Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 023 : Membuat Guild


__ADS_3

Ketika mereka sudah melewati gerbang di balik Singgasana, terlihat mayat-mayat manusia yang tergeletak dengan jumlah yang lebih banyak dari sebelumnya. Jika menghitung dari lantai sampai saat ini, mungkin hanya tersisa dua puluhan Player saja dari Guild Elang Hitam.


Natan tidak peduli bagaimana hidup mereka, ia tidak akan mengampuni siapapun yang melukai adik-adiknya, bahkan saat di Pangkalan Militer, ia ingin membunuh kelompok mahasiswa, jika saja ia tidak menghargai Mayor Arief.


Berbicara tentang Mayor Arief, dari pertemuannya terakhir kali sampai saat ini, hanya meningkat lima level saja tanpa adanya peningkatan lain. Berbeda dengan adik-adik yang dibawanya, yang level mereka meningkat pesat, bahkan satu hari saja dapat menembus level 100.


"Kita akan beristirahat di sini sebentar, karena NPC Shop akan datang." Natan melihat waktu di jam tangan, kemudian duduk di anak tangga.


Natan membantu Erina untuk meningkatkan status yang merupakan status dari Job Paladin. Yang pertama tentunya adalah STR dan VIT, setelah itu ia membiarkan Erina mendistribusikan Point Status sesuai kehendak.


Erina yang duduk di sebelah kanannya menoleh menatap Natan. "Kakak, aku mendapatkan Job Alkhemist. Apakah itu bagus?" tanyanya penasaran.


Natan mengusap lembut puncak kepala Erina. "Tentu saja, kau bisa meracik berbagai ramuan, tergantung pada pengetahuan yang kau dapat. Biasanya, kau juga bisa mengetahui apakah Item Drop dari monster dapat digunakan sebagai obat atau racun."


"Sebelum itu, tolong buka ini. Aku tidak tahu apa yang berada di dalamnya, meski ini hanya level empat puluh, tapi setidaknya lebih baik ada daripada tidak sama sekali." Natan mengeluarkan peti kayu berwarna perak di depan Erina.


Natan sendiri tidak tahu tingkatkan hadiah yang didapat dari membunuh Dungeon Boss. Tapi dari World Boss sebelumnya, ia melihat adanya tiga warna, yaitu Perunggu, Perak, dan Emas.


Warna pada kotak itu seperti mengatakan kualitas dari hadiah yang diterima, tidak peduli berada dilevel berapa. Bisa saja hadiah level 80 namun berwarna Perak, dan hadiah level 100 berwarna Perunggu.


Erina membuka Kotak Perak di depannya, terlihat cahaya yang sama terpancar dari dalam kotak seukuran lemari pendingin minimalis. Kemudian dua cahaya perak terbang dari dalam kotak, melayang di udara, memperlihatkan layar interface bergambar pedang berwarna perak dan perisai.


[Sword of Light Lv.40]


[Pedang yang terbuat dari bahan berkualitas tinggi, satu tingkat dibawah Myrthril. Ditempa dengan cara Pemurnian bertingkat, melipat iron berkali-kali sampai semua kotoran menghilang]


[STR +4, DEX +4, +2% STR]


[Shield of Justice]


[???]


[VIT +4, Luck +4, +2% VIT]


Natan menganggukkan kepalanya saat melihat penjelasan dua hadiah yang diterima. Secara singkat, ia bisa menebak tentang Kotak Perak dan Emas. Kotak Perak hanya menambah 5% dari jumlah level, dan Kotak Emas menambah 10%.


Contohnya adalah Black Sword yang diterimanya, didapat dari membunuh Wordl Boss Lv.200, dan mendapat tambahan 20% STR. Kemungkinan, Kotak Perunggu hanya menambah 2,5%, atau bahkan tidak ada tambahan sama sekali, seperti salah satu perlengkapan yang dibelinya saat masih berada dilevel 82.


