
Natan masih tidak bergerak; tetap berada di tempatnya melihat monster-monster yang terus lahir dan menyerang secara membabi-buta. Cukup dengan Skeleton Magic Archer, semuanya akan selesai, tidak perlu baginya untuk turun tangan secara langsung, apalagi menghadapi monster dalam jumlah ribuan.
Kecuali lawannya masih sebatas ratusan, itu akan turun ke sana. Terutama lawannya adalah level 600, mungkin ia akan sangat bersemangat untuk menghadapinya.
Bahkan jika Natan ingin mengembangkan kemampuan dengan bertarung, ia harus tetap berpikir dalam logika. Jika tidak memungkinkan untuk bertarung sendirian, maka gunakan Skeleton Squad, bagaimanapun, ia tetaplah Necromancer.
Tapi, untung menebang Pohon Monster, sepertinya akan menghabiskan banyak waktu.
"Untuk sekarang, kita tidak perlu bertindak. Biarkan Skeleton Squad yang melakukan tugasnya, aku sekarang ingin beristirahat." Natan berbalik, meninggalkan semua orang yang panik saat melihat monster yang mengamuk.
Dengan Skeleton Commander berlevel 504, bisa membunuh ratusan monster dengan level 300 sebelum terbunuh dan meledak karena kekurangan Health Point.
Natan berharap dapat menemukan monster yang mampu menyembuhkan, sehingga pasukannya akan terus hidup.
Berbeda dengan Natan yang acuh tak acuh terhadap monster, pihak keluarga Alexander beserta yang melayani, terlihat sangat ketakutan dan panik ketika melihat Monster yang mati satu per satu.
Natan pergi lebih jauh dan duduk di kursi di samping taman. Ia mengeluarkan meja di depannya, kemudian memakan bekal yang telah disiapkan beberapa hari lalu. Dalam menyantap makanan, ia berpikir tentang Ainsley. Meski kesal, tapi ia butuh informasi dari Ainsley, apalagi sudah lama tidak bertemu dengannya semenjak datang ke Mansion Alexander.
Natan bisa mengerti mengapa Ainsley tidak sering datang, itu karena banyak orang asing dan tidak baik apabila selalu bertemu. Bagaimanapun, Ainsley adalah orang asing yang datang setelah Kehancuran Dunia, bertugas netral untuk membeli dan menjual persediaan.
Jika Ainsley selalu datang setiap dua jam sekali ke Natan, mungkin akan ada kekacauan yang tidak perlu.
...
Giant Castle terus bergerak sampai lima kilometer dari Pohon Monster dan akhirnya berhenti. Mereka bisa melihat banyak kepompong maupun kuncup bunga yang menggantung di dahan pohon.
Aliran Mana yang dirasakan lebih kuat, bahkan untuk Player dengan Job yang tidak berhubungan dengan Mana masih bisa merasakannya. Ini menandakan bagaimana keganasan Pohon Monster yang mampu menyerap Mana di sekitarnya untuk menciptakan monster.
Natan memberi perintah pada yang lain untuk menyiapkan Meriam Mana dengan bahan bakar Inti Sihir.
Dengan ayunan tangannya, Meriam Mana ditembakkannya.
Whooooosh! Whooooosh! Whooooosh!
Cahaya biru seperti laser keluar dari setiap meriam, melepaskan serangan kuat yang mampu menghancurkan gedung setinggi Burj Khalifa menjadi reruntuhan batu.
Booom! Booom! Booom!
Tembakan laser biru itu menghantam dahan pohon dengan dedaunan yang lebat; asap mengepul dari tempat yang terkena serangan, tapi tidak seperti yang diharapkan, dampak yang dihasilkan tidak terlalu berarti, ini seperti api di lilin yang mencoba membakar kayu basah.
__ADS_1
"Jangan berhenti, terus tembak." Natan memberi perintah, bahkan mengeluarkan lebih banyak Magic Archer dan Fire Mage yang telah dibangkitkan.
Bagaimanapun, jumlah yang bisa dibangkitkan bertambah. Skeleton Squad Natan: 20 Skeleton Commander, 300 Skeleton Knight, 250 Magic Archer, 80 Fire Mage, 80 Earth Mage, 80 Ice Mage, 80 Water Mage, 15 Mammoth Tank, 30 Kstaria Lebah, 6 Giant Knight, 1 Giant Crocodile. Masih ada sisa 51 slot, tapi ia akan menggunakannya untuk membangkitkan Skeleton Lightning Mage, itu apabila ada.
Serangan demi serangan terus dilepaskan, bahkan persediaan bahan peledak milik keluarga Alexander juga dilemparkan.
Natan berdiri dengan tenang di antara Meriam Mana di kiri-kanannya. Pagar di depannya sudah diturunkannya. Tatapannya tertuju pada Pohon Monster; mengamati perubahan kecil.
~Informasi~
[Nama : Monsta]
[Ras : Pohon Dunia]
[Jenis : Pencipta Monster]
[Level : 650]
[HP : 247.677.000/250.570.775]
[MP : 8.760.302]
Natan tidak bisa berkata-kata melihat informasi tentang Pohon Monster yang sangat menakutkan. Jika ia bertindak gegabah dengan bergerak ke sana, bukan hanya gerakannya akan diperlambat, Mana dan Health-nya akan disedot dalam sekejap.
