Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 159 : Memasuki Dimensional Cave (A)


__ADS_3

"Hah! Hah! Hah!" Natan terengah-engah dengan mulut terbuka ketika sedang memeluk Calista di atasnya.


Tubuh mereka masih terhubung, dan suhu mereka masih panas karena kegiatan yang dimulai dari malam setelah makan malam sampai pagi. Tapi tidak ada tanda-tanda akan melemah, itu masih tegang dan kokoh.


Staminanya terus meningkat setelah levelnya naik, dan bisa melakukannya terus-menerus.


"Natan ... aku lelah ..." Calista mencoba duduk, tapi tidak bertenaga dan akhirnya kembali jatuh di pelukan Natan.


Natan meremas pantat besar Calista seraya menoleh ke kiri dan kanan. Dia melihat Vely yang sudah tidur, dan Olivia yang masih bangun meski tidak bisa bergerak. "Olivia..."


Olivia menggeleng pelan. "Sudah, ini sudah sepuluh jam ..."


Natan terdiam dengan mengerutkan keningnya, tidak menduga bahwa sudah sepuluh jam mereka melakukannya.


Olivia mengamati ekspresi Natan. Dia menggertakkan giginya, kemudian tersentak saat terbesit ide dalam pikirannya. Dengan senyum licik, dia berkata, "Jika aku menggunakan Light of Battlefield, aku bisa menemanimu seharian."


Natan bergidik saat mendengar Olivia yang berbicara di telinganya, bukan karena suaranya yang menggoda, tapi karena takut dengan yang sudah-sudah. "Ki- Kita sudah cukup, ayo tidur."


Natan memejamkan matanya dan merentangkan kedua tangannya, membiarkan tangannya digunakan sebagai bantal.


Olivia terkekeh melihat Natan yang seperti itu. Dia mendekatkan tubuhnya untuk masuk dalam pelukan, lalu melingkarkan tangannya di leher Natan.


Calista mengatur napasnya, kemudian mengangkat tubuh bagian bawahnya agar mereka berdua tidak lagi terhubung, lalu dia kembali turun dan tidur di atas Natan.


Ketika semuanya sudah tertidur, Natan membuka matanya dan melihat layar di depannya. Dia hanya bisa mengoperasikan layar dengan mata maupun pikiran, karena tangannya tidak bisa digerakkan.


"Ksatria Lebah sudah menempuh delapan ribu kilometer. Masih ada seribu kilometer lagi sebelum berhenti."


Natan terus melihat pemberitahuan tentang jarak yang telah ditempuh, dan memikirkannya dengan teliti. "Dua jam lagi sampai batas jaraknya. Lebih baik aku memintanya untuk berhenti."


Jika Natan membiarkan Ksatria Lebah terus terbang saat dia tertidur, itu akan kembali meledak dan membuang-buang pasukan. Sangat sulit untuk mencari Ksatria Lebah di keadaan seperti ini.


Natan mengatur Kstaria Lebah untuk bersembunyi di lembah dalam agar tidak ditemukan oleh monster atau manusia. Bagaimanapun, tubuh Ksatria Lebah memiliki panjang 30 meter. Sangat tidak mungkin untuk bersembunyi di tempat biasa.


Setelah itu, Natan kembali menutup matanya untuk beristirahat.


...


Sepuluh jam kemudian, Natan membuka matanya setelah beristirahat cukup lama. Tubuhnya telah kembali segar, kecuali kedua tangannya yang masih sulit digerakkan dan terasa keram. Itu adalah hal yang wajar, karena tangannya digunakan untuk bantal dan tidak bisa bergerak untuk waktu yang lama.


Ketika dia bangun, dia melihat tiga orang yang berjalan ke kamar mandi.

__ADS_1


"Mereka juga baru bangun?"


Natan merenung, kemudian berteriak, "Kalian! Ayo mandi bersama!"


Ketiganya menoleh ke belakang, kemudian saling memandang dan langsung memasuki kamar mandi dengan tergesa-gesa.


Natan menyadari bahwa mereka bertiga sangat kelelahan dan tidak ingin melakukannya lagi. Dengan senyum tipis, dia berubah menjadi bayangan hitam yang melesat memasuki kamar mandi melalui celah tipis antara pintu dan kusen.


"Jangan seperti itu, apa salahnya mandi bersama? Lagi pula, aku sudah puas, kita bisa melakukannya lagi minggu depan. Besok, ayo kita menjelajahi Dimensional Cave."


Ketiganya menoleh ke belakang dan berteriak bersamaan saat melihat Natan yang sudah duduk di bawah shower kecil. Ketiganya saling memandang, kemudian menghela napas berat dan menghampiri Natan.


"Tidak ada yang salah, tapi kami takut Natan masih ingin." Olivia datang, membantu Natan membilas rambutnya.


Natan menutup matanya, membiarkan Olivia membilas rambutnya. "Saat di Inggris, kalian bahkan tidak membiarkanku beristirahat. Setiap hari melakukannya sampai aku tidak bisa bergerak untuk beberapa jam."


Olivia tertegun, lalu tertawa canggung. Saat di Inggris, dialah yang meminta Natan untuk terus melakukannya tanpa henti.


...


