Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 221 : Kesalahpahaman, dan Kekesalan Teman Lama


__ADS_3

Olivia tersenyum yang tidak terlihat seperti senyuman saat menatap Natan. "Sayang, apakah tubuh mereka terlihat bagus untukmu?"


Natan mendongak melihat sepuluh wanita yang berbaris tanpa melakukan gerakan apa pun, kemudian dia mengangguk dan menjawab, "Ya, tubuh mereka bagus, terutama da ... da ..." Ia menyadari sesuatu dan menundukkan kepalanya. "Mereka ... besar ..."


"Sayang..." Olivia memiringkan kepalanya dengan tangan menopang pipinya, dia tersenyum dan suaranya terdengar merdu seperti nyanyian saat dia memanggil Natan.


Tubuh Natan gemetar dengan keringat dingin yang membasahi.


Sepuluh wanita saling memandang ketika melihat Spathi, Player No. 01 gemetar ketakutan di hadapan wanita. Mereka mulai memikirkan apakah kejadian di Kota Surga benar-benar nyata, di mana Natan membunuh ratusan orang tanpa berkedip dan membunuh Penguasa seolah bukan apa-apa.


Mereka sendiri tahu Spathi, meski mereka terkurung di Kota Surga, mereka bisa membuka Forum dan meminta pertolongan, tapi tidak ada yang percaya, kalaupun ada yang percaya, tidak akan ada yang peduli. Meskipun ada yang tahu tentang Kota Surga dari Forum, orang yang datang tidak berniat untuk menyelamatkan, tapi bersenang-senang.


"Sayang..."


Natan mendongak perlahan menatap Olivia yang tersenyum. "Ya?"


"Aku tidak akan membahas mereka, tapi sesuatu yang lain." Olivia masih tersenyum menyeramkan.


Natan gugup, keringat dingin membasahi pakaian yang dikenakannya.


Olivia menyentuh bibir Natan. "Tadi saat kita berciuman, aku merasa ada rasa yang familiar menempel di bibirmu. Rasa ini seperti buah, tapi sedikit berminyak, ini lipstik, dan kami bertiga tidak memakai lipstik ini. Hanya ada satu orang, dan mengapa aku berani bilang hanya ada satu orang, karena dia sendiri yang bilang lipstik ini buatan sendiri ..."


Natan memiringkan kepalanya tidak memahaminya. "Jadi?"


Olivia mengusap bibir Natan dengan ibu jarinya, lalu mengendus ibu jarinya untuk merasakan aromanya. "Ya, ini lipstik yang biasa dipakai Ibu. Apa Ibu datang menemuimu?"


Natan terdiam dengan ekspresi kosong, dia tidak terkejut dengan kata “Mencium” karena saat dia berubah menjadi kecil, ibunya selalu mengecup bibirnya. Dia diam karena benar-benar tidak tahu, tadi hanya ada Ainsley yang datang menemuinya, dan Ainsley tidak memakai lipstik.


"Aku ... tidak tahu." Natan menggelengkan kepalanya.


Olivia terdiam, dia menoleh menatap Calista dan Vely, kemudian mereka bertiga mengangguk seolah memiliki pemahaman yang sama.


Ketiganya tahu bahwa Brianna benar-benar datang menghampiri Natan secara diam-diam dan mungkin menggunakan sihir. Adapun mengapa tidak muncul di hadapan langsung, mungkin belum waktunya, dan mereka tidak akan membahas ini lagi.


Calista melihat sepuluh orang, dia menunjuk salah satu pintu. "Jika kalian ingin mandi, kalian bisa masuk ke sana, kamar mandinya cukup besar."


Vely meletakkan tangannya di pangkal paha Natan. "Ini mengeras."


Natan mengangkat bahu dan berkata tanpa daya, "Ini normal, siapa pun yang melihatnya pasti akan tegang."


Vely melepas resleting celana Natan.

__ADS_1


Natan mengangkat tangannya, meminta skeleton untuk menutup daerah balkon dengan kain hitam tebal yang telah disiapkan menggantung, kain hitam yang bahkan cahaya tidak bisa menembus dan suara dapat dikurung.


Vely meminum teh dan memakan makanan ringan di atas meja, tapi tangan kirinya memainkan milik Natan.


Natan membuka Forum, melihat apakah ada berita tentang Kota Surga. "Ngomong-ngomong, apakah kalian memiliki keinginan lain? Seperti ingin membunuh naga, ingin melihat Bunga Darah yang dijaga ular, atau memintaku menangkap Megalodon?"


Hal-hal yang diucapkannya adalah keinginan mereka bertiga ketika sedang mengidam, itu membuat Natan pusing karena berbeda seperti ibu hamil pada umumnya.


Ketiganya menggelengkan kepala dan menjawab bersama: "Tidak ada."


Natan menghela napas lega, dia masih memiliki trauma tersendiri saat harus menyelam ke dalam Samudra Pasifik untuk mencari Megalodon. Terlalu banyak monster berlevel tinggi di sana yang hampir mengambil nyawanya, terutama banyak mata besar yang mengamatinya dalam kegelapan yang menambah kengeriannya.


Vely menyandarkan kepalanya di bahu Natan. "Maaf karena membuat permintaan yang aneh."


