Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 113 : 6 Bulan Kehancuran Dunia


__ADS_3

Kelompok Natan tidak bisa bergerak lebih jauh lagi karena keadaan yang sangat tidak memungkinkan untuk pergi; butuh waktu untuk menghilangkan asap tebal yang menutupi kota ataupun asap membentuk jamur. Tapi dengan adanya Ice Mage dan Fire Mage, itu bisa selesai dengan mudah.


Natan mengirimkan Fire Dragon yang membawa Skeleton Ice dan Fire Mage untuk terbang lebih tinggi dari asap berbentuk jamur, lalu menggabungkan dua kekuatan untuk menciptakan hujan yang membasahi semuanya.


Ledakan yang sangat mengguncang tadi pastinya menarik perhatian monster-monster terdekat; bahkan Player juga datang untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.


Natan memberitahukan pada semua orang tentang ledakan yang terjadi—agar mereka tidak perlu merasa khawatir atau datang kemari.


"Keadaan di sana sudah berubah, kita harus bersiap-siap jika ada serangan dari zombie atau monster lain." Natan sudah bisa melihat datangnya Gelombang Zombie dan Monster melalui pandangan Skeleton Fire Dragon.


Semua pasukan yang dibawa tidak merasakan takut meski ada monster yang akan datang; semangat membara bisa dirasakan dari Mana yang bergolak di dalam tubuh; api menari-nari di mata menjelaskan tekad yang membara.


Hujan deras yang mengguyur mulai menghilangkan asap berbentuk jamur dan itu adalah tanda bahwa mereka akan melanjutkan perjalanan untuk membangun tembok.


Ada rasa sedih karena menghancurkan bangunan-bangunan, yang mana semuanya bisa didaur ulang kembali: seperti besi beton yang dicairkan menjadi besi batangan, kaca yang dicairkan untuk bahan pembuatan lain.


Kelompoknya kembali melanjutkan perjalanannya setelah semua asap menghilang karena hujan maupun angin yang bertiup, dan mereka melanjutkan pekerjaan untuk membangun sebuah tembok yang kokoh.


***


10.00 GMT+8, Jum'at, 26 September 2025


Kelompok Natan sudah sampai pada Baiyunxiang setelah empat hari bergegas tanpa istirahat sekalipun karena terkejar oleh waktu; mereka membagi tugas menjadi tiga shift agar bisa terus bergerak dan cepat selesai—sehingga bisa kembali ke Armonia Guild.


Natan sengaja mempercepat karena firasatnya mengatakan harus cepat-cepat selesai, karena akan ada peristiwa besar pada hari Minggu, 28 September 2025, tepat enam bulan Kehancuran Dunia.


Pekerjaan kelompok Calista juga dipercepat, bahkan mereka berpencar lagi menjadi dua kelompok dan empat shift agar semua pekerjaan bisa diselesaikan lebih cepat dari yang seharusnya.


"Apakah kalian menemukan kelompok manusia lain?" Natan sedang berkomunikasi dengan Calista, dan ini terus terjadi selama tiga jam sekali untuk memberikan informasi satu sama lain.


"Kami bertemu kelompok manusia, tapi setelah melihat kami, mereka melarikan diri. Karena kami tidak ingin mengambil risiko yang tidak perlu, kami tidak mengejarnya."


Natan memang sudah berpesan agar tidak terlalu berurusan dengan orang asing; selalu waspada meski mereka terlihat bersahabat; pastikan kemampuan kalian lebih tinggi dari orang yang ditemui—agar saat mereka melawan—kau bisa melawan balik!


"Kami terus bergerak ke sana, kecepatan kami enam kali lebih cepat dari target awal."

__ADS_1


Calista menganggukkan kepala. "Baik, kami juga bergerak cepat, tim dua berjarak dua puluh kilometer dari kami."


Natan menganggukkan kepalanya, lalu mematikan panggilan dan terus bergerak lebih cepat lagi agar bisa bergabung dengan kelompok lain; hanya tersisa 38 jam lagi waktu yang tersisa bagi mereka untuk menyelesaikan semuanya.


Jarak yang tersisa sendiri sekitar 75 kilometer dan jika masing-masing kelompok menggunakan kecepatan yang sama, setidaknya akan selesai dalam 12,5 jam.


"Setelah melawan Manta, kita hanya menemui Gelombang Zombie. Tidak ada yang lain—"


"Apakah kau ingin yang lain?"


Natan terperanjat ketika ada yang berbicara di belakangnya, ia menoleh ke belakang; melihat Ainsley yang duduk menyamping menikmati terpaan angin dan sinar matahari pagi.


"Aku tidak tahu mengapa, apakah kau adalah orang yang diperintahkan khusus untuk menjagaku? Kau selalu datang, tidak ada penjual lain selain dirimu." Tidak pernah ada NPC Shop yang datang selain Ainsley; ini sudah terjadi semenjak rahasia tentang Penjaga dan Monster Ancestors diketahui.


