Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 087 : Pergi Berperang


__ADS_3

Natan membawa Fang Tian ke balik tembok dan mengikatnya di kursi besi yang sudah diikat oleh tali tembaga tebal, yang merupakan penghantar listrik terbaik setelah perak murni.


"Bangun!" Natan mengayunkan tangan kanannya menampar wajah Fang Tian.


Fang Tian terperanjat dan sedikit melompat, meski tubuhnya tetap tidak bergerak karena terikat oleh tali kuat di kursi besi.


Ada sekitar 236 manusia yang selamat dari peperangan ini, dengan 87 di antaranya yang terluka ringan ataupun parah. Bukan dari pihak Guild Armonia, melainkan tawanan dari 10 Guild yang dijadikan sebagai tameng hidup.


Mereka terkejut saat melihat Natan yang menampar wajah Fang Tian, karena kedudukan keluarga Fang yang cukup tinggi di Provinsi Sichuan. Tidak ada yang berani mengusik keluarga Fang, entah saat dunia yang dulu ataupun sekarang. Mungkin ini semua karena kebiasaan, sehingga mereka tidak bisa lepas dari tekanan keluarga Fang.


"Mengapa kalian menyerang Guild Armonia?" Natan sudah bisa menebaknya, tapi tidak ada salahnya untuk bertanya.


Fang Tian menelan darah di sudut bibirnya, lalu meludahkan darah itu mengarah pada wajah Natan.


Natan memiringkan wajahnya dan berpindah tempat ke belakang Fang Tian, lalu menamparnya dari belakang. "Berani—"


"Beraninya kau menamparku! Bahkan tidak ada yang berani berteriak di depanku—"


Plak! Plak! Plak!


Natan menampar bolak-balik wajah Fang Tian tanpa henti, sampai menimbulkan bengkak dan darah yang mengalir di wajahnya. "Aku tidak peduli, kau menyerang Guild Armonia dan mencari masalah denganku."


Fang Tian yang wajahnya sudah bengkak itu masih menatap tajam wajah Natan. "Kau. Ayahku akan membunuh kalian semua! Hanya dengan dirinya saja, dia mampu membasmi kalian!"


Natan terdiam dengan kerutan di dahi, merasa sedikit penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Fang Tian. Menghancurkan Guild Armonia? Tidak mungkin! Kecuali kalau yang menyerang adalah dalang di balik berubahnya dunia.


Fang Tian mendengkus dingin memperlihatkan penghinaan terhadap Natan. Ia merasa sangat percaya diri saat melihat Natan yang menurutnya tampak bimbang. "Ayahku sudah mencapai level empat ratus!"


Natan masih diam dengan kerutan di dahi, hingga saat Fang Tian hendak mengancamnya, ia berucap terlebih dahulu, "Dean Edmund."


"Baik, Ketua." Dean Edmund muncul di depan Fang Tian secara tiba-tiba, lalu mengayunkan tangannya menebas leher Fang Tian.


Darah memercik deras, dengan kepala yang jatuh menggelindingkan di tanah. Hal ini sangat mengerikan untuk dilihat oleh 236 manusia biasa yang berada tidak jauh darinya, atau bisa dibilang Player, namun tidak ada keberanian untuk melawan monster.


Natan melihat semua manusia yang diperlakukan seperti budak oleh 10 Guild di Sichuan. "Aku akan memberikan kalian dua pilihan, pergi dari sini, atau tinggal namun melakukan pekerjaan yang sudah ada."


"Ba- Bagaimana kau bisa membunuhnya hidup-hidup?"


"Maaf?" Natan menoleh ke arah wanita berambut merah muda, yang sekiranya berusia tiga puluhan tahun, mengenakan pakaian putih kusam. "Membunuh tentunya saat masih hidup. Apakah ada membunuh saat sudah mati?"

__ADS_1


"Kembali lagi, cepat ambil pilihan, aku akan menunggu selama satu jam." Natan berbalik meninggalkan tembok terluar, berjalan menuju barak yang jaraknya sekitar tujuh puluhan meter darinya.


Natan duduk di kursi yang ada di depan barak, dan di pangkuannya duduk Ayumi yang menyantap puding. "Kakak, mengapa Kakak tidak langsung membawa mereka saja? Mengapa harus memberikan pilihan?"


Natan mengusap lembut puncak kepala Ayumi, dan membantunya membersihkan kotoran di wajahnya. "Mereka pernah dijadikan budak, tentunya jika kita memaksa mereka untuk tinggal tanpa memberikan pilihan, akan ada yang tinggal karena tekanan. Lebih baik memberikan pilihan seperti ini."


Harlod datang menghampiri Natan dan berlutut. "Ketua, Hamba sudah mengumpulkan pasukan yang akan bertarung bersama di garis depan. Pasukan bisa bergerak kapan saja, Ketua hanya perlu memberikan perintah, kita akan menyerang." Ia menundukkan kepalanya dengan tangan kanan yang mengepal menyentuh tanah.


"Baik. Terimakasih." Natan menganggukkan kepalanya, lalu menoleh ke kanan ke tempat kosong. "Alexa, berapa jauh markas Guild yang menyerang kita saat ini?"


