
Yang lain sedang menghampiri Ainsley untuk membeli perlengkapan baru, tapi tidak dengan mereka yang berhasil keluar dari Dungeon Tower, karena setiap mereka naik dua puluhan level, perlengkapan yang mereka dapatkan dari membunuh Fire Dragon juga akan meningkat.
Natan tidak tahu apakah akan ada perlengkapan yang serupa, tapi jauh di dalam hatinya ia sangat berharap tidak akan ada lagi perlengkapan seperti itu. Ia berharap hadiah yang mereka saat karena berhasil menyelesaikan Dungeon Hard.
Natan mengeluarkan telur yang sebelumnya telah ia simpan, kemudian ia memberikan 50.000 Mana Point untuk memberikan makanan pada telur agar bisa menetas. Ia mendapatkan tawaran dari Ayumi untuk membantu, tapi ia menolaknya. Ini bisa dikatakan sebagai keserakahan, karena ia ingin naga ini nanti menganggapnya sebagai induk, bukan Ayumi.
Dengan 50.000 Mana Point, setidaknya akan membutuhkan 20 kali memberi makan dan waktu 6 jam untuk menetaskan telurnya, apabila setiap Mana sudah terisi selalu memberi makan.
Kuro yang berada di pangkuan Natan melompat dan mengelilingi telur, kemudian memukulnya pelan seperti menemukan mainan, lalu melompat naik ke atas telur untuk tidur melingkar.
Natan membelai bulu Kuro seraya menoleh ke belakang. "Apakah sudah?"
"Sebentar, aku tidak menemukan senjata yang cocok." Calista masih mencari senjata yang memiliki kemampuan sihir api.
Natan mengangguk kecil dan mengangkat Kuro karena ia ingin menyimpan telur naga, yang nantinya akan ia beri makan lagi setelah 18 menit terlewat. "Cepatlah, kita harus mencari tempat beristirahat, hari sudah mulai petang ..."
"Beristirahat di sini sangat tidak mungkin, sangat banyak lumpur." Natan menoleh ke sekitar, melihat tanah terbakar yang terendam air.
Calista mempercepat mencari senjata yang ia butuhkan, sampai akhirnya ia mendapatkan yang sesuai, namun menghabiskan 3400 Gold, harga yang terbilang sangat mahal, yang mana senjata lain hanya seharga 640 sampai 1200 Gold.
Natan berjalan memimpin di depan, mereka berencana untuk meninggalkan wilayah taman kota, pergi menuju tempat yang sedikit sepi tanpa kehidupan manusia. Ia tidak masalah jika bertemu banyak monster, namun tidak dengan manusia, setidaknya untuk saat ini.
"Ayu penasaran dengan makanan di sini, Ayu berharap bisa menemukan toko makanan," ucap Ayumi yang menyentuh bibirnya sendiri.
Natan tersenyum ringan dan sedikit mengangguk. Ia juga penasaran karena tidak pernah bepergian ke luar negeri, pergi ke luar kota pun hanya saat kedua orangtuanya masih hidup, dan ia tidak terlalu mengingatnya.
Tiga jam kemudian semenjak mengalahkan naga, mereka terus saja bertemu monster-monster, namun tidak menemukan manusia sama sekali. Natan memang sengaja mencari jalur dengan banyak monster, sehingga hal ini tidak terlalu aneh.
Hingga saat Matahari terbenam di ufuk barat, mereka beristirahat di salah satu rumah berlantai empat dengan pagar beton yang rubuh.
***
Senin, 07 Juli 2025
Waktu terus berjalan dengan sangat cepat, hari ini adalah hari ke 102 di mana dunia mulai kacau, dan hari ke 8 semenjak terakhir kali mereka mengalahkan Zombie Mutan, Wyvren dan Dragon.
Kelompok Natan sudah berada di Bangkok, Thailand. Cuaca di sepanjang jalan selalu saja berubah-ubah, terkadang akan hujan deras tanpa henti dengan petir menyambar, Matahari bersinar terik, badai salju, bahkan banjir.
Untungnya, Mammoth Tank bisa berjalan di atas air dengan membuat pijakan yang terbuat dari sihir es.
Natan yang duduk di atas Mammoth Tank membuka layar interface melihat statistik peningkatannya.
