Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 172 : Pergi ke Washington


__ADS_3

Booom!


Dengan ledakan keras dari berbagai arah, air naik lebih tinggi dari sebelumnya, bahkan sampai hampir melewati tembok. Tapi detik berikutnya, air mulai surut dengan kecepatan luar biasa.


Natan yang berdiri di tembok, melihat monster-monster bertipe ikan yang berusaha keras untuk tidak dihisap oleh pusaran air. Melihat itu, dia sangat senang karena mendapatkan ikan air tawar sebesar paus, itu cukup untuk makan satu kota.


"Masalah air sudah selesai, kami besok bisa berangkat ke Washington, aku merasa Skull Guild berada di sana."


Natan mendongak melihat langit, awan hitam masih terlihat. Baru dua hari cerah dan sekarang sudah gelap, ini benar-benar menghancurkan pandangan dunianya tentang musim.


"Biarlah, lebih baik kembali. Aku sudah berjanji untuk melakukannya lagi. Ngomong-ngomong, awalnya kami sudah membicarakannya untuk sebulan sekali, tapi siapa yang mengira, sekarang setiap malam kami melakukannya."


"Memiliki terlalu banyak pasangan sangat merepotkan, setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda dan aku harus memahami mereka. Aku harus mengetahui setiap tanda-tanda kecil, ini sangat menyusahkan untukku yang tidak pernah menjalin kasih saat sekolah."


"Sekalinya menjalin kasih untuk dua hari, kami langsung sampai ke arah seperti itu."


Natan memeluk dirinya sendiri yang tanpa sadar gemetar.


***


—Istana Armonia—


Ketika Natan membuka pintu kamarnya, dia sudah disambut oleh tiga wanita yang berpakaian minim. Dia tersenyum tipis seraya mengunci pintu, kemudian langsung menanggalkan pakaiannya dan berjalan menuju tempat tidur.


Olivia berdiri menghampiri Natan, melingkarkan tangan kirinya di leher dan mencium bibir Natan. Tangan kanannya membelai dada bidangnya, lalu turun ke bawah sampai tiba di ular yang mulai mengeras, tangannya memainkan ular itu sampai benar-benar keras seperti kayu.


"Malam ini biarkan kami yang memimpin ..." Vely berbisik di telinga Natan sebelum menggigitnya.


Tubuh Natan menggigil, dia sangat ketakutan. Dia masih teringat akan kehancurannya sendiri, saat itu dia merasakan sakit di sekujur tubuh, bahkan ularnya tidak bisa berdiri selama beberapa hari.


Calista berdiri di belakang Natan, memeluknya dari belakang dan memainkan dada bidangnya. "Tenang, kami tidak akan seperti itu lagi."


Natan mengangguk kecil, tapi masih takut. Dia dibawa ke tempat tidur dan terlentang, tangan mereka tidak berhenti bergerak, terus membelai semua tubuhnya.


Natan merasa geli, karena biasanya dia yang memimpin, jadi tidak banyak yang diterimanya. Tapi sekarang, ketiganya benar-benar mencium tubuhnya, termasuk ularnya. Bahkan dia sampai mengerang.


***


Keesokan Harinya

__ADS_1


Natan sangat kelelahan, napasnya terengah-engah meski sudah beristirahat. "Sialan, saat mereka mengatakan memimpin, mereka benar-benar tidak membiarkanku duduk."


"Yo, sudah selesai?"


Natan tertegun dengan tubuh sedikit bergetar ketika mendengar suara yang familiar. Dia menoleh ke kanan, melihat Ainsley yang duduk di tepi tempat tidur. Dia ingin bangkit, tapi tangannya ditahan oleh Calista dan Olivia.


Dia menghela napas tanpa daya dan membiarkannya saja. "Ada apa?"


Ainsley mengerutkan keningnya. "Apakah kau tidak menutupi milikmu?"


Natan memutar matanya. "Untuk apa? Kau sudah sering melihatnya, entah saat mandi atau saat aku melakukannya. Bahkan aku menduga, kau sudah pernah menyentuhnya."


Ainsley menggelengkan kepalanya. "Lakukan apa pun yang kau inginkan. Ngomong-ngomong, aku datang ke sini karena ingin melihat pria yang aku sukai, itu saja. Tidak ada informasi apa pun yang bisa kuberikan."


Natan terdiam sejenak, kemudian bertanya, "Apakah pesonaku begitu luar biasa? Dari awal kita bertemu, kau sangat baik, bahkan memberikan saran saat menetaskan telur naga, kau memberikan kartu populasi, kau memberikan saran, kau menjelaskan tentang Monster Ancestors dan Penjaga, dan lain sebagainya."


Ainsley tersenyum tipis, tapi tidak menjawab ataupun menanggapi pertanyaan itu. Awalnya dia datang karena permintaan dari Brianna Alexander yang meminta untuk mengawasi Natan, tapi setelah sekian lama, perasaan aneh mulai bangkit dari lubuk hatinya yang terdalam.


