Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 033 : Pertarungan Sengit


__ADS_3

"Ayumi, aktifkan Area Healing."


Ayumi mengangguk kecil dan kemudian saling menggenggam kedua tangannya seperti sedang berdoa. Terlihat pecahan cahaya hijau muda yang sangat kecil seperti sebuah molekul, dan mulai membesar, menyebar ke segala arah menutupi Magic Barrier.


Dengan adanya Area Healing, setidaknya mental semua orang yang berada di dalam Absolute Defense akan tetap terjaga. Tapi yang jadi masalah, bagaimana cara untuk mengalahkan naga yang dirasa sangat mustahil.


Naga turun dengan kecepatan tinggi dan mendaratkan kakinya di atas Magic Barrier, menimbulkan suara retakan kasar pada permukaannya. Satu per satu pelindung yang melindungi mereka mulai hancur, menyisakan satu Absolute Defense.


"Cataclysm!" Erina memegangi pedangnya yang menancap di tanah dengan kedua tangan.


Angin mulai bertiup kencang mengenai Flame Dragon yang berada di atas mereka, dan meski terlihat sangat kuat, tapi nyatanya tidak menimbulkan dampak apa pun. Bahkan sisiknya saja tidak tergores dan tetap kokoh.


Natan menekan kedua lututnya mengambil ancang-ancang. "Kalian berdua serang dari bawah, jangan gunakan sihir api." Ia melompat keluar dari Absolute Defense.


Natan yang melompat itu ingin naik ke punggung Flame Dragon, namun saat ia baru melompat, Flame Dragon mengepakkan sayapnya, membuat Natan terbang menjauh dari tempat.


Sebelum terbang terlalu jauh, Natan berubah menjadi bayangan dan bergabung dengan bayangan yang berada di bawah sayap Flame Dragon. Ia memanjat naik berpegangan pada sisik-sisik yang tebal dan tajam, yang mampu melukai jari-jarinya.


"Serang!" Natan berteriak memberikan perintah, dan meyakinkan kedua untuk melakukan serangan tanpa harus mengkhawatirkan tentang keadaannya.


Ayumi dan Erina menggertakkan gigi seraya mengepalkan kedua tangan. Kemudian melepaskan serangan jarak jauh mereka terus-menerus tanpa henti.


"Sword of Judgment! Light Stab! Cataclysm!"


"Thunderstorm! Ice Arrow!"


Pedang kuning keemasan dengan tinggi 100 meter dan lebar 8 meter terlihat di langit yang tinggi, kemudian jatuh mengenai punggung Flame Dragon.


Tembakan cahaya juga melesat naik dan menghantam bagian bawah wajah monster, membuat kepala monster itu sedikit terangkat meski tidak menimbulkan dampak yang signifikan.


Mana yang kuat berkumpul di langit, menciptakan fenomena alam yang mengerikan. Awan hitam mulai terlihat dengan kilatan petir berwarna ungu yang berkumpul di satu titik.


Natan yang hampir berada di atas punggung Flame Dragon itu mengigit bibir bawahnya, menahan rasa sakit dari dua serangan area yang sangat mengerikan. Health Pointnya juga turun drastis dan hanya tersisa sekiranya dua puluhan ribu. Dengan segera ia menelan puluhan Pil Health untuk memulihkan darahnya yang hampir habis.


Flame Dragon yang sedari tadi hanya diam mulai bergerak, mengepakkan sayapnya, dan terbang melesat tinggi ke langit.


Natan berpegangan erat pada sisik Flame Dragon, hingga ia tidak bisa menahan tekanan angin yang diterimanya, membuat pegangannya terlepas.


"Ugh!" Natan mengangkat tangan kirinya, kembali memegangi sisik. Ia benar-benar berusaha keras untuk tetap bertahan, dan ia sudah berada ratusan meter dari permukaan tanah.


Natan menengadahkan kepalanya, dan ia melihat ada awan putih yang menghalangi sinar matahari, membuat sebuah bayangan yang berada di atas punggung Flame Dragon.


Ia tidak membuang kesempatan yang singkat itu, dan berpindah menggunakan Shadow Step.


"Jika aku memiliki Job Tamer dan memiliki level empat ratus. Aku sudah mengubahmu menjadi hewan peliharaan!"


