
Natan berdiri di depan saat menghampiri Roh Hutan yang tidak bisa bergerak lagi. Tanpa mengatakan apa-apa, dia mengambil pedangnya dan langsung menebas leher Roh Hutan.
Karena tidak ada pertahanan dan tidak bisa melawan, Roh Hutan itu langsung terbunuh hanya dengan satu tebasan.
Roh Hutan itu memancarkan sinar dengan cahaya berwarna hijau keemasan yang berkilau, ada perasaan yang menenangkan dan hangat. Sangat berbeda dengan kematian monster-monster yang pernah mereka bunuh sebelumnya.
Monster yang terbunuh biasanya akan mengeluarkan aura seperti kabut hitam dan terkadang merah bersamaan dengan cahaya biru. Kemudian barulah Batu Sihir terlihat di tempat matinya monster.
Tapi, ketika Roh Hutan terbunuh, mengeluarkan rasa yang lain.
Wusshh...
Angin berembus seperti embusan di Padang rumput, ini sangat menenangkan apabila tidak ada aroma amis yang tersebar di udara karena mayat zombie yang tidak menghilang. Ini adalah salah satu alasan mengapa Natan membenci zombie, itu karena mayatnya tidak menghilang setelah kematiannya, harus benar-benar dibakar untuk dapat mengeluarkan Batu Sihir yang terkandung di dalamnya.
Jika monster lain, itu akan langsung menghilang dan menjatuhkan barang rampasan. Zombie, hanya Zombie Mutan, King dan Giant yang langsung menghilang dan memberikan barang rampasan.
Bang!
Tiba-tiba ada ledakan dari tempat Roh Hutan terbunuh, terlihat ratusan cahaya berbeda warna yang terbang ke segala arah dari pusat ledakan. Itu semua adalah perlengkapan yang dijatuhkan oleh Roh Hutan, beserta bagian tubuh dari Roh Hutan dalam bentuk pohon.
Natan melihat sekitarnya, melihat apa saja yang telah dijatuhkan. "Terkadang bahasa Indonesia, dan terkadang bahasa Inggris. Apakah sistem ini error?"
[Tongkat Sihir Kosmos Lv.600] [Atas] [Tongkat sihir yang terbuat dari Pohon Dunia, tongkat sihir berkualitas tinggi yang dapat ditingkatkan dengan material langka] [Efek : +60 STR, +60 INT, +60% Damage Elements, -60% Cooldown]
[Dahan Pohon Dunia] [Material langka yang sangat sulit untuk ditemukan, dapat membantu dalam meningkatkan statistik perlengkapan yang sesuai]
[Daun Pohon Dunia] [Daun yang berasal dari Pohon Dunia] [Efek : Memulihkan 70% Health dan Mana]
[Sisik Pohon Dunia] [Sisik yang terbuat dari kulit pohon, dapat digunakan untuk membuat zirah, dan apabila dibuat oleh Blacksmith berpengalaman, memiliki kemungkinan dapat mengaktifkan efek rekontruksi]
...
Banyak lagi barang yang dijatuhkan, tapi Natan tidak ingin lagi melihatnya karena terlalu banyak dan membiarkan Ayumi maupun Erina yang mengambil mereka semua. Dia juga tidak berencana mengganti perlengkapan, karena memang tidak ada yang sesuai dengan gaya bertarungnya.
Yang menjadi perhatiannya saat ini adalah kilauan emas di tempat Roh Hutan terbunuh, itu seperti telur burung unta.
__ADS_1
Natan berjongkok untuk mengamatinya dari dekat, dan tetap tidak bisa melihat bentuk aslinya selain kilauan cahaya emas yang menutupinya.
[Benih Pohon Dunia] [Benih Pohon Dunia. Itu saja]
Natan terdiam tanpa kata saat melihat informasi yang tertera di depan matanya. Tapi, tidak butuh waktu lama untuk tersadar kembali dan langsung menyimpannya ke dalam Inventory.
"Apakah sudah selesai?" Natan menoleh ke belakang, melihat Ayumi dan Erina yang bermain-main dengan perlengkapan baru mereka.
Walaupun keduanya memiliki perlengkapan luar biasa yang bisa terus berkembang sesuai dengan level, tapi sepertinya gadis tetaplah gadis, mereka sangat menyukai penampilan perlengkapan yang baru saja didapat.
"Ayo kembali, kita akan melawan monster lain di Selat Inggris. Monster di sana sangat menyulitkan, dan jika kita bisa membunuhnya, kita bisa berpesta."
Ayumi dan Erina tidak menjawabnya, keduanya terlihat sangat antusias dengan perlengkapan masing-masing.
Melihat itu, Natan menghela napas seraya menggelengkan kepalanya. Dia menghampiri keduanya, kemudian sedikit berjongkok untuk memeluk paha keduanya dan mengangkatnya. "Kalian hampir berusia lima belas tahun, tapi tubuh kalian tidak tumbuh. Masih di bawah satu meter setengah."
"Kakak..." Keduanya terlihat kesal dengan pipi yang membesar.
Natan tertawa kecil melihat keduanya yang kesal. Dengan menghentakkan kakinya, dia terbang perlahan menuju Giant Castle yang bagian depannya terus mengeluarkan serangan berbagai bentuk dan warna.
