
Setelah membersihkan tubuhnya yang lengket akan keringat, ia tidak makan bersama dengan yang lain, melainkan makan seorang diri di atap rumah yang di sana ada tenda parasut.
Natan termenung memikirkan kejadian tadi malam, bukan kebahagiaan atau kesenangan yang ia dapatkan, tapi rasa malu yang benar-benar menghancurkan harga dirinya sebagai seorang pria.
"Bagaimana Ayumi mengetahuinya?" Natan masih heran mengapa Ayumi mengetahui apa yang ia lakukan di dalam kamar, padahal ia sudah mengaktifkan peredam suara yang menempel di dinding ruangan.
"Apakah mereka?"
Natan memijat keningnya sendiri saat memikirkan bahwa Vely adalah orang yang menyebarkan kejadian tadi malam pada Ayumi, dan mungkin saja semua orang yang ada di Mammoth Castle sudah mengetahuinya.
"Biarlah." Natan mengembuskan napas panjang dan kembali makan tumis daging dan jamur dalam penggorengan, nasi satu kuali, belasan paha ayam, dan tiga botol air mineral ukuran besar.
Persediaan mereka sangat banyak dan bahkan menghabiskan 8.272.000 Gold hanya untuk membuta lebih banyak slot Inventory Guild, karena persediaan mereka selalu bertambah setiap harinya.
Natan masih duduk bersantai di atap rumah, meski semua makanan sudah habis ia santap. Hingga Vely datang menghampirinya dan duduk di sampingnya.
"Aku tidak akan menganggap mu sebagai seorang kakak lagi."
Natan menoleh ke kanan menatap Vely. "Kemudian, untuk perlakuan tadi malam, itu menghancurkan harga diriku sebagai seorang pria ..."
Natan bersandar dan kembali fokus ke depan. "Karena itu, aku akan melakukannya bersamamu minggu depan. Hanya kita berdua."
Vely terdiam seraya tersenyum canggung dan menggaruk pipinya. Ia juga merasa berlebihan dengan apa yang ia lakukan tadi malam, dan baru menyadarinya saat mandi bersama dengan Calista dan Olivia.
Kemudian ada rasa takut, mengingat bagaimana Calista sampai menangis karena menahan rasa sakitnya.
"Ba- Baiklah. Aku siap melakukannya, bahkan jika kita melakukannya malam ini." Vely menundukkan kepalanya dan tangannya gemetaran karena masih ada rasa takut.
Ini adalah tawaran yang sangat menggiurkan, tapi Natan harus menolaknya. "Tidak, aku hanya akan melakukannya seminggu sekali. Jika aku melakukannya setiap hari, meski memiliki stamina yang cukup, aku takut itu hanya akan mengubahku menjadi maniak."
"Berarti kami harus menunggu tiga minggu untuk bisa melakukannya dengan Natan?" Calista yang baru saja menaiki atap langsung menghampiri Natan dari belakang.
"Mengapa tidak melakukannya dengan kami bertiga langsung?" Olivia menimpali pertanyaan Calista.
Natan terdiam sejenak dengan memijat keningnya. Bermain bersama-sama memang terlihat menyenangkan, tapi, Natan ingin menghindari hal itu jangan sampai terjadi. "Kalian menggunakan skill hanya untuk melakukannya. Itu merusak harga diriku yang hanya diam di bawah tanpa bisa bergerak sedikitpun."
Olivia tertawa canggung ketika mendengar keluhan dari Natan. Tapi tawanya tidak berlangsung lama dan melingkarkan kedua lengannya pada leher Natan dari belakang.
Natan sendiri sedikit terkejut dengan perubahan sikap Olivia yang tidak lagi malu-malu seperti sebelum-sebelumnya. Sekarang lebih berani dan bahkan langsung memeluknya seperti ini.
__ADS_1
"Oh!" Natan teringat akan sesuatu dan menoleh ke kiri menatap Calista. "Apakah kau hamil?"
Calista tertegun kemudian tertawa kecil. "Tidak, aku sudah meminum ramuan, ini seperti pil kb. Aku masih terlalu muda untuk memiliki seorang putra atau putri, apalagi aku tidak akan bisa membantumu dalam bertarung."
Natan menghela napas lega, dari segi mentalnya ia masih belum bisa menerima jika ia memiliki seorang putra atau putri. Paling tidak saat berusia 25 tahun, barulah ia tidak mempermasalahkan hal itu.
Olivia menyelipkan kepalanya ke pindah kanan Natan. "Bagaimana jika kami tidak menggunakan skill?" Suaranya terdengar sangat merdu dan manja.
Natan menepuk dahinya, benar-benar tidak berharap jika pertanyaan itu akan diungkit lagi. "Apakah kalian tidak merasa malu? Melihat tubuh satu sama lain."
"Tidak." Ketiganya menjawab secara bersamaan tanpa berpikir panjang lagi.
Natan tidak habis pikir dengan jalan pikiran mereka bertiga dan hanya diam tanpa menjawab agar tidak memperpanjang masalah yang tidak perlu ini. Hingga dari bangunan kecil di belakang mereka yang menghubungkan antara atap dengan lantai dua, terlihat Ayumi, Erina, Jia Meiya dan Xia Feiya yang datang.
"Kakak!"
