
"Setelah kita tiba di Longquan Mountain, aku merasa petualangan kita terlalu biasa. Dulu, kita menginap di tempat asing, di hutan maupun bangunan terlantar, dulu harus berhati-hati. Sekarang, hanya perlu menggunakan skeleton, dan jika berpetualang, kita bisa tidur di rumah berjalan."
"Terutama karena Population Increase Card pemberian Ainsley, kita jadi lebih banyak bersantai. Bahkan meski bukan kita yang membunuh monster, tapi kita tetap mendapatkan 30% Exp. Terdengar sedikit, tapi dengan jumlah pasukan yang berlimpah, kita mendapatkan hasil yang lebih baik."
"Bukankah tidak masalah? Lagi pula kita menyediakan tempat pelatihan, pengalaman bertarung tidak berkurang meski jarang turun ke medan perang." Calista tidak merasa ada yang salah dengan bersantai-santai seperti ini, karena memang tujuan awal mereka ke sini untuk mencari tempat aman yang bisa digunakan untuk bersantai.
Olivia mengangguk setuju, dan menambahkan, "Apa yang dikatakan Calista benar. Tidak perlu terlalu keras pada dirimu sendiri dan mengharuskan membunuh monster. Jika ingin pengalaman bertarung tidak menghilang, Natan bisa berlatih dengan Bibi. Bukankah Natan tidak pernah mengalahkannya?"
Natan terdiam tanpa mengungkapkan ekspresi. Walaupun dia tidak pernah menang dalam duel, tapi dia tetap kesal ketika diingatkan.
Vely tertawa kecil saat mengetahui perasaan Natan. Dia mengulurkan tangannya, lalu membawanya ke dalam pelukannya. "Olivia, kau terlalu kasar." Ia mengusap kepala Natan.
Natan memeluk erat pinggang Vely menyandarkan kepalanya di dada saat menatap Olivia di sampingnya. "Aku mengantuk."
Vely menepuk-nepuk punggung dan mengusap kepala Natan. "Memelukmu seperti ini mengingatkanku pada masa sekolah menengah pertama."
"Kau pernah memeluk Natan?" Yang Olivia tahu, dan ini dari Natan sendiri, tidak pernah memeluk orang lain selain orangtua sebelum Kehancuran Dunia. Karena itu, mendengar Vely yang teringat akan masa lalu, ini membuatnya terkejut.
Vely menggelengkan kepalanya dan meralat, "Bukan itu, saat aku menjadi gurunya dulu, aku pernah mengusap kepala dan punggungnya saat dia sedih."
Natan memeluk lebih erat lagi. "Aku sendiri tidak menyangka, guruku dulu, sekarang menjadi istriku."
Vely tersenyum manis. Dia juga tidak mengharapkan hal ini, Natan yang dia anggap sebagai adiknya sendiri, sekarang adalah orang yang paling dicintainya di dunia.
"Besok aku akan masuk ke Dungeon. Hanya di sana tempat yang bagus untuk berburu, dan aku baru mendapat pesan dari Ibu kalau Dungeon bisa ditingkatkan. Tapi kita harus menggelontorkan 20 Miliar Gold."
"Miliar ..." Calista merenungkannya, dan merasa harga itu tidak terlalu banyak. Apalagi di Dungeon ada sinar matahari, dan di sana lebih hangat. "Itu ide yang bagus, monster-monster di Dungeon hanya Level 400 — 500. Jika dinaikkan, monster di sana jadi level berapa?"
Natan menutup matanya sebentar, dia menikmati kehangatan pelukan Vely dan kelembutan yang mengenai pipinya. "Level 600 — 700. Yang awalnya 25 lantai, naik jadi 50 lantai."
"Level 700, kita bisa naik level di sana. Tidak perlu lagi membunuh monster dari luar, monster di luar bisa diserahkan kepada Harlod dan yang lain." Vely terus mengusap kepala Natan dan menepuk punggungnya.
Olivia melihat Vely yang dari tadi memeluk Natan. Dia mendengus dingin sedikit kesal. "Aku juga ingin memeluk Natan."
Vely menatap Olivia sebentar dan menunduk melihat Natan. Dia mengecup keningnya lembut, lalu menyerahkan Natan ke Olivia.
"Setelah itu giliranku." Calista juga ingin memeluk Natan, tapi terlambat karena Olivia memintanya lebih dulu.
__ADS_1
...
Natan kembali berganti di pelukan Calista setelah setengah jam. Sekarang dia benar-benar mengantuk dan akhirnya tertidur pulas, dia merasa sangat nyaman meski tidur dengan posisi duduk di sofa.
Vely, Calista dan Olivia tidak lagi berbicara, mereka memilih diam agar tidak membangunkan Natan yang tertidur.
...***...
—Keesokan Harinya—
Natan, Ayumi, Erina, Vely, Calista dan Olivia datang ke Dungeon Tower yang berada bersebelahan dengan Dungeon Material.
Brianna dan Ainsley juga ada di sana, mereka ada di sini untuk meningkatkan Level Dungeon. Walaupun yang mampu menaikkannya adalah Ainsley, tapi Ainsley tetap butuh bantuan Brianna.
"Sayang!" Brianna membuka kedua tangannya.
Natan memutar matanya malas, tapi dia tetap masuk ke dalam pelukan Brianna. "Ibu, aku sudah memiliki istri, masa Ibu selalu memelukku setiap pagi?"
"Tidak masalah." Calista menjawabnya sebelum Brianna bisa berbicara. "Melihat Natan yang seperti ini, kami merasa nyaman. Kami tidak ingin selalu melihat Natan yang serius, seperti tadi malam, kau sangat manja di dalam pelukan, itu sangat manis."
