Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 146 : Datangnya Kraken


__ADS_3

Natan dan Calista mandi bersama, dan masih menyempatkan diri untuk melakukannya lagi di bawah guyuran air shower. Tubuh basah mereka saling menempel, bibir bertemu dan lidah yang terjalin, masing-masing tangan mereka saling meraba untuk memberikan kenikmatan dan kesenangan yang lebih banyak.


Suara tamparan keras terdengar ketika sampai bagian terdalam, ditambah dengan air yang membasahi, suara itu terdengar lebih keras daripada biasanya. Setiap kali masuk, Calista akan mengeluarkan erangan merdu yang sangat menggoda.


"Anghh... Aahhh... Ini sangat panas, emfhh ..." Calista memasukkan lidahnya ke dalam mulut Natan.


Natan tersentak, biasanya lidahnya yang masuk, tapi kali ini sebaliknya.


Calista melepaskan ciumannya, tatapannya sangat dalam saat mata mereka bertemu. "Sayang, lagi-lagi keluarnya sangat banyak."


Natan hanya tersenyum tanpa kata, dan tidak ada niatan untuk mengeluarkannya. Dia masih menggendong Calista dalam pelukannya dan menyandarkannya di dinding kamar mandi. Melakukannya dengan posisi seperti ini, itu membuat ularnya menusuk lebih dalam.


Calista berpegangan pada pundak Natan dan sangat berhati-hati karena kakinya tidak menyentuh tanah. "Natan Sayang, punggungku terasa sakit, cepat turunkan aku."


"Tunggu sebentar, ini masih keluar." Natan mendorongnya lebih dalam lagi.


Natan mengangkat Calista lebih tinggi untuk mengeluarkannya, kemudian melihat pangkal paha Calista yang mengeluarkan lahar panas. "Apakah Calista ingin memiliki anak?"


Calista tertegun dengan mulut terbuka, kemudian menganggukkan kepalanya dengan senyum bahagia. "Iya! Apakah Natan sudah memikirkannya? Jika begitu, aku tidak perlu lagi meminum ramuan."


Natan tersenyum, tapi kepalanya menggeleng. Hal itu membuat Calista yang bersemangat dan bahagia, berubah menjadi murung.


"Aku ingin memilikinya, dan hidup bahagia mengurus anak, tapi dengan keadaan seperti ini ..." Natan menghela napas mengungkapkan ketidakberdayaan seraya membenamkan wajahnya di lembah gunung Calista. "Maafkan aku."


"Tidak apa, jika dipikirkan lagi, memang berbahaya. Apalagi, aku tidak ingin merawatnya sendirian dan Natan malah bertarung di garis depan." Calista menepuk-nepuk kepala Natan. "Ngomong-ngomong, sampai kapan Natan mengendong dan menekanku ke dinding?"


"Ah!" Natan tersentak dan mendongak menatap wajah Calista. Dia menurunkan Calista, membalikan badannya. "Aku akan membantumu membersihkannya."


"Ti- Tidak!" Calista mencoba lari dari Natan, tapi tidak bisa pergi karena tangan Natan yang melingkar di perutnya. "A- Aku bisa sendiri ... aahhh... Uuhh... Berhenti..."


Natan memasukkan dua jarinya ke dalam gua madu Calista untuk membersihkannya, dan tangan yang lain mengambil selang yang terhubung dengan shower untuk menyiramnya.


Erangan keras dan merdu yang menggoda memenuhi kamar mandi.


Tubuh Calista melengkung, kepalanya bersandar di dada Natan karena kelelahan. Kemudian dia terjatuh karena kakinya lemas, tidak bisa lagi menahan tubuhnya, namun itu belum berakhir, karena Natan membuka lebar-lebar kakinya dan memasukkan dua jarinya yang besar.


Tubuh Calista bergerak-gerak seperti gelombang saat merasakan ada gejolak aneh di dalam tubuhnya, kemudian dari gua madunya menyemburkan air madu bening yang deras.


Calista bernapas dengan terengah-engah, dari kemarin hingga sekarang, ini adalah air madu yang kesebelas yang dikeluarkannya. "Natan, cukup ... aku lelah. Jika Natan masih menginginkannya, tolong lakukan dengan Olivia, dia memiliki stamina yang lebih ... banyak dari kami."


Natan tersenyum tipis, memang benar dia bisa datang ke Olivia apabila ingin melakukannya lagi, apalagi Giant Castle sudah dihentikan sesaat setelah memasuki kamar mandi. Dia memiliki banyak waktu, tapi monster yang berdatangan tidak membiarkannya tenang.


Dia menggendong Calista ke tempat lain di kamar mandi, kemudian mengambil shampo untuk membersihkan rambut, termasuk sabun untuk menghilangkan aroma keringat yang menempel.


***


Natan dan Calista keluar dari kamar mandi mengenakan mantel handuk. Ketika kembali ke kamar, mereka melihat Vely dan Olivia yang tertidur di atas kasur dengan tubuh polos mereka.


Natan mendatangi keduanya dan memberi kecupan hangat di kening, kemudian dia mengenakan pakaian yang biasanya dikenakan. "Biarkan mereka beristirahat, aku pergi dulu ke pos bawah."


Pos bawah yang dimaksud adalah rumah kecil seperti menara yang dibangun melingkar di kaki Giant Knight.


"Baik." Calista menjawabnya saat masih mengenakan pakaian. "Tinggalkan Kstaria Lebah, nanti aku menyusul."


"Baik." Natan melompat turun dari balkon setelah menutup pintu kaca, dan langsung disambut oleh Ksatria Lebah yang berada di bawahnya.


