
Kelompoknya sudah sampai di Wilayah Elf dan diperbolehkan masuk begitu saja tanpa adanya kendala sama sekali, terutama karena ada Natan.
Natan sudah sangat dikenali di Wilayah Elf dan memiliki panggilan “Ayah Elf” karena kesalahpahaman dalam pengenalan yang diberikan Ainsley saat awal berkunjung ke Wilayah Elf di Lantai 28.
Tapi meski dia menjelaskan sebanyak apa pun, semua Elf di sini masih menganggapnya sebagai Ayah Elf.
"Ayah! Ayah!" Vera berteriak saat menunjuk Kelinci Bertanduk. "Vera ingin memeliharanya!"
Natan berjongkok di samping Vera. "Apa Vera yakin? Itu berbahaya kau tahu."
Vera memiringkan kepalanya. "Berbahaya? Tapi dia lucu."
Natan tersenyum tipis, dia melemparkan kerikil di dekat Kelinci Bertanduk.
Kelinci Bertanduk yang menjadi target merasa terusik, ia menatap Natan dengan matanya yang berubah merah. Ia berlari sangat cepat, lalu melompat sangat tinggi saat hampir sampai ke Mammoth Tank.
"Ayah!" Vera berteriak ketakutan seraya memeluk Natan.
Natan melambaikan tangannya, tiba-tiba bayangan di kakinya bergerak dan menangkap Kelinci Bertanduk. "Tidak apa-apa, lihat, Ayah berhasil menangkapnya." Ia mengusap kepala Vera.
Vera yang memeluk leher Natan, menoleh perlahan, dia melihat Kelinci Bertanduk yang terikat di udara. "Kelinci jahat."
Natan tersenyum, dia melihat Ling Wei yang bersembunyi di belakang Xia Feiya, Octavia yang memeluk Jiang Shuya dan Charles berdiri di depan Octavia dengan kedua tangan terbuka untuk melindungi adiknya.
"Charles, Vera dan Octavia hari ini berlatih melawan Kelinci Bertanduk." Natan mengusap air mata di pipi Vera dan menambahkan, "Jangan takut, Ayah akan menjaga kalian dari belakang. Bukankah kalian sendiri yang memintanya?"
Vera terdiam, dia melihat Kelinci Bertanduk yang membuka mulut dengan taring yang tajam.
Natan tersenyum tipis, dia memandangi tiga anaknya yang berdiri di depannya. "Jadi, mau melawannya?"
Charles mengepalkan tangannya. "Charles akan melawannya!"
"Kakak?" Vera menatap Charles.
Charles tersenyum, dia mengusap kepala Vera. "Bukankah kita berlatih untuk ini? Tenang, Kakak akan melindungi Vera!"
Jia Meiya mengambil Jiang Shuya dari Octavia dan memberinya kecupan terima kasih. "Via juga harus bergabung, bukankah Via bilang ingin membantu Ayah dan Ibu?"
Erina melompat turun dari Mammoth Tank, tiba-tiba tanah di bawahnya bergetar dan akar pohon dengan ukuran ketebalan ibu jari bergerak seperti ular, melilit belasan Kelinci Bertanduk.
Para Elf yang berjaga-jaga di pepohonan, memilih bersantai dan mengamati Charles, Vera dan Octavia yang akan berburu.
Erina melihat Charles yang masih di atas. "Bibi meninggalkan satu kelinci untuk kalian, cobalah bekerja sama. Ingat, jangan menangis."
Charles mengangguk kecil dan mengeluarkan pedang kayu, lalu melompat dari Mammoth Tank.
Erina menangkap Charles dan menurunkannya perlahan agar tidak terluka.
__ADS_1
Charles menghentakkan kakinya berkali-kali dan berkata, "Bibi... Padahal Charles ingin bergaya seperti pahlawan."
"Ah!" Erina tertegun, kemudian dia tertawa terbahak-bahak seraya mencubit pipi Charles.
Vera dan Octavia melompat, tapi tidak bergaya seperti Charles, sehingga meminta bantuan Erina untuk menangkapnya.
"Baiklah, Bibi akan melepas salah satu kelinci, kalian harus bersiap-siap." Erina mundur selangkah, membiarkan Charles, Vera dan Octavia untuk berdiri di depannya. Kemudian dia melepas ikatan akar pada salah satu Kelinci Bertanduk.
Kelinci Bertanduk jatuh di tanah dan saat bangun kembali, matanya berubah merah memandangi tiga anak kecil yang memegang pedang kayu.
Charles mencengkeram pedang kayu, lalu dia berlari menuju Kelinci Bertanduk yang nampak menyeramkan. Tapi saat baru beberapa meter, tiba-tiba dia berhenti dan menghilangkan pedangnya.
Bam!
Kelinci Bertanduk membentur pedang kayu yang dipegang Charles.
Tangan Charles gemetar saat merasakan mati rasa di kedua tangannya; tangan kanan memegang gagang pedang, dan tangan kiri menahan bilah pedang. Dia menggertakkan giginya dan mencengkeram erat gagang pedang saat mendorong Kelinci Bertanduk sekuat tenaga.
Vera dan Octavia saling memandang, lalu mengangguk dan berlari mengejar Kelinci Bertanduk.
Vera mengayunkan pedangnya mengarah ke bawah saat melihat Kelinci Bertanduk yang tergeletak. Tapi...
Kelinci Bertanduk tiba-tiba bangkit dan menghindar tebasan Vera, ia berbelok ke kanan, lalu menerjang Vera sekuat tenaga.
