Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 105 : Mendapatkan Luka


__ADS_3

Natan mengulurkan tangannya pada Fang Zhong, kemudian menggerakkan tangannya seperti menantang Human Chimera yang sedang bersandar di batu. "Kemarilah."


"Tapi, sebelumnya aku ingin bertanya, apa hubunganmu dengan Fang Shangjia?"


Fang Zhong berdiri dengan bantuan tentakel yang berada di punggungnya. Tentakel itu bisa bergerak sebebas mungkin, tergantung bagaimana pemiliknya menggunakannya. Ia menatap tajam Natan seraya mengusap bibirnya yang berdarah. "Iya! Dia adalah adikku."


"Begitu ..." Natan tidak menduga akan bertemu salah satu dari mereka, dan entah mengapa ia mulai mengecap keluarga Fang sebagai tempatnya masalah. "Aku sudah menghancurkan persembunyian mereka di Kota Chengdu."


Fang Zhong sangat marah ketika mendengarnya, tentakel di punggungnya mulai bergerak menyebar, mengambil bebatuan yang berada di sekitar dan membawanya. Tanpa berlama-lama, ia mulai melemparkan semua batu yang digenggam dengan kecepatan seperti rudal.


Natan tidak bodoh untuk menerima semua lemparan batu, ia terus menghindari serangan yang ada. Kemudian bergerak sangat cepat melebihi kecepatan suara dan tiba di belakang Fang Zhong.


Slash!


Tiba-tiba Natan mengayunkan pedangnya yang sudah ia ambil, mengayunkannya pada punggung Fang Zhong dan memotong semua tentakel yang ada.


"Aaarrrgghh!" Fang Zhong menjerit keras merasakan sakit yang menyiksa di punggungnya, ia seperti telah kehilangan anggota tubuhnya.


Crack!


Natan menendang pinggang Fang Zhong sampai terdengar suara retakan kasar di dalamnya, menandakan bahwa tulang belakang Fang Zhong yang telah patah karena tendangan sederhana Natan.


Fang Zhong terhempas belasan meter seperti batu pipih yang dilemparkan di permukaan air.


Natan tidak berhenti disitu saja, ia kembali berlari mengejar Fang Zhong yang hampir berhenti terhempas. Ia tiba di belakang Fang Zhong dengan kuda-kuda yang terbuka, tangan kirinya mengarah ke depan untuk menahannya, dan tangan kanan sudah berada di pinggang.


Tap.


Tangan kiri Natan menahan dada Fang Zhong, kemudian ia memukulkan tinjunya dari tangan kanan setelah mendapatkan penguatan.


Bam!


Pukulannya sangatlah kuat sampai kembali menghempaskan Fang Zhong ke sisi lainnya lagi, dan Natan tidak berencana untuk berhenti, ia akan terus menghajarnya meski di sekitarnya sudah kelilingi oleh api yang menyala dan semakin menyempitkan ruang.


Natan bergerak lagi melesat menghampiri Fang Zhan, lalu menangkap kerah bajunya sebelum masuk ke dalam dinding api yang mulai mengepung tempat mereka. Ia membanting tubuh Fang Zhan ke tanah, lalu melepaskan pukulan tanpa henti.


Fang Zhong menyilangkan kedua tangannya di depan wajahnya untuk menahan serangan Natan yang sangat menyakitkan. Kemudian ia menunduk melihat kedua kakinya, ia mengangkat lututnya dan menyerang punggung Natan.


Natan menoleh ke belakang menahan lutut Fang Zhong dan memukulnya dengan keras.


"Aarrgghh!" Fang Zhong tidak bisa menahan teriakannya ketika lututnya telah patah karena pukulan Natan.


Fang Zhong mengulurkan kedua tangannya mencoba menggapai leher Natan.


Natan tidak diam saja saat melihat gerakan Fang Zhong, ia menyilangkan kedua tangannya dan tiba-tiba ada pistol di masing-masing tangan. Tanpa membuang waktu, Natan melepaskan tembakan yang mengarah pada siku Fang Zhong.

__ADS_1


Fang Zhong kembali berteriak saat kedua tangannya terputus. Tapi, ia tidak menyerah dan membuka mulutnya lebar-lebar, terlihat ada kabut hitam yang mulai berkumpul di dalam mulutnya yang merupakan racun.


Natan tersentak saat melihatnya, kemudian ia mengeluarkan granat tangan dan melepaskan pengalamannya, lalu memasukkan ke dalam mulut Fang Zhong.


Tidak berhenti disitu saja, Natan mengambil pipa besi dari penyimpanannya dan menusuk perut Fang Zhong sampai menembus tanah.


"Hup!" Natan melompat mundur, menjauh dari Fang Zhong dan memasuki kobaran api.


Booom!


Granat yang berada di mulut Fang Zhong meledak, menghancurkan kepalanya dan menciptakan gelombang angin kencang yang menghempaskan Natan.


Natan tersungkur di tanah dalam posisi telungkup, ia berada di tengah-tengah nyala api yang membakar, ia merasakan panas yang menyiksanya sampai kulit wajah maupun tangannya mulai melepuh.


"Pa- Panas ..." Natan mencoba bangun dengan posisi seperti push up seraya merintih sakit.


