Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 246 : Keinginan untuk Bersama


__ADS_3

Natan berbalik dan mengeluarkan 4 Giant Knight serta 50 Ksatria Lebah, lalu mengeluarkan Giant Castle yang sudah diperbesar.


Giant Castle sebelumnya hanya berdimensi 200 × 200 × 30 meter, tapi sekarang berukuran 40 × 40 × 75 meter.


Natan membantu anak-anak naik ke atas Kori secara bergantian, dan istri-istrinya juga baik untuk menjaga anak-anak.


Anak-anak tersadar dari keterkejutan, tapi masih tidak percaya saat melihat gunung yang muncul di depan mata.


Natan tersenyum, lalu dia berbalik menatap Brianna. Tanpa mengatakan sepatah kata pun, dia memeluk erat ibunya.


Brianna terkejut, dia mengusap punggung Natan. "Ada apa?"


"Terima kasih." Natan memeluknya lebih erat. "Akhirnya aku mengerti mengapa ibu sangat senang membuatku menjadi kecil, ternyata memiliki seorang anak sangat membahagiakan. Ibu, aku ingin Ibu tetap di rumah, jangan kemana-mana lagi."


Brianna menepuk-nepuk punggung dan mengusap kepala Natan. "Ibu baik-baik saja, tapi Ibu akan memperlakukan Natan seperti anak kecil."


"Tidak masalah ..." Natan membalasnya tanpa ragu. "Kasih sayang Ibu, membuatku merasakan dunia yang hangat. Saat aku hampir mati, aku menyesal karena tidak melihat Ibu untuk waktu yang lama, sekarang aku tidak ingin merasakan itu lagi, aku ingin Ibu tinggal bersama kami."


Brianna tersenyum hangat, dia juga sangat senang saat mendengarnya. Dia sering mengamati putranya dari jauh, dan merasakan ada sesuatu yang meninggalkannya, tapi sekarang hal itu sudah kembali. "Apa kau yakin? Mungkin Ibu bisa mengganggu waktumu bersama istri-istrimu."


Natan melepaskan pelukannya. Dia menatap mata Brianna, mengusap pipinya dengan lembut. "Istri dan anak memang penting, tapi jika Ibu tidak melindungiku saat kecelakaan dulu, mungkin aku sudah mati, dan kalau tidak ada Ibu saat aku keracunan, aku juga akan mati. Ibu adalah pahlawan, dan tidak pantas bagiku untuk mengabaikan Ibu, aku juga ingin Ibu bahagia."


Brianna tertegun dengan mulut terbuka, matanya berkaca-kaca dan tidak dapat lagi menahannya. Air matanya mengalir membahasi pipinya. Bahkan saat anaknya sakit, dia masih bisa menahannya, tapi kali ini, dia benar-benar menangis.


"Sayang!" Brianna memeluk Natan dengan erat.


Charles melihat ayahnya sedang dipeluk, dia juga melihat neneknya yang menangis. "Ibu, mengapa Nenek menangis?"


Calista mengusap kepala Charles, dia mengatakan apa yang didengarnya, dan dia juga menceritakan tentang masa kecil Natan.


Mata Charles merah saat mendengarnya, dia bisa merasakan kesedihan ayahnya karena dia sendiri hampir mengalami rasanya kehilangan seorang ayah. Dia menatap Calista, lalu memeluknya. "Charles akan berlatih agar menjadi kuat dan membantu Ayah, Charles juga akan melindungi Ibu!"


Tidak baik menceritakan kisah yang menyedihkan untuk anak-anak, tapi Calista tahu mental anaknya berbeda, dan ini bisa digunakan sebagai pembelajaran untuk menghargai orangtua di masa depan nanti.


Brianna mengusap kepala Charles. "Terima kasih, tapi jangan berubah saat besar nanti. Ibu ingin Charles tetap mencintai Ibu."

__ADS_1


Charles mengangguk dalam. "Tentu, Charles sangat mencintai Ayah dan Ibu!" Ia mengecup pipi Calista setelah mengatakan itu.


Di sisi lain, Brianna melepaskan Natan dari pelukannya, dia mengusap air matanya. "Terima kasih, tapi Ibu tidak bisa berlama-lama, garis depan adalah peluang bagi Ibu. Ibu tidak bisa mengatakannya sekarang, tapi ini baik bagi kita semua." Ia mendekatkan wajahnya, menempelkan dahinya di dahi Natan.


Natan terdiam tanpa bisa mengatakan apa-apa, dia memikirkan alasan mengapa ibunya selalu pergi ke garis depan di saat NPC Shop (Orang dari Bumi) lain hanya tinggal dan menyelesaikan tugas sederhana. Bahkan NPC Shop yang dikatakan berasal dari tempat yang bukan dari Bumi tidak ingin pergi ke tempat berbahaya seperti itu.


Brianna mengacak-acak rambut Natan, lalu dia pergi ke Kori dan melompat ke atasnya.


Natan berbalik, tersenyum lalu melompat menaiki Kori seraya menyimpan Kuro di dalam bayangannya.


