
Lantai 8, Dungeon Tower
Natan, Ayumi, Erina dan Kuro kembali melanjutkan perjalanan mereka sampai pada lantai enam. Di lantai ini mereka menemukan mayat-mayat dari Guild Elang Hitam yang tergeletak, dan perlengkapan mereka sudah dilepas seluruhnya.
"Banyak yang terbunuh, jika menghitung lantai, level monster di sini hanya berkisar empat puluhan."
Natan menoleh ke belakang, melihat Ayumi dan Erina. "Apakah kalian tidak apa-apa? Saat kita berhadapan dengan Guild Elang Hitam, jika kalian tidak ingin melawan, maka duduk diam saja. Tapi, jika begitu, kalian hanya akan tertinggal karena tidak bisa melawan."
Erina sudah memantapkan dirinya setelah diberi semangat oleh Ayumi berkali-kali, seperti Ayumi yang pertama kali membunuh monster serigala dulu. Ia tidak ingin menjadi beban yang hanya bisa berlindung di balik Natan, dan ia juga harus tegas, jika ada yang mencoba mencelakai, maka ia harus membunuh, meski berat.
Ayumi juga sudah menekankan pada dirinya sendiri untuk tidak menjadi beban. Ia akan bertindak cepat, membunuh atau dibunuh.
Natan terus berjalan menaiki tangga spiral yang terbuat dari bahan beton berkualitas itu. Saat sudah berada di lantai sembilan, mereka melihat lebih banyak lagi mayat yang tergeletak dengan perlengkapan yang telah dilucuti.
"Sepertinya, Guild Elang Hitam tidak ingin kehilangan barang-barang berharga, dan tidak memedulikan rekan-rekannya."
Di lantai sembilan ini tidak ada tangga spiral yang menghubungkan ke lantai selanjutnya, mainkan hanya ada pintu kembar yang nampaknya terbuat dari baja berkualitas berwarna hitam, dengan ukiran aneh di permukaannya.
"Apakah itu ruangan boss, dan sepertinya tidak ada yang bisa masuk ke sana apabila boss di dalamnya belum dikalahkan, atau mereka yang di dalam masih bertahan." Natan hanya berspekulasi tentang apa yang dilihatnya saat ini. Ia melihat adanya larangan berwarna merah di depan pintu itu.
Akhirnya, mereka berempat menunggu gerbang itu terbuka.
Natan membuka layar interface dan meningkatkan Skill Trap Detection yang dibelinya dan ditingkatkan, skill ini adalah Skill Aktif. Ia menduga skill ini bisa berubah setelah mencapai level max. Dengan skill ini, ia bisa merasakan sekitarnya apakah ada tidaknya jebakan.
Puluhan menit kemudian, setelah bosan menunggu. Akhirnya layar larangan berwarna merah di depan pintu besar itu berubah warna menjadi biru dan dapat dimasuki.
"Ayumi, persiapkan sihir pertahanan dan Area Healing. Jangan berhenti, monster di dalam terlihat sangat kuat, meski mereka hanya berlevel lima puluhan ..." Natan berdiri dari tempat duduknya di batu hitam.
"Bagaimanapun, gerbang ini tidak terbuka, yang artinya Guild Elang Hitam sudah terbantai."
Natan menoleh ke kiri menatap Erina yang duduk di depan Ayumi. "Apakah Guild Elang Hitam yang datang ini sudah semuanya? Apakah masih ada yang bersembunyi di suatu tempat?" Meski yang datang ke Dungeon telah terbunuh, ia tetap harus membunuh yang lain untuk membalas perbuatan mereka.
Erina menggelengkan kepalanya pelan, kemudian menjawab, "Setahu Erina, ini sudah semua. Kemudian untuk pekerja lain, mereka sudah dibunuh dan sebagian lainnya dijadikan ..." Mentalnya masih terganggu karena tindakan yang dilakukan Guild Elang Hitam.
"Perisai daging ..."
Ayumi yang berada di belakang Erina itu memeluknya dari belakang, dan mencoba untuk menenangkannya lagi.
Natan membuka perlahan pintu itu setelah semuanya kembali tenang, dan di dalam ruangan itu tidak ada apapun, sangat gelap. Namun, ia bisa melihat melalui Mapping jika ada sekitar tiga puluhan monster jenis Orc berlevel antara 40 sampai 45, dan yang tertinggi adalah 50.
Wosh! Wosh! Wosh!
Obor yang menggantung di dinding maupun pilar-pilar mulai menyala dengan warna api merah oranye, memperlihatkan ruangan lantai yang dipenuhi dengan bercak darah dan mayat maupun kerangka tulang.
