
Pasukan dalam jumlah besar menyeberangi sungai yang memisahkan dua wilayah, dan saat ini mereka sudah sampai di Wilayah Hob-Goblin. Tidak ada ketegangan saat melewatinya, meski sungai masih merah karena darah, tapi karena River Guard sudah terbunuh, mereka bisa bersantai.
Natan yang berada di belakang Annaya, mengepalkan tangannya penuh emosi. Setelah ini, dia bisa kembali dan bertemu dengan istri-istrinya.
Setelah dia berhubungan dengan mereka, dia yang biasanya acuh tak acuh, mulai bisa tersenyum dan merasakan kasih sayang. Terutama ketika mengetahui bahwa ibunya masih hidup, dia tidak lagi menyembunyikan perasaannya, dia selalu memperlihatkannya di wajahnya.
Ayumi dan Erina tahu perubahan Natan, tapi mereka tidak sedih, melainkan bahagia karena bisa melihat Natan tidak lagi tegang, tidak lagi menyendiri setiap ada waktu. Tapi, masih ada yang membuat mereka kesal, yaitu perhatian yang mereka dapatkan berkurang akibat datangnya Vely, Calista dan Olivia.
Natan merasakan emosi adik-adiknya. Dia menunduk, mengusap kepala mereka dan memberikan kecupan di atas dahinya. "Jangan khawatir."
Tidak berhenti, Natan kembali mengusap kepala mereka sambil berjalan di belakang Annaya.
Dia membuka obrolan pesan dan mengirimkannya pada adik-adiknya: “Apakah kalian khawatir tidak mendapatkan perhatian? Tidak perlu khawatir, aku menyayangi kalian lebih dari istri-istriku.”
Melihat pesan itu, mereka berdua tidak lagi kesal, melainkan bersenandung dengan senyuman kecil yang manis.
...
Pasukan mereka terus masuk sampai ke tempat yang sepi, dan sampai sekarang masih belum ada serangan tiba-tiba dari Hob-Goblin.
"Kalian semua, menyebar." Annaya memerintahkan semua pasukan untuk menyebar agar lebih mudah mencari musuh.
Sebelumnya, mereka bisa berkomunikasi jarak jauh melalui akar pohon. Tapi setelah mendapatkan teknologi yang dibawa Natan, komunikasi mereka lebih mudah tanpa penundaan. Dalam perang, informasi adalah segalanya, jadi jika ada penundaan dalam komunikasi bahkan selama satu detik, itu adalah kerugian besar.
Natan bergegas bersama adik-adiknya. Awalnya dia ingin pergi sendiri, tapi mereka memaksa ikut dengan alasan tidak percaya dengan para Elf.
Dia sendiri tidak tahu apakah itu hanya alasan belaka, tapi mengingat betapa benci dan kesalnya mereka terhadap Ainsley, dan Elf di sini adalah keturunan Ainsley, mungkin itu menjadi penyebabnya.
Natan berdiri di dahan pohon yang tingginya seperti bangunan tiga lantai. Dia melihat sebuah tebing yang jaraknya lebih dari 100 meter, dan ada gua di bawahnya yang dijaga oleh dua Hob-Goblin dengan tombak di tangan kanan mereka.
Natan mengerutkan keningnya. Yang dia tahu, Hob-Goblin berbeda dengan Goblin, mereka tidak tinggal di dalam gua, harusnya berada di tanah terbuka, dan bahkan terkadang memilih tanah kering dengan sedikit rerumputan.
Menggunakan cara biasanya, dia mengeluarkan mayat tikus dan membangkitkannya. Kemudian dengan hati-hati menaruhnya di dahan pohon, merayap turun ke tanah. Tapi dia tidak langsung memerintahkan untuk masuk, karena dari hutan ke tebing, tidak ada pohon, semak-semak bahkan rumput, sehingga itu bisa diketahui keberadaannya.
__ADS_1
Tikus itu menggali tanah sesaat setelah mendarat, kemudian melewati bawah tanah saat menuju ke dalam gua.
Menekan alat komunikasi yang menempel di telinga, dia memberikan informasi kepada yang lain. "Aku sudah menemukan gua markas mereka, dan aku akan mengirimkan gambar dari sudut yang berbeda pada kalian."
Sudut ini dari pandangan Natan, dan yang lain dari tikus yang berada di dalam tanah.
“Kemampuan Ayah luar biasa.”
Natan memijat tulang hidungnya sambil menghela napas tak berdaya.
Setelah pulang nanti, dia harus berbicara dengan Ainsley dan memintanya untuk mengatakan yang sebenarnya, sehingga semua kesalahpahaman ini cepat berakhir.
...
Tikus terus menggali tanah sampai berhasil memasuki gua. Keluar dari dalam tanah, itu berjalan di dinding gua dengan hati-hati.
Natan bisa mendengar langkah kaki, dan dengan penglihatan malam, terlihat belasan Hob-Goblin yang keluar-masuk, bolak-balik di tempat yang sama seperti sedang berpatroli.
Tidak ada yang menyadari tikus di antara semua penjaga patroli, membuat tikus itu terus berjalan dengan santainya.