[Nama : Erina Adriani]


[Ras : Manusia]


[Usia : 14 Tahun]


[Level : 52 (250/14.000)]


[Job : Paladin/Alchemist]


[HP : 24.900 [24.900/24.900] [1807/m]


[MP : 4125 [4125/4125] [166/m]


[STR : 163 (+5+4+6)]


[VIT : 107 (+10+4+4)]


[AGI : 73]


[INT : 57 (+5)]

__ADS_1


[DEX : 75 (+10+4)]


[LUCK : 100 (+4)]


[Point Status : 0]


[Point Skill : 60]


[Money :  479 Gold]


[Friend : 2]


[Team : 0]


[Rank List : 9.997.989]


[Forum : 99+]


[Skill Pasif : [Memotong Lv.03 (0/15)] — [Menjahit Lv.02 (0/10)] — [Regeneration Lv.05 (0/25)] — [Medical Knowledge Lv.05 (0/25)]]


[Skill Aktif : [Light Shield Lv.05 (0/25) 45MP] — [Alchemy Lv.05 (0/25) 90MP]]


Natan benar-benar tidak ingin menebak bagaimana cara untuk mendapatkan Job, karena itu hanya akan membuatnya bingung dan bisa saja menjadi gila karena stress.


Natan membuka layar interface dan menekan informasi Erina, kemudian ia mengirimkan 5000 Gold. "Aku sudah mengirimkan sedikit uang untukmu, saat NPC Shop datang, kau bisa membeli apapun yang kau sukai."


Natan menoleh ke kiri melihat Ayumi yang sedang meminum minuman kesukaannya sembari bersenandung. "Apakah Ayumi juga ingin kuberikan Gold?"


"Hem?" Ayumi menoleh ke kanan menatap Natan. Ia menggeleng pelan dan menjawabnya, "Tidak perlu, Ayu sudah punya banyak Gold."


Natan menganggukkan kepalanya sebagai balasan.


Natan berdiri dari tempatnya duduk di anak tangga, berjalan menghampiri Vely. "Apakah ada cara untuk membangun sebuah Guild?"


Vely tersentak saat mendengar itu, kemudian menganggukkan kepalanya. "Ada Gulungan Guild yang hanya bisa dibeli setelah mencapai level seratus lima puluh. Gulungan itu dijual seharga lima puluh ribu Gold. Apakah Anda yakin ingin membelinya?" Ia membuka tangannya, memperlihatkan layar interface di depan Natan.


Natan terdiam sejenak membaca informasi yang tertera di sana. Guild hanya bisa dibuat oleh Player yang telah mencapai level 150, Guild terbagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama adalah pembuatan, tahap kedua mencari lahan, dan pembangunan.


Guild juga memiliki misinya tersendiri setelah dibuat, salah satunya adalah membangun pagar, yang mana disetiap pencapaian akan mendapatkan hadiah tertentu.


"Tentu!" Natan menekan tombol pada layar interface dan membeli Gulungan Guild.


[Transaksi Lebih dari 50.000 Gold Pertama]


[Reward : Buy -25% dan Sell +25%. Ditambah dengan informasi tentang dunia sampai dibatas wajar]


Natan terperangah saat melihat informasi yang tertera di layar interface, dengan segera ia mendongak menatap wanita berjubah di depannya. "Mengapa dunia berubah menjadi seperti ini? Apa maksud dari sistem level?—"


Vely mengangkat tangannya menahan Natan untuk tidak menanyakan hal-hal itu. "Hanya sampai dibatas wajar, tidak lebih. Lalu, hadiah semacam ini seharusnya tidak ada, ini hanya karena Anda adalah Player pertama dan teratas selama satu minggu penuh."


Natan terdiam dengan kepala tertunduk sembari mencengkeram jari-jarinya yang terkepal. Ia sempat bahagia karena bisa mendapatkan informasi, tapi ternyata informasi yang sangat ingin diketahuinya tidak boleh diungkapkan.


Tidak lama kemudian, ia mendongak kembali menatap Vely yang tidak tahu bagaimana penampilan wajahnya. "Berapa banyak manusia yang selamat?"


"Satu per tiga dari populasi dunia."