Dia terbang perlahan menuju pos bawah, sangat sulit untuk menjaga keseimbangan di sana saat Giant Knight berjalan, apalagi dengan getaran yang kuat. Bagaimanapun, pos bawah tidak cocok untuk manusia, dan hanya digunakan untuk skeleton yang berjaga-jaga.

__ADS_1


Natan mendarat di pos bawah dan memberi perintah pada Giant Knight untuk tetap berada di tempat.


"Status."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


[Nama : Natan Alexander]


[Ras : Manusia]


[Usia : 19 Tahun]


[Level : 580 (6.000.300/20 Miliar)]


[Job : Assassin/Necromancer/Marksman]


____________________________________________


[HP : [514.600/514.600] [53.558/m]


[MP : [157.225/157.225] [12.614/m]


____________________________________________


[STR : 3000 (+575+220+6000)]


[VIT : 1000 (+545+220+1100)]


[AGI : 600 (+558+55+330]


[INT : 800 (+550+330+880)]


[LUCK : 150 (+531+55+82)]


____________________________________________


[Point Status : 75]


[Point Skill : 390]


[Money : 49.239.992.367 Gold]


[Friend : 29]


[Team : 9]


[Guild : 9]


[Forum : 99+]


____________________________________________


[Pasive Skill : ]


[Mapping Lv.Max] — [Inventory List Lv.Max (128/200 Slot)] — [Appraisal Lv.Max] — [Melempar Pisau Lv.Max] — [Mana Control Lv.Max] — [Melompat Lv.Max] — [Tusukan Lv.Max] — [Tebasan Lv.Max] — [Shooting Range Lv.Max] — [Lock Target Lv.Max] — [Chain Reaction Lv.Max]


____________________________________________

__ADS_1


[Active Skill : ]


[Stealth Lv.Max 35MP] — [Shadow Step Lv.Max 140MP] — [Increase Shot Lv.Max 70MP] — [Distance Vision Lv.Max 35MP] — [Night Vision Lv.Max 35MP] — [Back Stab Lv.Max 70MP] — [Trap Detection Lv.Max 35MP] — [Bullet Rain Lv.Max 105MP] — [Curved Shot Lv.Max 70MP] — [Bullet Explosion Lv.Max 175MP] — [Shadow Movement Lv.Max 75MP] — [Skeleton Master] — [Bone Wall Lv.Max 70MP] — [Bone Prison Lv.Max 105MP] — [Bone Arrow Lv.Max 75MP] —  [Intimidasi Lv.Max] — [Sharp Eyes Lv.Max 70MP] — [Blind Lv.Max 70MP] — [Shadow Sword Lv.Max 70MP] — [Corpses Explosion Lv.Max 140MP] — [Teleport Lv.Max 200MP]


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Natan mengangguk puas melihat statistik kekuatannya, terutama untuk STR. Dengan 9.775 STR, sekali tebasan pedangnya mampu memberikan damage sebesar 977.500, tapi untuk melawan monster dengan pertahanan tinggi seperti Roh Hutan, kecuali bagian lehernya, sangat sulit untuk membunuhnya.


"Kemampuan apa lagi yang harus aku beli? Sudah lama tidak mendapatkan skill, skill dari Roh Hutan tidak cocok denganku. Mereka hanya cocok untuk Vely, Olivia dan Erina."


"Aku juga memiliki banyak uang, bahan-bahan yang dibutuhkan untuk meningkatkan Guild sudah tersedia. Saat aku kembali nanti, aku akan meningkatkannya."


Guild Level (25), Barrier Level (5), Kesuburan Tanah (6), Sumber Daya Tambang (4), Barrier Alliance Guild (2).


Swosh!


Tiba-tiba ada siulan angin yang terdengar seperti ayunan benda dengan cepat.


Natan mendongak, melihat tentakel besar yang membelah kabut. Tentakel itu menghantam daratan, membuat getaran yang cukup kuat dan meruntuhkan bangunan di sekitarnya yang memang sudah rapuh.


Booom!


Tentakel lainnya datang dan menghantam tanah sampai menimbulkan gelombang angin dengan debu yang beterbangan. Tapi itu belum berakhir, satu demi satu tentakel terus datang sampai sepuluh tentakel yang menghantam tanah.


Dari dalam kabut, samar-samar terlihat kubah besar seperti bentuk setengah telur raksasa. Sepasang cahaya kuning juga terlihat dari dalam kabut, itu sepertinya adalah mata yang mampu melihat dalam kegelapan.


Natan, tidak membuang waktu lagi meski dia sangat terkejut. Dia memerintahkan Giant Knight untuk mundur jauh-jauh dan memberi perintah pada Ksatria Lebah untuk menyerang tentakel dari kejauhan.


Dua Giant Knight dan Gorgon juga dilepaskannya untuk membantu menahan tentakel agar Giant Castle bisa menjauh. Bahkan, Giant Knight yang mencapai ketinggian 100 meter itu terlihat kecil di hadapan Kraken.


Ini adalah monster terbesar yang pernah ditemui Natan selama ini, dan ini hanyalah monster sedang. Entah monster apa yang akan muncul dan sebesar apa saat levelnya mencapai 900 nantinya.


~Informasi~


[Nama : Kraka]


[Ras : Kraken]


[Jenis : Kraken – 10 Lengan]


[Title : Penghancur Dunia]


[Level : 600]


[HP : 15.950.050/15.950.050]


[MP : 225.500/225.000]


"Sialan!" Natan mengumpat saat melihat statistik monster di depannya, itu lebih kuat dari Roh Hutan (Manusia).


Entah butuh waktu berapa lama untuk menyeberangi Selat Inggris, dan apakah masih ada monster mengerikan seperti Kraken yang tinggal di dalam lautan.


Jika masih banyak monster di sana, maka Natan hanya bisa berteleportasi ke skeleton yang ditinggalkannya di seberang.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2