
"Ibu, apa yang harus aku lakukan?"
Brianna merasakan sakit di hatinya saat melihat putra yang sangat dicintainya seperti ini. Dia berlutut di depan Natan, mengusap tangan putranya dengan lembut dan berkata, "Lakukan apa yang biasanya Natan lakukan, tidak perlu takut menghadapi musuh yang kuat. Jangan pikirkan tentang Monster Ancestors, ada Ibu yang akan melawannya."
Natan mendongak melihat wajah ibunya yang memperlihatkan ekspresi hangat dan penuh kasih sayang, itu membuat air matanya mengalir di sudut matanya, dan turun ke pipinya.
Brianna tersenyum, mengusap air mata yang mengalir di mata Natan. "Jangan menangis, kau sudah dewasa, dan sebentar lagi akan menjadi ayah."
Natan tersenyum masam dan berkata, "Tapi aku masih berusia sembilan belas tahun."
"Itu salahmu, Natan sendiri yang langsung menikahi tiga wanita sekaligus."
Natan tersenyum masam dan berdecak ketika mendengarnya. "Ibu yang terus datang dan meminta untuk memberikan cucu."
Brianna tertawa kecil. Dia berdiri, lalu duduk di samping Natan. "Sekarang, istrimu sedang hamil, jangan terlalu sering masuk ke Dungeon Tower. Kau bisa menaikkan level di sekitar. Ngomong-ngomong, informasi yang diberikan Ainsley salah. Bukan lima ratus juta manusia yang tersisa, tapi satu miliar, hanya saja sebagian besar dari mereka berada di dalam Dungeon."
"Memang, di Kota Chengdu ini tidak ada satu pun manusia lain selain kalian yang ada di Wilayah Armonia dan Aliansi, tapi di tempat lain masih banyak. Pemerintah bahkan menggunakan Dungeon sebagai tempat berlindung, mengasingkan diri dari dunia luar, di sana sumber daya berlimpah, dan mereka hanya perlu menahan agar monster-monster di lantai berikutnya tidak turun."
Natan tertegun ketika mendengar berita ini, dia tidak pernah berharap ternyata masih banyak manusia yang selamat, berbeda sekali dengan informasi yang didapatnya dari Ainsley, yang mengatakan kalau manusia yang selamat hanya tersisa 500 juta, dan itu sudah termasuk dengan mereka yang dipanggil dari “Dunia Putih”.
Brianna menarik kepala Natan agar bersandar di bahunya dan berkata, "Ibu tahu apa yang Natan pikirkan. Ainsley, dia mengatakan itu agar memberikan tekanan padamu sehingga kau bisa terus meningkatkan kekuatan. Meskipun ini bisa menjadi pedang bermata dua, terkadang ada yang diberi tekanan, mereka akan bersemangat, tapi ada juga yang sebaliknya, seperti mengakhiri hidupnya sendiri."
Brianna mengusap lembut kepala Natan dengan penuh kasih sayang. "Ngomong-ngomong, apakah Natan ingat saat kecil dulu? Natan bilang ingin menikahi Ibu saat besar nanti."
Tiba-tiba, wajah Natan memerah. Dia ingin bangkit, tapi tubuhnya ditahan sehingga dia tetap duduk di tempat. "I- I- Itu saat aku masih kecil, aku tidak tahu apa-apa."
Bibir Brianna melengkung membentuk senyuman yang tidak bisa dijelaskan. "Haruskah Ibu meminta Ainsley untuk memberikan sihir mengecilkan tubuh? Kau tahu, Ibu lebih suka Natan yang seperti itu, polos, manja, dan penuh tawa."
Tubuhnya menegang ketika mengingat kembali kenangan memalukan saat dirinya menjadi kecil. Bibir Natan gemetar saat dia berkata dengan getir, "I- I- Ibu, aku mohon ... jangan lakukan itu lagi."
Brianna tertawa kecil, lalu dia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan Natan yang menggunakan lengannya sebagai bantal. Dia mengangkat tangan kanannya, kemudian menjentikkan jari.