_________________________________________
[Nama : Natan Alexander]
[Ras : Manusia]
[Usia : 18 Tahun]
[Level : 342 (27.433.720/56.000.000)]
[Job : Assassin/Necromancer/Marksman]
[HP : [209.050/209.050] [22.093/m]
[MP : [66.650/66.650] [2951/m]
[STR : 1840 (+210+140+2392)]
[VIT : 450 (+185+140+301)]
__ADS_1
[AGI : 400 (+193+35+140]
[INT : 400 (+185+245+420)]
[DEX : 300 (+210+175+105)]
[LUCK : 150 (+166+35+52)]
[Point Status : 0]
[Point Skill : 0]
[Money : 8.992.367 Gold]
[Friend : 6]
[Team : 6]
[Guild : 6]
[Forum : 99+]
[Skill Pasif : ]
[Mapping Lv.06 (30/80)] — [Inventory List Lv.05 (7/70) (60/140 Slot)] — [Appraisal Lv.Max] — [Melempar Pisau Lv.03 (5/15)] — [Mana Control Lv.Max] — [Melompat Lv.Max] — [Tusukan Lv.Max] — [Tebasan Lv.Max] — [Shooting Range Lv.Max] — [Lock Target Lv.Max]
[Skill Aktif : ]
[Stealth Lv.Max 35MP] — [Shadow Step Lv.Max 140MP] — [Increase Shot Lv.Max 70MP] — [Distance Vision Lv.Max 35MP] — [Night Vision Lv.Max 35MP] — [Back Stab Lv.Max 70MP] — [Trap Detection Lv.Max 35MP] — [Bullet Rain Lv.Max 105MP] — [Curved Shot Lv.Max 70MP] — [Bullet Explosion Lv.Max 175MP] — [Shadow Movement Lv.07 (2/35) 82MP] — [Skeleton Disease II Lv.6 (3/80) (32/32) 150MP] — [Bone Wall Lv.Max 70MP] — [Bone Prison Lv.Max 105MP] — [Bone Arrow Lv.09 (2/45) 74MP] — [Sharp Eyes Lv.Max 70MP] — [Blind Lv.05 (3/25) 90MP] — [Intimidasi LV.Max]
_________________________________________
Natan sangat puas dengan peningkatan levelnya dan membeli dua skill yang sangat diperlukannya saat ini, terlebih setelah melawan monster dalam jumlah banyak dengan level tinggi.
[Blind] [Memberikan serangan menyilaukan yang merusak penglihatan monster dengan tingkat keberhasilan tertentu, mengurangi akurasi serangan monster] [Meningkatkan level dapat mengurangi penggunaan Mana dan cooldown, serta menambah waktu 5s setiap level]
Natan melompat dari atas Mammoth Tank dan menyimpannya kembali. Skeleton Squad miliknya cukup memuaskan, ada 2 Skeleton Commander, 16 Skeleton Knight, 9 Mammoth Tank, 3 Skeleton Mage dan 2 Skeleton Archer.
Skeleton Commander, Mammoth Tank dan Skeleton Mage berlevel 239, dengan sisanya berlevel 171.
Natan yang baru turun itu menundukkan kepalanya dengan mengusap dagunya. "Sepertinya aku melupakan sesuatu ..."
Belasan detik kemudian, ia mengangkat kedua bahunya dengan merentangkan kedua tangan. "Biarlah, jika aku melupakannya, berarti bukan hal yang penting."
"Kak, Kakak ..." Ayumi menarik mantel yang seperti jubah milik Natan. "Kakak melupakan telur naga, Kakak baru memberinya makan sebanyak delapan belas kali, setelah itu banyak monster, sehingga Kakak melupakannya."
"Ah!" Natan terperanjat ketika mengingatnya kembali. Ia duduk bersila dengan mengeluarkan Ice Dragon Es di atas pangkuannya, kemudian memberikan seluruh Mana miliknya.
Natan mengambil botol kimia yang berisikan Pil Mana dan menelannya tiga butir. Pada saat itu juga 3000 MP terisi untuk setiap detiknya selama sepuluh detik, dan Natan langsung memberikan makan pada telur naga itu.
Hanya perlu menunggu satu menit untuk Mana miliknya memenuhi syarat agar telur naga dapat menetas.
