
Natan mulai merasakan adanya perubahan yang signifikan dan itu bukan hal yang baik. Dia merasa sebentar lagi akan ada bencana yang tidak semua kelompok bisa melewatinya, apalagi individual yang berkelana sendiri di luar sana.
Bencana ini mungkin akan menghilangkan 50% manusia yang tersisa, yang mana saat ini hanya tersisa ±500.000.000. Jumlah itu bukanlah jumlah manusia yang berasal dari Bumi, tapi tambahan dari tempat lain yang berasal dari “Dunia Putih”.
Memang dari waktu ke waktu terus bertambah, tapi pengurangannya pun tidak sedikit.
"Ada apa, Natan?"
Natan mendongak melihat Olivia yang datang ke arahnya. Olivia memakai pakaian pantai berwarna merah dan itu sangat minim sekali. "Aku mungkin akan keluar sebentar lagi, tapi tidak perlu khawatir, aku akan kembali dengan cepat."
Olivia mengerutkan keningnya, dia duduk di kursi panjang tempat bersantai di samping Natan. "Apakah ada masalah?"
Natan mengangguk kecil, tapi kemudian menggelengkan kepalanya. "Iya, tapi tidak terlalu besar, aku bisa mengatasinya segera."
Olivia sedikit khawatir, tapi karena Natan mengatakan demikian, maka dia hanya bisa mengangguk dan mempercayainya.
"Sayang! Bagaimana penampilan Ibu?" Brianna berdiri di depan Natan, membusungkan dada dengan kedua tangan berada di belakang kepala, dia berpose seperti model majalah.
Natan melihatnya sekilas, lalu menepuk dahinya seraya menundukkan kepala. "Ibu, bagaimana kau bisa berpenampilan seperti itu di depan putramu sendiri?"
"Apa salahnya?" Brianna memutar tubuhnya seraya mengibaskan rambutnya. "Yang lain memakai pakaian renang seperti ini, tidak ada yang salah."
Natan mendongak melihat Brianna yang hanya memakai pakaian renang seperti dalaman, berwarna hitam. Memperlihatkan pinggul ramping dan perut rata, kulitnya yang putih bersih tanpa luka. "Tapi, ukuran pakaian mereka sesuai."
"Hanya ini yang bisa Ibu temukan." Brianna menjawabnya acuh tak acuh, lalu dia melompat turun memasuki kolam renang.
Natan merenung sejenak, kemudian dia bertanya tentang hal gila. "Apakah Ibu tidak terpikirkan untuk menikah lagi?"
"Oh?" Brianna berbalik menatap Natan dengan kedua tangan bertumpu di tepi kolam renang. "Apakah Natan mengikhlaskan Ibu dengan pria lain?"
Natan membuka mulutnya, tapi dia tidak bisa mengatakannya dan memilih menelan kata-katanya kembali.
Brianna tersenyum tipis. "Ibu tahu Natan khawatir, tapi Ibu tidak bisa melupakan Ayah. Ibu juga tidak menginginkan hal lain, Ibu sudah sangat bahagia bisa melihatmu lagi, dan memiliki Natan sudah sangat cukup bagi Ibu."
__ADS_1
Ada alasan lain mengapa dia tidak bisa menikah lagi, di keluarganya ada aturan yang tidak bisa diubah, seorang wanita yang ditinggalkan tidak bisa menikah lagi. Tapi bukan berarti dipandang rendah, melainkan akan dipandang mandiri apabila suami yang meninggalkan karena meninggal, tapi jika bercerai, wanita itu akan dipandang rendah.
Brianna tidak tahu dari mana dan mengapa Keluarga Alexander membuat aturan seperti itu, tapi dia sendiri tidak terlalu peduli. Bagaimanapun, alasan utamanya karena dia masih mencintai Agam Indra Kumar. Kemudian, dia tidak ingin hubungannya dengan Natan menjadi buruk apabila menikah lagi.
Lagi pula, alasan dia bekerja keras bersama Ainsley karena ingin bertemu dengan putranya, bukan yang lain. Dia bahkan tidak berjuang untuk bertemu orang-orang dari Keluarga Alexander, yang dipikirkannya sejak awal hanya ingin bertemu dengan putranya.
Natan memalingkan wajahnya menghindari tatapan mata Brianna. Dia menarik napas dalam-dalam, berdiri dan melompat ke dalam kolam untuk menyembunyikan air mata yang mulai mengalir. Harus diakui, semenjak dia bertemu lagi dengan ibunya, dia menjadi orang yang lemah dalam artian tertentu, di mana dia tidak bisa menahan emosinya dan sering menangis.
Brianna tertawa kecil saat melihat Natan yang melompat ke air karena menangis. Dia menangkapnya dan memeluknya. "Jangan menangis, bukankah Natan selalu kuat? Bagaimana sekarang sering menangis?"
Natan menyandarkan wajahnya di dada Brianna, dia ingin membalas pelukannya, tapi tidak bisa. "Ibu mengatakan hal semacam itu, bagaimana bisa aku tidak terharu? Ibu tahu, setelah kematian kalian berdua, aku pernah berencana untuk bunuh diri, tapi karena pesan terakhir Ibu yang memintaku untuk terus hidup, aku bisa bertahan dalam badai besar ..."
