
Natan mengamati layar hologram yang mengambang di udara dengan ekspresi serius.
Liu Xinmei juga mengamati bahkan sampai dia duduk tegap, tapi Natan terus menariknya untuk bersandar di dada bidang, sehingga dia hanya bisa menghela napas. Tapi, dia sangat senang, karena dari awal bertemu, dia sudah menginginkan hal ini, dia sudah menunggunya selama sembilan bulan.
"Kakak, hutan ini menyerap Mana dan vitalitas. Tapi karena skeleton hanya memiliki Mana tapi tidak dengan vitalitas, mungkin hutan ini menganggap skeleton adalah rekannya. Namun, Ayu masih ingin memastikannya dengan meminta kerja sama Kakak, bisakah Kakak mengendalikan skeleton ini untuk mengeluarkan Mana?" Ayumi memandang Natan yang memeluk Liu Xinmei.
Ayumi tidak merasa aneh atau marah ketika dia melihat ini, karena bagaimanapun, kakaknya masih sangat perhatian padanya, sampai sekarang masih suka menyuapinya saat dia duduk di pangkuan sambil mengusap kepalanya dengan lembut.
Ayumi berjalan menuju Natan, dia menatap Liu Xinmei. "Boleh gantian?"
Natan tersenyum tipis, dia mengecup pipi Liu Xinmei dan memintanya untuk duduk di kursi lain, kemudian dia mengangkat Ayumi untuk duduk di pangkuannya. "Bisa jelaskan mengapa Ayumi memintaku untuk mengerahkan Mana skeleton?"
Liu Xinmei tidak kesal saat Ayumi meminta gantian, dia sendiri sudah tahu kalau Ayumi dan Erina sangat penting bagi Natan, dia mengetahuinya dari Vely.
"Jika tebakan Ayu benar, hutan ini memiliki mekanisme tersendiri. Di Bumi sekarang banyak makhluk aneh, ada yang tidak memiliki vitalitas, tapi memiliki Mana dalam jumlah besar, ini sama seperti skeleton. Karena hutan ini tidak bisa mendeteksi adanya vitalitas di skeleton, maka yang terakhir hanya mendeteksi penggunaan Mana."
Natan mengangguk seraya mengusap kepala Ayumi, lalu dia mengendalikan memanggil Skeleton Fire Mage melalui Skeleton Knight.
Ketika skeleton mengeluarkan bola api, tiba-tiba sulur meluncur cepat seperti ular yang menerjang mangsanya, itu melilit skeleton dengan erat sampai terdengar suara derak tulang.
Natan memperlihatkan perubahan pada Skeleton Fire Mage, membiarkan semua orang melihatnya.
“Mana” yang dimiliki berkurang dengan kecepatan yang bisa dilihat oleh mata, dan untuk Health tetap pada tempatnya tanpa bergerak, tapi ketika tulang-tulang itu mulai retak, barulah darah yang dimiliki akan berkurang.
Pada saat Mana sudah habis dan terisi lagi, sulur itu akan menghisapnya sampai habis, tapi darah pada skeleton tidak berkurang sama sekali.
Natan merasakan sakit di dadanya ketika melihat skeleton yang dibesarkannya tidak bisa kabur dari sana.
"Karena kau sangat menyukainya, maka ambillah." Natan mengulurkan tangannya dan berkata, "Corpses Explosion."
Booom!
Skeleton meledak dengan nyala api yang besar, menghancurkan sulur yang mengikat dan mematahkan pepohonan di sekelilingnya yang berada di dekat ledakan; asap putih terlihat naik ke langit setelah tercipta lubang di bagian atas pohon yang padat.
Tidak cukup, Natan mengeluarkan Skeleton Fire Dragon untuk menangkap monster yang dari waktu ke waktu mendatangi Mammoth Castle. Setelah berhasil menangkap monster yang masih hidup, dia mengendalikannya dan melemparkannya ke tengah-tengah hutan.
__ADS_1
Tidak seperti skeleton, monster yang dijatuhkan, bahkan sebelum sempat menyentuh tanah, sulur-sulur akar yang menggantung di dahan pohon langsung meluncur, melilit monster dan menyerap vitalitasnya hingga kering.
"Hutan ini memang berbahaya." Natan menghela napas saat melihat pemandangan ini. Jika dia tadi memaksa masuk ke sana tanpa mendengarkan Ayumi, tidak peduli sekuat apa pun dia, dia pasti mati.
Natan mengecup kepala Ayumi dan berkata, "Terima kasih, jika Ayumi tidak datang memberi tahu, mungkin kita semua akan mengalami itu." Ia mengusap kepala Ayumi, lalu mengecupnya lagi seraya mencubit pipinya dengan lembut.
Ayumi tertawa bahagia, lalu dia melompat turun dari pangkuan Natan dan kembali masuk ke dalam rumah.
"Kakak." Erina berdiri di depan Natan dengan kedua tangan yang berada di belakang.
Natan terdiam untuk beberapa saat, kemudian dia tertawa kecil saat tahu apa yang diinginkan oleh Erina. Dia mengusap kepala Erina dan memberinya kecupan yang sama seperti Ayumi.
Xia Feiya diam di tempat, tapi kemudian memilih masuk mengikuti Ayumi dan Erina untuk bermain game di dalam.
"Jadi, tindakan apa yang diambil?" tanya Calista menatap Natan.