Wosh!


Tiba-tiba datang wanita yang mengenakan pakaian hitam sedang berlutut di kanan Natan. "Guild yang menyerang kita ada sepuluh, lima di antaranya di dalam Kota Chengdu, dan lima lainnya tersebar di beberapa tempat." Ia mengulurkan kedua tangannya, menyerahkan gulungan kertas cokelat.


Natan membuka gulungan yang merupakan sebuah peta, terlihat di sana ada beberapa titik merah yang merupakan Guild musuh, dan titik biru yang merupakan tempat di mana Guild Armonia dibangun di Longquan Mountain.



Petanya tidak terlalu besar, tapi saat Alexa memberikan peta lainnya, ada dua Guild yang dibangun di Kota Leshan yang ada di selatan dari Meishan.


Cukup jauh untuk menghilangkan 10 Guild, mungkin membutuhkan waktu dua minggu perjalan untuk dua arah.


Natan mulai membahas tentang strategi penyerangan bersama Harlod yang merupakan Commander, tentunya bisa memerintah pasukan dengan baik dan memikirkan tentang strategi.


Setelah cukup lama berdiskusi, akhirnya tim penyerang dibagi menjadi dua. Tim Penyerang dan Penjaga, Penyerang akan menyerang Guild 01, penjaga akan berdiam di tanda '×' sampai penyerang berhasil membasmi Guild 01, lalu berkumpul kembali.


Penjaga sendiri bertugas untuk menghalau serangan lain dari Guild 02 dan 03, serta mengamankan jalur dari monster-monster.


"Ketua." Agatha menghampiri Natan tanpa membersihkan bercak darah di pakaiannya.


Natan menoleh ke kiri menatap Agatha yang membawa buku catatan. "Laporan?"


Agatha menganggukkan kepalanya, lalu menyerahkan buku daftar yang baru saja ia buat.


Natan membuka buku catatan dan membacanya, terlihat ada sekitar 189 daftar orang yang ingin bergabung dan 47 lainnya memilih pergi. Kebanyakan dari mereka terluka dan memang terbiasa bekerja berat. Ada 98 wanita dan 91 pria, dengan usia 20 sampai 48 tahun.


Laporan di sana bukan hanya nama dan usia, tapi perlakukan yang diterima dari semua orang di 10 Guild. Bagi yang tidak memiliki kekuatan, akan diperlakukan seperti budak. Para wanita akan dijadikan pemuas para pria, yang kemudian dibunuh.


Bagi wanita yang tidak dibawa ke kamar, maka memiliki kegunaan lain, seperti dijadikan makanan monster oleh Beast Master, ataupun dijadikan sebagai samsak tinju, itu terlihat dari luka lebam.

__ADS_1


"Baik, berikan mereka tempat tinggal di Wilayah Hamparan Rumput. Kita tidak bisa membuat mereka tinggal di Kota, karena bangunan di sana sudah cukup padat."


Bukan hanya masalah sudah padat, bagian dalam Guild Armonia hanya dikhususkan untuk orang yang benar-benar Natan percaya, serta NPC yang memang sudah bersumpah setia.


Agatha membungkukkan badannya dengan tangan kanan menyilang di depan dada. "Baik, Ketua."


Agatha berbalik pergi menghampiri 189 orang, dan membawa mereka semua menggunakan Kereta Sihir.


***


Keesokan Harinya


Natan kembali memanggil 75 Koki yang menguasai keterampilan bertarung, 50 White Magic, 300 Knight, 150 Magic Archer, 100 Spearman dan 50 Healer. Untuk 550 sisanya, masih ia pikirkan tergantung dengan kebutuhan atau sumber daya Guild Armonia.


Ada 1.853 NPC yang dibawa Natan dan dibagi menjadi dua tim.


Natan berada di Tim Penjaga, apabila ada Player Lv.400 yang hendak menyerang Guild Armonia, meski Kori dengan Lv.426 sudah berjaga-jaga di Guild.


Dalam perjalanan ini, pasukan menaiki kereta yang ditarik oleh Mammoth Tank maupun kuda. Tentunya dengan ukuran yang berbeda, mengingat mereka adalah dua spesies yang berbeda.


Calista dan Olivia yang sudah naik ke atas Mammoth Tank itu melompat turun menghampiri Natan. "Natan ..."


Natan memeluk erat dan mengecup lembut kening mereka berdua secara bergantian. "Walaupun level kalian tinggi, dan ada Kuro bersama kalian, aku harap kalian berdua tetap waspada saat menyerang Guild Pertama."


Level Natan, Ayumi, Erina, Vely, Calista, Olivia dan Kuro adalah 427. Dengan Jia Meiya dan Xia Feiya Lv.415, Kori 426.


"Baik." Calista dan Olivia menganggukkan kepala, lalu mengecup pipi Natan, kemudian kembali naik ke atas Mammoth Tank.


"Berangkat!" Natan mengangkat pedangnya dan berteriak lantang, membuat semua pasukan bersorak.


"Woooo!"


Tim Penjaga dan Penyerang, mulai bergerak menuruni Longquan Mountain!


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2