"Apakah kalian melihatnya? Sepertinya di belakang tebing adalah markas mereka sebenarnya, aku tidak tahu ada berapa banyak. Tapi aku menyarankan untuk menyerangnya secara diam-diam. Tidak mematuhi aturan perang? Dalam perang, kemenangan adalah yang utama, tidak peduli cara apa yang kau lakukan, semuanya diperbolehkan."
Natan tidak tahu apakah Elf di sini bertarung dengan cara diam-diam atau terang-terangan, karena itulah dia memberi tahu mereka cara perang seperti ini. Tapi yang tidak diharapkan...
“Ya... Kami mahir dalam serangan diam-diam, terutama saat malam hari, entah berapa ribu musuh yang kami bunuh. Ibu juga mengatakan, gunakan cara apa pun untuk menang, bahkan jika itu mengancam.”
Mendengar balasan Annaya, Natan tertegun tak percaya. Meskipun dia tidak tahu cara Elf berperang, tapi dia sedikit berpikiran bahwa mereka akan menyerang dengan adil, tapi ternyata, sama saja, menghalalkan segala cara untuk menang.
Namun, dia merasa ini lebih baik.
Ketika tikus terus masuk sampai melewati sisi lain dari tebing, dia melihat dataran tinggi di depannya, sekitar 15 meter dari permukaan tanah yang sejajar dengan mulut gua. Kemudian dataran tinggi itu dikelilingi oleh pagar tebing, yang sepertinya terbentuk dari letusan gunung berapi.
Tikus itu keluar dari mulut gua di sisi lain tanpa menimbulkan suara. Naik ke tebing untuk melihat apa yang ada di atas dataran tinggi.
__ADS_1
Ketika sudah semakin tinggi, dari gambar yang diambil dari sudut pandang tikus, Natan bisa melihat apa yang ada di sana. Itu seperti desa High Orc, tapi ukuran lebih besar dengan jumlah yang lebih banyak, dan di tengah-tengah desa, ada podium yang dikelilingi oleh ratusan Hob-Goblin dengan sorak-sorai maupun jeritan.
Di atas podium arena, ada dua Hob-Goblin yang saling bertarung, bertarung di sini bukan untuk menang dan bangga, melainkan untuk hidup.
Mengapa Natan menebak demikian, karena dia melihat salah satu peserta sebelumnya yang kalah, terlempar keluar dari arena akan dibawa ke salah satu tempat dengan Hob-Goblin yang lebih besar.
Tempat itu sangat mengerikan, peserta yang kalah akan dihukum mati dengan alat Guillotine, dimana Hob-Goblin akan dipaksa tengkurap dengan kepala di antara dua bongkahan kayu, lalu pisau pemotong di atasnya akan jatuh memenggal kepalanya.
Tidak cukup disitu, Hob-Goblin yang telah terbunuh, akan dicincang dan dagingnya dibagikan ke sesama.
Bahkan meski Natan sudah sering melihat adegan berdarah, sudah sering melihat mayat yang tidak utuh, mati mengenaskan dan organ dalam yang berhamburan. Tapi ketika melihat Hob-Goblin yang memakan sesama, dia tidak bisa menahan mual di perutnya.
Tapi dia tidak mendengar suara mual dari para Elf, dan dari sini dia menyadari bahwa mereka sudah terbiasa melihat Hob-Goblin yang memakan sesamanya.
"Apakah kalian sudah pernah melihat pemandangan ini?"
Ada keheningan singkat sebelum Aniela menjawabnya mewakili Annaya: “Kakek, kami para Elf sering berperang melawan Hob-Goblin di tempat yang jauh dari River Guard. Saat kami membunuh mereka, mereka akan memakan rekannya yang mati, dan mereka yang memakannya akan mendapatkan kekuatan dari mayat yang mati itu. Semakin kuat mayat yang dimakan, semakin kuat pula kekuatan yang didapat.”
Natan mengangguk. Musuh kali ini lebih merepotkan dari yang diduga, jika terlalu lama, musuh akan bertambah kuat, jika dibunuh dengan mayat yang tertinggal, akan sama kuatnya. Membunuh tanpa meninggalkan tubuh ... bukan tidak mungkin, tapi banyak yang yang harus dikeluarkan.
Meski dia yang sekarang mengganggap uang hanyalah angka, tapi tidak untuk perkembangan wilayah.
"Haruskah aku menggunakan Boom Mana Level 600?"
Ayumi menoleh dan bertanya, "Apa Kakak serius? Setidaknya 10 Miliar Gold untuk membuatnya. Bukan hanya Batu Sihir, tapi logam untuk menahannya juga mahal. Pengaman, pengatur ledakan, sihir peningkatan dan lain sebagainya. Belum lagi butuh satu minggu untuk membuatnya satu."
"Bahkan meski pemasukan kita tiap harinya sudah ratusan juta karena skeleton terus membunuh monster di sekitar, tapi kita banyak keperluan. Proyek baru yang dikembangkan Departemen Alat dan Sihir bisa memakan 100 Miliar Gold—"
Natan menutup mulut Ayumi dengan tangannya. Jika tidak ditutup sekarang, Ayumi tidak akan berhenti, ini terjadi setiap kali mereka membahas proyek yang akan dikembangkan.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...