
Natan masih berada di tepi rooftop dengan teropong di tangan untuk mengamati zombie yang melarikan diri. Hingga tiba-tiba, ada yang memeluknya dari belakang dan ini mengejutkan Adrian yang sedang duduk.
"Natan~"
Natan menurunkan teropongnya dan menghela napas. "Ainsley, bukankah sudah aku bilang berkali-kali, jangan memelukku setiap kali kau datang. Bagaimanapun, aku sudah memiliki istri, bahkan tiga."
Adrian tahu sangat sulit untuk berkomunikasi dengan NPC Shop, bahkan suara mereka terdengar datar tanpa ekspresi, seperti sudah diprogram melalui bahasa mesin. Tapi, yang dilihatnya saat ini, bukan hanya memanggil keponakannya dengan suara manja, tapi memeluknya dari belakang seperti sepasang kekasih yang lama tidak bertemu.
Ainsley mengibaskan kepalanya ke kanan-kiri sampai penutup kepalanya terlepas, memperlihatkan rambut kuning cerah yang berkilauan dan telinganya yang runcing.
"Bukankah tidak masalah? Dari segi usia, harusnya aku setara dengan moyangmu. Bahkan, mungkin moyangmu seperti bocah kecil di hadapanku."
Adrian sedikit kesal, tapi tidak bisa berbuat apa-apa karena memang di hadapan NPC Shop, bahkan level tertinggi seperti bocah.
Natan mencoba melepaskan tangan Ainsley yang melingkar di perutnya, tapi sayang kekuatannya terlalu lemah dan tidak mampu melepaskannya. Ia menghela napas pasrah, membiarkan Ainsley melakukan apa yang diinginkan dan ia lebih memilih mengamati zombie.
"Ngomong-ngomong, Player Zombie ini berasal dari mana?"
"Ukraina." Ainsley menjawabnya langsung tanpa ada jeda saat sedang menggosok wajahnya di punggung Natan.
Ukraina? Natan mengerutkan keningnya, itu terlalu jauh dari tempatnya yang sekarang. Apalagi Rusia adalah negara besar, tapi, ia tahu bahwa hal itu mungkin-mungkin saja karena 80% manusia di Bumi sudah terbunuh, sehingga perbatasan sudah tidak lagi terjaga. Hanya kota-kota utama saja yang dijaga, atau beberapa shelter.
"Apakah kau ingin membunuhnya?"
Natan menganggukkan kepalanya. "Iya, tentu saja aku ingin membunuhnya. Aku juga akan mencari mereka yang mampu memperbudak orang lain."
Ainsley mengangguk kecil, tapi tidak berbicara lagi dan memeluk Natan lebih erat lagi. Ia mengambil kesempatan ini selagi Brianna tidak ada di sekitar. Biasanya, meski Brianna tidak datang, tapi sebenarnya selalu berjaga di sekitar Ainsley untuk menjauhkannya dari Natan.
Natan tidak bergerak, lebih tepatnya tidak mampu karena Ainsley tidak membiarkannya pergi dari sana. Hingga akhirnya Ainsley melepaskannya sendiri setelah waktunya habis, dan membiarkannya sendiri.
Natan merasa tulang rusuknya sedikit patah karena tekanan dari pelukan Ainsley yang terlalu kuat, itu hampir membuatnya berteriak jika ia tidak pernah merasakan hal yang lebih menyakitkan. Untungnya, ia membawa pil penyembuh dan dalam sekejap tulangnya yang retak sudah kembali.
Awalnya mereka di sekitar hutan, tapi tidak terlalu lebat. Sekarang, hutan yang mereka datangi banyak sekali pepohonan, tapi anehnya tidak ada sedikit pun suara yang terdengar. Ini seperti mereka berada di dunia lain, namun Natan tahu ini adalah tempat yang sangat berbahaya. Bahkan Adrian terlihat gemetar, mungkin kemampuannya yang mampu merasakan bahaya telah aktif.
__ADS_1
Adrian mengatur napasnya, kemudian berkata dengan pelan, "Ba- Bagaimana NPC Shop bisa sangat dekat denganmu? Bahkan kalian berdua mengobrol biasa."
Walaupun sudah berusaha untuk tetap tenang, Adrian tidak bisa menyembunyikan ekspresi takutnya.
Natan menoleh sekilas, sebelum akhirnya kembali melihat ke depan. "Aku juga tidak tahu, awalnya kami bertarung melawan naga dan mendapatkan telur naga. Dia memberi tahu bagaimana cara menetaskannya. Setelah banyak hal, dia sangat dekat dengan kami, bahkan makan bersama. Tapi ..."
Natan mengepalkan tangannya dan terlihat sangat kesal. "Jangan lihat dari tampilannya, dia sangat tua, menyebalkan, tidak tahu malu, dan mesum!"
Natan masih teringat jelas saat mandi sendirian dan Ainsley datang tepat di depannya, bahkan menertawakan bagian bawahnya yang saat itu mengerut karena kedinginan.
Adrian bisa merasakan bahwa Natan sangat kesal dengan Ainsley, tapi ia memilih untuk diam daripada bertanya dan malah menimbulkan masalah yang tidak perlu.
