Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 112 : Melawan Manta


__ADS_3

Natan pergi terlebih dahulu untuk mengintai lebih dekat, tentunya ia sudah melalukan persiapan jika keberadaannya langsung diketahui oleh Manta. Ia sudah membawa Healer dan White Mage yang bersembunyi di dalam bayangan karena keahliannya.


Healer dan White Mage yang bersamanya akan bertugas sebagai support untuk mengisi darah maupun memberikan buff untuknya, sehingga penyerangan kali ini akan lebih mudah meski ia sendirian.


Natan bergerak dengan cara melompat dari satu gedung ke gedung lain yang masih bertahan, dan dengan kecepatannya yang sekarang, ia hanya membutuhkan 16 detik untuk bergerak sejauh 12 kilometer.


Ketika sudah sampai, Manga tidak menyadari keberadaannya meski hanya berjarak beberapa puluh meter. Ia menggunakan keahliannya, Stealth untuk mengamati dari jarak dekat, ia bisa melihat Manta yang sedang menyantap burung dengan ukuran tiga kali Manta.


Keraguannya terhadap mantis langsung menghilang saat melihat Manta yang sedang menyantap burung, dan suaranya terdengar ngilu ditelinga karena suara tulang-tulang yang dikunyah hingga hancur.


Walaupun Natan berada di belakang Manta dan monster yang akan dihadapinya sedang makan, ia merasakan aura berbahaya, serta tidak merasakan adanya celah dari Manta meski mendapat kelemahannya. Dan, kelemahannya berada di bagian ekor yang menyentuh tanah.


Natan menarik napas dalam-dalam dan mengatur napasnya agar tetap tenang, ia tidak ingin langsung menyerang saat detak jantungnya berdegup kencang.


Bam!


Natan bergerak dengan kecepatan penuh sampai meledakkan tower di mana ia berdiri. Bukan hanya itu saja, angin juga menyebar membentuk cincin dan meledakkan udara sekitarnya.


Nanya menoleh ke belakang seraya mengibaskan tangannya yang seperti pedang.


Natan tersentak saat melihat serangan yang datang, tapi karena kecepatan kakinya, ia bisa berpijak di udara. Ia menghindari serangan Manta dengan baik, dan mendarat di tempat mayat burung berada.


Wusshh! Booom!


Tebasan Manta menciptakan sebuah fenomena angin yang berbentuk seperti bulan sabit, dan terus bergerak mengarah pada gedung-gedung. Ketika mengenai gedung, gedung itu terbelah dua dengan rapi, seperti pisau tajam yang memotong mentega.


Glup!...


Natan menelan ludahnya dan merasa sedikit gugup ketika melihat serangan Manta lebih dari yang ia harapkan. Entah apa yang akan terjadi pada tubuhnya jika benar-benar terkena serangan semacam itu.


"Ini lebih sulit daripada Zombie King. Serangannya sangat cepat, sesuai dengan informasi sebelum Kehancuran Dunia."


Natan mengeluarkan Black Dragon Sword dan Black Katana. Ia akan mencoba menyerang sendiri, jika masih belum mendapatkan hasil yang pasti, ia akan menggunakan Giant Knight untuk menghentikan gerakan Manta.


Ini adalah pertaruhan, jika Giant Knight berhasil, maka Manta akan mati. Namun sebaliknya, jika Manta berhasil, maka Giant Knight akan hancur dan Chain Reaction akan aktif.


"Jika Chain Reaction aktif, ledakan besar seperti rudal akan terjadi dan meratakan daratan dalam radius beberapa ratus meter."


Tubuhnya mulai bercahaya dengan warna kuning keemasan yang merupakan buff dari White Mage, mendapatkan 20% AGI dan 20% STR. Kecepatannya bertambah lagi, sekarang 3.319,2km/h atau 800m/s.


"Dominated."


Pedang Natan mulai memancarkan kabut hitam yang sangat kuat, menambah 50% STR. Ini adalah keahlian Calista yang ia dapatkan dari bertarung, bertarung, membunuh dan membunuh tanpa henti.


Swoosh!


Manta kembali mengayunkan tangan kirinya ke arah Natan.

__ADS_1


Natan tersenyum tipis, ia merasa mampu mengalahkan Manta, tapi ia tetap tidak boleh besar kepala dan harus waspada. "Shadow Movement."


Tubuhnya memancarkan aura yang sama seperti pedang yang ia bawa, dan mendapatkan 50% AGI tambahan sebagai efek dari aktifnya skill.


Kecepatan 1,2km/s, luar biasa!


Bam!


Natan kembali bergerak dengan kecepatan penuhnya, sampai menghancurkan tanah uang ia pijak. Bahkan, bangunan dalam radius 50 meter juga terkena imbasnya karena getaran yang terjadi akibat kecepatan Natan.


Ia menghindar serangan Manta tanpa harus bersusah-payah, dan mendarat di tangan Manta yang menghantam daratan.


Natan berlari dengan cara memutari lengan Manta seraya menebas kulit keras bagaikan logam itu.


Klang! Klang! Klang!


Suara benturan logam terus terdengar saat pedangnya mengenai lengan Manta. Walaupun tidak seberapa, setidaknya ia tetap memberikan damage.


