
Natan meminta yang lain untuk kembali berjaga-jaga dalam tembok sejauh tiga kilometer dan pastikan untuk membunuh semua monster yang datang tanpa henti. Ia bisa meningkatkan level hanya dengan diam, dan Point Exp akan mengalir dari NPC dalam jumlah normal, dan NPC juga mendapatkan dalam jumlah tertentu.
Kelompok Natan bergerak ke tembok bagian barat yang langsung berbatasan dengan tebing. Berbicara tentang tembok, wilayah kekuasaan Guild Armonia berbentuk lingkaran, namun temboknya dibentuk persegi.
Natan menunduk melihat ke dalam jurang seraya berpegangan pada pembatas lantai tembok, yang terbuat dari batu selebar satu meter. "Sudah tidak ada monster, penjagaan di sini juga berbeda. Hanya ada minyak panas yang akan terbakar saat di jatuhkan."
Pengecekan tembok kembali dilanjutkan dengan menaiki Mammoth Tank yang telah dipasangkan dengan Rengga. Saat dalam pengecekan, mereka bertemu dengan beberapa Ninja yang juga menjaga tembok.
Terkadang, Natan merasa memiliki terlalu luas wilayah cukup merepotkan. Ia merasa butuh lebih banyak pekerja, mungkin saat perang Guild nanti, ia akan menyelamatkan mereka yang menjadi budak untuk bekerja di sini dan tentunya dibayar dengan harga sesuai.
Ayumi yang duduk di depan Natan itu mendongak seraya bersandar. "Kakak, kapan kita akan menyerang Guild Fang?"
Natan menundukkan kepala menatap Ayumi, lalu mendongak melihat lurus ke depan. "Entahlah, jika kita menyerang satu Guild, Guild lain akan menyerang Guild Armonia. Jadi, untuk saat ini lebih baik kita menunggunya."
Seraya melipat kedua tangannya di depan dada, Ayumi menganggukkan kepalanya. "Benar juga! Apalagi wilayah kita sangat luas, sulit untuk menjaganya."
Natan tersenyum ringan seraya mengusap puncak kepala Ayumi, membuat Calista nampak sangat iri dan ingin mendapatkan perlakukan yang sama.
Tentunya Natan sangat menyadari tatapan mata dari Calista, tapi ia sebisa mungkin mencoba menghindarinya. Sangat tidak masuk akal jika Calista cemburu dengan Ayumi yang merupakan Adiknya, lagu pula tadi malam ia sudah memberikan kasih sayang pada Calista sampai pagi hari.
Natan membuka layar interface dan mengirimkan pesan pada Calista. "Jika kau ingin, kita bisa melakukannya lagi malam ini."
Calista yang duduk di sebelahnya mengalihkan perhatiannya saat layar interface yang tiba-tiba muncul di depannya, lalu ia membalas pesan yang dikirimkan dari Natan. "Aku tidak menginginkannya, sebelumnya Natan mengatakan ingin seminggu sekali, tapi Natan juga yang mengubahnya menjadi lima hari sekali, dan sekarang ingin melakukannya lagi?"
Natan terdiam saat melihat balasan dari Calista, lalu menghilangkan layar interface di depannya. Ia tidak bisa menyangkal hal itu, karena memang ia terlalu banyak waktu luang, terlebih lagi Calista dan Olivia yang mengenakan pakaian terbuka saat tidur.
Sebagai seorang pria yang normal, tentunya ia tidak bisa menahan diri lebih lama lagi.
Kelompok Natan terus bergerak sampai ke utara, lalu ke timur dan ke selatan lagi mengelilingi wilayah Guild Armonia yang sangat luas itu.
Wilayah Guild Armonia yang sebelumnya tidak rata, sekarang juga sudah merata. Kalaupun ada yang tidak merata, itu hanya pada bagian tertentu saja.
Tembok U-B-T dilapisi dengan tiga tembok yang jarak antar temboknya 1 km. Untuk S, dilapisi dengan 15 tembok, yang jarak antar temboknya 500 m.
__ADS_1
Istana dan Kota memiliki luas 28,26 km². Berdiameter 6 km.
Untuk wilayah Peternakan - Perkebunan - Pertanian dipisahkan oleh jalan luas yang bisa dilewati oleh sepuluh bus secara bersamaan. Pada bagian Hamparan Rumput, tentunya ada perbukitan dan pohon-pohon, meski tidak terlalu banyak.
Walaupun terlihat sangat luas dan sulit untuk dijaga apabila melalui jalur darat, tapi tidak perlu khawatir untuk penjagaan melalui udara, karena ada 10 Skeleton Dragon Fire yang terbang di langit.
Ketika Natan bergerak hendak kembali ke tembok di selatan, tiba-tiba ada pusaran cahaya biru yang muncul di depan jalannya, terlihat dari dalam sana muncul seorang wanita berbalut jubah hitam dengan tas selempang.
Wanita itu memiliki tanda kursor hijau pada bagian atas kepalanya, dengan nama Ainsley.
"Sudah lama, terakhir kali kita bertemu saat berhadapan dengan Dragon Fire di Kota Bangkok." Natan melompat turun mendatangi Ainsley.
