
Natan kalah dari segi jumlah, namun tidak dengan kekuatan, ia sangat yakin bisa mengalahkan Queen Bee dalam waktu singkat jika mengorbankan beberapa pasukan untuk menjadikannya sebagai bom.
Natan meminta skeleton yang menyerang dari jarak dekat untuk kembali bersembunyi dan bersiap-siap menyerang jika diperlukan.
Skeleton Queen Bee yang ia beri nama Sfi, Sfik, Sfika dan lainnya, mulai mengalami perubahan pada bagian inti tubuhnya; ada api berwarna biru yang semakin membesar dengan arus hitam yang menyelimuti, menciptakan sebuah pelindung berwarna hitam seperti sebuah zirah seperti baja tebal.
Bagian kaki-kakinya yang awalnya hanyalah tulang, sudah diselimuti oleh api biru yang membentuk jarum-jarum tajam seperti yang ada di kaki ayam. Dan, jarum lebah terlihat berubah menjadi biru dengan suhu yang sangat panas.
Queen Bee dan lebah lain mulai bergerak, tapi bukan bergerak untuk melakukan serangan, melainkan bergerak mundur untuk pergi dari sini; sepertinya mereka bisa merasakan kekuatan dari Skeleton Queen Bee. Apalagi dengan level mereka yang 472 dan berjumlah 30.
Jika saja Skeleton Squad masuk dalam Player, mungkin Top 500 akan diisi oleh Skeleton Squad yang levelnya dimulai dari 367 sampai 472.
Natan mengangkat tangannya, kemudian mengayunkannya ke depan. "Serang!"
Skeleton Queen Bee mulai terbang mengejar Queen Bee asli yang masih makhluk hidup dengan kecepatan penuh; angin bertiup kencang dan ada ledakan gelombang udara karena kecepatannya, ini seperti jet tempur yang tiba-tiba mempercepat lajunya.
Pasukannya terbang mengelilingi semua lebah dengan kecepatan penuh sampai menciptakan pusaran angin kuat yang mengangkat debu-debu di sekitar.
"Khakakak!" Skeleton Fire Mage mengeluarkan suara aneh dan melepaskan bola api saat terbang di atas lebah.
Booom!
Api yang dilemparkan langsung meledak, menyebabkan api menyala lebih besar lagi dan karena Skeleton Queen Bee berputar, api itu berubah menjadi tornado api yang mengurung semua lebah di dalamnya.
Natan yang berada di atas tembok merasakan suhu yang sangat panas, bahkan Health-nya sampai ikut berkurang karena suhunya. Tapi, pengurangannya terbilang sedikit jika dibandingkan dengan regenerasi. Kemudian, Queen Bee terlihat tidak bisa pergi dan satu per satu lebah mulai terbunuh karena sayapnya yang terbakar.
Boom! Boom! Boom!
Lebah mulai berjatuhan dari ketinggian langit, menimbulkan suara keras dan lubang besar di tanah yang di sekitarnya sudah bersiap Skeleton Magic Archer untuk menembak mati, atau bahkan terbunuh karena menghantam tanah dan terbakar.
Natan dalam posisi telungkup memegang Sako TRG Mana dan mengarahkannya pada Queen Bee. Ia bisa melihat satu per satu telur mulai menetas, tapi langsung terbakar hingga habis tak bersisa.
Ngung, ngung...
Natan bisa mendengar suara dengung yang berasal dari dalam tornado api; darah Queen Bee juga terlihat berhenti dan tidak lagi berkurang seperti sebelumnya.
"Kelemahannya menghilang?"
Bang!
Gelombang udara meledak di tengah-tengah tornado api yang menghempaskan api menjadi cincin merah yang menyebar ke segala arah; suhu panas yang menyebar mengubah hamparan rumput di bawah mulai mengering dan berubah menjadi abu.
Queen Bee yang sebelumnya tidak berdaya, kini sudah berubah dengan zirah besi berwarna emas yang melindungi semua tubuhnya. Telur-telur yang berada di bawah sayapnya sudah habis terbakar, dan terlihat sangat marah, ditandai dari mata yang memancarkan Mana oranye.
__ADS_1
Natan berdiri dari posisi dan melompat dari atas tembok; ia tidak bisa membiarkan Queen Bee menyerang pelindung yang mungkin tidak bisa bertahan dari serangan.
~Informasi~
[Nama : Beyza]
[Ras : Monster/Bee]
[Jenis : Queen Bee]
[Level : 500]
[HP : 8.877.050/20.550.00]
[MP : 930.302]
[Needle Shot Lv.09] — [Golden Armor Lv.06] — [Wind Blade Lv.08]
Tap...
Natan mendarat dengan posisi berlutut di atas Kori yang sudah menunggunya di bawah, kemudian ia terbang jauh ke arah selatan; ia tidak ingin pertarungan ini berada di dekat Armonia Guild yang bisa merusak pelindung.
Untuk meningkatkan Guild Barrier ke level selanjutnya, setidaknya membutuhkan 10 Inti Sihir berwarna Ungu yang merupakan kualitas Tinggi. Artinya, harus melawan monster dengan level 500, dan sekarang Natan baru mengumpulkan dua.
