
"Setelah kalian melahirkan, kalian tidak pernah ikut denganku membunuh monster. Aku tidak menyangka kemampuan kalian tetap hebat seperti ini."
"Ah ..." Erina menggaruk kepalanya dan ragu-ragu, tapi akhirnya tetap berkata, "Kami diam-diam pergi ke Dungeon Tower untuk berlatih."
Natan membuka mulutnya, tapi menelan kata-katanya lagi. Awalnya, meski istri-istrinya melahirkan, terkadang dia masih membawa mereka berburu, tapi setelah dia hampir mati dan di luar sangat berbahaya, dia meminta istri-istrinya untuk tetap tinggal di rumah.
Dia menghela napas dan berkata, "Setelah Monster Ancestors berhasil dibunuh, aku tidak yakin apakah semua monster di Bumi menghilang atau tidak. Tapi aku merasa akan masih ada, dan saat itu, kita akan berpetualang bersama seperti dulu."
"Dan, Erina, kau mungkin harus tinggal karena setelah ini selesai, aku akan menghamilimu."
Awalnya Erina senang saat akan dibawa pergi berpetualang seperti dulu, tapi kemudian sedih karena ditinggal, namun tidak lama setelah itu, dia kembali senang. "Terima kasih! Kakak tahu, saat Erina masih berusia empat tahun, Erina bertekad saat besar nanti akan menikah dan memiliki banyak anak dengan Kakak!"
"Sayang, aku juga ingin mengandung lagi." Jia Meiya berdiri di atas mayat Orga seraya menatap Natan.
Natan tersenyum dan berkata, "Tunggu sampai Hannah dan Xiaoai berusia tujuh atau delapan tahun. Mereka masih kecil, masih butuh banyak perhatian. Lalu Shu'er juga baru sembilan tahun.
Dia memang pernah mengatakan akan mengabulkan keinginan istrinya apabila ingin memiliki anak lagi, tapi tidak secepat ini.
Anak pertama dan kedua dari Calista, Vely dan Olivia memiliki perbedaan usia 10 tahun, anak pertama dan kedua dari Liu Xinmei berbeda 9½ tahun, namun perbedaan anak kedua dan ketiga Jia Meiya hanya berbeda 6½ tahun.
Natan merasa Jiang Shuya masih sangat kecil untuk memiliki adik lain, walaupun, saat Xia Feiya masih kecil dulu langsung memiliki tiga adik.
Jia Meiya merenung, kemudian mengangguk dan membuka mulutnya hendak berbicara, tapi tiba-tiba Natan melesat ke arahnya membawa pedang. Dia tidak berkedip, bahkan tidak merasa takut sama sekali meski suaminya mengarahkan pedang ke arahnya.
Natan tiba di depan Jia Meiya dan saling berhadapan dengan tangan kanannya berada di samping pipi Jia Meiya, pedang yang dipegangnya menusuk monster kecil berbentuk kelelawar, namun sebesar kelapa.
Tapi kelelawar itu tidak langsung mati di bawah serangan Natan, ia masih mengepakkan sayapnya walaupun tubuhnya telah tertembus seperti sate.
Namun bagaimana mungkin Natan membiarkan ada monster jelek yang mencoba menyerang istrinya. Dia memeluk pinggang Jia Meiya, menariknya ke samping dan melambaikan pedangnya secara menyamping, menebas kelelawar sampai berubah menjadi potongan daging.
Tidak berhenti di situ, Natan menurunkan pedangnya, lalu mengayunkannya lagi secara menyilang dari kanan bawah ke kiri atas.
Garis-garis putih halus muncul di tubuh kelelawar lain yang baru datang, kemudian tubuh mereka terbelah menjadi beberapa bagian dengan potongan rapi.
Xia Feiya mengangkat kedua tangannya ke depan, lalu Roh Elemen Api di belakangnya bergegas ke depan, berubah menjadi dinding api dengan suhu tinggi yang bergerak seperti gelombang tsunami.
__ADS_1
Semua monster dengan level lebih rendah dari Xia Feiya akan tewas tanpa meninggalkan tubuh, bahkan untuk level yang lebih tinggi, meski tidak terbunuh dalam serangan, tapi menerima luka bakar yang parah.
Calista berlari ke arah barat laut, mungkin ... bagaimanapun, tidak ada sistem arah di sini. Tapi diibaratkan bahwa sisi monster adalah utara, maka itu benar.
Calista bermain dengan kedua pedangnya, menebas ke sana sini membunuh banyak monster. Gerakannya yang indah, tidak kasar sama sekali membuatnya terlihat seperti sedang menari.
Erina bergabung dengan Calista, dengan pertahanannya yang luar biasa dan kemampuan yang dapat menarik dampak serangan monster, dia menjadi tank yang melindungi Calista.
Jia Meiya juga ikut bergabung...
Glenda melihat ibu mertua, Huanran sedang membunuh monster dengan tangan kosong. Dia merenung sebentar, hingga akhirnya ikut bergabung dalam pertempuran, dia sendiri ahli dalam menembak, sehingga menyimpan banyak senjata api di Tas Penyimpanan.
