
Natan membawa yang lain untuk pergi menjauh, di saat Player dari Bangkok masih berada di tempat masing-masing dan tidak berpindah, seperti tidak menyadari adanya gelombang monster yang datang.
"Sangat menyulitkan karena tidak mengetahui apa yang mereka katakan." Natan masih saja mengeluh tentang bahasa yang tidak ia pahami.
"Apakah itu yang menjadi masalahmu selama ini?"
Natan tertegun dan menoleh ke arah sumber suara, dengan pedang yang ia tarik dari sarungnya. Ia bisa melihat seorang wanita yang mengenakan jubah hitam, pada bagian atasnya ada kursor dengan nama Ainsley.
"Hah..." Natan menghela napas lega dan memasukkan kembali pedangnya. Ia mengira bahwa akan ada Vampire yang datang, yang dapat bergerak bebas dan mengabaikan Mapping.
"Apakah kau memiliki kemampuan untuk mengerti tentang bahasa? Seperti bisa berbicara atau mengerti apa yang dikatakan orang lain." Jika benar-benar ada kemampuannya itu, Natan akan membelinya tidak peduli berapa harganya.
"Tentu saja." Ainsley menganggukkan kepala, kemudian berjalan menghampiri Natan. "Harganya hanya sepuluh ribu Gold, tapi jika ingin lebih, harganya seratus ribu Gold."
"Baiklah." Natan membuka layar interface yang tiba-tiba muncul di depan matanya, ada skill pasif yang dijual dengan harga 100.000 Gold.
[Language Lv.Max] [Kemampuan yang sangat berguna untuk berkomunikasi, bisa mengeri bahasa apa pun yang didengar untuk pertama kali. Player hanya perlu menekan tombol, apakah ingin mempelajari bahasa itu atau tidak]
Natan yang melihat ini benar-benar tidak habis pikir dan entah mengapa ia menjadi sangat kesal. Proses belajar yang sangat merepotkan untuk menguasai bahasa Inggris, dikalahkan oleh 100.000 Gold.
Tapi, ia tidak bisa berbuat banyak dan menerimanya, kemudian meminta Ayumi, Calista dan Olivia mengucapkan bahasa yang mereka kuasai secara bergantian.
Layar interface lain muncul di depan Natan, yang menanyakan apakah ia ingin mempelajari bahasa Jepang, Korea dan China atau tidak. Tentunya, tanpa berpikir panjang, ia menerimanya.
Seketika itu juga, Natan merasakan rasa sakit di kepalanya saat banyak pengetahuan yang tentang bahasa yang mulai memasuki pikirannya. Dari huruf-huruf, pronounce atau pelafalan, dan pengetahuan tentang penyusunan kalimat.
Natan merintih dan mengigit bibir bawahnya, seraya memegangi kepalanya. Sakit ini lebih terasa ketimbang saat tangannya terputus, mungkin ini karena tidak pada fisik, melainkan otak.
Yang lain juga membeli Language Lv.Max, dan mulai menguasai bahasa yang ada secara satu per satu, tidak seperti Natan yang langsung mencoba menguasai tiga bahasa bersamaan. Dengan demikian, rasa sakit yang diterima tidak terlalu berlebihan.
Natan menarik napas berkali-kali untuk menenangkan pernapasannya, kemudian ia mengeluarkan sniper untuk menyerang gelombang monster yang sekiranya berjarak 600 meter darinya saat ini. Ketika berlari tadi, ia membawa rekan-rekannya cukup jauh.
Yang bisa melepaskan serangan dari jarak ini hanyalah Natan, Ayumi dan Vely. Karena itu, tiga yang lain hanya diam dan menunggu, serta berjaga-jaga apabila ada serangan dari bawah tanah.
Natan melepaskan tembakan Peluru Mana berkali-kali tanpa henti dan menggunakan Increase Shot. Sebaik mungkin ia mengeluarkan serangan tanpa menimbulkan suara, namun sangat disayangkan serangan Ayumi menimbulkan ledakan keras.
Boom! Boom! Boom!
__ADS_1
Api membakar gelombang monster yang merupakan Zombie, Skeleton dan Serigala Merah.
Karena suara yang cukup keras, 10.000 Player lain mulai tersadar dan menoleh ke arah sumber suara, seketika itu juga mereka mulai bersiap-siap untuk melepaskan serangan. Tapi ada juga yang mengumpat dan mengutuk kelompok Natan karena tidak memberi peringatan.
"Mereka mengetahui jika ada gelombang monster! Tapi tidak memberi tahu kita terlebih dahulu!" Salah seorang berteriak.
"Benar! Jika aku berhasil selamat dari gelombang monster ini, aku akan membunuh mereka semua!" Yang lain juga berteriak dan mengutuk Natan.
Natan yang mendengar itu tetap diam mengabaikan mereka, dan memilih untuk membunuh monster yang ada, bukan karena ingin menolong, tapi karena ingin memiliki semua Point Exp.
"Mammoth Tank. Bangkit!"
