Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 042 : Mammoth


__ADS_3

Natan memotong jarak yang cukup jauh hanya dalam waktu yang singkat, dan saat sudah sampai di sana, ia melihat Mammoth yang terluka parah karena terkena serangan bertubi-tubi dari Skeleton Commander dan Knight.


Api yang dilepaskan dari Skeleton Mage juga menambah daya serang dan membuat Mammoth kehabisan darahnya dengan sangat cepat.


Vely juga melepaskan serangan yang mampu memberikan damage cukup besar, serta menyerang dari jarak jauh dengan cara apa pun, seperti melemparkan bahan peledak.


Natan tersenyum tipis dan mengangguk kecil, tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi, karena dengan adanya Skeleton, kekuatan mereka meningkat pesat. "Aku hanya berharap level Skeleton mampu naik sebanyak tujuh puluh persen dari level milikku ..."


"Aku juga berharap Skeleton Disease mampu berevolusi dan batas Skeleton yang bisa dibangkitkan bisa bertambah. Jika aku memiliki seribu Skeleton Knight, sepuluh Skeleton Commander, ratusan Skeleton Mage dan Archer. Maka kekuatan Guild Armonia akan sangat kuat."


Dengan adanya pasukan yang tidak kenal lelah dan tidak takut mati, tentunya pembangunan wilayah Guild Armonia nantinya akan selesai dengan cepat, terlebih lagi tidak perlu memberikan makanan.


Natan duduk di atas rumah berlantai satu, melihat Vely yang terus bertarung.


"Kakak, bagaimana keadaannya?" Erina sudah datang terlebih dahulu dan diikuti oleh Ayumi yang datang beberapa detik setelahnya.


Keduanya bisa tahu keberadaan Natan karena pesan yang dikirim di Guild Chat dan arahan dari Skeleton yang memimpin jalan.


"Aman, dan dia sedang berusaha untuk membunuh Mammoth."


Natan sangat ingin sekali mengambil Mammoth sebagai hewan tunggangannya, namun ia tidak memiliki Job Tamer ataupun Summoner, sehingga tidak mungkin untuk mengambilnya. Skill Skeleton Disease juga masih jauh untuk bisa mencapai level maksimal, penambahannya juga hanya satu poin setiap dua jam.


Setidaknya membutuhkan waktu empat hari untuk mencapai level maksimum, dan ada kemungkinan besar bisa berubah menjadi Skeleton Disease II.


"Kita akan tinggal di sini selama empat hari lagi, dan itu akan dihitung sebagai dunia telah berubah selama dua bulan." Natan benar-benar ingin mengambil Mammoth dan berharap bisa membangkitkannya.


Ayumi dan Erina yang duduk di samping Natan itu menganggukkan kepala seraya memakan keripik kentang.


Natan mengecek Inventory Guild dan melihat makanan ringan hanya tersisa 60 bungkus, yang artinya akan habis dalam waktu 30 hari. Memang masih ada simpanan lain di dalam Inventory List, tapi jika terus begini, makanan kesukaan Ayumi dan Erina akan habis.


Natan mengangkat kedua tangannya mengusap lembut puncak kepala Ayumi dan Erina. "Persediaan camilan kesukaan kalian hampir habis, kita akan mencari lagi. Semoga saja masih ada sisa di luaran sana."


Keduanya tertegun dan menoleh ke arah yang berlawanan menatap Natan dengan tatapan tak percaya, bahkan air mulai terbendung di sudut mata mereka dan hampir menangis.


"Ka- Kalau begitu Ayu akan memakan satu bungkus untuk dua hari." Ayumi tertunduk sedih menatap bungkus camilan dan menutupnya perlahan.


"Tidak perlu khawatir, kalian masih bisa memakannya seperti biasa. Ada ribuan toko di sepanjang jalan, aku juga akan membiarkan Skeleton untuk mencarinya," ucap Natan yang masih mengusap kepala Ayumi dan Erina.


Makanan ringan yang lain masih ada ratusan bungkus dan ada juga yang masih ribuan, namun tidak tersentuh sama sekali karena bukan kesukaan Ayumi dan Erina.


Natan mengambil makanan ringan karena untuk memenuhi kebutuhan, tapi setelah mendapatkan berbagai makanan dari monster dan NPC Shop. Ia lebih memilih untuk memakan makanan berat daripada ringan.


"Hei. Kalian, bantu aku naik."

__ADS_1


Natan menunduk melihat Vely yang sedang berusaha untuk naik ke pagar rumah.


Kuro yang berdiri di jalanan mendongak melihat punggung Vely, kemudian terlihat beberapa tangan yang muncul dari bawah kakinya. Tangan bayangan hitam itu bergerak dan memeluk Vely, dan membantunya untuk menaiki atap rumah.


Bentuk Kuro sendiri sudah sangat berbeda dengan Black Panther dan lebih terlihat seperti singa dengan tinggi lima meter. Bahkan, Mammoth saja, menurut informasi di internet, tubuhnya tidak sampai empat meter. Tapi, di dunia ini, tingginya sama-sama lima meter.


"Haruskah kita pergi?" tanya Vely yang baru saja datang.


Natan menggeleng pelan dan memberi tahu keinginan untuk tetap tinggal selama beberapa hari lagi.