Natan memandang langit-langit ruangan dan sesekali tertawa. "Jika, seandainya aku adalah karakter dalam novel, mungkin banyak yang muak. Bayangkan, awalnya aku sangat dingin tanpa perasaan, tapi sekarang selalu bermain wanita."


Ainsley mengusap kepala Natan. "Tapi, wanita-wanita ini adalah kekasihmu, tidak ada yang salah. Lagi pula, mereka mencintaimu."


Natan dibiarkan diam tanpa kata dan diam membeku di tempat tanpa bergerak sekalipun. Dia menarik napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya perlahan. Pengakuan Ainsley membuat perasaannya campur aduk.


***


—Minggu, 07 Desember 2025—


Masih badai di luar, tapi tidak ada lagi yang namanya banjir. Dengan tidak adanya bencana yang mengancam Armonia Guild ataupun Guild Alliance, Natan bisa berangkat dengan tenang.


"Ayumi kecil, apakah Departemen Alat dan Sihir sudah berhasil membuat perangkat teleportasi?" Natan berjongkok di depan Ayumi, mencubit pipi lembutnya yang bulat seperti bakpao.


Ayumi menepis tangan Natan. "Kakak!"


Natan tertawa kecil melihat Ayumi yang kesal. "Kau terlalu banyak makan."


Ayumi mendengus dingin seraya melipat kedua tangannya di depan dada. "Apa masalahnya? Ayu sudah pernah merasakan tidak makan, karena sekarang memiliki banyak makanan, Ayu harus makan semuanya!"


"Benar!" Xia Feiya a menganggukkan kepalanya. "Fei'er juga pernah tidak makan selama dua minggu! Hanya makan akar pohon, sekarang banyak makanan, Fei'er ingin memakan semua hidangan di kota!"

__ADS_1


Mendengar itu, suasana menjadi hening dan terasa sangat berat.


Ayumi berdeham dan mengalihkan pembicaraan, "Departemen Alat dan Sihir sudah berhasil mengembangkannya mengikuti cara kerja skill Kakak. Tapi saat ini masih belum stabil, mereka masih mencoba memindahkan barang-barang kecil."


"Pernah sekali, mereka memaksa memindahkan kehidupan seperti ayam, ayam itu berhasil berpindah, tapi dalam keadaan tak bernyawa," kata Ayumi yang mengangkat kedua bahunya.


Natan mengangguk kecil dan berkata, "Baiklah, kita bisa berangkat sekarang."


Yang berangka ke Washington adalah anggota inti Armonia Guild, Yan Jing, Liu Xinmei, Ye Xiao Yi dan tujuh anggota baru.


Ngomong-ngomong, Kuro dan Kori tidak lagi masuk dalam Top 10 Player, dan sekarang masuk ke Top 10 Beast. Awalnya, mereka masuk ke Players Ranking karena mereka memiliki kesadaran seperti manusia dan saat itu tidak ada Beast Ranking, sehingga bergabung dengan Player.


Kemudian, mungkin karena tidak pernah mengeceknya. Natan baru tahu bahwa ada fitur tambahan dalam tim, sebelumnya hanya sepuluh anggota maksimal, tapi sekarang ketua dari tim yang berbeda bisa membuat tim lain. Lalu untuk guild, bisa membuat satu tim dengan maksimal 50 anggota. Pembagian Exp tergantung pada Level Guild.


Liu Xinmei mendekati Natan. "Ketua ..." Ia menundukkan kepalanya, takut jika diusir seperti biasanya.


Natan terdiam sejenak dengan ekspresi rumit, kemudian menghela napas. "Ada apa?"


Liu Xinmei tercengang, senyum tipis terukir di bibirnya. Dia senang karena tidak diabaikan lagi. Ia mendongak menatap Natan dan mengeluarkan kotak dari Gelang Penyimpanan. "Aku membuat makan siang untuk Ketua."


Natan menerimanya dan membukanya, melihat ada berbagai masakan: tumis daging dengan daun bawang, tumis telur dan tomat, salad, mie kering kecap pedas, acar mentimun, dan nasi.


Natan tersenyum tipis dan menutupnya lagi. "Terima kasih, aku akan memakannya nanti."


Liu Xinmei tersenyum cerah, lalu berlari ke belakang Vely. Karena usia mereka berdekatan, mereka berdua sudah sangat akrab.


Natan melihat semua orang, dan semuanya wanita tanpa ada pria yang menemani. Terkadang, dia berpikiran positif, bahwa dirinya sangat beruntung. Tapi, di sisi lain dia menganggap bahwa dirinya tidak tahu aturan dan selalu bermain-main dengan wanita.


Dia menggelengkan kepalanya, kemudian meminta Kuro untuk menyimpan semua orang ke dalam bayangan sebelum bersembunyi di dalam bayangannya.


Setelah semua orang berada di dalam bayangannya, Natan menutup matanya untuk mencari skeleton mana yang membunuh manusia, tapi tetap harus mencari skeleton yang bersembunyi di tempat aman.


Akan merepotkan jika datang dan langsung dikepung oleh pihak lain.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2