Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 161 : Beristirahat Setelah Membunuh


__ADS_3

Ada perubahan pada formasi dan rencana penyerangan. Tidak cocok menggunakan formasi yang sebelumnya untuk menghadapi pengepungan seperti ini, apalagi membutuhkan delapan gerakan untuk membunuh setiap monster. Itu, terlalu lama!


Dalam kepungan seperti ini, semuanya langsung mengerti apa yang harus dilakukan tanpa harus berkomunikasi dengan yang lain.


Xia Feiya mengangkat kedua tangannya, memunculkan beberapa lingkaran sihir di permukaan tanah. Dari lingkaran sihir itu terlihat ada yang bangkit, itu adalah Roh Element.


Walaupun Xia Feiya telah membangkitkan Job lain, tapi masih tidak berani bertarung jarak dekat. Sehingga hanya mengendalikan panggilannya untuk bertarung mewakilkannya.


Wanita muncul dari dalam lingkaran: biru mewakilkan air, hijau mewakilkan angin dan merah mewakilkan api.


Roh Angin mengangkat tangannya, menimbulkan angin bertiup kencang di dalam ruangan, mengangkat bebatuan kecil di permukaan lantai tanah dan membuatnya berputar-putar. Gerakan tornado angin itu sangat kencang saat bergerak menuju tikus-tikus, ditambah dengan bebatuan tajam, bebatuan itu melesat satu demi satu mengenai setiap tikus.


Roh Api tidak tinggal diam, melayang menghadap ke arah lain. Mengarahkan kedua tangannya ke depan, mengeluarkan semburan api yang sangat panas, itu membakar setiap tikus yang dilalui, meski tidak langsung terbunuh.


Vely mengangkat busur panahnya, mengarahkannya ke atas. Kemudian melepaskan tembakan.


Anak panah seperti cahaya melesat, tapi saat hampir mengenai langit-langit, anak panah itu berhenti bergerak dan memancarkan cahaya biru yang terang, tapi tidak sampai menyilaukan mata.


Dengan suara mendesing, anak panah lain mulai bermunculan di sekitar anak panah yang memancarkan cahaya. Anak panah itu mengarah ke bawah; mengarah pada tikus-tikus yang bergerak tidak beraturan. Satuan, puluhan, ratusan, sampai ribuan.


Natan yang bersiap-siap untuk melepaskan serangan, terdiam dengan mulut sedikit terbuka saat melihat anak panah di atasnya. Dia tidak tahu kemampuan apa itu, tapi yang pasti, itu bukan Arrow Rain. Bagaimanapun, Arrow Rain hanya meningkatkan jumlahnya sebanyak 100.


Whooooosh! Whooooosh! Whooooosh


Ribuan anak panah jatuh seperti hujan saat Vely menurunkan tangannya.


Semua anak panah itu menusuk tikus dengan kekuatan luar biasa, gelombang tikus yang mengelilingi mereka mulai menipis dan meninggalkan beberapa cahaya berbeda di sana yang merupakan barang rampasan.


Erina, Calista, Olivia dan Jia Meiya yang memiliki serangan jarak dekat, hanya diam di sana. Terutama Jia Meiya, kemampuannya tidak ada yang memberi buff, sehingga dia memilih untuk menyiapkan makanan.


Vely menoleh ke kanan, melihat Natan. "Ada apa, kekasih kecilku?"


Natan terdiam dan terlihat sedikit kesal. Walaupun usianya tujuh tahun lebih muda, dia merasa kesal ketika mendengar panggilan seperti itu.


Ayumi menancapkan tongkat sihir di tanah berbatu, kemudian mengangkat kepalanya menatap Natan. "Kekasih kecil? Apakah itu panggilan Kak Natan?"

__ADS_1


Kelopak mata Natan berkedut, rasa kesalnya meningkat. Tapi dia berusaha keras untuk menahannya. "Ayumi tidak perlu tahu, selesaikan saja serangan yang kau siapkan." Ia mengusap kepala Ayumi.


Ayumi berdiri tegak seraya membusungkan dadanya yang rata, mendengus sambil menaruh kedua tangannya di pinggang. "Ayu bisa melakukannya dengan mata tertutup, dan asal Kakak tahu. Ayu tidak perlu lagi menyebutkan nama skill untuk mengaktifkannya!"


Ayumi memegang tongkat sihir, membuat tongkat sihir itu memancarkan cahaya ungu dengan kilatan petir yang menyelimuti.


Kilatan petir itu memasuki tanah berbatu dan menghilang begitu saja. Tapi detik berikutnya, di luar penghalang yang terbuat dari tulang, petir menyebar membentuk jaring laba-laba, itu menghancurkan tanah dengan ganasnya.


Semua tikus yang dilaluinya akan tersengat listrik sampai terpanggang, sekarat dan bahkan berubah menjadi serpihan cahaya karena terbunuh.


Dengan setiap buff yang didapat Ayumi, bahkan hanya dengan serangan sederhana seperti Fire Ball, itu sudah mampu untuk membakar habis tikus yang hanya berlevel 415.


Natan tidak tinggal diam saat yang lain sedang membunuh monster. Dia mengerahkan Skeleton Commander dan Knight untuk menelusuri semua lorong gua, agar bisa mencari tahu jalan yang benar.


"Bukankah Erina punya serangan jarak jauh?" Erina memiringkan kepalanya saat bertanya pada dirinya sendiri.