"Kau dengar itu?" Brianna menunduk menatap mata Natan. "Mereka bahkan tidak keberatan, dan bukankah Ibu sudah bilang? Natan adalah alasan mengapa Ibu berjuang, jadi biarkan Ibu memelukmu setiap saat."
"Anna! Cepatlah!"
Brianna menatap dingin Ainsley, lalu tersenyum tipis saat mengusap kepala Natan. "Sebentar lagi, aku harus mengisi semangat setiap pagi."
Ainsley berdecak kesal dan duduk di samping Ayumi yang sedang meminum susu kotak rasa stroberi, dan Erina meminum rasa coklat. Dia merasa haus saat melihat keduanya. "Bisakah kau memberiku susu?"
Ayumi terdiam sejenak dan ragu, tapi karena Ainsley selalu baik padanya dan terkadang membantunya berlatih, akhirnya dia mengangguk, memberikan susu rasa stroberi kesukaannya.
"Apakah Ibu selalu seperti ini?" tanya Ayumi.
Ainsley menatap Ayumi beberapa saat sebelum menjawab saat melihat Brianna yang memeluk Natan. "Sebelum dia bertemu dengan Natan, dia terus menangis setiap hari karena ingin bertemu, tapi dia tidak memenuhi syarat. Bahkan meski dia sudah datang dan berdiri di samping Natan, dia masih tidak diperbolehkan sebelum semua tugasnya terpenuhi ..."
"Jadi setelah menahan lebih dari setengah tahun, tentunya dia tidak bisa menahan diri lagi, dan setiap kali ada waktu, dia pasti ingin memeluknya."
Ayumi mengangguk kecil dan menundukkan kepalanya. "Walaupun Ayu merasakan sakit karena ditinggalkan Ayah saat berusia dua tahun dan Ibu saat berusia tiga belas tahun, tapi mereka meninggal secara normal. Ayu masih mendapat kasih sayang, berbeda dengan Kak Natan yang dari kecil sendirian."
__ADS_1
Erina menundukkan kepalanya dan nampak sedih karena dia belum bisa lepas dari bayang-bayang masa lalu di mana kedua orangtuanya mati.
Ainsley tidak tahan dengan ini. Dia memang tahu bahwa Ayumi dan Erina masih muda dan emosi yang tidak stabil, tapi untuk mudah sedih seperti ini, dia benar-benar ingin memukul mereka setidaknya sekali.
"Anna, kau sudah selesai?" Ainsley mendongak melihat Brianna.
Brianna melepaskan pelukannya, lalu memberikan kecupan hangat di kedua pipi Natan.
Natan tidak bisa menolaknya dan hanya menerimanya dengan lapang dada saat kedua pipinya tercetak bekas bibir yang menempel. "Ibu, bibirmu sehat-sehat saja, mengapa harus memakai lipstik."
"Jika Ibu tidak memakai lipstik, Ibu tidak bisa menandai Natan."
Natan menepuk dahinya, dan dia melihat istri-istrinya yang menatap Brianna dengan mata kagum. Dia tahu, istri-istrinya akan memakai lipstik mulai hari ini agar wajahnya penuh dengan tanda bibir.
Brianna dan Ainsley berdiri di depan Dungeon Tower dan sudah meminta semua orang di dalamnya untuk keluar dari sana, agar orang-orang di dalam tidak terluka ataupun bertemu monster level tinggi.
"Ainsley, aku merasa kau tidak perlu menggunakan Gold untuk meningkatkannya. Dungeon, itu adalah tempat yang digunakan untuk mengurung monster yang dikirim Monster Ancestors ke Bumi, tapi Penjaga menahannya agar tidak langsung turun. Aku menduga, kau bisa langsung mengubahnya agar monster level tinggi muncul di sini."
Ainsley memutar matanya. "Ya memang, tapi aku butuh Gold! Berbeda dengan kalian, kami butuh Gold untuk meningkatkan kekuatan. Kami membunuh monster tidak mendapatkan Exp, hanya mendapatkan Gold, dan itu pun sangat sedikit. Karena itulah, kami berdagang agar memiliki Gold yang bisa ditukarkan dengan Exp."
Natan tidak berharap akan adanya pengaturan tentang itu. Dia penasaran apakah ibunya sama.
Seperti memahami isi pikiran Natan, Ainsley menambahkan, "Anna tidak seperti itu. Karena dia lahir di Bumi, dia seperti Player pada umumnya, Gold yang dimiliki tidak bisa ditukar."
Natan akhirnya mengerti, lalu dia mengirimkan 50 Miliar Gold. Walaupun itu lebih banyak, tapi dia tidak merasa sakit. Anggap saja sebagai rasa terima kasih karena sering memberikan informasi, dan sudah menjaga ibunya selama ini.
"Ngomong-ngomong, Armonia Guild bisa menjual barang dengan harga +25%, dan membeli dengan harga -50%. Bukankah kalian akan rugi?" Jika Gold sangat berharga bagi Ainsley, harusnya tidak ada diskon membeli dan tambahan saat menjual. Tapi, Ainsley akan membeli dengan harga mahal, dan menjualnya dengan harga murah.
Ainsley mengangkat kedua bahunya. "Sudah aturannya, kami hanya menjalankan perintah.
Ainsley melambaikan tangannya saat melihat Natan yang ingin bertanya lagi. "Cukup, selesaikan ini dulu, setelah itu kau bisa bertanya lagi. Ngomong-ngomong, terima kasih atas bayarannya."
Mendengar itu, Natan mundur beberapa langkah dan membiarkan Brianna dan Ainsley mengelilingi Dungeon Tower untuk menggambar lingkaran sihir.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...