
Walaupun Natan sudah berhasil membunuh monster yang mengancam, ia tidak langsung kembali dan memutuskan untuk beristirahat sebentar di tembok, bahkan mungkin saja ia akan menginap di sini—agar lebih mudah dalan melakukan penjagaan.
Natan terlentang di atas tembok dengan kedua tangan menyilang di belakang kepala; memandangi langit biru indah dan menikmati terpaan angin segar yang menyejukkan. "Tadi malam, aku melakukannya, dan sekarang aku ingin melakukannya lagi."
"Status."
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
[Nama : Natan Alexander]
[Ras : Manusia]
[Usia : 18 Tahun]
[Level : 525 (236.800.030/470.000.000)]
[Job : Assassin/Necromancer/Marksman]
____________________________________________
[HP : [383.100/383.100] [40.558/m]
[MP : [141.350/141.350] [11.979/m]
____________________________________________
[STR : 3000 (+575+200+5550)]
[VIT : 650 (+545+200+650)]
[AGI : 500 (+558+50+250]
[INT : 700 (+550+300+840)]
[DEX : 400 (+575+250+200)]
[LUCK : 150 (+531+50+75)]
____________________________________________
[Point Status : 75]
[Point Skill : 153]
[Money : 3.239.992.367 Gold]
[Friend : 28]
__ADS_1
[Team : 9]
[Guild : 9]
[Forum : 99+]
____________________________________________
[Pasive Skill : ]
[Mapping Lv.Max] — [Inventory List Lv.Max (128/200 Slot)] — [Appraisal Lv.Max] — [Melempar Pisau Lv.03 (5/15)] — [Mana Control Lv.Max] — [Melompat Lv.Max] — [Tusukan Lv.Max] — [Tebasan Lv.Max] — [Shooting Range Lv.Max] — [Lock Target Lv.Max] — [Chain Reaction Lv.Max]
____________________________________________
[Active Skill : ]
[Stealth Lv.Max 35MP] — [Shadow Step Lv.Max 140MP] — [Increase Shot Lv.Max 70MP] — [Distance Vision Lv.Max 35MP] — [Night Vision Lv.Max 35MP] — [Back Stab Lv.Max 70MP] — [Trap Detection Lv.Max 35MP] — [Bullet Rain Lv.Max 105MP] — [Curved Shot Lv.Max 70MP] — [Bullet Explosion Lv.Max 175MP] — [Shadow Movement Lv.Max 75MP] — [Skeleton Master] — [Bone Wall Lv.Max 70MP] — [Bone Prison Lv.Max 105MP] — [Bone Arrow Lv.Max 75MP] — [Intimidasi Lv.Max] — [Sharp Eyes Lv.Max 70MP] — [Blind Lv.Max 70MP] — [Shadow Sword Lv.Max 70MP] — [Corpses Explosion Lv.Max 140MP]
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Natan tidak tahu apakah statistik seperti ini wajar, tapi jika Bumi masih sama seperti enam bulan yang lalu, harusnya kekuatan yang ia miliki sekarang mampu bersaing dengan nuklir. Tapi entah mengapa serangan-serangan yang ia lepaskan tidak terlalu berdampak pada Bumi, atau mungkin saja Bumi juga sudah diperkuat agar tidak hancur dengan mudah.
"Hari yang indah, bukan?"
"Bisakah kau jangan muncul tiba-tiba." Natan menolehkan kepalanya ke kiri, melihat Ainsley yang tidur di sebelahnya.
"Jika kau selalu seperti itu, terutama saat aku mandi dan tidur, aku tidak akan menahan diri lagi, aku akan menyerangmu. Bagaimanapun, aku adalah seorang pria." Natan tidak bermaksud melakukannya, ia hanya mengancam agar Ainsley tidak datang kepadanya di waktu yang tidak tepat.
Ainsley mendekatkan tubuhnya pada Natan. "Menyerangku? Apakah kau mampu, bukan hanya kekuatanku yang sangat besar, bahkan jika kau bisa menyerangku dan melemparkanku di tempat tidur, aku akan menghilang dalam waktu setengah jam ..."
Ainsley terdiam sejenak dan mendekatkan bibirnya di telinga Natan, kemudian melanjutkannya dengan cara berbisik, "Pada saat itu, kau akan kebingungan karena berhenti di tengah jalan."
Natan mendorong tubuh Ainsley untuk menjauh darinya, kemudian ia melompat turun dari atas tembok dan mendarat tepat di punggung Kori. "Aku pergi dulu! Sampai jumpa lagi!"
Ainsley tertawa kecil melihat Natan yang pergi darinya, kemudian ia menoleh ke kiri belakang; ada kumpulan Mana yang membentuk pusaran cahaya biru. "Kau di sini, sampai kapan kau menghindar darinya, Brianna?"
Manusia yang mengenakan jubah penutup wajah, mulai mengangkat pelindung kepalanya, memperlihatkan wajah cantiknya; rambut cokelat dengan mata biru muda, bibir merah merona menggoda.
Brianna menundukkan kepalanya dan mengangkat tangan kanannya yang terkepal di depan dada. "Aku meninggalkannya saat dia berusia empat tahun, bagaimana aku bisa dengan tidak tahu malunya datang kepadanya."
Ainsley menatap Brianna dalam diam untuk beberapa saat, kemudian menghela napas seraya menggaruk atas kepalanya. "Apa salahnya? Kau adalah Ibunya, lagi pula, saat itu kau memang sudah tidak tertolong. Jika dunia tidak seperti ini, kau akan terjebak selamanya di 'Sana'."
