
Kelompok Natan memasuki Vampire Castle dengan sangat mudah tanpa ada kendala sama sekali, meski banyak jebakan mematikan yang diletakkan di tiap tempat. Namun dengan kemampuannya, ia mampu dengan mudahnya menghilangkan semua jebakan yang ada.
Natan selalu meminta anggota lain untuk selalu waspada, dan jangan sampai keluar dari formasi.
Formasi ini sendiri bisa dibilang 2-4-1, dimulai dari Natan dan Erina yang berada di barisan terdepan, Ayumi dan Vely yang berada di belakang, yang dilindungi oleh Calista dan Olivia di kiri maupun kanan. Kuro yang menjaga barisan belakang, serta Kori yang terbang dengan ukuran tubuh seperti elang.
Ada pula Skeleton Knight yang menjaga lebih jauh dari Kuro, agar bahaya yang berada di belakang bisa diatasi dengan cepat.
Kelompok enam orang dengan dua hewan itu terus naik ke tiap-tiap lantai tanpa ada kendala yang berat, dan tidak membutuhkan waktu yang lama sudah berada di lantai teratas yang di depannya ada pintu setinggi lima meter.
Natan menyentuh gerbang tinggi di depannya. "Seharusnya kalian sudah mengetahuinya, lakukan seperti biasa."
Yang lain menganggukkan kepalanya, tanda mengerti apa yang dikatakan Natan.
Natan juga sedikit mengangguk, kemudian membuka gerbang di depannya perlahan. Ada aura Mana yang kuat dari dalam ruangan dan menerpa wajahnya, namun dengan perlu Ayumi, Mana itu tidak terlalu kuat untuk menyakitinya.
Calista mengeluarkan dua pedang dari sarungnya yang berada di punggung. "Dominated. Instinct. Radiant Attack. Retaliate."
Olivia mengambil knuckle dari Inventory Guild dan mengenakannya. "Light of Battlefield. Hammer of Blessing. Steel Body. Iron Hand."
"Caster Enhanchment."
"Presence of Mind."
Semuanya kecuali Natan dan Ayumi sudah mengaktifkan kemampuan mereka masing-masing, namun masih belum ada di antara mereka yang bergerak dari tempat mereka berdiri.
Ayumi mulai bersiap-siap untuk mengaktifkan skill lainnya, tapi menunggu aba-aba dari Natan. Hingga tidak lama, Natan menarik bilah pedangnya yang merupakan aba-aba untuk melepaskan skill.
"Fire Ball!" Ayumi menembakkan bola api yang panas ke langit-langit ruangan.
Nyala api itu menerangi ruangan yang gelap gulita, memperlihatkan Vampire yang terbang mengarah pada Ayumi dengan Lv.400. Hanya ada satu Vampire saja, sangat berbeda sekali dengan penjelasan Vilbert. Yang artinya, masih banyak Vampire di luaran sana.
Natan sudah merasakan keberadaan Vampire itu sedari awal masuk, sehingga reaksinya sangat cepat. Ia berpindah ke belakang Ayumi, mengangkat pedangnya dengan posisi terbalik dan horizontal di depan kepalanya.
Klang!
Suara seperti logam yang saling beradu terdengar saat pedangnya berbenturan dengan kuku tajam Vampire. Natan mengubah kembali posisi pedangnya, yang sebelumnya bagian depan di siku, kini berubah ke arah yang seharusnya.
Setelah memutar pedangnya, Natan mengayunkannya secara menyilang dari kiri bawah ke kanan atas, membuat Vampire bernama Gilbert itu terdorong ke belakang. Kemudian ia melesat dan menendangnya keras agar melesat lebih cepat lagi.
"Ayumi!"
Ayumi menganggukkan kepalanya dan menghentakkan tongkatnya. "Earth Wall!"
Getaran terjadi pada lantai, yang kemudian ada tembok tanah yang mulai naik sampai menyentuh langit-langit ruangan. Tembok itu tidak satu atau dua, melainkan empat karena ingin menutupi semua jalan agar Gilbert tidak melarikan diri ke lantai bawah.
Calista dan Olivia juga bergerak dari samping Natan, menerjang ke arah Gilbert yang menghantam dinding.
__ADS_1
Gilbert turun dari dinding dan meninggalkan retakan di sana. "Kalian semua akan mati!" Ia mengibaskan jubah hitamnya, melepaskan serangan ratusan kelelawar kecil.
Calista dan Oliva tidak jadi menyerang maju, melainkan memilih mundur saat banyak sekali kelelawar yang mengarah pada mereka berdua. Memang kelelawar itu bisa dibunuh hanya dengan sekali pukulan, tapi jika jumlahnya sangat banyak dan sangat lincah, itu hanya akan merugikan mereka.
"Fire Wall!" Ayumi menciptakan dinding api tepat di depan Calista dan Olivia, menghalau serangan kelelawar yang kemudian membakarnya.
Gilbert yang melihat nyala api di depannya itu diam di tempatnya dan memikirkan cara, kemudian menoleh ke ujung kanan yang tidak terkena serangan api. Tanpa ragu, ia pergi ke sana karena semakin lama, api ini semakin mendekatinya.
"Mau lari ke mana kau?" Natan sudah bersiap-siap di celah dinding api yang hanya bisa dilalui oleh satu orang. Ia mengarahkan pistolnya pada dahi Gilbert. "Mati!"
Wush!
Dalam seperkian detik, Gilbert menundukkan kepalanya menghindari tembakan dari pistol, kemudian melepaskan cakarannya mengarah pada dada Natan yang terbuka tanpa ada pertahanan sama sekali.