Daei pandangan Natan, di depannya terdapat sebuah Singgasana yang di sana terduduk King Orc yang mengenakan jirah besi dan setinggi lima meter, kulit hijau dengan dua taring mengarah ke atas. Di sekitar King Orc terlihat bawahannya yang merupakan Knight Orc, Mage Orc dan lain sebagainya.
Natan memberikan pisau militer pada Erina. "Erina, tangkap. Gunakan itu untuk membunuh monster-monster yang ada, aku akan melumpuhkannya, dan kau bunuh. Apakah mampu?"
Erina menggenggam pisau itu dengan kedua tangannya yang bergetar.
__ADS_1
Ayumi membantu menenangkan Erina dengan memegangi tangan Erina untuk kokoh. "Erina, aku juga seperti itu saat pertama kalinya. Tapi, jika kamu tetap seperti ini dan tidak berubah, hanya akan membebani Kakak kita yang sudah berusaha untuk membantu ..."
"Aku berubah karena tidak ingin perlakukan seperti barang tidak berguna. Bukankah Erina pernah merasakannya saat bergabung dengan Elang Hitam?"
Erina teringat akan perlakukan yang diterimanya, kemudian ia mengepalkan kedua tangannya. "Baik!"
Natan tersenyum tipis, dan memerintahkan Kuro untuk masuk secara bersamaan dengannya.
Bang!
Pintu baja itu tertutup sesaat setelah mereka masuk ke dalam ruangan, yang kemudian King Orc berdiri dari Singgasana.
~Informasi~
[Nama : Oglak]
[Ras : Monster - Orc]
[Jenis : King Orc/Dungeon Boss Lt.10]
[Level : 50]
[HP : 132.278]
[MP : 1000]
[Skill : [Seni Pedang Lv.05] — [Tebasan Lv.05] — [Pukulan Lv.05] — [Regenerasi Lv.01]]
Natan mengayunkan pedangnya berkali-kali, menebas anggota tubuh Orc. "Erina, bunuh dia!" Ia melemparkan Orc yang sudah kehilangan tangan dan kaki itu pada Erina. Ia juga menyimpan Magic Wand yang tidak terlalu tinggi untuk dijual.
"Earth Wall!" Ayumi membuat pagar batu yang mengelilingi mereka, agar tidak diganggu.
Erina turun perlahan dari atas punggung Kuro, kemudian berjongkok menatap Orc. Keringat dingin mengalir membasahi wajahnya, ia benar-benar ketakutan saat melihat wajah monster yang mengerikan.
"Aaahhh! Mati dasar monster jelek!" Erina berteriak keras penuh emosi seraya menusuk kepala Orc yang penuh dengan luka sayatan, yang kemudian terduduk lemah di lantai seperti otot-ototnya tidak dapat menahan tubuhnya.
"Ayumi, Kuro, lindungi Erina!" Natan terus berlari menghindari setiap serangan. "Untuk Erina, simpan dulu Point Status dan Skill milikmu!"
Natan yang menghadapi Knight Orc itu melompat mundur, menghindari tebasan pedang yang lumayan besar. Ia menekan kakinya sebagai pijakan, kemudian berlari sangat cepat menebas jirah pelindung yang terbuat dari besi.
Pedang Natan sangat tajam, dan sangat mudah menembus jirah itu seperti memotong 'Tahu'. Ia yang sudah berada di belakang Orc itu berbalik dan menebas punggungnya, yang kemudian memotong dua tangan lain. Lalu ia menempatkannya ke dalam pagar yang dibuat oleh Ayumi.
Peningkatan level Erina terbilang cepat, apakah karena Point Exp di sini lebih banyak? Lalu sepertinya ada tambahan satu setengah kali lipat.
Natan melompat ke kiri menghindari tebasan Orc lainnya, kemudian mengayunkan pedangnya secara membabi buta tidak terarah. Ia menghancurkan jirah yang melindungi, lalu secara tiba-tiba ia berjongkok menghindari serangan dari belakang sembari memotong kaki Orc di depannya.
Natan berbalik dalam posisi berjongkok, menebas kaki Orc yang menyerangnya dari belakang. Kemudian ia bergabung dengan bayangan gelap saat di kiri kanannya ada serangan lain.
"Kuro, ambil semua Orc yang telah terluka untuk dibunuh Erina."
__ADS_1
Kuro mengaum keras dan dari bawah kakinya, bayangan hitam mulai menggeliat dan mengeluarkan tali yang terlihat sangat kuat terbuat dari bayangan. Tali-tali itu melesat sangat cepat, mengikat semua Orc yang terluka dan dibawanya masuk ke dalam pagar pelindung.