Tiba-tiba, cahaya di kamar mulai meredup sampai benar-benar gelap tak bercahaya. Kemudian ada kilauan cahaya kecil di langit-langit kamar, dan kilauan cahaya itu terus bertambah sampai memperlihatkan pemandangan bintang di malam hari.
__ADS_1
"Natan ingat, dulu setiap tahun kita akan pergi ke gunung. Melihat pemandangan seperti ini."
Natan merenung, kemudian mengangguk dan berkata dengan pelan, "Ya, dan saat itu, mobil kita terbalik."
Brianna terdiam tanpa kata, lalu menoleh menatap wajah Natan. Dia memeluknya erat, menepuk-nepuk punggung Natan. "Jangan ingat lagi peristiwa itu, sekarang, tutup mata dan tidur."
"Tapi ..."
"Tidur. Bahkan meski belum malam, tidak masalah, Natan sudah tidak pernah tidur siang, sekarang tidur seperti kecil dulu."
Natan terdiam sejenak, kemudian dia menghela napas dan menutup matanya. Dia mendekat ke tubuh Brianna, sampai hidungnya hampir menyentuh leher.
"Kau selalu seperti ini saat tidur dengan Ibu." Brianna menepuk-nepuk kepala Natan.
Walaupun Natan kecil selalu tidur sendirian, tapi setiap kali mimpi buruk, akan menyelinap masuk ke kamar ayah dan ibu, kemudian melompat di antara keduanya. Natan kecil akan selalu menghirup aroma dari leher ibunya.
Natan tidak menjawab, hanya diam dan tidak butuh waktu lama untuk membuatnya tertidur.
Setelah Natan tertidur, ada pusaran cahaya biru yang muncul di samping tempat tidur, dan Ainsley keluar darinya.
Brianna membenarkan posisi tubuhnya dengan pelan, kemudian berkata, "Mungkin ini terlambat dan dia sudah sangat dewasa, tapi menurutku, dia baru berusia lima tahun." Ia mengusap pipi Natan, lalu mendongak menatap Ainsley. "Untuk masalah selanjutnya ..."
Brianna terdiam sejenak melihat Natan yang tertidur pulas, kemudian mengangguk. "Ya, dia tidak bisa mendengar obrolan kita, jadi tidak masalah."
Ainsley mengangguk, dia melepaskan mantel hijau dan memperlihatkan pakaian tipis yang sama seperti Brianna, meski dengan warna yang berbeda. Dia mengambil kursi yang jauh di samping jendela, mendekatkannya ke samping tempat tidur dan duduk.
"Kita semua tahu ada beberapa Penjaga, dan masing-masing menjaga “Dunia” yang berbeda. Salah satu Penjaga yang terlemah dan terus melemah, telah terbunuh."
Brianna tertegun dengan mulut terbuka, kemudian menarik napas dalam-dalam dan berkata, "Penjaga terlemah setidaknya dua kali level puncak. Jika Player memiliki level semacam itu, itu sekitar Level 1.998. Siapa yang membunuhnya?"
"Tangan kanan Monster Ancestors."
Brianna menghela napas lagi.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong, Penjaga yang mati memberikan sebagian kekuatannya ke Penjaga Bumi, dan akan memberikan kepada siapa pun yang mampu mempertahankan posisi seratus teratas selama satu tahun di mulai hari ini." Ainsley kembali berkata, awalnya dia tidak ingin mengungkapkan informasi ini, tapi menurutnya tidak masalah karena dia mengenal baik Brianna.
Brianna mengangguk kecil, dan dia merasa masalah ini sangat penting. "Apakah kau akan memberi tahu berita ini ke semua Player? Lalu bagaimana dengan Penjaga? Apakah dia memiliki pemikiran untuk menyebarkannya seperti yang sudah-sudah?"
