
"Nenek Buyut. Anda mengatakan tidak pernah lagi membunuh monster, tapi, sepertinya level yang dimiliki Nenek tidak rendah."
Huanran sedang melakukan senam pagi dengan gerakan Tai Chi, berhenti setelah mendengar itu. Ia melihat Natan yang berada di tepi danau sedang memancing.
"Bukankah ada Fitur Party? Nenek bisa terus naik level dengan itu. Semua keluarga Alexander berada dalam satu tim."
Natan menganggukkan kepalanya, kemudian mengerutkan keningnya saat merasa ada yang salah. "Abraham, Huanran, Barnard, Glenda, Addison, Oliva, Adrian, Adaline..."
"Ada sebelas orang, belum lagi pihak keluarga Oliva dan Adaline. Tapi, mungkin Oliva dan Adaline membentuk tim dengan keluarga masing-masing." Natan menyadari bukan hanya keluarga Alexander saja yang berada di sini. Tapi tentu tidak sebanyak keluarga Alexander, hanya beberapa.
Terlalu banyak orang, tapi untungnya tadi malam semua orang sudah menandatangani kontrak yang sama seperti Aliansi Guild. Bukannya Natan tidak percaya, tapi ini sebagai pencegahan, bagaimanapun di Dunia Kiamat, kepercayaan sangat sulit ditemukan.
"Ngomong-ngomong, apakah tidak masalah berjalan di kota seperti ini? Bukankah kita akan menjadi pusat perhatian?" tanya Huanran.
"Tidak perlu khawatir." Natan tersenyum, tapi tidak menjelaskan lebih jauh. Jika dilihat dari bawah, melihat ke atas, yang terlihat hanyalah kumpulan awan, dan pada bagian kaki Giant Knight, sudah ada Skeleton Fire, Ice dan Earth Mage—sehingga bisa melihat langkah yang akan diambil.
Jika ada Queen Bee, Fire atau Ice Dragon, aku bisa menambah pasukan langit. Kemudian Giant Castle bisa terbang jika ada seratus atau dua ratus dari mereka.
Natan berencana untuk pergi ke Amerika, menyelesaikan dendam dengan Skull Guild. Bahkan jika itu mengurangi populasi manusia, ia akan tetap melakukannya.
"Ayu dapat!" Ayumi mengangkat pancingnya, terlihat ikan besar sepanjang lengan yang naik dari dalam air.
Natan menoleh melihat Ayumi dan Erina, kemudian menunduk melihat ember kosong yang dibawanya. Sudah setengah jam, tapi tidak mendapatkan satu pun ikan, berbeda dengan Ayumi dan Erina yang sudah lebih dari selusin.
Entah mengapa, ia tidak lagi bersemangat untuk memancing. Padahal, ikan di dalam danau seluas 4.225 meter persegi dan kedalaman 15 meter, memiliki ribuan ikan yang ditangkap, tapi tidak ada seekor pun yang mau memakan umpannya.
Ayumi tidak menyadari kekesalan Natan dan terus memancing, mendapatkan ikan, memancing, menadapat ikan, dan proses itu terus berulang.
Erina menyeka keringat di dahinya saat meregangkan pinggangnya. "Kita dapat tiga puluh, satu ikan bisa dipotong jadi sepuluh sampai lima belas, dan dengan semua ikan, cukup untuk dua ratus lima puluh orang."
Ayumi menganggukkan kepalanya. "Benar! Apalagi Kakek menyembelih sapi, dan jika kurang, kita bisa meminta Bibi Jia mengirimkannya ke Inventory Guild."
Huanran datang di samping Natan, rambutnya sudah kembali ke warna hitam. Penampilannya benar-benar seperti masih muda, itu karena mendapatkan ramuan dari Erina, dan tanpa ragu ia langsung meminumnya. Tidak terlihat seperti wanita berusia 105 tahun.
__ADS_1
"Kau bilang, ada NPC Shop yang tahu tentang keluarga Alexander dengan baik?" tanya Huanran. Tadi malam, orang-orang dari keluarga Alexander sudah mendengar hal ini, tapi hanya orang-orang tua saja.
Natan menganggukkan kepala. Meski sudah menjelaskan, masih ada beberapa hal yang tidak dikatakannya. "Iya, dan, aku merasa itu adalah Ibu. Dia memiliki suara yang sama, dan aku merasakan perasaan familiar darinya, apalagi dia tahu tanggal ulang tahunku dan memberiku hadiah."
Huanran terdiam tanpa kata. Walaupun dirasa tidak mungkin, tapi ia memang sangat berharap jika Brianna masih hidup dan berkumpul bersama mereka di sini.
Ayumi membawa dua pancing dan jaring di pundaknya, dengan Erina yang membawa ember besar dengan kedua tangan.
Tiba-tiba, langkah Ayumi terhenti ketika hendak menghampiri Natan. Ia merasakan Mana berkumpul dalam jumlah besar. Tanpa penundaan, ia meletakkan alat pancing dan terbang di langit yang tinggi.
Tempat mereka saat ini berada di kiri depan Giant Castle, dan tempat itu terhalang oleh gunung kecil setinggi lima puluhan meter dengan air terjun. Gunung membentang 100 meter.