Natan tertegun saat mendengar jawaban yang tidak pernah diharapkannya. Jumlah populasi manusia di Bumi adalah 7.854.965.730, dan jika hanya satu per tiga yang selamat, maka setidaknya berjumlah 2.618.321.910, itu adalah jumlah yang mengerikan hanya dalam waktu satu minggu semenjak kehancuran dunia.


"Berapa banyak manusia yang Bangkit menjadi Player?"

__ADS_1


Vely terdiam sejenak seperti ragu untuk memberikan sebuah jawaban, tapi meski begitu, ia tetap memberi tahunya. "Satu per sepuluh dari manusia yang selamat adalah Player, dan lebih dari setengahnya tidak melanjutkan perburuan karena mental yang terganggu, maupun takut dan memilih mencari perlindungan."


"Hanya itu saja informasi yang dapat diterima!" Vely sedikit berteriak, meski dengan suara yang masih terdengar halus.


Natan terdiam sejenak, kemudian berucap pelan, "Baiklah ..." Ia menutup layar interface setelah membeli beberapa tanaman herbal, dan tidak membeli yang lain, termasuk skill.


Natan menunggu sampai dapat mengubah salah satu Job, barulah ia akan membeli skill lain.


Natan mengundang Erina untuk bergabung dalam tim, meski hanya sementara karena ingin membuat sebuah Guild. Ia merasakan akan ada bonus dalam membuat Guild, karena itulah ia mengundang Erina dalam tim, sebelum dikeluarkan lagi.


Ia membuka Inventory List, memilih Gulungan Guild dan menggunakannya.


Gulungan Guild melayang dari Inventorynya, bercahaya di udara kemudian layar interface lain muncul di depannya.


[Telah menggunakan Gulungan Guild]


[Masukan nama Guild Anda]


"Armonia." Natan menuliskan nama Guild pada kolom nama yang tertera di layar interface.


[Armonia Guild telah terbentuk]


[Apakah Player dalam satu tim ingin dimasukkan ke dalam Guild?]


"Ya!"


[Tanaka Ayumi, Erina Adriani dan Kuro berhasil bergabung dengan Armonia Guild]


[Global : Guild Pertama telah dibentuk]


[Reward : +10 All Stat untuk seluruh anggota Guild]


Natan tidak menyangka akan mendapatkan bonus stat sebanyak ini, terlebih untuk semua anggota guild. Ini adalah bonus yang sangat baik, dan membuat anggotanya akan menjadi lebih kuat lagi dari sebelumnya.


Natan membuka fitur-fitur yang ada di Guild, yang mana ada satu fitur yang menurutnya patut diperhatikan, yaitu menyalin salah satu kemampuan Guildmaster untuk bisa digunakan oleh semua anggota.


Ia ingin menyalin Inventory agar semua anggota bisa menyimpan barang-barang di Inventory Guild, namun ia urungkan karena kemampuan ini hanya ada satu di dunia.


Kemudian ada berbagai misi yang terkunci, yang akan terbuka setelah menentukan lahan dan membangun sebuah bangunan.


Natan menoleh ke kanan melihat Erina yang sudah mengenakan perlengkapan. Perisai perak dengan garis-garis halus berwarna emas dibawa di tangan kiri, dan pedang di tangan kanan. Mengenakan jirah wanita berbahan perak, dengan rok merah di atas lutut.


"Erina, aku akan mengeluarkanmu dari tim. Setelah kau mencapai level seratus, barulah aku akan membiarkanmu bergabung lagi. Apakah tidak masalah?" tanya Natan sembari mengusap puncak kepala Erina.


Erina menganggukkan kepalanya. "Tidak masalah!" Kesedihannya telah menghilang dan digantikan menjadi semangat.


"Kak Natan ..."


Natan menoleh ke kiri melihat Ayumi yang menarik mantel hitamnya, menatapnya dengan tatapan memelas. Ia tersenyum hangat dan mengusap kepala Ayumi, sama seperti Erina.


"Hehehehe..." Ayumi menutup matanya dan tersenyum bahagia.


"Sekarang, ayo kita naik ke lantai selanjutnya." Natan kembali melangkah naik, diikuti oleh Erina yang berjalan di belakangnya, kemudian Ayumi, dan Kuro yang berjaga di barusan belakang.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2