lagi karena monster-monster sangat aktif di saat manusia kehabisan sumber daya maupun lelah karena kedinginan."


Natan duduk bersila di depan api unggun, dan saat ini ia sedang berada di gedung tertinggi di Kota Beijing yang rusak parah. Tapi ia beruntung dapat menemukan ruangan yang masih baik dan tidak bisa dilihat dari luar karena lemari-lemari yang menghalangi jendela.


Namun, bukan berarti Natan bisa tenang, bagaimanapun ada monster yang bisa mendeteksi suhu.


Ngung, ngung...


Natan mematikan api unggun dengan air dan menutupnya menggunakan barel kosong agar aromanya tidak menyebar. Ia melakukan hal ini karena ada monster yang berada di luar gedung, dan ia merasa bahwa monster itu sangat mengerikan, mengingat suara dengungannya yang cukup keras.


Natan menggunakan Stealth untuk mengendap-endap ke dinding yang terbuat dari kaca yang terhalang oleh lemari. Ada sedikit celah di antara lemari yang cukup untuk melihat keadaan di luar.


Alangkah terkejutnya ia saat melihat ada nyamuk yang ukurannya sebesar bus, meski sedikit lebih kecil dari Queen Bee. Nyamuk itu berwarna hitam legam dan bagian belakangnya sedikit berwarna merah karena sudah menelan darah, dan pada bagian mulutnya yang seperti jarum, ada Yeti yang menancap di sana.


Natan melangkah mundur untuk menjauh dari dinding kaca, tidak ingin keberadaannya diketahui oleh Death Mosquito.


Ia melihat waktu di jam di tangan kirinya. "Jam delapan malam, semoga saja besok hujan salju ini berhenti. Jika tidak, akan sangat sulit untuk pergi dari sini tanpa bertarung."


Natan menggelar tikar di atas lantai dingin dan meletakkan bantal di atasnya, kemudian mengeluarkan dendeng kering dari dalam penyimpanan. Ia tidak bisa memakan makanan yang dibuat Ayumi, karena terlalu mengeluarkan aroma yang bisa menarik perhatian Death Mosquito.


Natan yang sedang memakan dendeng kering, membuka layar interface yang memperlihatkan beberapa layar yang merupakan sudut pandang belasan Ksatria Lebah yang berada di gedung lain. "Jika saja Shadow Teleport hanya cooldown tiga puluh detik, aku bisa menyerang Death Mosquito secara bergantian dari tempat-tempat yang berbeda."


"Tunggu." Natan menyadari bahwa ada cara lain untuk membunuh Death Mosquito yang mengelilingi gedung tempatnya bersembunyi.


Natan memindahkan Skeleton Magic Archer di Armonia Guild ke 11 Ksatria Lebah.


Aku bisa mengendalikan Skeleton Magic Archer seperti sedang bermain video game! Aku sangat bersemangat!


Natan mengangkat kedua tangannya memainkan layar interface dan tetap mengunyah dendeng kering.

__ADS_1


Whooooosh! Whooooosh! Whooooosh!


Booom! Booom! Booom!


Suara keras yang berasal dari ledakan bisa terdengar di luar gedung; suhu di dalam ruangan juga meningkat karena api yang menyala menyelimuti Death Mosquito dan mencoba membunuhnya.


Ketika membuka Mapping yang selalu aktif tapi ia sembunyikan, dan menggunakan Appraisal, Natan bisa melihat Death Mosquito yang darahnya mulai berkurang, tapi kembali penuh lagi. Ia bisa tahu mengapa nyamuk itu darahnya bisa bertambah, bukan karena kemampuan regenerasi, tapi karena menghisap darah monster yang tertancap di mulut tajam Death Mosquito.


Natan mengambil lebih banyak Skeleton Magic Archer dari Armonia Guild untuk menambah daya serang.


Booom! Booom! Booom!


Suara ledakan terus-menerus bisa terdengar dan satu per satu Death Mosquito terbunuh. Tapi ini bukan waktunya untuk tenang, karena dari suara keras ini bisa menarik perhatian lebih banyak monster.


Natan berdiri seraya mengangkat tangannya sampai batas dada dengan telapak mengarah ke bawah. "Mammoth Tank, bangkit!"


Bayangan Natan bergerak dan mengeluarkan Mammoth Tank dari sana. Mammoth Tank langsung berlari ke arah dinding kaca yang terhalang oleh lemari.


Langkah kaki Mammoth Tank cukup kuat sampai menggetarkan lantai.


Brak! Craang!


Lemari yang menghalangi pecah dan berubah menjadi serpihan kayu, kemudian dinding kaca pecah saat terus ditabrak oleh Mammoth Tank. Mammoth Tank yang berhasil memecahkan kaca, terjun bebas dari lantai 21.


"Kembali!"


Mammoth Tank menghilang dan kembali masuk ke dalam bayangan Natan, kemudian ada bayangan kecil yang keluar dari dalam bayangannya dan terlihat ada Skeleton Fire Dragon di luar gedung sudah menunggunya.


Natan melompat ke atas Skeleton Fire Dragon. "Pergi!"


Skeleton Fire Dragon terbang dengan kecepatan penuhnya, meninggalkan 11 Ksatria Lebah dan 33 Skeleton Magic Archer yang sedang membunuh Death Mosquito.


Natan berencana untuk pergi ke hutan karena lebih mudah dalam bertindak, meski di sana lebih banyak monster. Tapi, setidaknya tempat untuk bersembunyi lebih banyak ketimbang kota yang sebagian besar bangunannya sudah hancur.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2