Natan dan ketiganya bergantian dalam membersihkan tubuh, lalu mereka masuk ke dalam kolam air panas dan bersantai.


Natan sudah terbiasa dikelilingi oleh enam pelampung, jadi tidak seperti sebelum-sebelumnya yang akan langsung menerjang dan menghisap mereka. Ia melipat kedua tangannya di depan dada, memikirkan apakah harus menghancurkan atau menjelajah Dimensional Cave secara berkala.


"Lebih baik kita hancurkan Dimensional Cave. Kalian sudah tahu tentang Monster Ancestors dan Penjaga. Penduduk NPC berbeda dengan kita, walaupun kita memanggil banyak dari mereka dan mereka tidak naik level, mereka tetap aman karena suatu hal. Jadi, kita harus mencari Dimensional Cave dan menghancurkan semua yang kita dapatkan untuk menemukan Gulungan Pemanggilan Manusia ..."


Natan berhenti sejenak dan melihat ketiganya., kemudian melanjutkan perkataannya, "Kita bisa meminta Gold Star, Light of Eternity dan Taiyang Guild untuk mencari Dimensional Cave di luar tembok. Aku dengar, perkembangan mereka cukup besar di area barat, timur dan selatan."


"Jika mereka menemukan Gulungan Pemanggilan Manusia, kita bisa membelinya dari harga sepuluh juta sampai sepuluh miliar tergantung dari tingkatnya."


Sepuluh miliar, itu adalah jumlah yang sangat dikit. Armonia Guild memiliki triliun gold setelah penjualan bertahap dari Departemen Senjata dan Sihir, Departemen Alat Sihir, Departemen Penelitian Ramuan dan Obat ke NPC Shop.


NPC Shop bahkan memiliki gedung sendiri di Kota Armonia. Mungkin karena transaksi yang sangat besar, mereka bisa bertahan di sana lebih dari setengah jam. Bahkan, sekali muncul bukan lagi satu orang, tapi sepuluh sekaligus.


Vely menganggukkan kepalanya. "Itu ide yang bagus, tapi karena Natan telah mengingatkannya tadi malam, kita juga harus menaikkan level. Jika bisa, mencapai level enam ratus dalam dua minggu."


"Itu sulit." Olivia memotong, kemudian menambahkan, "Natan bisa, tapi kita baru level lima ratus enam puluh. Kita perlu dua bulan untuk meningkatkannya. Kecuali kita seperti Natan, menyerang markas zombie atau sebagainya."


"Tapi, kita tetap mendapatkan Point Exp meski hanya bersantai di sini. Skeleton Squad Natan terus bekerja, selama kita berada seribu kilometer dari Natan, kita mendapatkan hal yang sama," ucap Calista.


Vely dan Oliva saling memandang, kemudian menganggukkan kepala. Lalu melihat Natan yang sepertinya sedang mencari rencana.

__ADS_1


Olivia mengerutkan keningnya, kepalanya tertunduk saat melihat ada yang bangkit di bawah. Dengan mengulurkan tangannya, dia menangkap milik Natan. "Natan, kau masih ingin?"


Natan sedikit bergetar, tapi mencoba tetap tenang saat menatap Olivia di depannya. Perlahan, dia membuka pahanya saat berbicara, "Jangan pedulikan, itu adalah reaksi normal."


Olivia tertegun dengan mulut terbuka, kemudian tersenyum tipis dan menggerakkan tangannya.


Keempat orang itu terus berdiskusi, sampai mereka mendapatkan keputusan.


...***...


Minggu, 30 November 2025


Kelompok delapan orang telah tiba di tembok selatan, di bawah tembok ada portal berwarna ungu kemerahan yang memancarkan aura aneh.


Kedelapan orang itu melompat turun dengan cepat, dan saat hampir menyentuh tanah, kecepatannya melambat seperti melayang di udara.


Natan mendarat terlebih dahulu, tatapannya langsung tertuju pada Dimensional Cave.


[Dimensional Cave (A)]


[Dimensi dengan monster dalam jumlah besar. Level A memiliki monster dengan level 400 — 500. Bunuh semua monster di dalam Dimensional Cave dan hancurkan Inti Dimensional untuk menghilangkan Dimensional Cave, kemudian Player akan ditransfer keluar secara paksa dalam waktu lima menit setelah penghancuran]


Yang akan memasuki Dimensional Cave (A) kali ini adalah Natan, Ayumi, Erina, Vely, Calista, Olivia, Jia Meiya dan Xia Feiya. Kuro dan Kori bergabung, tapi keduanya masih bersembunyi di bayangan.


"Jika kita membunuh semua monster di dalam, mungkin kalian bisa menaikkan sepuluh level dan aku tiga sampai lima."


Yang lain mengatur napas saat mendengarnya, mereka mengeluarkan semua senjata.


Natan melakukan hal yang sama, dia menggunakan pedang dan pistol. Akan bagus jika menggunakan Explosion Sword, tapi dia tidak tahu medan di dalamnya, dan sangat berbahaya menggunakan pedang dengan kemampuan ledakan di dalam gua.


"Siap?"


""Siap!"" Semuanya menjawab bersamaan.


Natan menganggukkan kepalanya, lalu memimpin semua orang memasuki Dimensional Cave.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2