Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 088 : Bai Meigui Guild


__ADS_3

Kedua kelompok turun secara bersamaan dari Longquan Mountain, seraya terus melepaskan serangan untuk membunuh monster-monster yang menghalangi jalan.


Dalam perjalanan ini tidak ada yang berjalan kaki, semuanya menaiki kereta atau hewan itu sendiri. Kuda yang dipelihara adalah bonus dari Achievement Guild, Kuda Tempur yang mampu membawa beban dengan bobot 300 kg di atas punggungnya.


"Calista, Olivia. Setelah selesai di sana, susul kami di tempat pertemuan."


Calista dan Olivia yang berada di Mammoth Tank lain itu menganggukkan kepalanya. "Baik."


Tim mereka mulai berpencar menjadi dua bagian, dengan Tim Penjaga yang berhenti untuk mengamankan jalur dan membasmi monster-monster terdekat.


Natan memerintahkan kepada Wizard yang menguasai Earth Wall untuk menciptakan dinding yang tidak terlalu tinggi, dan buat tempat lubang besar di arah utara agar bisa kembali dengan mudah apabila serangan monsternya terlalu banyak.


Natan melompat ke atas tembok di selatan, yang menutupi jalan utama, lalu berbalik melihat semua orang. "Mungkin kita harus menunggu selama tiga hari sebelum Tim Penyerang kembali ke sini. Dalam waktu itu, kalian bisa berlatih atau melakukan hal apa pun, tetapi harus tetap berada dibatas wajar."


"Baik, Ketua!"


Semua orang tahu apa yang dimaksud Natan, mereka bisa melakukan hal apa pun, tapi tidak dengan pelecehan. Hal ini sudah pernah dibahas bersama dengan semua perwakilan Divisi, yang diwakilkan oleh pemilik level tertinggi dari Job.


Natan duduk bersila di atas tembok, mengamati sudut-sudut kota dengan saksama, serta melihat Mapping agar lebih lengkap lagi pengamatannya terhadap pergerakan sekitar. Ia juga melihat layar interface yang memperlihatkan tim, untuk melihat bagaimana keadaan anggota timnya yang menyerang Guild 01.


"Rasanya berbeda, mungkin karena aku sudah terikat dengan mereka berdua. Bahkan jika mereka berdua kuat, aku sangat khawatir."


Natan menghela napas panjang, lalu menoleh ke belakang melihat Ayumi dan Erina yang duduk bersama, mendengarkan cerita dari NPC Magic Archer tentang kehidupan di Dimensi Lain.


***


Jum'at, 05 September 2025


Tiga hari berlalu semenjak hari keberangkatan mereka dari Longquan Mountain, selama waktu itu komunikasi terus berjalan tanpa henti, saling memberikan kabar mengenai keadaan Guild Armonia maupun Tim Penyerang.


Ada beberapa kendala saat awal-awal Player lain datang ke Guild Armonia, seperti merasa didiskriminasi karena tidak bisa tinggal di dalam kota, tapi setelah mendapatkan perlakuan yang sama, mereka mulai menerimanya dan bekerja dengan baik.


Walaupun NPC Guild membunuh banyak monster-monster, Point Exp yang diterima hanya untuk Guildmaster dan Team. Sehingga, level Player yang baru datang tidak bertambah. Ini lebih baik ketimbang semua Player mendapatkan hal yang sama, agar tidak terjadinya pemberontakan, meski itu tidak mungkin terjadi.


Natan sudah berada di tembok pagi-pagi sekali, menunggu kedatangan Calista dan Olivia. "Hah..." Ia menghela napas panjang, merasa sangat bosan karena monster di sini terlalu sedikit.


"Ketua?" Dean Edmund berjalan menghampiri Natan seraya membawa nampan, yang diatasnya terdapat cangkir dan teko keramik. "Apakah Anda ingin teh mawar?"


Natan menoleh ke kiri melihat Dean Edmund yang baru saja naik melalui tangga batu. "Boleh."


Dean Edmund meletakkan cangkir di atas meja bundar kecil di depan Natan, lalu menuangkan teh dari dalam teko secara perlahan agar tidak tumpah atau memercik ke arah Natan.

__ADS_1


Natan menghirup aroma dari teh, lalu menyesap teh itu. "Sangat enak."


Dean Edmund yang berdiri di belakang kiri Natan itu sedikit membungkukkan badannya dengan tangan kanan menyilang di depan dada. "Terimakasih, Ketua."


Natan kembali meletakkan cangkir di atas meja setelah beberapa kali tegukan, lalu ia kembali melihat layar interface di depannya yang melihat pandangan melalui Skeleton Hawk. "Tinggal beberapa jam lagi, mungkin tengah hari mereka akan sampai. Aku akan berpura-pura tidak tahu."


Natan terus menunggu di sana tanpa meninggalkan tempatnya, hingga beberapa jam kemudian, mulai melihat rombongan dari Tim Penyerang yang sudah kembali, mereka semua terlihat sangat sehat tanpa ada yang mati.


Tidak tepat jika mengatakan tidak ada yang mati, yang mati tentunya ada, tapi bisa dibangkitkan oleh White Mage saat itu juga, terlebih lagi ada 25 White Mage.


Natan berdiri saat melihat Calista dan Olivia yang berlari lebih dulu. Ia membuka kedua tangannya selebar mungkin, bersiap untuk menerima mereka berdua ke dalam pelukannya.