Kori mengepakkan sayapnya, lalu terbang meluncur sampai menimbulkan tiupan angin kencang.


"""Ayah!""" Anak-anak berteriak ketakutan dan memeluk Natan saat Kori melesat cukup cepat.


Natan memeluk mereka bersamaan, dia merasakan hangat di hatinya saat melihat anak-anak yang menggemaskan.


Brianna berdiri di atas Kuro yang terbang vertikal seraya memandangi area laut. "Ada monster kuat yang datang, monster ini harusnya tidak ada di sini, mereka berasal dari dimensi lain tempat Ibu bertarung. Nanti kau menjauh dan jaga semua orang."


Natan mendongak menatap wajah ibunya yang memperlihatkan ekspresi serius. Dia menganggukkan kepalanya tanpa banyak bertanya meski dia penasaran bagaimana monster itu bisa datang ke sini.


Sampai Kori mendarat di Giant Castle, barulah Natan tersadar dari pemikiran internal yang rumit.


Natan turun dengan hati-hati sembari membawa keempat anaknya: Charles dan Ling Wei dia apit di antara tangan dan pinggang seperti membawa belanjaan, Vera dan Octavia duduk di pundaknya yang lebar seraya memegangi kepalanya.


Saat turun dari Kuro, Charles langsung berontak dan melompat ketika dia melihat ada pohon buah kesukaannya di sini.


Ling Wei juga meminta turun, begitu juga dengan Vera dan Octavia.


Natan menurunkannya dengan hati-hati, lalu dia melihat Xia Feiya di sampingnya. "Sayang, biar Ayah yang menggendongnya." Ia mengusap kepala Xia Feiya dan memberinya kecupan di dahi.


Xia Feiya tersenyum hangat saat menyerahkan Jiang Shuya.


Natan menggendongnya dengan hati-hati, Jiang Shuya yang awalnya tertidur, tiba-tiba membuka mata perlahan.


Natan mencolek pipi Jiang Shuya dengan lembut, tapi Jiang Shuya tidak tertawa seperti yang diharapkan, melainkan menangis.

__ADS_1


"Ah!" Natan mencoba menenangkannya, tapi tidak bisa sehingga menyerahkannya pada Jia Meiya.


Jia Meiya mengambil putrinya, lalu memberinya ASI. "Putri kita lapar."


Natan menganggukkan kepala seraya melihat Jiang Shuya yang mulai meminum ASI langsung dari sumbernya. Tapi dia hanya melihatnya sekilas karena perhatiannya kembali tertuju pada Brianna yang selalu memandangi lautan.


"Apa monster ini benar-benar datang dari tempat lain?"


"Ya ..." Brianna menganggukkan kepalanya. "Monster ini cukup kuat, tapi tidak perlu khawatir, ada Ibu di sini."


Natan tidak pernah mengkhawatirkan dirinya sendiri, dia hanya takut istri dan anaknya jika terluka. Dia harus bersiap-siap, dia menandai semua anggota keluarganya dengan Skeleton Assassin, sehingga saat ada bahaya yang mengancam dan sulit diatasi, dia bisa mengirim mereka semua kembali ke Istana Armonia.


Natan membuka mulutnya ingin berkata, tapi dia berhenti saat melihat air laut yang surut dengan kecepatan yang bisa dilihat oleh mata telanjang. Tanda-tanda air surut ini seperti akan terjadinya tsunami yang ganas, karena air yang tertarik lebih dari 50 meter dari bibir pantai.


Dia melihat air laut di tengah-tengah naik membentuk gelombang dengan ketinggian 70-an meter dan itu terus bertambah dari waktu ke waktu.


Ketika gelombang sudah mencapai ketinggian 150 meter, gelombang itu jatuh dan menerjang apa pun di depannya.


Giant Knight yang terkena ombak tetap diam tanpa mengalami efek seperti getaran; Skeleton Ice Mage juga mengambil tindakan secara otomatis dengan membekukan ombak.


Walaupun gelombang ini cukup mengerikan, tapi perhatian Natan tetap berada di tengah lautan. Dia melihat monster berbentuk bola berwarna hitam dengan duri-duri tajam memenuhi, bentuknya terlihat jelas seperti Bulu Babi, tapi ada mata berwarna kuning dan merah di tengah-tengahnya yang memandangi Giant Castle.


Natan belum pernah melihat monster semacam ini, bahkan di lautan dalam.


"Ibu, apa monster di dimensi di mana Ibu bertarung seperti ini semua?"


Brianna menggelengkan kepala dan menjawab, "Tidak, tapi memang ukuran di sana besar-besar dan memiliki bentuk yang aneh. Ibu pernah melawan raksasa yang tidak memiliki mata dan mulut, tapi bisa berteriak."


Natan menarik napas dalam-dalam, dia mengeluarkan lebih banyak Giant Knight untuk melawan monster di depannya meski sepertinya tidak banyak membantu karena perbedaan level yang tinggi. Tapi, tidak ada salahnya mencoba...


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2