Air terjun dari gunung, mengalir ke danau, dan dari danau mengalir ke seluruh bagian 200 × 200 meter, melewati pertanian, perkebunan, peternakan dan hutan.
Ayumi yang sudah terbang di langit, bisa melihat Pohon Monster dengan tinggi 100 meter, dan dahannya cukup besar dengan bentangan yang mampu menutupi daratan dalam radius lima kilometer. Di setiap dahannya, ada buah seperti kepompong, dan di dalamnya terasa ada kehidupan.
Ayumi turun dan mendarat di samping Natan. Ia menarik napas, mengembuskannya dan berkata dengan serius, "Kakak! Pohon Monster sudah tumbuh subur, Ayu melihatnya dengan Teropong Sihir dan jaraknya sekitar sembilan kilometer."
Dengan segera, Natan memerintahkan semua Ksatria Lebah dan membawa hampir 200 Magic Archer. Dengan Upgrade Bracelet Skeleton Squad yang dibangkitkan setidaknya mencapai 932, dan ada beberapa yang ingin dibuangnya, salah satunya adalah Giant Crocodile. Tapi, ia merasa Giant Crocodile masih berguna, seperti saat melawan gerombolan monster.
Huanran mendekati Natan sampai bahu keduanya bersentuhan. Ia melihat hologram yang memperlihatkan pandangan dari Ksatria Lebah. "Ini ... bagaimana bisa ada monster musim panas muncul di musim dingin?"
Monster yang muncul adalah Serigala Api, Beruang Hitam, Rusa Gunung, dan lain sebagainya.
Bahkan, gedung-gedung tinggi mulai runtuh karena serangan monster-monster yang berjarak satu kilometer dari mereka saat ini.
"Dungeon." Natan sudah sering bertemu monster yang tidak sesuai dengan musim, dan dalam perjalanannya, sudah melihat Dungeon Break.
"Dungeon Break?" Glenda tidak mengerti dengan istilah itu.
Natan tersenyum, sangat wajar Huanran tidak mengetahui, karena dalam radius sepuluh kilometer dari Mansion Alexander, tidak ada Dungeon sekalipun. Ia menarik napas, kemudian menjelaskannya secara singkat dan mudah diketahui.
"Dungeon Break. Dungeon adalah tempat yang dipenuhi oleh Mana, biasanya ruang bawah tanah, dan di sana akan monster-monster akan tercipta atau binatang yang berevolusi. Dungeon harus sering dibersihkan dengan membunuh monster, atau membunuh monster tertinggi."
__ADS_1
"Jika monster-monster di sana tidak dibersihkan dalam waktu tertentu, monster akan menumpuk dan mereka akan keluar. Biasanya, level monster akan meningkat satu setengah sampai dua kali setelah keluar dari Dungeon."
Huanran menganggukkan kepalanya, memahami penjelasan Natan.
Natan yang sudah selesai memberi penjelasan, pergi ke bagian depan yang jaraknya tidak terlalu jauh, hanya sepertiga dari panjang lapangan sepak bola.
Tidak butuh waktu lama karena jalan yang dilalui cukup mudah, dan di sana sudah berkumpul ratusan orang karena salah satu dari mereka ada yang bisa merasakan Mana, meski tidak terlalu sensitif seperti Ayumi.
"Natan." Olivia adalah salah satu dari mereka, membawa keranjang penuh apel di kedua tangan.
Natan menganggukkan kepalanya tanda mengerti bahkan sebelum melihat ke arah depan dan masih berjalan. "Iya, Dungeon Break. Mungkin ada tiga sampai empat Dungeon di sekitar Pohon Monster."
"Dungeon Break?" Abraham mengerutkan keningnya. Rambutnya sudah menghitam, meski masih ada kerutan di wajah, tapi tidak lagi menggunakan tongkat untuk alat bantu jalan.
Para orang tua tidak terlalu paham dengan istilah itu, tapi anak-anak muda yang sering berselancar di internet, mengetahuinya dan mulai menjelaskan tentang pengetahuan yang mereka miliki.
Natan mengambil apel di keranjang, lalu memakannya langsung.
Kemudian, ia berjalan ke tepian yang dibatasi oleh pagar setinggi dua puluh meter. Ini seperti mereka berada di dalam penjara.
Tatapannya tertuju pada monster-monster yang menghancurkan gedung, melepaskan bola api dan petir yang merusak. Beberapa ada juga yang berlari dan menyerang kaki Giant Knight, tapi dibunuh oleh Skeleton Magic Archer yang berjaga di bagian betis.
Kemudian, Natan mendongak, melihat Pohon Monster yang menjatuhkan beberapa kuncup bunga ataupun kepompong. Ketika hampir menyentuh tanah, kuncup bunga akan mekar dan mengeluarkan monster-monster dengan level terendah mencapai 300, dan statistik mereka terlihat lebih besar daripada monster pada umumnya.
"Apakah ... Kehancuran Dunia akan terus bertambah parah?" Natan bergumam, bertanya pada dirinya sendiri.
Tapi, meski ada sedikit kekhawatiran, Natan masih merasa senang melihat berbagai macam monster. Dengan itu, ia bisa menambah pasukan yang bisa dibangkitkan, kemudian pergi ke Amerika untuk menghancurkan Skull Guild.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1