
Ada perasaan dingin yang menyelimutinya saat menaiki Piramida ini, tapi anehnya perasaan dingin ini tidak membuatnya tidak nyaman, melainkan tenang seolah memang ini yang harus didapatnya.
Natan terus melangkah, tapi semakin dia naik, semakin dingin suhu yang membungkusnya, namun ini semua tidak membuatnya berhenti.
Ketika dia sudah sampai di atas, tiba-tiba kerangka itu mengeluarkan cahaya merah menyala di bagian rongga mata. Cahaya merah itu melesat, membentur dahi Natan.
Natan merasakan sakit di kepalanya, pusing yang memberikan menyerang membuatnya kehilangan keseimbangan, lalu dia jatuh membentur lantai dan kehilangan kesadaran.
...
"Di mana?"
Natan melihat sekelilingnya yang sangat gelap seperti ruang hampa, tidak ada apa-apa di sekitar, semuanya kosong tanpa ada cahaya. Dia tidak bisa merasakan ada tanah di bawahnya, dia meraba-raba, tapi tetap tidak menemukan ada sesuatu yang bisa disentuh.
Tidak lama kemudian, dengungan keras yang mengguncang telinga tiba-tiba terdengar.
Natan mengangkat tangannya untuk menutupi telinganya, tapi semua itu sia-sia karena dengungan itu langsung datang ke dalam pikirannya.
Kemudian, terdengar suara logam yang berbenturan seperti ada peperangan yang mengerikan. Aroma amis dari darah menyebar di udara, membuat rasa tidak nyaman memenuhi pikiran.
Natan tidak lagi merasakan dengungan yang mengguncang otaknya. Dia membuka matanya perlahan, dia menemukan pemandangan yang tidak biasa dan tidak akan pernah dilupakannya.
Melalui prespektif orang ketiga, Natan melihat peperangan yang mematikan dari langit.
Hamparan rumput yang luas, perah pecah menggunakan senjata dingin yang sangat kuno. Benturan logam terus terdengar, teriakan penuh semangat menggema sampai terdengar ke langit, tetesan keringat membasahi tubuh, darah mengalir membentuk aliran sungai.
Mayat-mayat tergeletak satu demi satu di tanah, rerumputan yang awalnya hijau dengan tiupan angin sejuk, telah berubah menjadi tempat terkutuk di mana hanya ada kematian.
Peperangan ini sepihak, kelompok yang terus terbunuh adalah ras aneh dengan tubuh seperti manusia, tapi telinganya panjang seperti Ras Elf, namun ada sayap di belakang telinga.
Musuh yang membunuh adalah monster-monster liar yang tidak memiliki pemikiran, hanya keganasan dan agresif dalam membunuh. Bagi monster-monster ini, semakin mereka membunuh, semakin darah mereka terbakar dan mendapatkan kekuatan. Jika rekan mati, mereka akan memakan rekannya untuk mendapatkan kekuatan.
Natan tidak bisa berkata-kata ketika melihat ini, tapi juga tidak tahu mengapa dia bisa ada di sini. Awalnya dia datang ke Afrika sesuai dengan intrusi ibunya, tapi baru beberapa jam datang, dia sudah masuk ke dalam tempat aneh ini.
Dia tidak bisa bergerak, hanya diam di sini dan menunggu. Emosi aneh merayap ke dalam hatinya saat melihat Ras “Manusia Sayap” yang terus mati di bawah serangan monster. Natan tidak tahu dari ras mana mereka, jadi dia hanya menyebutnya dengan sebutan “Manusia Sayap”.
__ADS_1
Tidak ada tanda-tanda akan berhenti, tapi tiba-tiba, Manusia Sayap ini bangkit kembali. Tubuh yang awalnya tidak lengkap, kepala yang terputus, kembali tersambung. Semangat mereka kembali naik, lalu membunuh monster dengan liarnya.
Natan mengerutkan keningnya. Dia memiliki kemampuan ini, tapi tentunya kemampuannya dibandingkan dengan yang dilihatnya kali ini seperti mainan anak-anak.
Tapi meski Manusia Sayap dihidupkan terus-menerus, jumlah mereka tidak banyak seperti monster yang datang tiada habisnya.
Kemudian, raungan keras tiba-tiba terdengar. Raungan itu seperti binatang buas yang marah, tapi anehnya bukan Manusia Sayap yang takut, melainkan monster-monster yang menyerang ini sedikit gemetar, mungkin karena tekanan aneh.
Manusia Sayap mengangkat senjata masing-masing, meneriakkan kata-kata aneh. Tapi dari nada dan ekspresi, harusnya kata-kata itu untuk menyemangati diri sendiri dan kelompok.
Natan melihat peperangan kembali berlanjut, Manusia Sayap terus mati di bawah serangan, tapi setiap kali ada raungan, mereka akan bangkit dari kematian dengan semangat dan tekad yang terungkap dari mata mereka.
Natan tidak jelas dengan situasi ini, mengapa Manusia Sayap bisa hidup, ini seperti abadi, apakah karena raungan? Kemudian dari monster, dia menemukan kalau monster-monster ini sama seperti monster yang menyerang Bumi.
