
Natan mengabaikan markas di lereng gunung dengan mengirimkan pasukan yang dibawanya. Ia langsung pergi ke Markas Utama sendirian dengan Kstaria Lebah yang membawanya terbang.
"Natan!!!"
Natan menundukkan kepalanya dan tersenyum canggung; lupa jika Adrian datang bersamanya. Dengan lambaian tangannya, Kstaria Lebah keluar di bawah Fire Mage di samping Adrian.
Keduanya terbang ke puncak gunung dan mendapati bahwa tanah di sana tidak terlalu bersalju, seperti tanah biasa dan bahkan ada yang kering.
Bang!
Tiba-tiba dentuman keras terdengar bersama dengan bola meriam yang melesat ke arah Ksatria Lebah, bukan satu ataupun dua, melainkan belasan bola meriam dan masing-masing memiliki daya hancur yang kuat.
Untuk menggunakan senjata seperti bola meriam, mungkin tidak terlalu berdampak banyak pada perang militer setahun yang lalu, tapi sekarang berbeda. Dengan adanya Kehancuran Dunia, bahkan senjata biasa seperti meriam mampu menimbulkan dampak yang lebih besar.
Adapun nuklir, Natan tidak pernah melihat ada yang menggunakannya. Apalagi China termasuk salah satu negara pemilik nuklir terbanyak di dunia, tapi anehnya mereka tidak menggunakan untuk membunuh monster-monster.
Tidak mungkin Natan bisa mendapatkan jawabannya dengan memikirkannya sendiri, dan sepertinya hanya bisa menunggu Ainsley untuk menjawab pertanyaan yang tidak diketahuinya.
Mana berkumpul di depannya dengan warna yang berbeda, kemudian dinding es dan api muncul belasan meter di depannya; dentuman keras terdengar dengan gelombang kejut yang tidak terlalu kuat ketika bola meriam menghantam dinding.
Whooooosh!
Asap tebal di depannya terbelah dua dan terlihat ada sebuah mobil yang dilemparkan.
Kstaria Lebah yang membawa Natan dan Adrian bergerak ke dua arah yang berlawan untuk menghindari serangan. Mereka juga berhasil keluar dari asap tebal dan melihat ada Giant Knight yang diperdaya oleh Human Chimera, dengan level 375. Itu adalah level yang sangat rendah, mengingat Giant Knight yang dihadapi Armonia Guild berlevel 500 dan 550.
"Adrian! Kau pengkhianat!"
Natan mengalihkan perhatiannya pada sumber teriakan; ada pria paruh baya yang duduk di pundak Giant Knight, lebih tepatnya duduk di kursi seperti tempat kemudi ekskavator. Kabel-kabel besar sebesar lengan juga keluar dari bawah kursi dan menancap di leher Giant Knight.
Natan tidak bisa tidak tersenyum saat melihat Giant Knight. Ada ide yang terbesit di benaknya dan kebetulan ia membutuhkan lebih banyak Giant Knight untuk dijadikan pasukan tambahan.
Skeleton yang bisa dibangkitkan Natan setidaknya ada 454 dan sekarang tidak perlu memakan Mana meski mereka bersembunyi di dalam bayangannya, tidak seperti sebelumnya yang setiap detiknya akan memakan Mana, entah mereka dikeluarkan atau tidak.
Skeleton Squad Natan: 10 Skeleton Commander, 150 Skeleton Knight, 120 Magic Archer, 35 Fire Mage, 35 Earth Mage, 35 Ice Mage, 15 Mammoth Tank, 15 Fire Dragon, 30 Kstaria Lebah, 2 Giant Knight, 1 Giant Crocodile.
__ADS_1
Masih ada delapan slot lagi untuk Skeleton Squad, dan empat darinya ingin ia gunakan untuk Skeleton Giant Knight. Entah ia beruntung atau kebetulan, ada Giant Knight yang diperdaya Human Chimera dengan jumlah yang cukup.
"Aku memang pengkhianat tentara bayaran! Tapi aku tidak seperti kalian, kalian semua adalah pengkhianat manusia! Sudah aku bilang, kita tidak boleh bergantung pada kekuatan monster, kita bisa meningkatkan kekuatan dengan membunuh monster itu sendi—"
"Berisik!"
Adrian terdiam saat granat roket diterbangkan ke arahnya.
Natan tidak tinggal diam melihat serangan yang diarahkan, dan tidak mengendalikan Ksatria Lebah untuk pergi. Ia mengeluarkan pisau lempar yang sudah diikat tali pada bagian ujungnya, kemudian melemparkannya sangat cepat.
Pisau lempar itu berhasil menangkap bagian belakang RPG dan mengikatnya berkali-kali. Kemudian dengan gerakan sederhana Natan, granat roket itu kehilangan kekuatan untuk melesat dan akhirnya jatuh di puncak gunung.
Booom!
Granat roket itu meledak dengan suara keras dan getaran, getarannya tidak terlalu kuat, tapi cukup menganggu karena asapnya cukup tebal.
Natan tidak menahan diri lagi dan karena semua musuh memiliki level rendah, akan sangat mudah baginya untuk membunuh mereka semua. Terutama, Giant Knight yang sangat dibutuhkannya untuk membangun sesuatu.