Brianna hanya bisa terdiam, memang saat ia meninggal dalam kecelakaan, ia tidak benar-benar mati, ia seperti sedang berada di suatu ruangan putih dengan ukuran kamar normal. Tidak ada apa pun di sana, semuanya kosong, kedap suara yang dapat mengganggu mental hanya dengan memikirkannya.
Kemudian, setelah menunggu belasan tahun, tiba-tiba tubuhnya memancarkan sinar dan tiba di Bumi yang sudah hancur.
"Kau bisa datang mengunjunginya besok, aku tidak peduli apakah kau ingin menggunakan nama asli atau menyamarkannya." Ainsley berbalik memasuki pusaran cahaya biru.
__ADS_1
Brianna masih tetap tinggal di atas tembok, melihat Natan yang terbang ke arah Longquan Mountain. "Jika waktunya tepat, Ibu akan menemuimu. Tapi ini belum waktunya, sekarang Ibu sudah seperti ini, dan kita tidak bisa berkumpul. Ayah juga tidak seberuntung Ibu, dia menjadi ... zombie."
Brianna berbalik mengikuti Ainsley yang sudah masuk ke dalam pusaran cahaya terlebih dahulu.
***
Natan yang terbang duduk bersila di atas Kori, menoleh ke belakang tanpa sebab; tidak ada seorang pun di atas tembok tempat ia mengobrol bersama Ainsley tadi. "Apakah hanya perasaanku saja? Aku merasa Ainsley sedang mengobrol."
"Entah mengapa aku merindukan Ibu. Jika Ibu masih hidup dan tahu aku melakukannya bersama tiga wanita di usia muda seperti ini, mungkin aku akan dimarahi habis-habisan."
Natan menghela napas panjang seraya menundukkan kepalanya; semua hanyalah angan-angan, tidak mungkin Ibunya masih hidup, ia sudah melihatnya langsung saat masih kecil. Ayahnya yang tertusuk pecahan kaca pada bagian dada dan leher, lalu Ibunya yang mendapatkan luka tertembus besi karena melindunginya.
"Kiyaak~"
Natan menundukkan kepala menepuk-nepuk punggung Kori. "Terima kasih sudah mengkhawatirkan keadaanku, tapi aku tidak apa-apa."
Wusshh...
Angin berhembus kencang dengan suhu yang cukup dingin, sangat berbeda seperti sebelumnya yang terasa hangat; bayangan-bayangan di daratan juga menghilang, menandakan bahwa tidak ada lagi sinar matahari.
Natan menengadahkan kepalanya, melihat langit yang terlihat mendung seperti hendak hujan. "Perubahan cuaca yang cukup cepat, apakah akan turun salju? Bukankah harusnya salju turun di akhir November, dan sekarang baru awal Oktober."
Natan mengetahui musim dingin di China bulan karena penelitian atau pengetahuan sendiri, melainkan bertanya pada Jia Meiya yang memang berasal dari China, meski berada di bagian selatan.
"Guild Barrier tidak bisa menghalangi salju, untungnya rumah-rumah dibangun dengan beton tebal dan bagian bawah lantainya diberi ruang seperti saluran air, kami bisa membakar kayu di bawahnya untuk menghangatkan ruangan ..."
"Tapi, cara itu terlalu merepotkan karena harus mengeringkan kayu, sepertinya kami harus membagikan pemanas dalam waktu dekat. Kemudian untuk peternakan, kami sudah membangun sebuah lahan seperti stadion, seharusnya bisa menampung mereka."
"Untuk pertanian, di dalam Dungeon ada dunia lain seperti Dungeon Tower, kami bisa menumbuhkan tanaman di sana. Tapi harus dijaga oleh Skeleton Commander dan Knight."
Kori terus terbang dengan kecepatan stabil, dan terbangnya tidak melalui hamparan rumput, melainkan di atas tembok kota. Natan memerintahkannya karena ingin melihat bagaimana monster-monster dari tempat yang berbeda, apakah mereka sudah terbunuh atau belum.
Natan mengangkat tangan kirinya; mengarahkannya ke arah barat. "Pergi."
Tiba-tiba ada bayangan hitam yang keluar dari bawahannya, bayangan itu berubah menjadi Skeleton Queen Bee yang terbang ke arah barat untuk mengecek keadaan di sana.
"Dengan Mana-ku yang sekarang, aku hanya mampu mempertahankan tiga ratus skeleton. Jika lebih banyak, Regenerasi Mana-ku tidak mampu mengikuti penggunaannya," ucap Natan kecewa—ia sangat berharap Mana-nya bisa pulih lebih banyak dalam waktu satu menit, tapi karena ia berada dalam posisi garis depan, ia harus mementingkan STR, VIT dan AGI.
Natan membuka layar interface dan melihat keadaan sekitar dari Armonia Guild; tidak ada monster berbahaya, semuanya bisa dikalahkan dengan mudah, bahkan bisa didiamkan dan akan terbunuh sendiri tertimbun salju. Tapi, saat salju sudah turun, monster yang muncul akan berbeda dan saat itu serangan yang diberikan akan lebih banyak.
"Semuanya sudah diperiksa, Gold Star, Light of Eternity dan Taiyang Guild juga bekerja di tempat masing-masing. Sekarang, saatnya kembali."
...
***
*Bersambung...
__ADS_1