"Ayumi. Ikat King Orc agar tidak bisa bergerak dari tempatnya, Orc lain tidak terlalu tinggi jumlah darahnya, berbeda dengan King Orc yang empat kalinya."
Ayumi menganggukkan kepalanya, kemudian melompat naik ke atas pagar yang dibuatnya. Ia menghentakkan tongkatnya, kemudian mengarahkannya bagian depannya pada King Orc. "Fire Chain!"
Cahaya merah terpancar dari bawah kakinya, yang kemudian empat rantai yang terbuat dari api itu melesat tajam mengarah pada King Orc, dan kemudian mengikatnya erat.
King Orc yang tidak bisa bergerak itu mulai lemah karena darahnya terus berkurang tanpa henti. Mana Point King Orc juga sangat rendah dan meski memiliki Skill Regenerasi, itu tidak terlalu berarti banyak.
Yang tidak diketahui Natan adalah, bagaimana bisa Guild Elang Hitam yang memiliki anggota berjumlah 200 dapat terbunuh di sini. Tapi jika diingat kembali ke waktu beberapa jam lalu, salah satu level tinggi mereka telah mengalami kecacatan karena ia memotong tangannya.
Natan yang berada di depan tembok batu itu kembali berlari dengan sangat cepat, menebas pedangnya secara menyilang maupun vertikal. Ia memotong seluruh anggota tubuh Orc, serta membuat luka yang cukup dalam di bagian kepala agar Erina mudah untuk membunuhnya.
Kuro melompat naik ke atas tembok batu bersama dengan Erina, kemudian mengambil semua monster yang telah kehilangan anggota tubuh dan hampir mati menggunakan Shadow Binding.
Tidak berselang lama, semua monster yang menjaga King Orc telah terbunuh tanpa sisa sama sekali.
"Kakak Natan, Erina sudah level lima puluh dua." Erina sedikit berteriak dengan kedua telapak tangan melingkar di depan bibir.
Natan mengangguk kecil dan melirik Ayumi, melihat Mana Point Ayumi yang terus berkurang, namun puluh dengan cepat karena kecepatan regenerasinya sebanyak 3024 per menit.
Natan berlari sangat kencang, dan dalam sekejap mata saja sudah berada tepat di depan King Orc setinggi dua meter. Ia menggunakan dua pisau di kedua tangannya, dan menusukkannya pada mata Orc.
Kemudian ia mundur selangkah seraya mengeluarkan Sako TRG. Tanpa berlama-lama lagi, ia menarik pelatuknya, menembak kepala King Orc.
Duarr!
Kepala King Orc itu meledak menjadi bubur, dengan darah merah yang bau amis menyebar.
[Membunuh King Orc/Dungeon Boss Lt.10]
[Reward : Equipment Box Lv.40]
Natan terdiam tidak tahu harus melakukan apa tentang hadiah yang diterimanya. Ketika ia menoleh ke belakang, teringat akan Erina yang sudah mencapai level 52. Ia berbalik, melompat ke tempat di mana adik-adiknya menunggu, yang jaraknya sekitar lima puluhan meter.
"Aku tidak tahu apakah Guild Elang Hitam benar-benar menghilang, ataukah mereka sudah naik ke lantai selanjutnya, dan boss di sini bukannya tidak dikalahkan, melainkan menunggu cooldown respawn ..." Natan masih berpikiran tidak mungkin Guild Elang Hitam akan dikalahkan oleh monster-monster tidak berguna ini.
Bang!
Natan menoleh ke arah sumber suara, terlihat pintu di belakang Singgasana telah terbuka, setelah King Orc tadi terbunuh. Pintu itu menghubungkan antara lantai 10 dan lantai 11.
Tembok batu yang berada di bawah mereka juga bergetar, dan kemudian menghilang seluruhnya. Benar saja, boss lantai 10 akan terus muncul, dan mungkin saja Dungeon Tower akan menghilang setelah Dungeon Bisa di lantai 55 dikalahkan.
"Cepat, naik ke atas Kuro. Kita akan meninggalkan tempat ini." Natan membantu Ayumi dan Erina untuk naik ke atas Kuro, kemudian berlari menuju pintu keluar di balik Singgasana.
Untuk meningkatkan level Erina, setidaknya mengharuskan membunuh monster sebanyak dua sampai tiga lantai lagi. Lalu untuknya, mungkin akan mencapai level 180 bahkan 200 setelah menyelesaikan Dungeon Tower, ditambah dengan 20% Point Exp selama satu minggu.
...
__ADS_1
***
*Bersambung...