Membiarkan mereka menaikkan level bukan hanya untuk kepentingan Armonia Guild, tapi untuk kelangsungan hidup masing-masing m Jika level terlalu rendah dan tiba-tiba Monster Ancestors datang, dan mengakibatkan badai angkasa, dengan level yang rendah, bukankah mereka akan langsung terbunuh?
Karena itu, Natan membiarkan mereka meningkatkan level. Tapi ada alasan lain, itu agar mereka tidak tertekan saat datang ke Longquan Mountain, mengingat level orang-orang di sana sudah meningkat pesat karena gelombang demi gelombang monster yang terus berdatangan.
...***...
Jum'at, 21 November 2025
Tiga hari berlalu sejak Roh Hutan telah dibunuh dan semua monster panggilannya dimusnahkan.
Akhirnya, Giant Castle hampir sampai di Selat Inggris setelah melalui jalan yang panjang. Bukan hanya harus mengambil langkah yang tepat untuk menghindari manusia, tapi banyaknya monster laut yang naik ke daratan membuat Giant Castle melambat.
Pasukan militer yang dilihat Natan saat awal datang ke Inggris sudah terbunuh semuanya, hanya meninggalkan mayat yang tidak lengkap dan transportasi yang rusak. Itu sangat disayangkan, tapi Natan tetap mengambilnya untuk diteliti dan meminta Departemen Blacksmith untuk menciptakan transportasi milter yang serupa atau bahkan lebih canggih.
Pada saat ini, Natan sedang duduk di kursi goyang yang berada di balkon kamar lantai lima. Dia sedang mengamati Benih Pohon Dunia yang didapatnya tempo hari. "Tidak ada penjelasan, tidak ada metode menanamnya, tidak ada penjelasan tentang keuntungan menanamnya ..."
__ADS_1
Natan menghela napas mengungkapkan ketidakberdayaan. "Ainsley, di mana kau berada? Sudah tiga hari kau tidak datang, aku ingin bertanya tentang benih sialan ini!"
"Masih belum mendapatkan jawabannya?"
Natan menoleh ke belakang saat mendengar suara feminim; ada Calista yang melangkah keluar mengenakan jubah tidur berwarna ungu.
Pada bagian dada jubah Calista, terlihat ada dua benjolan seperti ceri. Ketika menundukkan kepalanya melihat bagian bawah, ada aliran air yang mengalir di pahanya dari bagian pangkal, dan beberapa jatuh menetes di lantai.
Natan mendongak menatap Calista, kemudian menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Belum. Aku bisa langsung menanamnya, tapi tidak tahu apa yang akan tumbuh nantinya. Bagaimanapun, benih ini di dapat dari Pohon Monster."
Natan terdiam sejenak seraya menundukkan kepalanya melihat paha Calista. "Calista, bisakah kau membersihkan tubuhmu. Terutama untuk bagian pahamu. Itu terus menetes."
Calista mengangkat sebelah alisnya, kemudian menundukkan kepalanya mengikuti pandangan Natan. "Itu adalah cairan panas yang Natan semburkan, apakah Natan lupa? Tadi malam, Natan mengeluarkannya lima kali di dalam diriku."
"Aku heran, bagaimana Natan bisa mengeluarkannya sangat banyak? Belum lagi di dalam tubuh Olivia dan Kak Vely. Apakah karena level Natan terus naik? Biasanya delapan jam sudah kelelahan, tapi tadi malam dari sore hari sampai pagi."
"Aku senang Natan menginginkannya, bahkan jika itu setiap hari, tapi, untuk melakukannya selama empat belas jam, itu sangat aneh."
Natan memilih untuk diam dan memalingkan wajahnya. Jika dia terus berbicara, mungkin akan disuruh untuk membersihkan tempat tidur seperti terakhir kalinya, dan itu sangat merepotkan karena banyak cairan yang bercampur.
Pernah sekali karena terlalu malas untuk membersihkannya, Natan memilih untuk membakar kasur, bantal, guling dan sprei yang kemudian menggantinya dengan yang baru. Tapi, itu diketahui oleh Calista dan mendapatkan ceramah panjang yang membuat telinganya terasa panas.
Natan menoleh bagian depan Giant Castle. Dia bisa melihat Selat Inggris dari sini, dan masih ada kabut tebal yang menghalangi.
Dari dalam kabut, terlihat monster ikan yang berdiri dengan dua kaki dan membawa tombak. Monster ikan itu bersorak-sorai untuk membangkitkan semangat mereka sebelum membunuh manusia untuk mengambil alih daratan.
"Calista, bersiap-siaplah, tiga ratus meter lagi kita sampai di Selat Inggris. Pertarungan kali ini lebih sulit daripada melawan Roh Hutan, karena monster di sana bisa menyerang dengan bebas," ucap Natan serius. Dia bangkit dari kursi goyang, berbalik untuk mengecup Calista sebelum akhirnya membersihkan tubuhnya di kamar mandi di dalam kamar.
Calista mengangguk kecil, kemudian menutup pintu kaca dan gorden merah untuk menutupi bagian dalam kamar.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1