Natan terdiam sejenak, kemudian menjawab, "Mungkin mengirim lebih banyak skeleton dan meledakkannya di sana."
"Mengapa tidak Mana Bomb?"
Natan menggelengkan kepalanya dan berkata, "Kita tidak tahu apa Mana Bomb bisa menghancurkannya atau tidak, atau bahkan mungkin karena memiliki Mana dalam jumlah besar, semua pohon di sana menyerapnya langsung. Jadi lebih baik mengirim banyak skeleton dan meledak satu per satu."
Natan berdiri, dia membantu istri-istrinya yang sedang hamil. "Ayo masuk, di luar panas, adapun monster-monster di luar, biar skeleton yang mengurus mereka. Kalian hanya perlu memberikan buff secara berkala."
Vely, Calista dan Olivia menganggukkan kepalanya.
...***...
—Tengah Malam—
Natan sudah mengganti kasur di kamar kecil, yang awalnya hanya 1,5 × 2 meter, sekarang menjadi 2,5 × 2 meter, cukup keempat istrinya tidur bersama. Kemudian untuk sisa 1 × 2 meter, hanya diberi sofa kecil yang cukup satu orang untuknya berjaga-jaga.
Liu Xinmei yang tidur, mengerang dan bangun, dia mengedipkan matanya berkali-kali. "Sayang tidak tidur?"
Natan menggelengkan kepalanya. "Tidak, aku menjaga kalian semua, jika kau mengantuk, kau bisa kembali tidur."
__ADS_1
Liu Xinmei turun dari tempat tidur, dia berdiri di depan Natan dan melepaskan semua pakaiannya. "Boleh aku minta peluk dari belakang?"
Natan tersenyum, dia menarik Liu Xinmei ke pangkuannya dan memeluknya dari belakang. "Mengapa harus melepas pakaian?"
Liu Xinmei bersandar di dada Natan, menutup mata dan berkata, "Aku tidak ingin ada kain yang menghalangi."
Mendengar itu, Natan melepas semua pakaian. Dia menurunkan sandaran sofa agar lebih rendah, lalu bagian bawah sofa dikeluarkan untuk menahan kakinya agar tidak menyentuh lantai.
Liu Xinmei mengubah posisinya menyamping, meletakkan kepalanya di dada kiri Natan dan tangan kirinya di dada kanan Natan. "Tidak pakai baju, tapi terasa hangat."
"Ngomong-ngomong, aku sangat senang."
Natan menundukkan kepalanya. "Mengapa?"
Liu Xinmei mendongak, menekan-nekan pipi Natan. "Aku akhirnya bisa bersamamu, kemudian hubungan kita baru tiga hari, tapi sudah sampai seperti ini. Tidak, bahkan baru sepuluh menit, tapi kita sudah saling menyentuh tubuh di setiap incinya."
Natan terdiam, dia melihat langit-langit ruangan seraya membelai rambut Liu Xinmei. Dia sendiri tidak tahu apakah langkah yang dia ambil ini dapat diterima, awalnya dia selalu menolak, tapi ternyata sudah sangat dekat seperti ini.
Ini sama seperti saat bersama Olivia, dia selalu menolak, tapi tidak butuh waktu lama, dia tidak ingin berpisah, bahkan melakukannya hanya berduaan semalaman sampai pagi.
"Aku sudah bertanya pada mereka bertiga, dan sekarang aku bertanya padamu, apa tidak masalah memiliki banyak istri? Aku juga masih sangat muda, aku baru berusia 19 tahun."
Liu Xinmei merenung, kemudian berkata, "Di dunia seperti ini, wanita sudah menjadi komoditas. Jika lemah maka akan menjadi budak dan dipermainkan. Jika kuat, akan diburu untuk diambil menjadi bawahan, dan jika menolak juga akan diburu, tapi pada akhirnya, tidak ada tempat ..."
"Kemudian, sudah menjadi dasar bagi wanita untuk mencari pria kuat yang bisa melindungi, mencari pria kuat yang dicintai, mencari pria kuat yang bisa memberikan rasa aman, dan mencari pria kuat yang sangat menyayangi. Kemudian wanita yang berlindung di pria kuat, sesekali pasti akan berpikir “Apakah aku pantas?”, karena itu, mereka tidak masalah berbagi."
Liu Xinmei mendongak menatap Natan dan memberinya kecupan hangat di bibir. "Kau, memilikinya semua itu. Walaupun, pada saat itu menyukaimu karena tampang, tapi setelah mengenal lama, aku benar-benar ingin bersamamu."
"Sekarang, aku sangat bahagia." Liu Xinmei menyandarkan kepalanya, menutup mata. "Tapi, Vely, Calista dan Olivia tidak pernah berpikir bahwa mereka tidak pantas, mereka mengizinkanmu menambah istri karena nafsumu yang besar, dan mereka bertiga tidak bisa mengimbanginya."
Natan terdiam tanpa bisa berkata-kata, dia hanya membelai rambut Liu Xinmei, lalu dia menoleh ke kanan menatap Vely yang tertidur pulas. Dia mengulurkan tangannya, mengusap kepala Vely dengan lembut.
"Ngomong-ngomong, aku sudah mendapatkan informasi tentang hutan. Sekarang, hanya perlu meledakkan semua skeleton di sana."
...
__ADS_1
***
*Bersambung...