"Apakah monster ini dikirim oleh Monster Ancestors?"
...
Tidak tahu sudah berapa hari, Natan terus melihat peperangan yang tidak membuahkan hasil, sudah ratusan kali pergantian siang dan malam. Bahkan meski Manusia Sayap bisa dihidupkan kembali dari kematian, tapi medan yang mereka pertahankan bukannya bertambah, tapi terus berkurang.
Dia mulai berpikir, apakah manusia di Bumi akan mengalami hal senada ini saat melawan Monster Ancestors kelak.
Crack!
Pada saat ini, tiba-tiba ada suara retak yang terdengar di langit. Kemudian Manusia Sayap yang terbunuh tidak lagi bisa bangkit seperti sebelumnya.
Karena suara retak ini, Natan bisa mengalihkan pandangannya dari pertempuran, seolah kunci yang mengikat kepalanya telah dilepas. Dia melihat retakan di langit, memperlihatkan kegelapan ruang yang tak terbatas.
Kemudian dari dalam kegelapan, ada cakar harimau berwarna emas dengan sayatan di tangannya. Sayatan ini sangat dalam, sampai memperlihatkan tulangnya yang besar.
Melihat dari ukuran cakar, sosoknya yang tersembunyi haruslah besar.
Tidak lama kemudian, sosok itu terlihat sepenuhnya.
Harimau berwarna emas yang terluka parah di sekujur tubuh, tidak ada tanda-tanda kehidupan sama sekali. Harimau itu jatuh dari langit, menghantam hamparan rumput.
__ADS_1
Jatuhnya harimau itu seperti ledakan bom hidrogen, gelombang kejut yang dihasilkan menyapu apa pun di sekitarnya dalam radius 50 kilometer persegi. Membunuh semua Manusia Sayap tanpa ada kemampuan untuk bangkit lagi, monster-monster yang menyerang tidak luput dari dampaknya.
Tapi kemudian, tiba-tiba tanah bergetar dengan retakan yang muncul, dan dari retakan di tanah itu monster-monster baru kembali bermunculan, menerkam harimau yang tergeletak dan memakan mayatnya sampai habis.
...***...
Natan membuka matanya perlahan, dia tidak lagi merasakan suhu dingin yang membungkusnya. Dia menahan tubuhnya untuk duduk, kemudian dia melihat sekeliling, dia kembali ke puncak altar, tapi alangkah terkejutnya dia saat melihat tidak ada apa pun di depannya.
Sebelumnya, di depannya ada kerangka harimau yang sangat besar. Kemudian ketika dia menoleh ke belakang, kerangka tulang yang bersujud telah menghilang sepenuhnya tanpa meninggalkan jejak sedikit pun.
Tiba-tiba, Natan merasakan perasaan tidak nyaman. Dia sangat yakin yang dilihatnya di sini tadi bukanlah ilusi, dia yakin tempat ini dipenuhi oleh kerangka tulang, tapi sekarang, semuanya kosong.
Natan mengeluarkan alat kecil dari kantongnya yang berbentuk seperti telepon genggam, dan melihat waktu di sana baru terlewat sepuluh menit semenjak dia masuk ke dalam tempat ini. Jika menghitung dari langkah yang diambil, harusnya baru beberapa detik semenjak dia naik ke atas altar.
"Apa ini?"
[Selamat kepada Player Natan Alexander karena telah mendapatkan Skill Rise of the Soul (Aktif)]
[Kemampuan yang memungkinkan pengguna untuk mengambil jiwa orang yang sudah mati lengkap dengan ingatannya. Dengan kemampuan ini, pengguna bisa mengambil jiwa orang mati dari tempat yang bernama Dunia Bawah di mana semua jiwa mati tersimpan. Jika jiwa yang diambil dimasukkan ke dalam media, jiwa itu bisa hidup. Dianjurkan untuk menggunakan tubuh hidup untuk membangkitkan jiwa]
[Pengingat: Jika Player memiliki kemampuan seperti Necromancer yang mampu membangkitkan mayat, maka mayat yang dibangkitkan bisa digunakan untuk media]
Natan tercengang ketika melihat informasi yang tiba-tiba muncul di depannya. Dari penjelasan panjang ini, singkatnya dia bisa membangkitkan mereka yang sudah mati, membangkitkannya kembali seperti semula. Ini seperti kemampuan White Mage yang bisa menghidupkan orang mati, tapi kemampuan White Mage hanya mampu menghidupkan orang hati yang baru mati dalam waktu tiga menit.
Tapi kemampuan Natan, maksimal bisa membangkitkan mereka yang sudah mati selama 100 tahun. Namun, itu apabila kemampuannya sudah maksimal, dan di sini kemampuan ini tidak bisa ditingkatkan dengan Point Skill.
"Apakah ..."
Tangan Natan bergetar saat mengetahui kemampuan ini, dia bisa membangkitkan ayahnya, tapi bukan ini yang membuatnya gemetar dengan ekspresi kaku.
"Harimau tadi, adalah ... Penjaga ... dia mati, mungkin karena ... Monster Ancestors."
...
***
__ADS_1
*Bersambung...