"Bangkit."


Gruoahhhh!


Skeleton Fire Dragon bangkit dari bayangan Natan dan meraung seraya mengepakkan sayapnya, menghempaskan api yang mengelilingi.


Natan melompat naik ke atas punggung Skeleton Fire Dragon. "Terbang!" Ia menepuk punggungnya untuk memberikan perintah.


Natan bisa melihat seluruh Shelter Chongqing mulai terbakar, meski sebenarnya tanahnya tandus dan tidak terlalu banyak pepohonan atau bangunan.


Api yang menyala itu berasal dari dalam tanah yang retak, sepertinya di dalam sana ada pipa gas yang masih berfungsi, terlihat dari nyala apinya yang tidak hanya berwarna oranye.


"Semuanya terbakar, apakah aku akan dicap sebagai 'Monster' karena menghilangkan nyawa ribuan manusia?"


Natan menggeleng pelan membuang pikiran itu, lalu memerintahkan Fire Dragon untuk pergi ke hutan terdekat, yang mungkin berjarak empat puluhan kilometer.


Ia menunduk melihat kedua tangannya, terlihat tangannya yang sudah melepuh dengan batu-batu kecil yang masuk ke tangannya. Ketika ia mengambil cermin dan melihat wajahnya, setengah wajahnya sudah terbakar.


"Ini ... sakit." Natan mulai mencabut batu-batu kecil yang menusuk tangannya, dan untungnya bagian punggungnya terlindungi.


Tapi, tidak dengan bagian dada yang banyak sekali luka-luka dari serpihan batu tajam seperti kaca.


Natan menunduk melihat dadanya setelah melepaskan pakaiannya, dan ternyata luka yang ia terima lebih banyak lagi. Hampir sepanjang lengannya terkena luka bakar, leher, setengah wajah, batu yang menusuk pinggang maupun dada.


"Sepertinya, saat aku terkena ledakan dan terlempar, aku jatuh di atas batu tajam."


Karena terlalu fokus, tanpa sadar ia menerima panggilan video dari Calista karena tangan kirinya yang mengulur ke depan, dan ia fokus membersihkan lengannya.


"Na- Natan ..."

__ADS_1


Natan mendongak melihat layar interface, ia bisa melihat lima orang yang duduk bersama di dalam kamar. Calista, Vely, Olivia, Ayumi dan Erina.


Kelima orang di sisi lain mulai menangis saat melihat keadaan Natan yang mengenaskan.


Natan tersenyum hangat melihat semuanya, melupakan rasa sakit dari luka-luka yang ia terima. "Aku tidak apa-apa, ini hanya luka kecil. Saat ini aku sedang membersihkan lukaku."


"Ta- Tapi ..." Calista menangis sesenggukan.


Natan tersenyum tipis, dan memperlihatkan lengan kirinya yang sudah ia basuh dengan air, terlihat lengan kirinya yang sudah sembuh dsn tidak ada lagi luka bakar.


"Lihat, aku sekarang sudah membaik, tidak perlu khawatir." Natan langsung mematikan panggilan video, ia tidak ingin melihat mereka yang menangis.


Natan kembali membasuh tangannya yang lain dengan Healing Potion, termasuk wajah maupun lehernya. Yang tersisa sekarang hanyalah batu yang menancap di dada dan pinggang.


"Alkohol."


Natan memiliki beberapa minuman keras yang ia ambil dari toko saat dalam perjalanan, bukan untuk ia minum, melainkan tidak sengaja membawanya karena ia memasukkan semua benda di toko tanpa memilahnya.


Ia memasukkan gulungan kain bersih di dalam mulutnya dan menggigitnya kuat-kuat, kemudian ia mencabut batu yang ada di dadanya dan pinggangnya.


"Humm! Mmff!"


Rasanya sangat menyakitkan, tapi ia bersyukur karena tidak mengenai organ vitalnya. Namun ini belum selesai, ia kembali merasakan rasa sakit yang luar biasa saat membasuh lukanya dengan minuman keras dengan kadar alkohol 50%.


"Aarrgh! Sia ... lan!"


Napasnya terengah-engah karena sakitnya, tapi dengan ini luka-lukanya sudah bersih dan tidak ada benda-benda berbahaya lagi yang bersarang. Ia melihat darahnya yang sudah berkurang ¾ dari jumlah total.


Setelah semuanya bersih, Natan membasuh lukanya dengan Healing Potion, ia juga meminum Pil Health untuk menambah darahnya.


"Sudah selesai ..." Natan terlentang di atas punggung Skeleton Fire Dragon. Ia mengatur napasnya yang sangat cepat dengan jantungnya yang berdetak kencang.


Penampilan Natan sudah kembali seperti sedia kala, tidak ada lagi luka yang membekas, semuanya benar-benar terjaga.


"Granat tangan milikku sudah habis, dan tadi aku menggunakan granat buatan Ayumi yang saya ledaknya tiga kali granat normal. Siapa yang mengira tiupan anginnya cukup kencang."


Natan menekan kedua tangannya di punggung Fire Dragon, menopang badannya untuk duduk. "Masih tersisa empat hari, masih sempat untuk pergi ke Kota Beijing."


"Setelah itu, barulah kembali."


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2