Vera mencoba menghindari serangan, tapi dia terlambat beraksi, meski berhasil menghindari bagian tanduk yang tajam, tapi serangan kepala kelinci masih mengenai lengan kirinya sampai membuatnya terlempar setengah meter di tanah.
Octavia marah, dia menendang Kelinci Bertanduk dengan kaki kirinya seperti menendang bola ke arah Charles. Kemudian dia menghampiri Vera. "Kakak Vera!" Ia membantu Vera berdiri.
"Terima kasih." Vera meraih tangan Octavia dan berdiri.
Charles di sisi lain, mengayunkan pedangnya secara vertikal ke bawah sekuat tenaga.
Bam!
Kelinci Bertanduk menghantam tanah, tubuhnya bergetar seperti habis tersengat listrik, sebelum akhirnya pecah menjadi kepingan cahaya yang berhamburan di udara.
Charles berlari menuju Vera, dia menundukkan kepalanya dan mencengkeram erat pedangnya. "Maaf, Kakak tidak bisa melindungi Vera."
Vera menggelengkan kepalanya. "Tidak apa-apa, Vera yang ceroboh, Kakak tidak boleh menyalahkan diri."
"Sayang, coba ganti senjata." Vely turun dari Mammoth Tank, membawa busur kayu dengan anak panah yang sama-sama terbuat dari kayu. "Bukankah Vera berbakat dalam memanah?"
"Terima kasih, Ibu." Vera menerima busur panah dan mengikat wadah anak panah di punggungnya.
Olivia juga memberikan sarung tangan dan pelindung kaki untuk Octavia. Begitu juga dengan Calista yang memberikan pedang lain untuk Charles.
Natan yang melihat ini, tersenyum tipis dan mengeluarkan tiga tongkat kayu yang terbuat dari rotan, meletakkannya di atas tanah. "Gunakan ini jika kalian butuh senjata lain."
__ADS_1
Dia menoleh menatap Erina. "Lepaskan dua kelinci."
Kelinci Bertanduk yang dilepaskan langsung berlari menuju Charles, Vera dan Octavia dengan perasaan marah karena melihat rekan mereka yang terbunuh.
Tidak seperti sebelumnya, sekarang anak-anak sudah mulai bisa bekerja sama dengan baik.
Vera menjauh di belakang, dia mengambil anak panah dan menarik busur, tapi busurnya tidak di arahkan ke Kelinci Bertanduk, tapi ke sisi lain.
Serangan Vera itu bersamaan dengan Charles yang berhasil menahan Kelinci Bertanduk, dan Octavia yang memukul kelinci yang baru ditahan. Kelinci itu terlempar ke kanan, lalu tiba-tiba anak panah menancap tepat di bagian kepala kelinci.
Charles menarik kaki kirinya ke belakang seraya mengayunkan pedang di tangan kirinya ke belakang.
Clang!
Pedang kayu membentur tanduk tajam yang keras, menghalau serangan kelinci yang hampir mengenai punggung Charles.
Charles mengangkat tangan kanannya yang membawa pedang dan mengayunkannya, itu langsung membuat kelinci tidak bisa bergerak sama sekali dan mati perlahan.
Erina menganggukkan kepalanya berkali-kali, dia menambah kesulitan dengan melepaskan tiga kelinci lain.
Tiga Kelinci Bertanduk berlari ke arah Octavia dengan langkah yang cepat.
Octavia terdiam sejenak, dia hebat dalam kemampuan fisik, tapi bela dirinya masih sangat-sangat dasar. "Kakak!"
Vera melepaskan tembakan anak panah yang mengenai bagian kaki dari salah satu kelinci.
Octavia bersyukur meski hanya satu kelinci yang berhasil dilumpuhkan, lalu untuk menghadapi dua kelinci yang tersisa, dia tetap diam di tempatnya untuk menunggu waktu yang tepat.
Ketika kelinci melompat dan menerjang, Octavia melompat mundur. Saat Octavia mendarat di tanah, dia memutar tubuhnya dengan sangat cepat sehingga berada di belakang kelinci, dia memukulkan tinju kanannya dari atas ke bawah, membuat kelinci membentur tanah sampai membuat lubang.
Kelinci lain yang selamat, berbalik dan bersiap-siap untuk kembali menyerang.
Charles datang dengan dua pedangnya. Dia mengayunkan pedang di tangan kanannya ke atas, melempar kelinci ke udara, kemudian melempar pedang di tangan kirinya seperti tombak.
Charles berlari ke depan saat melihat kelinci berhasil tertusuk pedang. Dia berlari sangat cepat sampai tiba di tempat kelinci akan mendarat, dia membuat kuda-kuda, lalu menebas kelinci yang jatuh di depannya.
Calista, Vely dan Olivia bersorak saat anak-anak berhasil melawan Kelinci Bertanduk.
Natan menganggukkan kepalanya sebagai apresiasi, cara mereka bertarung hanya cocok untuk menghadapi musuh kecil dan lemah, tidak cocok untuk monster kuat yang sudah berakal. Tapi untuk anak-anak seusia ini, sudah cukup bagus.
Adapun Xia Feiya yang sudah menghadapi monster level tinggi saat berusia lima tahun, itu adalah kasus lain. Pertama, levelnya meningkat pesat karena fitur tim yang berbagi exp, dan yang kedua adalah karena menggunakan bantuan dari roh elemen yang dipanggil.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1