Tapi, untungnya skeleton yang menyerang tidak terkena efek dari Life Sucking Root, mungkin karena mereka tidak lagi dianggap memiliki kehidupan. Tapi, Mana Absorber tetap berefek pada Skeleton Knight yang dikirimkannya.
Tubuh skeleton itu bercahaya biru, kemudian ada kabut dengan warna yang sama sedang terbang ke arah batang pohon, mempercepat pertumbuhannya.
Natan tidak peduli lagi, mengirimkan semua pasukan jarak dekat termasuk raksasa yang tersisa.
Karena tidak bisa menyerang, Natan berniat untuk meledakkannya dengan Mana Bomb di pusatnya.
Natan mengerutkan keningnya, kemudian menoleh ke belakang melihat kehampaan. "Kau sudah datang?"
Mendengar itu, semua orang yang hadir tertegun; tidak mengerti mengapa Natan berbicara sendiri saat melihat tempat yang tidak ada seorang pun di sana.
Pada saat itu, udara sekitar berputar dan Mana berkumpul, membentuk pusaran cahaya biru. Darinya, terlihat ada seorang wanita yang mengenakan jubah hitam.
Ainsley, adalah wanita yang berada di balik jubah. Kecantikannya mengejutkan banyak orang, tapi kesampingkan dulu tentang kecantikannya, ini adalah pertama kalinya mereka melihat ada NPC Shop yang memperlihatkan penampilannya secara terang-terangan.
__ADS_1
Seperti tidak peduli dan menganggap semua orang adalah udara, Ainsley berjalan dan memeluk Natan. Ia menghirup udara dalam di dada Natan, mencium aroma tubuh yang membuatnya nyaman.
Calista terlihat marah melihat Ainsley. Ia memegang pundak Ainsley, kemudian menariknya agar Ainsley melepaskan pelukannya dari Natan. Tapi, seberapa keras ia berusaha, Ainsley tetap tidak bergeming.
Natan hanya diam membeku dan menghela napas pasrah. Dan, ia sudah mulai terbiasa dengan Ainsley yang memeluknya tanpa izin.
"Ainsley, apakah kau tahu di mana Anna? Aku sudah menunggunya selama ini, tapi tidak pernah bertemu dengannya lagi. Terakhir aku bertemu, itu lebih dari satu bulan yang lalu," tanya Natan.
Calista yang mencoba menarik Ainsley, berhenti berusaha setelah mendengar pertanyaan Natan. Ia sendiri sudah tahu siapa Anna karena mendesak Natan untuk menceritakannya. Ia takut jika Natan bermain dengan wanita lain selain mereka bertiga. Bagaimanapun, ia takut kasih sayang Natan akan berkurang.
Ainsley melonggarkan pelukannya saat mendongak menatap Natan. "Anna? Dia ingin datang, tapi tugas yang diberikan padanya belum diselesaikan semuanya."
Natan mengerutkan keningnya; tahu bahwa Ainsley berbohong kepadanya. Meski hanya sesaat, ia melihat pupil mata Ainsley yang melebar dan tatapannya tertuju pada arah kanannya seperti meminta persetujuan pada tempat kosong di sana.
Tapi, Natan tidak bisa memaksakan kehendaknya. "Baiklah ..." Ia mengusap kepala Ainsley, merasakan kehalusan rambut kuning cerahnya. Kemudian ia menoleh ke belakang. "Berapa banyak Pohon Dunia di Bumi? Apakah semuanya berjenis Pencipta Monster?"
Ainsley memiringkan kepalanya melihat Pohon Dunia (Pencipta Monster). "Ada beberapa, tidak semuanya adalah Pencipta Monster. Ada yang memberikan kehidupan, bukan membangkitkan kembali orang yang mati, tapi menyembuhkan penyakit, menetralkan racun dan lain sebagainya."
"Tapi, ada juga Pohon Dunia yang terkontaminasi seperti Pencipta Monster. Pohon itu disebut Awan Berkabut. Terdengar biasa, tapi kabutnya berwarna hitam dan apabila dihirup, organ dalam akan terasa sangat sakit seperti terbakar, kemudian tubuh meleleh dari dalam seperti meminum Aqua Regia."
Aqua Regia adalah campuran antara HNO3 dan HCl. Keduanya adalah cairan asam yang kuat dan sama-sama bersifat korosif. Mampu menghancurkan logam-logam masif macam besi dan baja.
Natan mengangguk, kemudian menunduk melihat Ainsley. Bibir mungilnya sedikit terbuka dengan warna merah muda, ada sedikit kilauan seperti pantulan cahaya pada air di bibirnya. Ia menghela napas, mendorong Ainsley dari tubuhnya.
Booom!
Tiba-tiba ada ledakan yang berasal Pohon Monster.
Natan melihatnya, terlihat ada akar-akar pohon yang berkumpul di satu titik membentuk raksasa pohon dengan ukuran yang sama seperti Giant Knight. Dan Pohon Monster itu tumbuh sebanyak satu setengahnya, dari 100 meter menjadi 150 meter. Darahnya pun bertambah sebanyak 50 juta poin.
"Ini ..." Natan tidak bisa berkata-kata, tetapi bukan ketakutan yang terlihat di wajahnya, melainkan kegembiraan karena melihat calon pasukan yang bisa dibangkitkan.
Akan sangat luar biasa apabila memiliki pasukan besar yang mampu mengendalikan tanaman.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1