Ayumi dan Erina berlari bersamaan, menghampiri Natan yang kemudian duduk di pangkuannya secara bersamaan.
Ayumi mendongak menatap Vely, Calista dan Olivia. "Ini waktunya Kakak memanjakan Adiknya. Kalian para istri bisa menunggu pada malam hari."
Natan terdiam dengan kerutan di dahi, tapi ia tetap mengusap lembut puncak kepala Ayumi dan Erina yang duduk di atas pahanya. "Meski masih membutuhkan beberapa jam lagi untuk keluar dari sini, aku harap kalian tetap waspada."
Mammoth Castle kali ini memang bergerak sangat lambat, Mammoth Tank hanya berjalan dengan kecepatan 7km/h, tidak seperti biasanya yang berlari sampai 30km/h.
"Apakah Ayumi bisa membuatnya?"
"Sebagai seorang Blacksmith, Ayu tidak bisa. Namun sebagai Sorcerer yang memiliki pengetahuan tentang sihir dan alat sihir, Ayu bisa."
Natan menengadahkan kepalanya melihat tenda parasut. "Tapi, Mammoth Castle memiliki tinggi tujuh meter. Jika dengan tambahan di bagian atapnya, akan sulit mencari jalan di daerah perkotaan."
Ayumi terdiam dengan mulut sedikit terbuka, kemudian tertawa kecil dan tidak lagi berbicara.
"Ada apa?" Natan melihat Jia Meiya yang terlihat memandangi daratan di depan dengan ekspresi yang sulit untuk dijelaskan.
Jia Meiya menggeleng pelan dengan senyum tipis yang terukir di wajahnya. "Aku masih tidak percaya dengan apa yang terjadi sekarang, lebih dari tiga bulan kami tinggal dengan pelarian ..."
Natan mengangkat tangan kirinya meminta Jia Meiya untuk berhenti, ia tidak ingin mendengar tentang kisah semacam itu, yang mana hanya membuat Ayumi, Erina dan Calista mengingat kembali cerita masa lalu mereka yang menyakitkan.
Jia Meiya terdiam dengan mulut sedikit terbuka, kemudian menganggukkan kepalanya. Ia mengerti dengan baik apa yang dimaksud oleh Natan dari gerakan tangannya, melihat bagaimana lima wanita yang terlihat sangat menyayangi Natan.
__ADS_1
"Apakah kalian pernah membunuh monster?" Natan sudah melihat informasi status mereka, dan level mereka masih level satu, entah karena membunuh monster atau serangga.
Jia Meiya dan Xia Feiya menggelengkan kepalanya bersamaan sebagai jawaban.
Natan mengangguk kecil dan memalingkan wajahnya melihat lurus ke depan. "Kalau begitu, jika ada monster nanti, aku akan mengurangi gerakan mereka dan kalian berdua yang membunuhnya."
Keduanya terdiam dan sedikit gemetaran, mereka pergi kemari karena ingin menjauh dari monster dan sekarang harus membunuh monster. Namun ketika Natan menjelaskan alasan untuk membunuh monster, barulah mereka mengangguk meski ada ada sedikit ketakutan di mata mereka berdua.
Natan menundukkan kepalanya melihat Ayumi dan Erina, lalu ia tersenyum hangat saat melihat keduanya yang nampak sangat bahagia menyantap makanan ringan.
Keduanya juga membagi makanan itu dengan Xia Feiya, dan sepertinya mereka berdua sudah menganggap Xia Feiya sebagai adik mereka sendiri.
"Ngomong-ngomong, bisakah kalian duduk di sana." Natan menunjuk sofa lain yang ada di kanan depannya. Saat ini ia dihimpit oleh Calista di sebelah kiri, Vely di kanan dan Olivia yang memeluknya dari belakang.
"Tidak, aku ingin bersama Natan," ucap Calista yang menggandeng lengan kiri Natan.
Natan kembali tidak bisa bergerak seperti tadi malam, meski ini tidak memalukan. "Baiklah." Ia mengembuskan napas pasrah.
***
Senin, 28 Juli 2025.
Mammoth Castle sudah melewati gunung karena memotong jalan untuk bisa sampai lebih cepat, dan cuaca di seberang gunung sangat berbeda seperti di hutan tandus tadi. Langit hitam terlihat dan ada hujan salju yang terus turun, ada juga asap hitam yang dihasilkan dari pembakaran.
Asap pembakaran itu berasal dari kamp-kamp monster yang bisa dilihat dari sini karena menggunakan scope.
Banyak monster yang berkeliaran dan sepertinya semua monster berbeda ras itu sudah membentuk aliansi, yang bertugas untuk membunuh semua manusia yang ada.
Natan menurunkan scope dan tersenyum tipis saat melihat semua monster yang ada. "Ada Gold yang tersusun rapi di sana."
"Skeleton Ice Mage. Bangkit!"
Dari bayangan Natan mulai terlihat Skeleton Mage berjubah hitam yang samar-samar ads embun es yang terpancar dari mereka.
"Bawa Mammoth Castle turun."
Skeleton Ice Mage berpencar ke arah yang berbeda dan mengaktifkan kemampuan mereka secara bersamaan, membuat Mammoth Castle turun perlahan seperti dibawa menggunakan eskalator.
...
__ADS_1
***
*Bersambung...