Calista dan Olivia yang hampir sampai di tembok itu melompat tinggi sembari berucap, "Natan!"


Natan menangkap mereka berdua dan memeluknya erat, lalu mencium kening mereka. Kemudian ia menunduk melihat keduanya sembari berucap, "Kalian bau keringat, cepat bersihkan tubuh kalian. Kami sudah membangun kamar mandi, lalu besok kita akan menyerang Bei Meuigui Guild ..."


"Ngomong-ngomong, aku senang kalian tidak terluka." Natan kembali memeluk mereka berdua, lalu melepaskannya dan menyuruh mereka untuk mandi.


Calista dan Olivia terlihat kesal, tapi tetap menuruti perintah Natan untuk membersihkan diri.


Ayumi dan Erina yang melihat itu tertawa kecil, lalu meminta pelukan yang sama pada Natan.


***


Sabtu, 06 September 2025


Kelompok Penjaga dan Penyerang sudah berkumpul, sekarang sedang bersiap-siap untuk pergi ke Bei Meuigui Guild, yang jaraknya sekitar enam puluhan kilometer. Dengan kecepatan mereka, setidaknya membutuhkan waktu dua jam untuk sampai.


Natan sudah meminta anggotanya untuk tetap dalam posisi dan meningkatkan kewaspadaan, bukan hanya karena monster yang berdatangan, tapi juga dari serangan diam-diam Player dari jarak jauh.


"Sudah lama tidak turun gunung, ternyata bangunan-bangunan di sini sudah tidak lagi berbentuk."


Natan melihat banyak sekali gedung-gedung tinggi pencakar langit yang runtuh, menjadi tumpukan batu yang hancur.


Wush! Bang!


Anak panah melesat tajam ke arah Natan, yang kemudian terdengar suara dentuman keras yang berasal dari anak panah yang menghantam pelindung sihir di depan Natan.


Natan mengangkat Sniper Rifle yang ia letakkan di atas punggung Kuro, kemudian mengarahkan senjatanya pada jalur serangan dari Archer. "Mati." Ia menarik pelatuknya.


Peluru Mana melesat sangat cepat mengarah pada pemuda yang mengenakan jubah hijau, di gedung berlatih 13 berjarak 500 meter darinya.

__ADS_1


"Curved Shot." Natan mengendalikan Peluru Mana untuk mengubah jalurnya, lalu menembus kepala pemuda yang mencoba melarikan diri.


"Tempat kita sudah diketahui."


Ketika mendengar ucapan Natan, semua orang mengeluarkan senjata. Magic Archer mulai berdiri di kereta masing-masing dan menarik tali busurnya, bersiap-siap untuk melepaskan serangan apabila melihat musuh yang datang.


Skeleton Hawk terbang di Kota Chengdu untuk mengamati keadaan Bai Meigui Guild yang merupakan salah satu atau bahkan Guild terbesar di Kota Chengdu.


Dari pandangan langit, Natan bisa melihat ratusan anggota Bai Meigui Guild yang berpatroli. Luas wilayahnya sendiri sekitar 20 hektar, atau 500 × 400 meter. Wilayah yang cukup luas untuk kota padat dengan bangunan tinggi.


Mereka juga menambahkan tembok setinggi dua puluhan meter, tembok yang cukup tinggi meski hanya sebatas Sihir Tanah.


Natan berdiri di punggung Kuro, mengarahkan Sako TRG Mana ke langit. "Increase Shot!"


Belasan Peluru Mana melesat naik ke langit yang tinggi, kemudian jatuh bagaikan hujan ketika Natan mengaktifkan Bullet Rain. Mulai terdengar suara jeritan sakit atau suara ledakan dari hujan peluru, serta getaran dari bangunan yang jatuh.


Wosh!


Angin bertiup kencang menerbangkan debu putih yang menghalangi pandangan semua orang, tapi untungnya Guild Armonia membawa Wizard, White Mage, Paladin yang bisa menciptakan dinding sihir, sehingga mereka bisa aman meski berada di dalam asap.


Mapping menangkap pergerakan Player lawan yang tidak beraturan, ataupun yang menghilang perlawanan karena mati tertindih bangunan yang runtuh. Tidak ada rasa kasihan atau rasa tidak nyaman saat melihatnya, karena Natan memang berniat ingin membunuh yang mengacaukan Guild Armonia, bahkan jika harus melawan satu dunia.


"Erina." Natan memberi tanda dengan mengangkat tangan kirinya.


Erina menganggukkan kepalanya, lalu mengeluarkan skill yang sesuai. "Cataclysm!"


Badai angin mulai bergerak kencang di depan Erina, menerbangkan asap putih yang berasal dari debu. Saat debu menghilang, terlihat bangunan-bangunan yang sudah runtuh menjadi reruntuhan.


Ayumi yang melihat itu langsung mengambil tindakan, ia mengangkat tongkat sihirnya, melepaskan serangan bola api yang jatuh dan meledakkan reruntuhan yang menghalangi jalan.


Natan mengeluarkan pedang dari sarungnya dan mengangkatnya setinggi mungkin. "Serang!"


Semua orang mengangkat senjata masing-masing, lalu Magic Archer yang berada di barisan belakang mulai melepaskan hujan panah ke dalam wilayah Bei Meigui Guild.


Knight, Spearman, Healer, Magic White, Wizard mulai berpencar, menyerang dari arah utara, timur laut, timur dan tenggara.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2