Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 048 : Seperti Mentega


__ADS_3

Calista dan Olivia menangis bahagia karena bisa memakan makanan yang memang bisa disebut sebagai makanan, tidak seperti roti keras sekeras batu yang selama ini mereka beli dan makan dari NPC Shop.


"Enak sekali ..." Calista mengusap air matanya dengan lengan baju kanannya.


Ayumi tersenyum lembut saat masakannya dirasa sangat enak.


Natan tersenyum tipis dan membuka layar interface, ia memberikan hak pada Calista dan Olivia untuk mengambil item dari Inventory Guild, tapi tentu saja ia batasi jumlah yang bisa diambil, sehari sekali untuk menghemat persediaan.


"Eh?" Calista terkejut saat melihat layar interface yang tiba-tiba muncul di depan matanya. "Aku tidak tahu jika Guild memiliki fitur semacam ini. Berbeda sekali dengan kami yang harus membawa tas besar, dan terkadang harus mengikhlaskan persediaan di toko."


"Apakah kau menemukan di mana toko berada?" Natan benar-benar ingin menambah sumber daya untuk Guild Armonia. Lagi pula, sangat disayangkan jika makanan dibiarkan tertimbun di dalam toko bersalju.


Calista menganggukkan kepalanya, kemudian menjawab dengan mulut yang penuh dengan makanan, "Tenthu ... kami sering melewati toko dan mengambil seperlunya, semampu yang bisa kami bawa. Apakah kau ingin mencari dan membagikannya pada Player lain? Lebih baik jangan, itu hanya akan membuat mereka bergantung dan mencari perlindungan!"


Natan tertegun dengan mulut sedikit terbuka, kemudian tersenyum tipis. "Perjalanan kita sangat jauh, dan melewati banyak bahaya. Jika ada toko makanan yang masih memiliki persediaan, bukankah harusnya diambil."


Calista mengulurkan tangannya dan memperlihatkan ibu jarinya seraya mengedipkan sebelah matanya. "Benar!"


"Ngomong-ngomong, bagaimana desain yang telah kau rancang?"


Natan membuka Inventory List dan mengeluarkan rancangan yang sudah ia buat tadi malam saat yang lain sedang tertidur. Kemudian ia meletakkannya di atas meja. "Ini adalah desain yang ku buat, jangan terlalu berharap, aku bukan sekolah desain atau gambar teknik ..."


"Lalu karena ada tambahan anggota, aku juga mengubah sedikit desainnya saat Ayumi sedang bersiap-siap tadi."



Calista melihat kertas di atas meja dan Natan secara bergantian. "Apakah kau ingin membuat vila kecil?"


"Mammoth Castle." Natan membenarkan ungkapan Calista. "Kemudian untuk atapnya, aku ingin atap datar dengan pagar yang mengelilingi, agar aku bisa menyerang dari atas."


"Aku bisa membuatnya, hanya saja, apakah Mammoth ... Tank? Ini mampu bertahan?" tanya Calista yang memastikan.


Natan sudah mengetahui jika itu akan ditanyakan. Kemampuan Mammoth Tank, Meringankan Tubuh sudah mencapai level maksimal dan bahkan ada tambahan Penguatan Tulang Lv.08, sehingga sudah bisa dipastikan Mammoth Castle bisa dibangun.


Pembicaraan kembali dilanjutkan, ada penyesuaian yang ditambahkan, seperti ada lubang untuk angin masuk pada bagian toilet, kebun, dapur, ruang pengering pakaian, dan kolam air panas.


Pada toilet, terbagi menjadi dua bagian, yaitu toilet duduk dan jongkok. Untuk pembuangannya, Ayumi bisa membuat sebuah kotak yang terbuat dari besi, kemudian Natan menggunakan Skill Inventory yang masih dasar, seluas 729 m³.


Ketika sudah penuh, atau hampir penuh, Natan bisa memerintahkan Skeleton Knight untuk membuang dan menggantinya dengan yang baru.


Tapi sebelum itu, ia harus meningkatkan Skeleton Disease II ke Lv.04, yang jika dibiarkan saja membutuhkan delapan hari untuk naik.


***


Keesokan Harinya


Mammoth House bergerak ke salah satu tempat terpadat menurut Calista, dan alasan ke sana karena di sana ada belasan ribu monster yang sebelumnya sangat mereka hindari karena tidak kemampuan.

__ADS_1


Calista dan Olivia cukup menentang saat Natan berkeinginan untuk mendatangi gelombang monster.


Namun Natan yang mengetahui jika di sana ada Point Status dan Point Skill, tentunya ia tidak ingin melepaskan kesempatan yang ada untuk meningkatkan level Skeleton Disease II.


"Sedang apa?!" Calista mencoba mengejutkan Natan dari belakang dengan melingkarkan kedua lengannya di leher Natan.


Natan bersikap tenang dan terus membersihkan semua senjata miliknya untuk perawatan.


Ayumi yang duduk di depan Natan itu berpindah dan mendekati Calista dengan tatapan tajam.


Calista tertawa kecil saat melihat Ayumi. "Adikmu sangat menyeramkan, dia menatapku seperti mengatakan 'Jangan dekati Kakak tercintaku!', begitulah katanya."


Natan tersenyum tipis dan terus membersihkan semua senjata. "Kau adalah perempuan, tidak baik jika asal memeluk laki-laki."


Calista menggembungkan pipinya dan duduk di samping Natan. "Huh! Jangan mengatakannya seperti aku perempuan murahan, aku bahkan tidak pernah berpacaran."


"Kak Natan! Erina sudah menemukan monster-monsternya! Banyak Mammoth, Zombie Soldier dan yang lain," ujar Erina yang sedikit berteriak di teras depan.