Ketika ia sudah berada di atas punggung Flame Dragon, ia melihat ada satu sisik yang terdapat sebuah retakan pada permukaannya. Natan mengeluarkan pedang milik Ogre setinggi dua meter, kemudian menancapkan pada retakan.


Flame Dragon mengeluarkan jeritan yang mengerikan dan tidak lagi terbang dengan tubuh normal, melainkan mengubah cara terbangnya dengan kepala berada di atas.

__ADS_1


Natan tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa menguatkan pegangannya pada gagang pedang, agar ia tidak jatuh dari atas punggung Flame Dragon. Ia sendiri terbang sangat tinggi hingga di bawa naik ke atas awan.


Natan mengayunkan tubuhnya dan berhasil berpijak pada punggung Flame Dragon. Kemudian ia mengambil pedang lain yang sudah ia lumuri dengan racun yang ia beli beberapa waktu lalu sebelum munculnya Griffin.


"Brengs**! Bawa aku turun!" Natan menancapkan perang di tangan kirinya pada sisik yang terbuka.


Flame Dragon menjerit keras dengan semburan api yang keluar dari dalam mulutnya. Jeritan ini juga mengakibatkan tulang-tulang Natan bergeser karena gelombang suaranya yang sangat kuat, bahkan sampai membuat kedua gendang telinganya pecah.


Flame Dragon yang terkena racun mematikan, yang terkena api akan berakibat sangat fatal dan memperkuat efek racun. Ini adalah racun yang cocok sekali untuk Flame Dragon yang menjadi Dungeon Boss.


Health Point Flame Dragon mulai berkurang sebanyak 100 Point setiap detiknya, namun memiliki kecepatan regenerasi sebanyak 30.000 Health untuk satu menit.


Tidak berhenti disitu saja, Natan kembali menancapkan pedang lain yang sudah dilumuri dengan racun mematikan. Kemudian ia mendorong pedang ke arah yang berlawanan, membuat luka pada punggung Flame Dragon terbuka lebih lebar.


"Groahhh!!!" Flame Dragon menggunakan Skill Dragon Roar, membuat teriakannya lebih keras dan gelombang suaranya lebih kuat dari sebelumnya.


Natan hanya bisa menggertakkan giginya menahan rasa sakit, darah mulai mengalir dari kedua sudut matanya dan kedua telinganya yang terasa sangat menyakitkan. Ia juga merasakan beberapa tulangnya mulai bergeser, terutama pada bagian bahu.


"Sialan! Setelah kau mati! Aku akan memakan dagingmu!"


"Aaaahhh!" Natan mendorong pedangnya ke atas, menambahkan sayatan pedang pada punggung Flame Dragon.


Flame Dragon memutar tubuhnya berkali-kali, dan membuat Natan kehilangan pegangan pada pedangnya, yang membuatnya terjun bebas dari langit setinggi tiga kilometer dari permukaan tanah.


"Darahku tersisa dua puluh ribu," ucap Natan pelan seraya mengambil Pil Health dari Inventory Guild. Ia membuka tutup botol dengan giginya, kemudian menelan semua Pil Health berjumlah 100 sekaligus.


Darahnya kembali terisi sebanyak 10.000 Point untuk setiap detiknya, dan hanya perlu menunggu sepuluh detik untuk benar-benar terisi penuh.


Zrassshh!


Suara renyah yang mengerikan terdengar saat naga itu menutup mulutnya, berhasil menangkap tangan kiri Natan hingga terputus.


Natan mengigit lidahnya sendiri, memfokuskan rasa sakitnya pada lidahnya agar bisa melupakan rasa sakit di bahu kirinya yang terus mengeluarkan darah.


Walaupun ia terluka sangat parah, ia tidak membiarkan kesempatan yang ada terbuang percuma. Saat ini ia berada bersebelahan dengan mata kiri Flame Dragon yang menatapnya. Ia mengeluarkan Sako TRG dan menyentuhkannya pada bola mata Flame Dragon.


"Kau, kadal busuk! Tutup matamu sepuasnya!" Natan menarik pelatuk Sako TRG.


Setelah menembak, ia menginjak wajah Flame Dragon dan membuatnya jatuh lebih cepat dari sebelumnya. "Increase Shot! Bullet Explosion!"