Natan tersenyum tipis, dia menyandarkan kepalanya di kepala Vely sembari merangkul bahunya. "Tidak apa-apa, permintaan istriku pasti akan aku penuhi."


Ketiganya tersenyum hangat dan merasa sangat senang ketika mendengarnya.


Calista mengusap perutnya. "Sayang, ingin laki-laki atau perempuan?"


Sampai usia kehamilan hampir tujuh bulan, mereka belum memeriksakan gender bayi yang akan lahir nanti.


"Sayang, aku juga." Olivia mengusap perutnya sendiri.


Natan tertawa kecil dan menyingkirkan meja yang menghalangi, kemudian dia membungkuk, mengecup perut Olivia. Kemudian dia kembali bersandar di kursi.


Kemudian Natan mengeluarkan sofa besar yang mampu menampung mereka berempat, sofa ini seperti tempat tidur karena bisa menaruh kaki di atasnya, yang membedakan hanyalah sandaran miring di belakang untuk menopang punggung.


Natan duduk di tengah-tengah dengan kaki terbuka; Olivia duduk di antara kaki Natan bersandar di dadanya dan Calista maupun Vely di sampingnya dan bersandar di bahu.


Mereka berempat melihat taman dari balkon setelah kain pelindung kembali dibuka dan Natan menutup resletingnya.


Natan sangat senang berada di tengah-tengah, dihimpit oleh tiga istri yang sangat cantik.


"Anu ..."


Natan menoleh ke belakang ketika mendengar suara yang terdengar merdu, kemudian dia membelalakkan mata dan batuk beberapa kali. Dia melihat kesepuluh wanita yang sudah mandi itu berdiri di sana tanpa mengenakan pakaian dan tidak ada sehelai benang pun yang menutupi.


Calista berusaha menoleh dan bertanya dengan terkejut, "Mengapa kalian seperti ini?!"


Natan berbalik kembali melihat taman. "Kita berbicara dengan bahasa negara kita, mereka berasal dari Inggris, Prancis, Jerman dan Jepang, mana mengerti bahasa yang kita gunakan. Mereka mungkin berpikir bahwa Calista meminta mereka mandi, kemudian datang untuk melayani."

__ADS_1


Calista menepuk dahinya, kemudian dia menjelaskan yang sebenarnya apa yang terjadi, itu membuat sepuluh wanita tertunduk malu. Dia menyerahkan pakaian yang disimpannya, lalu memanggil pelayan untuk membawa wanita-wanita ini keluar dari kamar dan memberikan kamar sementara di Istana Armonia, setidaknya sampai memahami tugas yang akan dikerjakan.


Olivia merasakan ada yang menekan pinggangnya, dia tersenyum dengan senyuman yang tidak bisa dijelaskan ketika menatap Natan.


Natan mengecup pelipis Olivia dan memintanya untuk tetap diam, tapi dia tahu, malam ini tidak bisa beristirahat dengan tenang.


...***...


—Keesokan Harinya—


Natan, Vely, Calista dan Olivia datang ke salah satu rumah makan di Kota Armonia yang dibangun oleh salah satu anggotanya.


Pada saat ini dia berada di bilik terpisah dengan pelanggan lain agar bisa makan dengan tenang, dia tertawa canggung seraya menggaruk pipinya saat melihat Andre yang menatapnya dengan mata terbelalak di seberangnya.


Paman, Bibi dan Lauren (Adik Andre) juga hadir di bilik yang sama, terdiam tanpa bisa berkata-kata.


Andre menunjuk Natan dan Vely dengan tangan bergetar. "Ka- Ka- Kau... Sial! Kau menikahi Guru Vely?! Sial! Aku tidak percaya ini, jika teman-teman sekelas tahu tentang ini, mereka akan mengutukmu!"


Vely Anindya sangat populer saat menjadi guru, banyak yang mengirimnya surat cinta, bukan hanya guru-guru yang satu atau dua tahun lebih tua, tapi bahkan siswa pun mengirimkan surat. Namun semua itu ditolaknya, dan ketika mereka mengetahui bahwa Vely pergi untuk melanjutkan studi, banyak yang patah hati.


"Kau bahkan membuatnya hamil! Sudah berapa lama hubungan kalian berlangsung?"


Natan memalingkan wajahnya menghindari tatapan Andre. "Juli, tahun lalu, dan usia kandungan mereka sudah memasuki bulan ketujuh."


Vely hanya diam dan tertawa kecil seraya menutupi mulutnya dengan tangan kanan.


Andre menoleh menatap Calista dan Olivia, lalu menghela napas saat kembali menatap Natan. "Kau juga populer di kalangan wanita, dan aku baru mengetahui kalau seluruh anggota Armonia Guild adalah wanita, mereka semua cantik-cantik. Apakah mereka semua istrimu?"


Buurrr...


Natan yang baru menenggak minuman, menyemburkannya ke arah Andre di depannya.


Andre menatap datar tapi ada kekesalan saat dia mengelap air di wajahnya.


Natan tertawa canggung, tapi kemudian dia menarik napas dalam-dalam. Sekarang, sudah waktunya masuk ke pembahasan serius, dia ingin mengetahui tentang Kota Surga langsung dari orang yang pernah ditahan.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2