Dua puluh delapan Ksatria Lebah muncul di udara dengan Magic Archer dan Fire Mage di sana. Mereka semua siap menyerang, hanya perlu aba-aba dari Natan.
Whooooosh! Whooooosh! Whooooosh!
Semua serangan berbeda bentuk dan warna melesat ke ratusan pasukan tentara bayaran. Api yang menyala terus membesar dengan ledakan-ledakan keras dan getaran kuat seperti gempa bumi. Gunung yang awalnya terlihat kokoh, mulai hancur dengan longsor mengerikan.
Jeritan kesakitan bisa terdengar dan banyak yang mengutuk Natan untuk mati mengenaskan. Mereka terbunuh dengan darah mengalir deras, yang kemudian langsung menguap membentuk kabut darah.
Adrian terpana melihat kehancuran tentara bayaran yang bahkan tidak butuh waktu dua jam. Ia kehabisan kata-kata untuk menjelaskan apa yang dilihatnya, dan kekejaman Natan.
Natan melihat sekilas Adrian, kemudian tersenyum dalam diam. Tidak ada perasaan sedih atau bersalah, karena perasaan itu di Dunia Kiamat seperti ini hanya akan membebani tubuh dan pikiran, serta membuat manusia tidak bisa berkembang.
Jika dunia tetap sama, mungkin akan ada penyesalan meski melukai orang lain meski hanya goresan kecil. Tapi sekarang? Hanya yang kuat yang bertahan, dan yang lemah akan terpuruk.
"Giant Knight. Bangkit."
Skeleton Giant Knight keluar dari Ksatria Lebah dan jatuh di puncak gunung, menimbulkan gelombang udara yang menerbangkan asap tebal, memperlihatkan keadaan gunung.
__ADS_1
Tanah hancur di mana-mana dengan lubang, ada tanah yang meleleh dan mengeras menjadi kaca. Asap panas masih bisa dirasakan bahkan terlihat jelas keluar dari tanah-tanah merah berlubang.
Natan tidak bisa menahan dirinya untuk tidak terkejut saat melihat Skeleton Giant Knight dan berseru, "Tunggu! Tinggi mereka sebelumnya hanyalah tiga puluh meter, dan sekarang lima puluh meter?!"
Natan membuka layar interface dan melihat apakah ada perubahan pada Skeleton Master. Kerutan terlihat jelas di dahinya saat melihatnya. Itu adalah Skeleton King Master, memiliki efek tambahan seperti -20% Penggunaan Mana/m.
Jika sebelumnya ada Skeleton Ring dengan efek -20% Penggunaan Mana/m. Yang awalnya membutuhkan 50 MP untuk mempertahankan satu skeleton untuk satu menit, dengan adanya Skeleton Ring, itu menjadi 40 MP/m, dan sekarang 30M/m.
Kemudian ada statistik, skeleton tanpa nama memiliki statistik 50% dari statistik Natan, dan skeleton dengan nama memiliki 70%. Sekarang, skeleton tanpa nama memiliki 60% dan dengan nama memiliki 80%. Sungguh luar biasa!
Tanpa membuang waktu lagi, Natan membangkitkan Giant Knight yang diperdaya, dan memberinya nama. Akibatnya, 4 Skeleton Giant Knight itu memiliki level 490.
Natan menyimpan semua skeleton kecuali Kstaria Lebah yang membawa mereka terbang. Kemudian mereka berdua mendarat di kaki gunung.
"Paman, aku akan kembali sekarang. Besok, aku akan datang lagi dan melanjutkan perjalanan."
Adrian menganggukkan kepalanya dan berkata dengan sedih, "Baiklah. Paman aku menunggumu di sini ..." Ia menepuk pundak Natan, kemudian menoleh ke belakang. "Sayang sekali markasnya sudah hancur, jika tidak, Paman bisa tidur di sana dan menunggu."
Natan menggelengkan kepalanya. "Tidak perlu khawatir, aku memiliki cara yang lebih baik lagi." Ia mengarahkan tangannya ke tempat lain.
Bayangannya bergerak ke arah yang ditunjuk, pada saat itu juga terlihat ada 9 Mammoth Tank dengan Skeleton Knight, beserta Mammoth House yang sudah lama tidak dikeluarkan.
Skeleton Knight memasang Mammoth House dengan cekatan dan Skeleton Magic Archer berjaga-jaga di lantai dua dan rooftop. Level mereka sangat tinggi, 490, dan bisa membedakan bahaya. Dengan adanya ini, perjalanan Adrian tidak perlu ditunda dan Natan bisa datang keesokan harinya.
Adrian sudah bertekad untuk tidak perlu merasa terkejut seberapa banyak pun Natan memberikannya, tapi tekadnya dipatahkan dan terperangah saat melihat Mammoth House. Bahkan rahangnya hampir jatuh karena mulutnya yang terbuka terlalu lebar.
"Paman ..." Natan membangunkan Adrian dari kejutan. "Aku pergi dulu."
Adrian tersadar dan belum sempat berkata, tiba-tiba Natan sudah berubah menjadi bayangan, menghilang di depan matanya.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1