[Memberi Makan Ice Dragon Egg telah Terpenuhi]
Ice Dragon Egg mulai bergetar dengan sinar biru yang terpancar pada bagian telur yang memiliki pola retak. Hingga seluruh bagian telurnya juga bersinar terang dan menyilaukan mata semua orang di sini.
Crack! Crack! Crack!
Suara retakan-retakan terus terdengar di dalam cahaya biru keputihan yang semakin lama terus meredup seiring dengan berjalannya waktu. Ketika benar-benar menghilang, terlihat naga biru kecil seukuran Kuro saat menggunakan wujud sebelum berevolusi.
Naga itu terlihat benar-benar seperti es, bagian atasnya berwarna biru muda dengan bagian bawah sedikit putih, matanya biru gelap sedikit berkilauan seperti bintang di malam hari. Ada lima tanduk yang tumbuh di naga itu, satu di atas hidung, dan empat lainnya berada di atas kepala.
__ADS_1
Naga itu menatap Natan dan menepuk-nepuk perutnya pelan, sembari mengeluarkan suara jeritan kecil yang terdengar lucu.
Nama? Natan terdiam dengan mengusap dagunya, ia memikirkan nama yang cocok dari berbagai bahasa yang ia tahu, meski tidak terlalu lancar.
"Kori!" Ayumi berteriak memberikan nama langsung tanpa persetujuan dari Natan. Namun untungnya, hanya Natan yang bisa memberikan nama.
Natan menoleh ke kiri menatap Ayumi. "Mengapa?"
Ayumi menoleh ke kanan dan sedikit mendongak. "Karena dia naga es, jadi Kori."
Natan kembali terdiam, nama yang diberikan terlalu sederhana, kemudian ia menoleh ke pundak kanannya, melihat Kuro yang duduk di sana. Ia baru ingat jika nama Kuro juga sangat sederhana.
Natan mengalihkan perhatiannya pada naga es di pangkuannya. "Baiklah, mulai sekarang mamamu adalah Kori."
"Kiyak!" Kori menjerit senang seraya mengepakkan sayapnya dan mengangkat kedua kaki depannya.
Kori kembali bercahaya dan melompat turun dari pangkuan Natan, berjalan kembali menuju cangkang telur yang sangat keras. Kemudian Kori mulai memakan semua cangkang itu dan menimbulkan suara yang membuat gigi ngilu.
[Nama : Kori]
[Ras : Ice Dragon]
[Level : 25]
[Status : Baby]
[HP : 50.000]
[MP : 10.000]
Natan tidak bisa menahan keterkejutannya saat melihat layar interface yang tiba-tiba muncul di depan matanya. Statistik Kori terlalu tinggi untuk level yang terbilang sangat rendah, dan di sana juga belum ada skill sama sekali, namun setelah semua cangkang telur dimakan, ada tambahan beberapa skill.
Ice Ball, Ice Arrow, Ice Wall, Ice Domination.
[Ice Domination] [Mampu membekukan daratan dalam jarak tertentu dari pengguna kemampuan, musuh yang berdiri di sana akan mengalami efek melambatnya pergerakan dan berkurangnya darah]
[Nama : Kuro]
[Ras : Shadow Lion]
[Level : 340]
[Status : King]
[HP : 250.700]
[MP : 83.975]
[Magic Core Experience Lv.Max] —[Gigitan Lv.Max] — [Cakaran Lv.Max] — [Berlari Lv.Max] — [Melompat Lv.Max] — [Penguat Tubuh Lv.Max] — [Shadow Bind Lv.Max] — [Shadow Chain Lv.Max] — [Hiding in the Shadow Lv.Max] — [Lion Roar Lv.07] — [Shadow Movement Lv.08]
Anehnya, meski Natan memiliki Appraisal dengan level maksimal, ia tetap tidak bisa melihat informasi statistik seperti STR, VIT, AGI dan yang lain. Ini seperti mengatakan jika monster tidak memiliki stat semacam itu kecuali HP, MP dan Skill.
Natan yang sedang berpikir itu dikejutkan oleh Kori yang sudah bertambah besar, seperti anjing berukuran normal. Untuk membawa semua orang terbang, mungkin harus menunggu Kori mencapai Lv.300.
"Hah..." Natan menghela napas panjang, kemudian berdiri seraya membawa Kori di pundak kirinya. "Sekarang, ayo kita lanjutkan ..."
...
***
__ADS_1
*Bersambung...