Duarr! Duarr! Duarr!


Ledakan keras yang bersahutan terdengar dari dalam kelopak mata kiri Flame Dragon yang menutup, dan terlihat api yang sangat besar melukai setengah wajahnya, serta mengganggu keseimbangannya.


Natan yang jatuh dengan posisi kepala berada di bawah dan kehilangan satu lengan itu tidak memperlihatkan keraguan maupun takut. Ia mengarahkan snipernya, melepaskan tembakan Peluru Mana pada sayap Flame Dragon tanpa henti.


Flame Dragon yang jatuh karena kehilangan keseimbangan itu membuka mulutnya lebar-lebar, kemudian melepaskan semburan api yang sangat besar, setidaknya mampu meratakan daratan seluas empat kali lapangan sepakbola.


Apakah aku akan mati di sini?

__ADS_1


Natan sangat kelelahan dan hampir kehilangan kesadarannya, terlebih dengan darahnya yang terus-menerus berkurang sangat cepat, bahkan Pil Health tidak mampu mengimbangi parahnya luka yang diterimanya.


"Water Ball!"


Natan membuka matanya kembali saat mendengar teriakan dari Ayumi yang dirasa tidak jauh darinya, dan saat ia menoleh ke kiri, semburan api milik Flame Dragon tertahan. Namun ia juga merasakan panas yang menyengat karena bola air tidak benar-benar mampu menghalau serangan.


Natan mencoba melihat apa yang sebenarnya terjadi di bawah, karena ia tahu skill Ayumi tidak bisa dilakukan pada jarak ini. Alangkah terkejutnya ia saat melihat Ayumi yang berdiri di atas akar pohon yang tinggi, yang mana akar itu tumbuh dari pilar tanah.


Ayumi tidak sendirian berdiri di atas akar, ia bersama dengan Kuro.


Kuro mengambil ancang-ancang, kemudian menerjang Natan di langit untuk di bawa di atas punggungnya, seraya menghindari semburan api lain.


Setelah berhasil menyelamatkan Natan, Kuro berlari di udara dengan pelindung Ayumi sebagai pijakan. Ia berlari turun menghampiri Ayumi, kemudian pergi menuju Erina yang berdiri di pilar batu.


Kuro juga tidak berhenti meski sudah berhasil membawa tiga orang bersamanya. Ia kembali turun menuju tempat di mana mereka sebelumnya berada, sebelum Natan memutuskan untuk bertarung di langit.


"Absolute Defense!" Erina mengaktifkan skillnya dan terlihat air mata yang mengalir deras, tidak mampu melihat keadaan Natan saat ini.


Begitu pun dengan Ayumi, ia terus-menerus menggunakan Healing untuk menyembuhkan keadaan Natan. Air matanya juga mulai membasahi wajahnya, mengalir turun ke dagu dan terjatuh mengenai wajah Natan.


Setelah Healing mencapai Lv.05, ada efek tambahan yaitu Recovery.


"Aku tidak apa-apa." Natan mencoba untuk tetap tersenyum di depan Adik-adiknya, meski ia merasakan panas pada bagian bahunya.


Perlahan, molekul-molekul cahaya hijau mulai membungkus bahu Natan yang terputus. Molekul cahaya itu mulai berkumpul dan membentuk sebuah lengan baru. Samar-samar terlihat sebuah tulang kecil yang mulai tumbuh pada bagian bahu Natan yang hancur itu.


Hanya dalam hitungan detik, tulang Natan sudah tumbuh kembali, yang kemudian ditambah dengan otot-otot maupun pembuluh darah. Hingga tidak lama, daging dan kulit juga mulai beregenerasi.


Natan yang sudah sembuh itu berdiri dari tempatnya tidur di atas tanah. Ia menengadahkan kepalanya melihat Flame Dragon yang sudah bisa terbang kembali, meski tidak terlalu cepat seperti sebelumnya.


~Informasi~


[Nama : ???]


[Ras : Monster - Dragon - Flame Dragon]


[Jenis : Young Dragon/Dungeon Boss Lt.55]


[Level : 300]


[HP : 658.638/1.267.278]


[MP : 65.980/125.000]


[???]


Sial! Apakah efek racunnya telah menghilang?


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2