Beyza terbang memutar untuk mengejar Natan dari belakang; samar-samar ada pusaran angin yang berada di sekitar Beyza, yang kemudian melintas sangat cepat ke arah Natan.
Tiba-tiba ada tulang-tulang yang muncul sepanjang dua meter membentuk jarum; setidaknya ada sepuluh dan masing-masing memiliki kekuatan yang tidak perlu ditanyakan.
Natan mengangkat tangannya, lalu mengayunkannya ke depan; Bone Arrow yang muncul di sekitarnya mulai bergerak sangat cepat seperti cahaya putih.
Booom! Booom! Booom!
Asap tebal berwarna abu-abu terlihat saat pisau angin menghantam panah tulang; ledakan yang cukup keras juga cukup mengganggu telinga.
Whooooosh!
Tulang-tulang terlihat membelah asap tebal dan tidak ada tanda-tanda kerusakan pada permukaannya, tulang itu tetap utuh meski mendapat serangan dari Beyza.
Suara dengung kembali terdengar saat Beyza mencoba menghindari serangan, namun tiba-tiba ada rantai api yang muncul dari atas, bawah; kiri dan kanan juga ada rantai yang menahan pergerakannya.
Booom!
Tulang-tulang menghantam kepala Beyza dan memberikan damage yang cukup memuaskan, tapi belum cukup memberikan luka parah.
__ADS_1
"Beeeh!" Beyza membuka mulutnya dan menjerit karena rasa sakit pada bagian kepala maupun panas yang menyelimuti.
Natan tidak membuang kesempatan saat melihat Beyza yang membuka mulut, ia sudah membawa tikus kecil di tangan kanannya. Tanpa berlama-lama, ia melemparkan tikus tulang dengan kekuatan penuh; tikus itu melesat bagaikan bola besi yang ditembakkan dari senapan berat.
"Beee— Glup!"
Beyza menelan tikus yang dilemparkan Natan; ada perasaan gatal dan sakit saat menelannya, karena tikus itu terdapat duri-duri kecil pada bagian tulang yang merusak tubuh.
Natan mengangkat tangan ketika; jari telunjuk dan ibu jari terlihat bersentuhan. "Corpses Explosion!" Ia menjentikkan jarinya.
Suhu tubuh Beyza mulai meningkat dan samar-samar ada cahaya merah yang keluar dari matanya, ini seperti ada bola lampu yang berada di dalam tubuh Beyza. Hingga tak lama, ada suara ledakan keras yang berasal dari dalam tubuhnya, membuat tubuhnya sedikit membesar untuk beberapa saat.
Zirah emas terlihat retak dan asap hitam mulai membumbung keluar dari dalam tubuh Beyza. Gerakannya sudah tertahan dan tidak ada tanda-tanda berontak seperti tadi, Health-nya juga terus berkurang tanpa henti.
Pada bagian atas, ada belasan Skeleton Queen Bee yang berkumpul bersama dan di atasnya ada Fire Mage yang menggabungkan Mana mereka di tengah-tengah untuk membentuk serangan pedang api.
Natan memerintahkan Kori untuk terbang lebih jauh ke selatan, Beyza juga bergerak lebih jauh ke selatan karena skeleton yang ia perintahkan.
Ketika sudah belasan kilometer dari tembok bagian selatan dari Armonia Guild dan pedang api sudah benar-benar tercipta di langit, Natan kembali mengangkat tangan ketika setinggi mungkin.
"Meskipun tidak perlu mengangkat tangan, tapi aku rasa ada yang kurang jika aku tidak melakukannya."
Natan menarik napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya perlahan. "Jatuh!" Ia mengayunkan tangannya.
Pedang api yang di atas Beyza mulai bergetar menanggapi perkataan Natan, lalu melesat jatuh dengan kecepatan penuh ke arah Beyza.
Jleb!
Pedang itu menusuk Beyza hingga menembus sampai bagian bawah; Skeleton Squad yang berada di sekitar mulai menjauh dari tempat kejadian. Beyza terlihat tidak bisa berbuat apa-apa saat tubuhnya mulai jatuh ke tanah.
Booom! Duarr!
Beyza jatuh menghantam daratan dengan cukup keras dan menimbulkan ledakan, kemudian ada ledakan lain yang sangat luar biasa sampai asap membentuk jamur. Asap itu tidak sampai menembus awan, tapi setidaknya lebih tinggi dari tembok pembatas Guild.
Gelombang udara panas mulai menyebar ke segala arah; pepohonan maupun daratan mulai mengering hingga menjadi tanah tandus karena gelombang panas yang menyebar.
Natan yang berdiri di atas Kori, hanya diam mengamati semuanya tanpa berani mendekat. Ada sedikit trauma yang sepertinya tidak pantas disebut trauma, intinya ia hanya tidak ingin mendekat karena sudah pernah melihat hal semacam ini yang ia anggap biasa-biasa saja, tapi ternyata hampir membunuhnya.
Ledakan nuklir saat melawan Manta!
Natan menengadahkan kepalanya melihat langit biru. "Menurut kalender, sebentar lagi akan memasuki musim dingin. Aku tidak tahu apakah musim dingin masih mengikuti kalender, tapi, tidak ada salahnya bersiap-siap."
...
__ADS_1
***
*Bersambung...