Natan masih berdiri di atas mayat Orga, dia menoleh jauh ke belakang, melihat Brianna dan Ainsley yang tidak bergerak, tapi perhatian merdeka terfokus pada bagian belakang gelombang monster.
"Harusnya tidak ada masalah menghadapi monster jauh di belakang sana dengan kekuatan mereka berdua, tapi mengapa Ibu tetap diam? Apa lawan di belakang sana tidak cukup membuat mereka bergerak?"
Walaupun Natan penasaran, dia tidak memikirkan lebih jauh. Dia membangkitkan mayat Orga dan kelelawar di bawahnya, lalu memerintahkan mereka untuk mengamuk.
Natan melambaikan tangannya dan mengeluarkan Giant Knight setinggi 500 meter.
Dengan munculnya 17 Giant Knight, monster yang terlihat menembus awan jauh di belakang, tiba-tiba bergerak seolah telah mendapatkan lawan yang sebanding.
Liu Xinmei menghadapi monster tipe humanoid standar, Goblin. Kedua senjata mereka sama-sama tombak dan kemampuan Goblin yang satu ini tidak bisa diremehkan.
Goblin yang seperti telah bermutasi, mengingat ukurannya yang dua kalinya Liu Xinmei. Ia berlari ke arah Liu Xinmei, setiap langkah yang diambilnya meninggalkan jejak yang cukup dalam. Kemudian, ia membuat gerakan menusuk yang cepat.
Liu Xinmei hanya berkedip sesaat, dan tiba-tiba di depan matanya sudah ada mata tombak yang tajam. Dia melakukan gerakan setengah kayang untuk menghindari serangan, kaki kirinya sedikit terangkat, kemudian menendang tombak yang dipegang Goblin dengan sekuat tenaga, bersamaan dengan memegang tombak sebagai tumpuan, dia memutar tubuhnya ke belakang.
Setelah mendarat, Liu Xinmei menghentakkan kakinya dan melesat, memegang tombak dengan satu tangan, dia menusuk dada Goblin.
Namun Goblin ini bergerak cukup cepat, mengambil tombak yang kehilangan keseimbangan, memegangnya dengan kedua tangan, menyilangkannya untuk menahan tusukan tombak.
Liu Xinmei sudah menebaknya, dia mengangkat tangan kirinya dan memukul tombak sehingga turun, lalu tangan kanannya melepas genggamannya pada tombak. Kemudian saat tombak itu hampir jatuh, dia menggunakan lututnya untuk menendang.
Whooooosh!
__ADS_1
Tombak itu memancarkan sinar emas, dan bergerak sangat cepat. Dalam jarak dekat dan kecepatan perubahan serangan yang tidak sampai satu detik, Goblin tidak bisa mengubah arah pertahanannya.
Tombak itu menembus kulit terluar, kemudian bergerak lebih dalam hingga akhirnya menembus seluruh tubuhnya dan ada ledakan kecil.
Liu Xinmei melambaikan tangannya, dan tombak yang baru dilemparnya kembali ke dalam genggamannya. Dia melihat Goblin di depannya yang memiliki dada berlubang seukuran kepala, darah hijau kehitaman mengalir deras, kemudian Goblin itu terjatuh.
Natan melihat ini, dia tersenyum tipis. Kemudian dia mengganti senjatanya dari pedang ke senapan mesin M134.
Saat dia baru memasukkan amunisi, tiba-tiba terdengar suara retakan lain.
Natan mendongak, dia melihat langit yang retak, kemudian dari retakan yang terus meluas, terlihat ada pusaran hitam.
"Hahahaha!"
Tawa menggelegar yang membawa efek luar biasa seperti tekanan gravitasi yang meningkat, aura membunuh yang kuat juga bergabung di dalamnya.
Dari pusaran ini, terlihat ada sosok humanoid seperti manusia, kecuali kulitnya hitam seperti arang yang baru dibakar, tangannya memiliki kuku tajam seperti cakar, ada tanduk di pelipis, matanya hitam sepenuhnya dan ada taring di giginya. Makhluk ini memakai celana hitam compang-camping tanpa atasan.
Kemudian setelah makhluk ini keluar, ada makhluk serupa kecuali pakaian mereka lebih rapi, tapi makhluk yang berpakaian rapi ini terlihat sangat menghormati sosok di depan mereka.
"Iblis benar-benar datang."
"Siapa?!" Natan melompat ke samping ketika mendengar suara yang tiba-tiba ada di sampingnya. Hingga akhirnya dia melihat Ainsley, dia menghela napas.
"Iblis, tugas kami yang sudah mencapai Keberadaan tingkat Keempat harus melawan mereka." Brianna juga muncul di samping Natan.
Natan melihat ibunya, lalu melihat iblis di langit. Dia membuka mulutnya hendak berbicara, tiba-tiba Brianna dan Ainsley sudah bertindak.
Bang!
Dentuman keras menggelegar di langit, percikan api menyebar seperti ratusan kembang api raksasa yang dinyalakan bersamaan.
Efek api ini tercipta hanya karena benturan, belum pertempuran sebenarnya...
...
__ADS_1
***
*Bersambung...