Natan tidak masalah dengan Ainsley, bukan hanya karena penampilannya yang cantik, tapi dari suaranya yang juga lembut. Tapi ada satu hal yang tidak disukainya, Ainsley selalu datang tiba-tiba tanpa pemberitahuan seperti pusaran cahaya atau cahaya yang melonjak; bahkan saat ia sedang mandi, Ainsley sudah duduk di sebelahnya.


Ainsley mengubah posisi duduknya dan punggung mereka saling bertemu. "Bisa dibilang begitu, awalnya Vely yang menjual Gulungan Guild yang akan diperintahkan untuk menjagamu. Tapi seiring levelmu yang naik, hanya mereka yang memiliki status tinggi yang boleh bertemu denganmu."


Status? Natan tidak terlalu mengerti tentang hal itu dan tidak ingin mengetahui yang tidak perlu; itu hanya menambah beban di saat ia sudah banyak pikiran dan yang harus diselesaikan.


"Tapi, bisakah kau tidak datang saat aku mandi," ucap Natan mengerutkan kening—ia tidak nyaman melihat tatapan mata Ainsley yang melihatnya mandi.


Wajah Natan memerah saat mendengar godaan Ainsley yang sedikit memalukan untuk didengar.


Ainsley tertawa lagi, menertawakan ekspresi Natan yang sangat lucu baginya dan mudah sekali digoda.


***


23.57 GMT+8, Sabtu, 27 September 2025


Kelompok yang berangkat dari dua tempat berbeda sudah berkumpul lagi dan sedang beristirahat; mendirikan tenda-tenda yang bisa menampung semua orang.


Kota Chengdu sudah tergabung dalam wilayah Armonia Guild, dan karena itulah mendapatkan efek dari Guild Lv.25, bahkan ada pelindung yang melindungi seluruh penjuru kota. Tapi tidak sesederhana kelihatannya, harus banyak Inti Sihir yang dikeluarkan untuk membangun titik-titik pusat pelindung.


Untuk masalah Inti Sihir, Natan memilikinya dalam jumlah besar setelah menghabisi Gelombang Zombie di Kota Beijing.

__ADS_1


Natan tidak memilih beristirahat dan memutuskan untuk berjaga-jaga; ingin melihat pemberitahuan apa yang akan diberitakan pada dunia.


Jumlah manusia yang tersisa sendiri hanyalah 2.008.311.010 orang yang tersebar di seluruh dunia dan 30% dari mereka adalah Player, kemudian 40% dari Player adalah Player yang masih terus bergerak maju untuk membunuh semua monster di Bumi.


[Global] [6 Months]


[Information] [Monster Ancestors terus berusaha memecah segel dan menghancurkan 100 Dunia, sudah sejak lama Monster Ancestors mengirimkan monster-monster baru ke Bumi, tapi masih bisa kami tahan. Namun, tepat pada malam hari ini, pertahanan kami berhasil ditembus]


[Akan ada Gelombang Zombie dengan jumlah berkali-kali lebih banyak dari populasi manusia]


[Updated] [Guild Alliance, Safe Zone, Dungeon, Menara Pelatihan, Gold Zone]


Natan membaca penjelasan tentang Menara Pelatihan, di sana tertulis akan menghadapi monster yang tidak pernah habis dan apabila kita mati di sana, kita akan dipaksa keluar dari Menara Pelatihan. Monster yang dibunuh tidak mendapatkan Point Exp, hanya mendapatkan peningkatan statistik secara acak.


Booom! Booom! Booom!


Tiba-tiba ada suara keras yang merupakan benda jatuh, lalu dari tempat itu terlihat ada cahaya yang melonjak. Cahaya-cahaya itu memiliki warna putih, biru dan merah: putih memiliki arti sebagai Safe Zone, biru adalah Gold Zone dan merah adalah Menara Pelatihan.


Gold Zone adalah wilayah yang di sana ada monster tanaman bermutasi; ketika membunuhnya akan menjatuhkan Gold dalam jumlah tertentu, tergantung pada keberuntungan.


"Natan, apakah kita harus pergi mencarinya?" Calista sangat penasaran; ingin sekali mencoba Menara Pelatihan.


Natan tersenyum ringan melihat Calista di depannya. "Menara Pelatihan tersebar di seribu tempat di dunia, dan salah satunya di jalan naik ke Longquan Mountain."


Calista memiringkan kepalanya; tidak mengetahui bagaimana Natan bisa tahu keberadaan Menara Pelatihan, tapi setelah mengingat tentang Ainsley dan Skeleton Squad yang bisa bergerak; meski terpisah ribuan mil, ia menganggukkan kepalanya.


"Kroah! Gruoah! Khhahk!"


Natan mengerutkan keningnya seraya menoleh ke kiri, melihat ke arah tembok besar setinggi 50 meter yang baru saja selesai dibangun. Ia melompat menaiki tembok kota, melihat apa yang sebenarnya terjadi; ia harap bukan seperti yang ia pikirkan.


"Ah..." Harapan Natan terpatahkan, apa yang ia pikirkan benar-benar terjadi. "Gelombang Zombie. Bahkan, ada Giant Zombie berkepala tiga dan empat tangan."


"Sepertinya, kedamaian dunia akan kembali dihancurkan. Dan, kita akan kembali kehilangan dua per tiga populasi manusia."


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2