
Kamis, 13 November 2035
Natan sudah membawa Giant Castle setelah kembali ke Longquan Mountain untuk bertemu dengan kekasih yang sudah ia anggap sebagai istrinya, dan tentu saja menyempatkan diri untuk memanjakan mereka di tempat tidur sampai pagi seperti biasanya.
Tentunya, Natan melakukannya lebih banyak dan lebih lama bersama Olivia, karena hanya Olivia yang mampu mengimbangi stamina yang dimilikinya.
Walaupun sudah membawa Giant Castle, Natan tidak memasangnya langsung di Giant Knight karena mereka masih terlalu jauh dari Selat Inggris. Apalagi mereka akan menjadi target empuk meski memiliki pertahanan yang luar biasa, tapi, bukankah itu tetap merepotkan jika terus mendapatkan serangan dan membuat suara bising?
Ketika Natan sudah kembali ke gua di mana Adrian tinggal, ia mendapati mulut gua terlihat sangat berantakan dengan banyak jejak kaki besar di permukaan.
Perasaannya tidak nyaman saat melihatnya, dan mencoba mengaktifkan Mapping. Tapi saat baru melangkah masuk, ia teringat dengan 40 Skeleton Knight yang menjaga Adrian. Akhirnya, ia menghela napas lega setelah mengetahui pamannya baik-baik saja.
Tanpa membuang waktu, Natan masuk ke dalam bayangannya dan berpindah satu kilometer ke dalam gua.
Kekhawatirannya terbuang sia-sia setelah melihat bagaimana Adrian menikmati hidupnya: sedang duduk bersila dengan meja makan di depannya dan beberapa minuman soda, menikmati pertunjukan antara Skeleton Knight melawan Black Bear.
"Paman..."
Adrian mendongakkan kepalanya menatap Natan, tatapannya langsung teralihkan pada pinggang. Alisnya terangkat, kemudian berkata, "Oh? Sepertinya pinggangmu tidak bermasalah lagi, kupikir akan sama seperti terakhir kalinya."
Natan terdiam tanpa bisa berkata apa-apa. Pinggangnya memang terasa sakit, tapi ia memakai salep untuk meredakan sakitnya. Ia sudah sering kali mengatakan bahwa tidak ingin melakukannya dan hanya ingin satu bulan sekali, tapi setelah mendapatkan banyak godaan dari wanita-wanita cantik yang dicintai, ia tidak bisa menahannya.
Natan mengambil duduk bersila di seberang Adrian dan mengeluarkan sumpit, langsung mengambil daging yang sudah matang untuk memakannya.
"Perjalanan kita terlalu lambat jika seperti ini, kita mungkin membutuhkan tiga bulan untuk sampai jika melalui jalur darat dan membunuh monster. Bagaimana ..." Natan menghentikan ucapannya saat mengambil daging dan memasukkannya ke dalam mulutnya.
Setelah menelan, Natan menambahkan, "Jika terbang, kita bisa menghabiskan tiga puluh jam, dan apabila setiap harinya menghabiskan delapan jam, tidak butuh empat hari untuk sampai."
Adrian langsung mengemasi semua barang-barang dan memasukkannya ke dalam Tas Ruang, membiarkan Natan terdiam tanpa kata saat semua makanan di atas meja bersama dengan mejanya sudah menghilang. Tanpa rasa bersalah, Adrian berkata dengan semangat, "Apa yang kau tunggu? Ayo cepat!"
Natan terdiam dan menyesap bumbu yang menempel di sumpit yang digenggamnya dengan sedikit rasa kesal yang tertahan.
Ia berdiri seraya menepuk-nepuk debu yang menempel di celana, kemudian berbalik untuk memerintah Skeleton Knight mengambil daging beruang yang tergeletak.
Keduanya keluar dari gua dan saat itu juga Ksatria Lebah keluar dari bayangan.
Natan melompat naik ke atasnya, bersama dengan Adrian yang menyusul. Setelah semua siap, Kstaria Lebah terbang dengan sayap yang mengepak sekali, kemudian hening tanpa suara saat terbang.
Walaupun hujan salju tidak terlalu deras seperti awal perubahan musim, tapi Natan tetap tidak berani terbang terlalu tinggi karena cukup berbahaya apabila menarik perhatian monster terbang lainnya. Bagaimanapun, spesies monster terus bertambah ataupun berevolusi.
Natan sudah berpesan pada orang-orang di rumah tidak kembali selama satu atau bahkan dua minggu, ini untuk memenangkan dirinya agar tidak terjebak dalam godaan yang membangkitkan semangatnya terus-menerus.
__ADS_1
"Baiklah, tapi kirimkan kabar setiap tiga hari sekali, setidaknya aku ingin melihat wajahmu."
Natan tersenyum hangat saat membaca pesan yang ditinggalkan Calista. "Baiklah." Ia membalas pesan itu.
...***...
Senin, 17 November 2025
Natan dan Adrian sudah berada di tepi Selat Inggris, mereka datang ke bagian terpendek dan dangkal yang setidaknya sedalam 30 — 45 meter dengan kelebaran 34 kilometer.
Dalam perjalanan mereka ke sini, mereka bertemu banyak monster-monster meski tidak mampu menyerang mereka yang terbang. Perkotaan yang dilalui sudah menjadi reruntuhan, tanaman-tanaman mulai berevolusi: Venus Flytap bisa memakan monster berukuran sapi dewasa, dan bagian akarnya bisa bergerak, termasuk menusuk monster lalu menyerap darahnya hingga mengering.