"Adapun menikah lagi, Natan minta maaf. Habisnya Ibu bertindak seperti anak muda, itu sangat berbeda dengan usia Ibu yang sekarang. Natan mengira, Ibu ingin menikah lagi ..."
Brianna mengusap kepala Natan dengan lembut. Walaupun sedikit kesal karena masalah “Usia”, tapi dia menahannya. Dia melepaskan pelukannya dan berdiri di samping Natan, dia melihat Calista yang duduk di tepi kolam renang. "Calista, ambil foto kami berdua."
Calista mengangguk, dia mengeluarkan kamera khusus dari ruang inventaris, kemudian mengambil gambar Brianna dan Natan. "Jika tidak ada yang tahu hubungan kalian, mungkin orang akan menganggap kalian berdua kakak beradik."
"Oh? Benarkah, siapa yang terlihat lebih tua?" Brianna datang menghampiri Calista untuk melihat hasilnya.
Brianna tertawa terbahak-bahak, dia berbalik menatap Natan dengan senyum smug-face. "Kau dengar itu, “Kakak”?"
Natan menepuk dahinya sedikit kesal tapi tak berdaya. Dia masih belum terbiasa dengan sikap ibunya yang seperti ini, meski dari kecil tidak banyak berubah.
"Kak Natan memang terlihat lebih tua," tambah Ayumi saat melihat gambar yang diambil.
"Iya ..." Erina menganggukkan kepalanya berkali-kali dan menambahkan, "Ibu lebih muda."
Natan tidak bisa berkata-kata lagi. Dia memilih keluar dari kolam renang dan kembali berjemur di bawah sinar matahari.
Dia merasakan firasat buruk yang tidak dapat dijelaskan. Dia ingin bertanya, tapi sepertinya ini bukan waktu yang tepat, dia akan menanyakannya nanti setelah semua orang selesai bersenang-senang.
...***...
__ADS_1
—Antartika—
Jauh di dalam Antartika yang dingin, terdapat sebuah gunung es besar dan tinggi yang hampir menembus awan (apabila ada).
Bagian dalam gunung es, terdapat sebuah ruangan yang sangat besar dan hangat, mampu menampung puluhan ribu orang. Tapi, yang ada di sana tidak sampai dua digit angka.
Postur tubuh mereka seperti manusia, tapi kulitnya berwarna merah seperti terpanggang, dan ada tanduk yang tumbuh di dahi dengan telinga runcing seperti Elf. Tapi yang membedakannya dari Elf adalah dari telinga mereka yang lebih pendek, mata mereka yang berwarna merah, rambut berwarna hitam. Tentu, yang paling mencolok adalah tanduk.
Mereka ada enam orang, berdiri melingkar memandang batu melayang di tengah-tengah. Bentuknya seperti Batu Sihir, tapi dengan ukuran setengah meter. Memancarkan sinar dengan cahaya hitam, membawa perasaan yang tidak nyaman bagi manusia.
"Guardians dan Monster Ancestors sedang bertarung, kita bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk membuka dimensi penghubung dan memanggil Demon Lord."
Salah satu dari mereka berkata, dia adalah yang terlihat paling kuat, ditandai dengan tanduk iblis ganda dan ukurannya lebih besar dari lima lainnya.
"Ya! Tempat ini sesuai untuk kita tinggal. Mana tersebar di mana-mana, kita bisa menggunakannya untuk meningkatkan kekuatan. Jika kita menggunakan tempat ini sebagai markas utama, kita bisa membangun pasukan dan menguasai dimensi lain." Yang lain membalasnya.
"Bagaimana kekuatan di sini? Bagaimana perwakilan dari Guardians dan Monster Ancestors?"
"Kekuatan terkuat dari Monster Ancestors hanya Kelas C–5. Adapun Guardians, kami masih belum mendapatkan informasi tentang."
C–5 sama seperti Level 650. Kelas B adalah Level 700, Kelas A adalah Level 800, dan Kelas S adalah Level 900.
Yang terkuat mengangguk kecil ketika mendengar laporan itu, dan dia memiliki kepercayaan diri yang tinggi untuk menguasai Bumi.
Dia melihat semua anggotanya dan memerintahkan mereka semua. "Pergi, bunuh semua anggota Monster Ancestors dan Guardians, ambil Batu Sihir maupun darah mereka. Kita harus mempercepat koneksi antar dua dunia dan memanggil Demon Lord!"
"Baik, laksanakan!" Kelimanya membungkuk memberi hormat, kemudian mereka berubah menjadi bayangan hitam yang bergegas keluar.
Melihat bawahannya pergi, dia menganggukkan kepalanya dan mengamati Batu Sihir. Dia harus tetap berada di sini, melihat apakah ada perubahan Mana di Bumi. Jika Mana di sini tidak stabil, maka pembukaan dimensi harus ditunda sampai variabel yang mengganggu dibereskan.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...