Erina berdiri di samping Ayumi, menusuk pedang di tanah berbatu. "Erina juga bisa tanpa mengucapkan nama skill!"


Erina mundur selangkah, kemudian melambaikan tangannya ke arah pedang yang menancap.


Pedang itu memancarkan cahaya kuning keemasan yang redup, kemudian tanah mulai bergetar seperti gempa, bahkan bebatuan kecil di langit-langit mulai berjatuhan.


Vely kembali melepaskan tembakan ke udara, yang kemudian berubah menjadi hujan panah yang jumlahnya lebih besar dari sebelumnya.


Natan duduk di atas skeleton yang berlutut di belakangnya dan melihat antarmuka di depan matanya yang memperlihatkan bagian dalam lorong gua. "Banyak harta di dalam gua, kebanyakan dari mereka adalah gold dan meterial."


Natan terus melihat antarmuka dan mengabaikan semua ledakan maupun decitan di sekitarnya. Sampai tidak menyadari bahwa semua tikus telah dibunuh.


Untuk tikus yang jumlahnya tidak terlalu besar saat melawan Pohon Monster, membunuhnya sangat mudah. Apalagi serangannya sangat monoton, hanya mencakar dan menabrak dengan kepala.


"Exp di sini empat kali lebih banyak dari di luar. Ayu pasti bisa cepat naik ke level enam ratus!" Ayumi membuka antarmuka sistem saat melihat levelnya yang telah naik.


Natan menghilangkan antarmuka sistem di depan matanya, kemudian melihat sekitarnya. "Sudah habis?"


Natan melihat kembali antarmuka sistem, kemudian berdiri dan berkata, "Memang lebih banyak, saat aku berada di luar, membunuh ratusan ribu zombie, exp yang didapat tidak sebesar ini."

__ADS_1


"Memangnya level berapa?" tanya Ayumi penasaran.


"Level zombie?" Natan melipat kedua tangannya di depan dada. "Level sepuluh."


Ayumi memutar matanya seraya menghela napas dan berbalik memunggungi Natan.


"Apa yang salah?" Natan mengangkat sebelah alisnya saat melihat Ayumi yang nampak kesal.


"Makan siang sudah siap." Jia Meiya memanggil semua orang setelah selesai memasak makanan sederhana.


Untungnya, semua monster yang terbunuh tidak meninggalkan mayat, sehingga tidak ada aroma tak sedap yang bercampur dengan udara. Jika masih meninggalkan mayat, tidak mungkin mereka bisa makan di tempat seperti itu, yang penuh dengan bau darah yang menyengat.


Semuanya membersihkan tangan, meletakkan peralatan di satu tempat dan duduk di kursi dengan semua makanan di atas meja.


Calista membantu mengambilkan daging untuk Natan seraya bertanya, "Jadi, apakah kau sudah menemukan jalannya?"


Natan menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Belum, lorong gua cukup dalam, dan di dalamnya masih banyak monster. Skeleton yang ku kirim untuk memantau terus membunuhnya sepanjang jalan."


"Aku tidak tahu seberapa dalam dan seberapa banyak monster di dalam. Tapi, sepertinya kita akan menyelesaikannya besok. Dan, ini baru monster tikus, bayangkan jika kita memasuki markas semut, akan lebih sulit untuk mencari jalan." Natan menambahkan setelah menuang air di dalam gelas.


Olivia menarik kursi di samping Natan dan duduk di sana. "Bagaimana dengan dunia luar? Apakah Natan masih bisa terhubung dengan skeleton di luar?"


Natan menganggukkan kepalanya, kemudian membuka antarmuka sistem dan mengaturnya agar semua orang bisa melihatnya. Itu terlihat seperti hologram yang melayang di atas meja di tengah-tengah mereka.


Xia Feiya melihat gambaran di depannya dengan mulutnya yang penuh dengan makanan. "Hum?" Ia memiringkan kepalanya saat melihat ada perubahan warna, lalu berkata setelah menelan, "Lihat!" Ia menunjuk layar. "Awan hitam mulai menghilang, salju di tembok mulai mencair!"


Natan yang hanya memperlihatkan tanpa memperhatikan, akhirnya mendongak melihat ke arah yang ditunjuk Xia Feiya. Memang salju mulai mencair, tapi sangat sedikit di bagian yang terkena sinar matahari, itu pun sangat lambat.


Vely membuka tablet untuk berhubungan dengan orang di dunia luar dan meminta laporan terkait perubahan suhu. Cukup cepat untuk mendapatkan laporan, karena memang ada departemen yang khusus untuk mengecek setiap perubahan suhu. "Suhu di luar sudah naik sebanyak sepuluh celcius, ini cukup cepat, dan menurut laporan, mungkin butuh empat hari untuk bisa bertani di luar."


Natan mengangguk kecil, kemudian mengganti pandangan di depannya. "Skeleton yang ku kirim ke tempat lain sudah sampai di Amerika. Setelah kita selesai menjelajah tempat ini, kita akan pergi untuk memusnahkan Skull Guild."


Mendengar itu, semua orang terdiam dengan ekspresi serius. Mereka semua tahu tentang masalah Armonia Guild dengan Skull Guild, dan memang berniat untuk membunuh semua anggota di sana. Seperti halnya saat menghancurkan 10 Guild Utama di Kota Chengdu.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2