Enam Mammoth Tank keluar dari dalam bayangan Natan. Kecepatan mereka cukup memuaskan, yang mana 880 km/h. Terlebih lagi mereka bisa selalu berlari tanpa takut kehabisan stamina.
Tanpa berlama-lama, semua orang melompat naik ke atas Mammoth Tank masing-masing. Kemudian pergi ke arah timur untuk menghindari Player, tapi mendekati gelombang monster.
Player lain yang melihat kelompok Natan pergi, mulai mengumpat dan mengutuk Natan agar cepat-cepat terbunuh oleh monster.
Natan menurunkan snipernya, dan melihat Mapping untuk menghitung berapa banyak monster yang masih hidup. "Ternyata masih banyak monster, aku harap setelah keluar dari Dungeon, aku bisa mencapai level empat ratus ..."
Natan juga melihat Player yang terus berkurang jumlahnya, tapi sebisa mungkin ia akan menyelamatkan mereka, meski tidak banyak. Alasan? Ia merasa lantai dua tidak sesederhana yang dipikirkan, dan tentu harus memiliki banyak orang untuk menyelesaikannya.
"Light of the Battlefield."
Ketangkasan Natan dalam menembak bertambah sebanyak 120% saat Olivia mengaktifkan kemampuannya, ditambah lagi dengan adanya Hammer of Blessing.
Tapi, meski demikian, Natan merasa bosan karena harus melawan Zombie, Skeleton dan Serigala Merah. Setidaknya, ia berharap akan ada Imps, Banshe, Lickers dan lain sebagainya.
Akhirnya, Natan kembali menyimpan senjatanya dan membiarkan 3 Skeleton Commander, 21 Skeleton Knight, 3 Mammoth Tank, 3 Skeleton Mage dan 2 Skeleton Archer untuk menyerang.
"Skeleton Diease sudah mencapai level delapan, ini sangat memuaskan. Hanya membutuhkan dua level lagi, aku bisa membangkitkan naga sebagai pasukan," ucap Natan yang tersenyum lebar.
Natan membawa semua anggota tim meninggalkan tempat pertarungan, dan membiarkan Skeleton Squad yang melawan. Ia tidak masalah ada yang mengetahui tentang Skeleton panggilan, karena lambat laun pastinya akan ada yang mengetahui hal itu.
Cukup jauh mereka pergi dari gelombang monster, sekitar satu kilometer, dan Natan masih bisa mengendalikannya meski berjarak sangat jauh.
***
__ADS_1
Keesokan Harinya
Sudah tidak ada gelombang monster yang menyerang, dan Player yang tersisa saat ini adalah 9.500 orang. Jumlah kematian yang cukup banyak, dan Natan merasa banyak yang menyalahkannya karena tidak membantu dan memilih melarikan diri.
Natan tidak peduli sama sekali, tapi melihat dari jumlah yang dibunuh. Kelompoknya telah membunuh lebih dari 15.000, dari jumlah total adalah 20.000 monster.
[Bertahan Hidup 24 Jam. Clear]
[Selamat untuk semua Player yang masih bisa bertahan hidup dalam waktu 24 jam. Kalian akan secara otomatis ditransfer ke Lantai 2]
Semua Player yang ada mulai bersinar dengan warna biru yang merupakan Mana. Ketika sinar itu meredup dan menghilang, semua orang yang bersinar juga menghilang dan dipindahkan ke lantai selanjutnya.
***
Lantai 2, Dungeon Vampire Castle
Pada lantai dua ini, geografis di sini sangat berbeda sekali dengan yang tadi. Mereka dipindahkan paksa ke kuburan massal yang sangat mengerikan, dengan aliran sungai darah yang sangat menyengat.
Natan menoleh ke sekitar, kelompoknya berada di bagian terluar dari kuburan, dan sepertinya semakin keluar dari pusat kuburan, akan semakin aman dari mara bahaya.
"Apa yang harus kita lakukan di sini? Apakah kita harus bertahan hidup seperti tadi? Jika iya, itu sangat mudah untuk kita," tanya Natan, meski tidak ada yang menjawabnya sama sekali.
Ketika Natan melontarkan pertanyaan itu, jawaban sudah muncul di depan matanya berbentuk layar interface.
[Lantai 2] [Bunuh Monster 0/5000]
[Untuk Player atau Team yang berhasil membunuh 5000 monster, akan ditransfer ke Lantai 3. Player atau Team yang berhasil menyelesaikannya dalam urutan pertama, akan mendapatkan hadiah yang mungkin akan membantu di lantai berikutnya nanti]
Walaupun tidak tahu hadiah apa yang akan diberikan, Natan sudah bisa menebaknya, jika di Lantai 3 adalah tempat penuh racun, dan hadiah itu adalah anti racun. Namun dengan adanya Erina, mereka bisa membuat Antidote sebanyak mungkin.
Tapi, bukan Natan namanya kalau membiarkan orang lain yang mendapatkan pencapaian pertama. Ia ingin mengambilnya di awal,badan mendapatkan hadiah meski itu hanya sejumlah kecil Gold tidak berguna.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1