Natan mengeluarkan mayat tikus dari penyimpanan. Tikus yang dibunuhnya tidak berevolusi dan menjadi monster, karena itulah saat terbunuh, tubuhnya tidak menghilang di udara. Ia membangkitkan tikus itu menjadi kerangka tulang, kemudian membiarkannya pergi ke arah zombie lari.
Natan duduk di samping Adrian dan melihat layar di depannya. Layar kali ini bukanlah layar interface, tapi hologram yang memperlihatkan pandangan tikus. Ini adalah teknologi yang dikembangkan oleh Ayumi, yang memungkinkan untuk menguatkan pengawasan. Singkatnya, CCTV.
Adrian terpana melihat teknologi di depannya. "Siapa yang menciptakannya?"
"Adikku." Natan menjawabnya acuh tak acuh, kemudian menambahkan, "Dia membuat rangkanya, melebur Inti Sihir, membuat sirkulasi sihir dan lain sebagainya. Usianya, harusnya bulan depan akan berusia lima belas tahun."
Natan mengabaikan Adrian dan memilih fokus pada layar di depannya. Pandangan itu membawanya ke hutan yang lebih dalam lagi, dan samar-samar ada pergerakan dari balik pohon dan ternyata itu adalah zombie. Ada pula manusia yang bersatu, mata mereka nampak kosong seperti jiwanya telah menghilang.
"Mereka ..." Natan menghentikan perkataannya dan bisa menebak apa yang terjadi. Ada dua orang yang sedang dicarinya saat ini, tapi tidak berharap bahwa mereka berada di tempat yang sama.
"Player yang bisa mengendalikan zombie, dan Player yang bisa memperbudak mereka yang berada di level lebih rendah."
Adrian tidak tahu mengapa Natan sangat terobsesi dengan membunuh zombie kecil yang melarikan diri, tapi seperti biasa, ia tidak ingin menanyakan masalah ini. Bagaimanapun, lambat laun ia akan mengetahuinya sendiri.
***
Rabu, 12 November 2025
Natan dan Adrian tidak lagi menaiki Mammoth Castle. Mereka berdua berjalan kaki untuk menyelinap memasuki markas musuh.
__ADS_1
Setidaknya ada 3000 Zombie, 10 Giant Zombie, 12 Zombie Mutan, 2 Zombie King dan Player Zombie. Kemudian, 300 Player, 10.000 Player Rendah, dan Master Budak.
Natan berlindung di balik pohon, melihat Adrian yang berada beberapa meter darinya yang berlindung di pohon lain. "Paman." Ia memberi tanda untuk menyerang.
Adrian menganggukkan kepalanya. Levelnya saat ingin lumayan tinggi setelah mendapatkan bantuan dari Natan untuk membunuh banyak monster. Seperti membiarkannya mengambil serangan terakhir.
Adrian melihat Player yang sedang berjaga membawa pedang dan memakan daging tusuk. Ia sangat marah saat melihatnya, karena ia tahu bahwa daging itu adalah daging manusia yang diperbudak. Jika budak tidak bekerja dengan baik, entah itu menambang, membuat ramuan, menempa dan lain sebagainya, mereka akan dibunuh.
Dengan pengalamannya di medan perang dan ditambah dengan kemampuan yang dibelinya dari Ainsley. Ia berlari dengan cepat di atas permukaan salju, tapi tidak ada jejak yang tertinggal di sana bahkan suara pun tidak terdengar.
Tiba-tiba, Adrian sudah berada di belakang pria yang lebih besar darinya, tapi lebih lemah. Ia mengulurkan kedua tangannya dengan cepat, salah satunya menahan mulut pria di depannya dan tangan yang lain menusuk lehernya.
"Mmmf!—"
Natan melihatnya dari belakang, kemudian melangkah di atas permukaan salju tanpa meninggalkan jejak. Ia meminta Earth Mage untuk menggali tanah, kemudian mengubur mayat yang tergeletak dengan darah merembes. Ia menghilangkan semuanya.
Untungnya tempat ini dipenuhi dengan pohon, sehingga pihak lain tidak tahu jika mereka bergerak diam-diam.
"Paman, ada sepuluh orang bersenjata di arah barat laut. Jarak mereka tujuh puluh meter dari sini, dan mereka datang. Sepertinya, mereka membuat tim dengan orang yang baru saja terbunuh."
"Tapi, bukan hanya itu saja, ada seratus zombie dan salah satunya adalah Zombie Mutan."
Adrian menganggukkan kepalanya, kemudian mereka berdua bersembunyi di batu besar setinggi tiga meter.
Tempat yang mereka datangi ini bisa dibilang sebuah gunung, tapi juga bukan. Lebih mudahnya, seperti pohon dengan diameter 20 kilometer, dan memiliki tinggi 500 meter. Bagian dalamnya, terdapat rongga yang merupakan markas utama.
Natan yang awalnya membawa Sako TRG Mana, memilih untuk menyimpannya kembali karena musuh yang datang tidak terlalu jauh. Sehingga, ia merasa lebih baik menggunakan tangan kosong atau pedang. Bagaimanapun, sudah lama tidak bertarung jarak dekat.
Sekarang, Natan menemukan Zombie Mutan yang cocok. Tentunya, ia harus melakukannya!
...
***
__ADS_1
*Bersambung...