Vely mengangguk kecil dan bergabung, kemudian ia mengambil camilan dari dalam Inventory Guild. Ia tidak menyentuh keripik kentang, dan memilih mengambil camilan yang tidak pernah tersentuh.


***


Empat Hari Kemudian


Natan terbangun pagi-pagi sekali dan berjalan menghampiri pintu. Ia membuka pintu perlahan dan terlihat tumpukan salju yang sangat tebal, sampai sebatas lutut orang dewasa, dan itu pun berada di atap rumah, bukan di jalanan.


Suhu di sini juga sangat rendah, dibawah titik beku. Tapi dengan ketahanan tubuhnya, Natan bisa menahan dinginnya dan mulai terbiasa.


[Skeleton Disease telah Mencapai Lv.10 (Aktif) 175MP/m]


[Skeleton Disease akan Berevolusi Menjadi Skeleton Disease II]


Natan tersenyum bahagia saat mendapatkan informasi yang tertulis di layar interface yang muncul di depan matanya. Pertaruhan yang ia lakukan benar-benar berhasil dan membuatnya dapat membangkitkan monster jenis baru.


Tanpa menunggu lebih lama lagi, Natan melompat dari atap rumah, lebih tepatnya turun karena salju sangat tebal hingga menutupi setengah bangunan.


Natan berjalan di permukaan salju menggunakan papan yang diikatkan pada sepatutnya. Jarak dari bangunan ke tempat di mana Mammoth terbunuh sendiri sekitar 80 meter. Cukup sulit untuknya berjalan, ia juga tidak terlalu bisa menggunakan Shadow Step karena tidak ada cahaya yang mampu menguatkan bayangan.


Cukup sulit dan membutuhkan perjuangan untuk dapat sampai di tempat yang sudah diberikan tanda dengan akar pohon yang menjulang.


Natan mengangkat tangannya mengarahkan pada akar pohon yang masih terlihat. "Rise."


Salju di depannya bergetar dan mulai naik membentuk gundukan yang cukup tinggi. Hingga saat gundukan salju mulai runtuh, barulah terlihat kerangka tulang Mammoth yang berdiri di atas permukaan salju.


Natan cukup takjub saat melihatnya, yang mampu berdiri dengan baik di atas tumpukan salju tanpa masuk ke dalamnya. Bentuk dari kerangkanya juga berbeda, tidak hanya kedua matanya saja yang menyala seperti api biru, tapi bagian dalam yang dilindungi oleh tulang rusuk juga menyala.


Sebelumnya, hal ini tidak terjadi, dan saat ia melihat Skeleton Knight yang berada di rumah, ada api yang menyala di dalam tulang rusuk.


"Apakah karena skillnya telah meningkat?"


Natan kembali berbalik dan melihat kerangka binatang di depannya. "Aku akan memberimu nama, Metafora."

__ADS_1


Natan merasakan aliran Mana yang keluar dari dalam tubuhnya dan bergerak menyelimuti kerangka tulang Mammoth di depannya.


Proses ini tidak jauh berbeda dari proses meningkatnya Skeleton Knight ke Skeleton Commander.


Ketika Mana biru terus membesar menutupi seluruh bagiannya, dan setiap Mana mulai terserap masu ke dalam tulang-tulang. Perlahan, terlihat baju tebal yang terbuat dari kulit menutupi kerangka tulang.


Hingga saat Mana meledak, perubahan kerangka tulang benar-benar terlihat jelas. Perubahannya seperti Mammoth yang masih hidup, hanya saja tidak memiliki belalai dan memiliki mata biru menyala seperti api membara.


~Informasi~


[Nama : Metafora]


[Ras : Skeleton]


[Jenis : Mammoth]


[Level : 117]


[HP : 108.150]


[MP : 12.420]


[[Meringankan Tubuh Lv.08] — [Langkah Es Lv.06]]


"Langkah Es?" Natan memiringkan kepalanya menatap heran skill yang dimiliki Metafora. "Bisa kau tunjukkan apa itu Langkah Es."


Kedua kaki depan Metafora menekuk dengan kepala yang menyentuh permukaan salju, kemudian kembali berdiri dan mulai melangkah. Setiap langkah yang diambil, permukaan salju akan membeku dan digunakan untuk tempat berpijak.


Natan mengangguk kecil. "Dengan skill ini, kita bisa berjalan di atas air. Sangat cocok untuk menyeberangi Selat Sunda dan pergi ke Sumatera."


Natan mendongak melihat punggung Metafora. "Aku harus membuat tempat duduk di atasnya, agar dapat menampung banyak orang. Mungkin bisa menampung tujuh orang dewasa?"


Skeleton yang bisa dibangkitkan oleh Natan berjumlah 22, dan saat ini sudah 19 Skeleton. Ia berencana untuk mencari Mammoth lagi, untuk membawa semua Skeleton Knight dan Mage.


Mammoth sangat cocok dalam keadaan bersalju seperti ini, tidak seperti Kuro yang akan tenggelam saat melangkah di permukaannya.


Natan melompat naik ke atas punggung Metafora, kemudian memerintahkannya untuk kembali ke rumah di mana terlihat berasap, yang artinya Ayumi sudah bangun dan mulai memasak.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2