"Tidak mungkin." Ainsley menggelengkan kepalanya, dan berkata, "Penjaga juga tidak lagi memberikan tekanan pada manusia. Sebelumnya dia memberi pemberitahuan untuk membuat manusia terus meningkat, tapi itu juga pedang bermata dua, banyak manusia saling membunuh hanya demi kekuatan. Karena itu, dia tidak lagi membuat pemberitahuan, dan biarkan mereka yang ditakdirkan yang mendapatkannya."
Brianna mengusap kepala Natan, lalu menarik tangannya perlahan-lahan agar tidak membangunkannya. Dia mengambil selimut, lalu menyelimuti tubuh Natan.
Brianna berdiri, berjalan menuju balkon dengan Ainsley yang mengikuti. Kemudian dia duduk di luar, memandang pembangunan kota yang bisa terlihat dari tempat ini. "Apakah Raja Iblis yang membunuh Penjaga? Bahkan meski Penjaga melemah, harusnya dia tidak mudah dibunuh, apalagi oleh Raja Iblis yang hanya sedikit lebih kuat darimu."
Setelah beberapa tebakan dan informasi yang didapat maupun bukti-bukti setelah membunuh Iblis, mereka menemukan bahwa Raja Iblis berada dalam kubu yang sama dengan Monster Ancestors.
Ainsley duduk di samping Brianna, menghela napas dan berkata, "Penjaga ini tidak seperti di sini, kekuatannya terus melemah setiap hari, dan makhluk hidup yang dijaganya terus terbunuh sehingga tidak ada energi kehidupan yang membantu meningkatkan kekuatannya. Kemudian, dia terluka parah, Raja Iblis memanfaatkan kesempatan ini, menyerangnya diam-diam menggunakan racun."
"Energi kehidupan." Brianna merenung sejenak sebelum melanjutkannya: "Jika tahu bahwa Penjaga membutuhkan manusia, mengapa Penjaga membuat semua manusia saling bersaing. Ini terlalu bodoh."
“Maaf, aku terlalu terburu-buru dalam bertindak. Aku hanya berharap manusia membunuh monster, tapi tidak menyangka mereka akan saling membunuh.”
Suara ini tiba-tiba datang di dalam benak Brianna dan Ainsley, suaranya seperti pria yang masih muda. Tapi dalam segi usia, mungkin sudah setua Bumi atau bahkan lebih.
Keduanya terdiam dan saling memandang ketika mendengar suara yang datang di benak mereka berdua. Mereka jarang sekali berhubungan dengan Penjaga, dan biasanya Ainsley yang merupakan eksistensi kuat yang hampir menyamai Penjaga terlemah, hanya bertemu satu atau dua kali.
Penjaga sendiri adalah bentuk kehidupan karbon tingkat keempat.
Tingkat Pertama adalah mereka yang berada di atas manusia normal, mungkin dari Level 001 sampai Level 500. Tingkat Kedua adalah mereka yang sudah bisa dianggap sebagai penguasa, memiliki kekuatan yang besar, dan mampu menahan senjata berat.
Tingkat Ketiga, bisa dianggap sebagai penguasa dunia yang tidak takut apa pun kecuali nuklir (8.000 Nuklir). Mampu terbang untuk beberapa menit, menyelam ke lautan dalam dengan kedalaman mencapai Palung Mariana, tubuhnya mampu menahan tekanan atmosfer, bahkan bisa bernapas di luar angkasa, menahan kantuk, lapar dan haus selama seminggu penuh.
Tingkat Keempat, bisa dianggap sebagai suatu eksistensi tertinggi. Jika diibaratkan lebih mudahnya, seperti Buddha yang naik ke Nirvana. Mampu melewati ruang, dan dikatakan bisa bepergian ke setengah Galaksi Bima Sakti.
Tapi tidak ada yang tahu apakah itu benar atau tidak, bahkan Ainsley yang hampir menjadi Tingkat Keempat, tidak tahu kebenarannya, karena dia sendiri belum mampu melewati penghalang yang tak terlihat di dalam hati dan pikirannya.
...
__ADS_1
***
*Bersambung...