"Bersiap." Natan berdiri seraya memasang semua senjata. Pistol di paha kiri, sniper di punggung, dan pedang di belakang pinggang.


Natan menoleh ke belakang melihat Calista untuk mencari tahu kemampuan yang ada, dan terlihat hampir semua kemampuan saling berhubungan. Jika satu skill aktif dan terus bergerak sesuai gerakan skill, skill yang lain bisa aktif dengan sendirinya.


Natan keluar dari ruangan dan melompat turun dari Mammoth House. Kali ini ia ingin melawan langsung dengan jarak dekat, agar kemampuannya tidak mengendur.


Hanya Natan saja yang pergi ke depan, sedangkan yang lain berada di Mammoth House karena hanya Natan saja yang benar-benar bisa berlari di permukaan salju.


Belasan ribu Zombie dan Zombie Soldier mulai berlari ke arahnya karena suara ledakan.


Natan berlari di permukaan salju ditemani oleh Skeleton Commander dan Knight yang berada di sebelahnya.


Natan melompat tinggi dan mendarat di tengah-tengah Gelombang Zombie, kemudian ia mengayunkan pedangnya secara horizontal seraya memutar tubuhnya, membunuh monster yang mengelilingi.


Ia berhasil membuka jarak di tengah-tengah gelombang monster menjijikkan itu, dan tiba-tiba ia memiringkan kepalanya menghindari serangan lidah dari Zombie Soldier yang berada di belakangnya.


Natan berbalik melihat ke arah Zombie Soldier. "Bone Arrow!"


Masih berlanjut, Natan terus menyerang ke arah barat dan membuka jalan, dengan Skeleton yang berada di belakang untuk membersihkan bagian sekitarnya.


Jika dilihat dari jauh, mungkin ini terlihat luar biasa. Namun menurut Natan, tidak ada yang istimewa dari membunuh Zombie yang tidak bisa menyerang.


Natan membungkuk saat ada serangan lain di depannya, menghindari lemparan lidah Zombie Soldier.


Natan melangkahkan kaki kirinya ke depan, dan mendorong pedangnya ke atas membelah dua Zombie Soldier.


"Bone Prison."


Tulang muncul dari dalan salju dan mengurungnya di dalam yang digunakan sebagai pelindung.

__ADS_1


"Benar-benar tidak memuaskan, monster di luar seperti mentega, tidak seperti di Dungeon. Pertarungan yang membuatku kewalahan hanya di dalam Dungeon ..."


Natan mendongak menatap Zombie yang mencoba menerobos Bone Prison. "Dengan semua monster yang ada di sini, aku bisa mencapai level tiga ratus."


Jika ia bisa mencapai level 300, bisa dikatakan sebagai yang terkuat dan sangat sulit untuk mencari monster yang setara. Pertarungan juga menjadi tidak menarik lagi, bahkan Skeleton Commander dan Mammoth Tank sudah di level 189 dengan Skeleton Knight yang tak bernama level 135.


Natan mengeluarkan Black Sword yang didapat dari mengalahkan Cyclops Boss. Kini ia sudah membawa pedang yang serupa, meski memiliki statistik yang berbeda.


Dengan hentakkan kaki kanannya, Bone Prison yang melindunginya mulai turun dan menghilang.


"Shadow Movement."


Kecepatan gerak Natan menjadi dua kali lebih cepat dari kecepatan suara, kemudian ia berlari menuju ke barat seraya merentangkan kedua tangannya yang membawa pedang.


Semua monster yang dilaluinya terbelah dua seperti mentega dan terbunuh saat itu juga tanpa memberikan kesempatan untuk bergerak.


Sampai akhirnya ia berada di ujung gelombang monster yang jaraknya 500 meter dari Mammoth House. Natan berbalik dan berjongkok, kemudian menembakkan Peluru Mana.


"Increase Shot! Curved Shot!"


Peluru Mana menembus semua monster seperti gelembung sabun yang mudah hancur, kemudian belasan Peluru Mana itu naik ke langit yang tinggi.


"Bullet Rain!"


Peluru Mana dengan jumlah 110 mulai berjatuhan seperti hujan deras yang mengenai gelombang monster yang tersisa.


Natan tersenyum tipis dan memandangi monster-monster berbagai jenis. "Bullet Exploison!"


Duarr! Duarr! Duarr!


Ledakan yang bersahutan terdengar dengan gelombang angin yang mengikis tumpukan salju, bahkan perumahan di sekitarnya juga terkena imbas dari ledakan yang ada.


Calista dan Olivia yang melihat ini tidak bisa menyembunyikan ekspresi terkejut di wajah mereka. Selama ini keduanya selalu menghindari monster, bahkan jika jumlahnya tidak sampai 100. Namun kali ini, ada Player yang berani membunuh 10.000 monster.


Peningkatan level keduanya cukup cepat dan sudah lebih dari level 200.


Sementara itu. Natan yang sudah membunuh mulai meningkatkan skill yang saat ini sangat ia butuhkan. Ia membuka layar interface dan meningkatkan Skeleton Disease Lv.04, setelah levelnya mencapai 291.


Natan mendongak menatap semua Item Drop berbagai jenis. "Daging Zombie dan Yeti akan aku jual, Mammoth dan Rusa Kutub akan dikonsumsi ..."


"Lalu untuk Inti Sihir, sepertinya aku akan menjualnya saja untuk pembangunan markas Guild Armonia di China."


Natan melangkah menghampiri Item Drop Mammoth. "Selanjutnya, aku akan membangkitkan Mammoth dan mengubahnya menjadi Mammoth Tank."


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2