"Bone Wall!" Natan mundur melangkah menghindari serangan, dan ada tembok tulang di depannya yang membantunya menahan serangan.
Klang!
Suara benturan seperti logam yang saling beradu kembali terdengar.
Baru saja mengaktifkan skillnya, Natan mengubah posisinya dan langsung dalam posisi seperti orang yang sedang melakukan push up. Dari atas tubuhnya, terlihat Erina yang melesat setelah dilempar oleh Calista, dengan pedang kuning keemasan mengarah ke depan.
"Light Stab!" Pedang Erina mulai memancarkan sinar yang sesuai dengan warna pedang. Sinar itu melesat sangat cepat bagaikan laser yang bergerak di sela-sela dinding tulang.
Gilbert terkejut saat serangan yang sangat cepat, hanya membutuhkan hitungan detik saja dari tembakan Natan yang berganti dengan serangan Erina tanpa adanya komunikasi. Ia bisa saja menangkis serangan itu, namun malah membuatnya terluka, mengingat serangan itu mengandung energi cahaya.
Dor!
Suara tembakan lain kembali terdengar dari bawah Gilbert yang membungkuk, terlihat Natan yang berada di dalam bayangan sedang mengarahkan tembakannya pada wajah Gilbert. Namun usaha serangan Natan sia-sia, karena dengan sekejap mata saja Gilbert sudah berdiri tegak.
Vely yang berdiri bersebelahan dengan Ayumi juga tidak tinggal diam. Ia berlari ke arah celah dinding api di sisi lain yang baru saja di buka oleh Ayumi. Dengan lebar hanya satu meter, seharusnya tidak akan bisa membuat Gilbert melarikan diri, kecuali berubah menjadi kelelawar.
Boom!
"Keuk!" Gilbert memuntahkan darahnya sesaat setelah berdiri tegak. Ia tidak menyadari dari atas kepalanya ada yang menyerangnya yang tak lain adalah Olivia.
Olivia sudah berada di sana saat Gilbert hendak melarikan diri dan bergelantungan pada akar pohon kecil yang dimunculkan oleh Erina dengan kemampuannya. Kemudian pada waktu yang tepat, ia melepaskan pukulannya dengan bagian depan knuckle adalah jarum perak yang sudah dicelupkan ke dalam racun.
"Blind!" Natan berterus saat mengaktifkan kemampuannya.
Telapak tangan kanannya memancarkan sinar putih yang sangat menyilaukan mata dan menerangi seluruh ruangan, untung hanya berlaku untuk lawan, tidak dengan kawan.
"Aaarrrgghh!" Gilbert menjerit kesakitan saat racun mulai memasuki pembuluh darahnya, dan ditambah dengan sinar yang menyilaukan, kedua bola matanya terbakar karena tidak tanah.
"Sharp Eyes."
Semua orang bisa melihat kelemahan Gilbert saat Natan mengaktifkan kemampuannya, membuat mereka semua mulai bergerak secara bersamaan termasuk Ayumi yang menghilangkan dinding api.
__ADS_1
Tanpa banyak bicara dan ragu, mereka menyerang Gilbert yang tergeletak di lantai secara membabi buta. Jika dilihat dari jauh, ini bukan lagi pertarungan yang sangat apik, melainkan seperti kelompok yang sedang mengeroyok pencuri ayam.
Ayumi menginjak-injak kepala Gilbert seperti menginjak kecoak.
Olivia menendang pinggang Gilbert seperti karung beras.
Vely menusuk bokong Gilbert dengan anak panas yang terbuat dari perak yang ujungnya sudah diolesi dengan racun mematikan.
Erina menusuk-nusuk punggung Gilbert tanpa ampun dan terlihat sangat marah, karena lawannya sangat berani menghindari serangannya.
Setiap serangan sederhana yang mereka lepaskan juga akan menimbulkan efek yang besar, dengan adanya hammer berbentuk 'Salib' yang jatuh dari langit-langit ruangan dan menghambat pergerakan Gilbert.
Kuro dan Kori hanya diam, memandang satu sama lain seperti memiliki pemikiran yang sama, kemudian melihat Ayumi, Erina, Vely dan Olivia.
Untuk Natan dan Calista, keduanya hanya berdiri di satu tempat tanpa bergerak sama sekali.
Natan melihat layar interface untuk mengetahui informasi Gilbert, yang semakin lama semakin lemah tanpa bisa menggerakkan anggota tubuhnya, bahkan untuk satu jari. Ini seperti mengatakan racun buatan Erina sangat berguna sekali, bahkan sampai mampu melemahkan Vampire Lv.400.
~Informasi~
[Nama : Gilbert Ander]
[Ras : Vampire]
[Jenis : Lord]
[Level : 400]
[HP : 1.262.927/6.202.786]
[MP : 170.830/400.000]
Natan menganggukkan kepalanya saat melihat Mana yang terus berkurang, dan Health yang bertambah secara signifikan, meski lebih banyak pengurangannya karena serangan yang diterima lebih besar daripada regenerasi HP.
Natan berjalan menghampiri mereka yang menginjak-injak Gilbert seraya mengeluarkan sniper. Jika dibiarkan terlalu lama, ada kemungkinan jika Gilbert akan selamat dan membalik keadaan.
Ia berdiri di sebelah Ayumi dan memintanya untuk menyingkir seraya mengarahkan snipernya. Tanpa ragu, Natan menarik pelatuk sniper, melepaskan Peluru Mana yang meledakkan kepala Gilbert.
[Berhasil Membunuh Lord Vampire]
[Menyelesaikan Dungeon Vampire Castle]
[Silakan tunggu untuk pemberian hadiah atas penyelesaian Hard Dungeon]
...
***
__ADS_1
*Bersambung...