Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 218 : Datangnya Penguasa


__ADS_3

Tidak menunggu empat orang di belakangnya tenang akan berita ini, Natan melambaikan tangannya, memanggil Skeleton (Assassin) dan memasukkan mereka berempat ke dalam bayangannya.


Skeleton ini adalah Player dengan Job Assassin yang dibunuh Natan saat di Tibet. Keduanya bertikai hanya karena masalah sepele, yaitu Kuro menguap dan mengeluarkan raungan, dan itu mengejutkan pihak lawan sampai membuatnya marah, lalu terjadilah pertarungan.


Natan yang sedang memanggang daging, terganggu akibat serangan tiba-tiba dari Assassin ini, dan dia membunuhnya kurang dari satu menit.


"Aku sudah memberi tahu rekanku di rumah, kalian bisa kembali lebih dulu."


Tepat setelah mengatakan itu, Skeleton (Assassin) menghilang, berpindah ke Armonia Guild. Kemampuan ini sama seperti Teleport yang mengirim Natan ke mana pun di mana skeleton berada, tapi kemampuan ini tidak bisa membawanya, hanya bisa membawa orang lain maupun skeleton itu sendiri.


Cooldown dari kemampuan ini juga cukup lama, yaitu 24 jam.


Whooooosh! Whooooosh! Whooooosh!


Serangan dari berbagai arah melesat ke arah Natan dengan kecepatan suara, tapi itu semua masih lambat di matanya.


Natan berlari lebih cepat dari kecepatan serangan ini. Dia muncul di salah satu manusia yang menyerangnya dan langsung menusuknya di leher, membuat lawannya tidak bisa bernapas sehingga membuka mulut.


Natan menggeluarkan Sako TRG Mana, memasukkan moncong senjata ke dalam mulut musuh di depan dan menarik pelatuk.


Kepala orang itu meledak, darah menyebar dengan otak yang berserakan.


Sebelum darah dan otak mengenai pakaian Natan, dia sudah berubah menjadi bayangan seperti selendang hitam yang terbang di udara.


Booom! Booom! Duarr!


Tepat setelah Natan berpindah, serangan kuat melesat ke tempat di mana Natan tadi berdiri, itu mengakibatkan ledakan keras seperti belasan granat tangan yang diledakkan bersama. Api merah-oranye pun menyala dengan suhu yang tinggi, membuat lantai yang terbuat dari lapisan logam itu memerah.


Kemudian karena tempat ini berada di bawah tanah dan terisolasi, suhu panasnya menyebar, mengakibatkan kepanikan terhadap Player dengan level rendah.


"Apa yang kalian lakukan?! Serang dia! Bunuh! Bagaimana kalian tidak bisa membunuh satu orang?! Bahkan meski dia adalah Spathi, dia tetap satu orang!"


Ada teriakan yang tidak tahu datang dari mana, teriakan itu terdengar dari segala arah, seolah-olah ada pengeras suara yang ditempatkan di setiap sudut ruangan.


Natan melihat ke sana-sini untuk mencari sumber suara, tapi dia tetap tidak menemukannya. Akhirnya dia memilih muncul di depan Blackcurrant yang masih berjuang.


Blackcurrant tersentak melihat Natan yang tiba-tiba muncul di depannya. Tubuhnya gemetar dengan pupil matanya yang melebar, mengungkapkan ketakutan. "Me- Mengapa kau lakukan ini?"


Natan menatap Blackcurrant dengan tatapan dingin. "Aku tidak peduli apa yang kalian lakukan, aku tidak peduli apakah kalian memakan hati, jantung ataupun otak. Tapi, kalian melakukan kesalahan, kalian semua memiliki kemampuan yang sama, “Pelahap Hati” ..."

__ADS_1


Natan terdiam sejenak saat ada yang mengganggunya berbicara. Dia membuat dinding yang terbuat dari tulang untuk menghalau serangan-serangan yang datang.


"Harusnya kemampuan ini tidak ada di Job kalian atau bahkan di NPC Shop. Harusnya skill ini didapat dari sebuah buku. Kalian, apakah mungkin, Penguasa Kota Surga yang mengajari kalian semua kemampuan ini?"


Blackcurrant membelalakkan matanya lebar, tidak berharap ada yang tahu bahwa dia memiliki Pelahap Hati. Tapi daripada itu, ternyata bukan hanya dirinya, melainkan semua orang di sini. "Tu- Tunggu! Bagaimana kau tahu?"


Natan tidak menjawab pertanyaan ini, tapi membahas yang lain. "Kemampuan ini, memungkinkan kalian mendapatkan energi lain untuk meningkatkan kekuatan. Tapi ada efek sampingnya, setelah mengonsumsi hati dan mendapatkan energi dalam jumlah tertentu, tubuh kalian akan berubah menjadi bentuk monster. Setiap orang bisa menumbuhkan anggota tubuh yang berbeda."


"Efek lainnya adalah, memperkuat Monster Ancestors!"


Natan sudah terlalu banyak bicara, dia menggunakan kemampuan Shadow Step untuk masuk ke dalam bayangan orang lain, dia juga menghilangkan dinding tulang yang menghalangi setiap serangan.