Ainsley menganggukkan kepalanya, lalu menyingkap penutup kepalanya, memperlihatkan rambut kuning cerah yang indah, telinga runcing dengan mata biru bagaikan langit. "Iya, sudah lama. Aku tidak menduga Guild Armonia akan menjadi seperti ini." Ia menoleh ke kiri mengamati Wilayah Guild Armonia.
"Tapi, mengapa kau terlihat khawatir, atau bingung?" Ainsley kembali menoleh menatap Natan.
Natan tidak menyangka jika NPC Shop yang membantunya untuk mengambil Ice Dragon Egg ternyata seseorang yang berasal dari Ras Elf.
"Wilayah Guild Armonia terlalu luas, sedangkan jumlah penduduknya hanya tujuh ratus delapan orang, itu pun jika dihitung kami para Player."
"Ini hanya karena Guild mu memperlakukan semua dengan setara, lalu hanya Guild Armonia juga yang mendapatkan penduduk dengan cara memilih. Guild lain tidak memiliki kesempatan ini, lalu aku mendapatkan kabar ..." Ainsley menghentikan perkataannya sejenak saat melihat Natan yang nampak sangat penasaran.
"Atasanku mengatakan, jika itu kau, maka tidak apa." Ainsley kembali mengoperasikan layar lebar, menekan-nekan jarinya dan menghilangkannya kembali.
Di saat Ainsley menghilangkan layar interface, kini layar interface milik Natan yang muncul dan terlihat ada item yang sangat luar biasa.
[Population Increase Card]
"Populasi atau Penduduk? Sepertinya Populasi, meskipun maknanya sama."
Natan membaca penjelasan dari item yang diberikan secara gratis oleh Ainsley padanya.
[Population Increase Card] [Special Item yang tidak mungkin bisa ditemukan, hanya mereka yang benar-benar memenuhi syarat untuk bisa mendapatkannya, dan tidak bisa meminta secara paksa pada NPC Shop ...]
Penjelasannya terlalu panjang, tapi singkatnya Natan bisa memanggil NPC lain dengan membayarkan sejumlah uang, antara 50 sampai 10.000 Gold, tergantung seberapa tinggi tingkatannya.
__ADS_1
Jumlah yang bisa dipanggil adalah 700/10.000 NPC, masih ada 9300 NPC lagi yang bisa ia panggil.
Dengan Bonus Achievement, Gold yang harusnya 500 saat membunuh monster, kini bisa mencapai 750. Lalu untuk menjual barang, anggap saja barang itu terjual dengan harga 50.000, namun Gold yang dibayarkan adalah 85.000 Gold.
Memanggil 9300 NPC, bahkan jika menggunakan 10.000 Gold/NPC, itu hanya menghabiskan 93.000.000 Gold.
Tangan Natan gemetaran ketika mengetahui tentang Population Increase Card. Ini berada di luar dugaannya, item yang sangat luar biasa.
Natan mendongak menatap Ainsley. "Ap- Apakah ini tidak masalah? Memberi sebanyak ini?" Ia merasa ada sesuatu yang aneh di balik ini semua.
Ainsley mengenakan kembali penutup kepalanya. "Tidak masalah, itu adalah keinginan dari atasan. Dan, jangan tanya untuk apa semua ini, jangan tanya mengapa dunia seperti ini. Jika kau sudah mencapai level maximal, kau akan mengetahuinya sendiri." Ia berbalik meninggalkan Natan dengan keheranan.
"Gunakan bantuan ini sebaik mungkin, atasanku tidak akan menghukum Guild Armonia, bahkan jika NPC itu terbunuh dalam perang. Tapi, aku tahu kau tidak akan membiarkan semua itu terjadi."
Ainsley memasuki pusaran cahaya biru yang tiba-tiba muncul kembali.
Rasa penasaran Natan kembali bangkit saat mendengar perkataan dari Ainsley, tapi ia mencoba untuk tidak memikirkannya lebih jauh. Yang pasti, saat ini ia sangat diuntungkan.
Dengan adanya Population Increase Card, Guild Armonia akan semakin kuat. Mungkin mampu menguasai seluruh Daratan Tiongkok, tapi sebisa mungkin ia tidak ingin serakah dan memilih untuk meningkatkan pertahanan Wilayah Guild Armonia.
Natan berbalik dan kembali melompat ke atas Mammoth Tank, lalu berjalan melalui jalan utama untuk pergi ke Istana. Di tepi jalan utama, sedang dibangun Kereta Sihir yang memudahkan untuk bepergian.
"Natan..." Calista memeluk Natan dari belakang, dengan kedua lengannya yang melingkar dan di depan dada Natan.
Natan tersenyum ringan, menoleh ke kanan menatap wajah Calista yang sedang bersandar di pundaknya itu. "Aku tak apa, aku hanya sedang berpikir apakah harus menambah Petani."
Calista sedikit mengangguk. "Baiklah, tapi jangan terlalu berlebihan. Aku tahu kau kurang tidur karena mengurus wilayah." Ia mengecup lembut pipi kanan Natan.
Natan mengangkat tangan kanannya, menyentuh pipi Calista. "Terimakasih."
...
***
*Bersambung...
__ADS_1