"Berapa lama kita bisa menyeberang?" tanya Adrian.
Yang mereka lihat di depan mereka adalah Selat Inggris yang membeku, tapi ada kabut yang menutupi dan itu cukup tebal. Bisa saja mereka tersesat setelah memasukinya, belum lagi monster-monster yang mengintai di sana.
Natan menarik napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya perlahan. Ia mengaktifkan Distance Vision, Night Vision, Sharp Eyes dan Mapping.
Seketika itu juga pandangannya bisa melihat lebih jelas di dalam kabut, bahkan Sharp Eyes memberi sebuah tanda merah yang merupakan kelemahan monster, meski itu berada dua kilometer dari tempat mereka berdiri saat ini.
Natan melihat ke langit yang terhalang oleh kabut, kemudian menghela napas lega saat mengetahui tidak ada monster di sana. "Setidaknya, kita butuh sepuluh menit untuk sampai ke seberang."
"Tunggu." Natan menahan Adrian yang ingin naik ke atas Ksatria Lebah.
Adrian mengerutkan keningnya keheranan, tapi memilih untuk tetap diam dan melihat apa yang akan dilakukan Natan. Bagaimanapun, ia masih terlalu lemah, kemampuannya sangat rendah—tidak bisa melihat apa yang berada di dalam kabut, bahkan ia tidak merasakan bahaya dari sana.
Natan mengeluarkan Sako TRG Mana, kemudian langsung melepaskan tembakan. Kemudian ia memberi tanda pada Adrian untuk naik, dan pada saat itulah ia ikut naik tanpa melepaskan Sako TRG Mana dari pegangannya.
Dalam kegelapan kabut seperti ini, hanya Natan yang bisa menyerang, karena itulah ia tidak bisa melepaskan senjatanya.
Mungkin, jika Adrian berada dalam satu tim, itu bisa membantu, tapi sayangnya tim yang dibuatnya sudah penuh dan tidak mungkin ia bubarkan meski saat ini sedang bertindak sendiri.
Ksatria Lebah terbang dengan ketinggian 120 meter dari permukaan air laut yang membeku, dan kecepatan yang ditempuh saat ini adalah 200km/h, meski setiap waktunya terus meningkat sampai 300km/h.
Mereka terbang dengan tenang tanpa hambatan yang signifikan, kalaupun ada, hanya monster-monster kecil yang terbang di langit dan bisa dibunuh dengan sekali serang.
Hingga saat hanya tersisa satu kilometer lagi sebelum mencapai daratan. Tiba-tiba...
Booom!
Ledakan keras terdengar dari belakang.
__ADS_1
Ketika Natan mencoba untuk melihatnya, ia bisa melihat tentakel gurita yang sangat besar. Bagian untuk menghisap pada tentakel telah berubah menjadi mulut dengan gigi tajam sepanjang rongga.
"Natan!"
Natan tersadar karena teriakan Adrian dan langsung melihat ke depan. Ternyata, tentakel lain sudah menghalangi jalan mereka untuk melarikan diri. Ia berbalik untuk meraih Adrian, kemudian melompat dari Ksatria Lebah.
Adrian berteriak ketika melihat cahaya merah yang berasal dari kedalaman lautan.
Ketika mereka sudah turun setengahnya, Ksatria Lebah lain datang dan membawa mereka untuk pergi menjauh. Tapi, sangat sulit untuk menghindari serangan tentakel, ditambah dengan gelombang angin serta pecahan es yang naik ke langit.
Booom! Booom! Booom!
Tentakel terus menyerang secara membabi buta. Ini sangat menyulitkan Natan untuk melewati Selat Inggris, apalagi mereka dipaksa mundur, dan itu bukan sekali atau dua kali.
Anehnya, Natan mengetahui bahwa Selat Inggris yang mereka lewati saat ini termasuk dangkal, tapi malah ada monster yang bersembunyi di dalam perairan, yang jika dilihat dari tentakelnya saja, monster itu bisa setinggi setengah dari Burj Khalifa.
Natan mengatupkan rahangnya, kemudian mengibaskan tangannya dengan amarah memuncak. "Skeleton Fire Dragon! Serang!"
Lima belas Skeleton Fire Dragon muncul dari bayangan, dan terbagi menjadi dua bagian yang menyerang dengan kekuatan penuh. Setengah dari mereka membakar tentakel yang menghalangi, setengahnya lagi menukik tajam ke permukaan air laut yang sudah retak.
"Corpses Explosion!"
Booom!
Skeleton Fire Dragon meledak saat sudah berada di permukaan, mengeluarkan api panas yang langsung melelehkan es dan menyerang gurita di bawahnya.
"Gruoahhhh!" Gurita dengan level 600 itu meraung keras, menggetarkan lautan dengan kekuatan luar biasa.
Natan mengambil kesempatan yang ada saat tentakel yang berada di depannya terlihat kacau dan jatuh seperti ingin melindungi tubuh guritanya, kemudian ia meminta Ksatria Lebah untuk mempercepat kecepatannya.
Ketika mereka sudah bisa melihat daratan, mereka tidak mengurangi kecepatan dan terus terbang menjauh sampai beberapa kilometer untuk beristirahat.
Natan, bagaimanapun, sangat kesal karena harus mengorbankan 15 Skeleton Fire Dragon. Jika saja mereka berada di darat, mungkin ia masih bisa melawannya.
Sepertinya, saat aku pulang nanti, aku akan langsung berteleportasi, atau membunuh gurita itu.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1