Serangan sihir datang, setiap serangan memiliki kekuatan seperti granat berpeluncur roket, itu mengenai Blackcurrant dan membunuhnya.


Natan kembali muncul, tapi kali ini dari dalam bayangan orang lain. Dia langsung melepaskan tembakan Sako TRG Mana tepat di bagian belakang kepala, sehingga langsung membunuhnya tanpa mengetahui apa yang terjadi.


"Sialan!"


Natan berbalik melihat ke belakang, menemukan ada pria besar dengan postur tubuh seperti beruang.


Pria besar itu bertelanjang dada, berlari sangat cepat sambil melepaskan pukulan yang tangannya dibungkus dengan sarung tangan besi berduri.


Bang!


Pukulan pria seperti beruang itu berhasil ditahan oleh Natan, tapi mengakibatkan dentuman keras dengan gelombang kejut yang kuat. Bahkan lantai logam di bawah kakinya sampai melengkung membentuk cawan kecil.


"Sekarang!" Pria besar itu berteriak seperti beruang yang meraung.


"Ha!" Tiba-tiba ada yang melompat di belakang Natan sambil mengangkat kapak besar dengan ukuran dua kali tubuh Natan.


Natan tidak panik sama sekali, dia hanya mendorong pria besar di depannya. "Skeleton Commander, datang."


Percikan api biru muncul di bawah kaki Natan, lalu terlihat kerangka tulang besar dengan zirah hitam yang lengkap dan membawa pedang besar. Skeleton Commander mengangkat pedang, menebasnya ke atas ke arah kapak besar.


Ketika dua senjata itu bertemu, suara logam yang keras terdengar. Karena perbedaan level, bahkan meski tenaga pembawa kapak cukup besar dan ditambah gaya gravitasi, Skeleton Commander tetap bisa menghalau serangan, bahkan melemparkannya dengan mudah.


Kapak besar yang digunakan untuk menyerang itu terlempar ke langit-langit ruangan dan menancap di sana.


Skeleton Commander menarik tangan kirinya untuk mengambil ancang-ancang, lalu memukul pria yang posturnya sama seperti pria yang dilawan Natan.

__ADS_1


Swoosh... Bam! Crack!


Pukulan itu sangat kuat sampai terdengar suara retakan dan membuat pria itu terlempar cukup keras. Pria itu membentur panggung yang terbakar, mengakibatkan panggung hancur berkeping-keping.


Pria itu tergeletak dengan kondisi yang mengenaskan, tulang rusuknya benar-benar hancur dan tulang belakangnya patah.


Skeleton Commander mengayunkan pedangnya secara horizontal saat tubuhnya berbalik ke belakang.


Natan membungkukkan tubuhnya, dan pada saat itu tebasan pedang melewati atas kepalanya.


"Sial!" Pria yang dilawan Natan mengumpat kesal dan melompat mundur, berharap bisa menghindari tebasan pedang.


"Di belakangmu!" Ada teriakan yang membuat pria itu siaga dan menoleh ke belakang, tapi apa yang dilihatnya membuatnya putus asa.


Skeleton Commander lain muncul sambil melakukan gerakan yang sama. Itu mengayunkan pedang besar yang tajam dan dibalut oleh api biru. Pedang itu menebas, memotong lehernya dengan rapi dan membakar kepalanya.


Natan kembali berdiri, dia mengeluarkan Skeleton Commander lain sehingga ada yang menjaganya di setiap sisi. "Apakah kau hanya diam di sana melihat semua pengikutmu dibunuh? Penguasa?"


Ada keheningan singkat, bahkan Player yang menyerang itu berhenti dan melihat sekeliling, ingin melihat Penguasa dari Kota Surga. Walaupun mereka menguasai Pelahap Hati yang diberikan oleh Penguasa, tapi itu hanya melalui perantara dan tidak pernah melihatnya langsung.


Booom!


Ledakan datang dari panggung, membuat lubang besar di dinding. Asap tebal membumbung, menghalangi pandangan semua orang dan ditambah dengan api yang menyala, keadaan bertambah parah.


"Aku tidak berharap kau tahu kalau aku berada di sini." Suaranya terdengar serak, tapi ada getaran tertentu yang sepertinya bukan suara manusia.


Wuushh...


Angin bertiup kencang, menerbangkan asap tebal yang menghalangi itu untuk pergi ke pintu tunggal yang digunakan untuk masuk dan keluar.


Ketika semua asap menghilang, terlihat ada seorang pemuda yang bertelanjang dada, rambutnya berwarna cokelat dan berkulit putih. Penampilannya terlihat normal, jika tidak ada tubuh gurita di bagian bawahnya. Tubuh gurita ini juga tidak kecil, tapi seukuran haul truck dan ada mulut besar yang mampu menelan mobil.


Melihat pemandangan ini, bahkan untuk Player yang sudah sering memakan hati manusia, tetap merasa takut, terutama ketika melihat ada tubuh manusia yang tertusuk oleh taring di dalam mulut.


Berbeda dengan Natan, dia biasa-biasa saja ketika melihat ini, bagaimanapun dia sudah sering melihat hal semacam ini.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2