Natan sudah menduga serangannya akan melemah, tapi tidak berharap akan seburuk ini.


Tap...


Natan mendarat di punggung Manta dengan baik tanpa ada halangan sama sekali.


Manta menoleh ke kiri dan membuka mulutnya, kemudian menjerit, "Khaakk!"


Natan menggertakkan giginya dengan sebelah mata yang tertutup karena menahan rasa sakit, bahkan darah mulai mengalir dari kedua telinganya, bertanda bahwa gendang telinganya telah pecah.


Keadaan tubuh Natan kembali seperti semula dan tidak lagi menerima luka. Ia bahkan tidak merasakan sakit ataupun debuff karena jeritan Manta. Tanpa membuang waktu, Natan mengeluarkan belasan botol racun dan melemparkannya ke dalam mulut Manta.


"Khaakk!" Manta kembali menjerit keras seraya mengayunkan kedua tangannya.


Natan yang sudah melompat mundur, masuk dalam jangkauan serang Manta. Tapi, ia tidak kehabisan akal hanya karena hal itu. "Shadow Step!"


Natan berubah menjadi bayangan hitam yang bergerak sangat jauh dari Manta, dan pada yang bersamaan, Manta menelan bom molotov yang ia lemparkan.


Booom!


Ledakan yang teredam bisa terdengar dari dalam mulut Manta, terlihat darah yang mengalir deras dari mulutnya seperti air mancur. Setengah lehernya juga hancur meski tidak membunuhnya langsung, namun semua racunnya mulai menyebar ke seluruh pembuluh darah.


[Debuff] [Manta terkena racun mematikan, mengurangi 7.500HP/s]


Kemenangan sudah dipastikan, meski ia tidak menyerangnya, Manta akan terbunuh dalam waktu 1000 detik paling lambat.


"Khuaaakkk!" Manta sangat marah dan mulai mengamuk.


Manta menyerang secara membabi buta, melepaskan serangannya ke segala arah dan menimbulkan sayatan angin mematikan yang menciptakan parit dalam maupun meratakan gedung-gedung.

__ADS_1


Booom! Booom! Booom!


Serangan membabi buta dari Manta sangat mengerikan, tapi untungnya tidak mengenai Natan yang bergerak empat kali dari kecepatan cahaya. Ia bergerak ke arah utara untuk kembali ke pasukannya yang tertinggal, dan memberikan pesan pada mereka untuk berhenti.


Natan yang sudah menjaga jarak beberapa kilometer, berhenti di gedung pencakar langit. Ia mengarahkan Sako TRG Mana ke bagian belakang Manta, di sana ada bom lain yang ia ikat saat melarikan diri ke sini.


Bom kali ini berbeda, karena menggunakan Mana semua orang yang mampu menggunakan sihir sebagai bahan bakarnya, dengan Ayumi sebagai Ketua, dan membutuhkan waktu setengah hari untuk mengisi Mana dari bom itu.


Natan menaikkan sudut bibirnya, memandang Manta dengan rasa kasihan. "Selamat tinggal, serangga."


Whooooosh!


Peluru Mana melintas sangat cepat, membelah udara dengan kecepatannya sampai menimbulkan efek api yang terbakar di atmosfer.


Natan menurunkan senjatanya dan melihat Manta. Ia bahkan mengeluarkan popcorn sebagai camilan untuk melihat fenomena yang sangat menyenangkan, tapi, Natan salah memperhitungkan apa yang akan terjadi.


Booom!


Peluru Mana mengenai bom yang menggantung di belakang leher Manta, yang saat itu juga langsung meledak cukup keras, namun masih dibatas wajar.


Duarr!


Ledakan lain kembali terjadi dengan kekuatan yang sangat mengerikan, gelombang udara bertekanan mulai menyebar menyapu bersih tanpa meninggalkan jejak sama sekali yang dilewatinya dalam radius tiga kilometer.


Bahkan Natan yang satu kilometer lebih jauh, masih merasakan efeknya dan pandangannya menjadi buram karena asap cokelat tebal bercampur dengan debu.


Asap membentuk jamur juga terlihat sampai menembus awan, asap ini bisa dilihat dari jarak 80 kilometer dari pusat ledakan.


"Ugh!" Natan menggertakkan giginya seraya berpegangan pada gedung dan menahan kakinya agar tidak terhempas karena gelombang udara.


Hingga tak lama, ledakan lain kembali terjadi dan kali ini lebih besar dari sebelumnya, yang mana gelombang udaranya sangat kuat sampai menghempaskan Natan dari gedung pencakar langit.


Natan yang terjadi dari gedung, menggunakan keahliannya untuk bergerak ke dinding gedung. Setelah itu, ia menekuk kedua lututnya dengan dinding gedung sebagai pijakan, kemudian bergerak sangat cepat.


Booom!


Tekanan yang diberikan Natan sangatlah kuat, sampai meruntuhkan gedung itu.


Natan sendiri melintas di langit seperti orang yang memiliki sihir terbang, meski tidak ada satu pun sihir serupa yang dijual di NPC Shop.


"Gila! Siapa yang mengira akan sebesar itu, dan sekarang masih terus meledak tanpa henti."


Bahan yang digunakan untuk membuat bom itu adalah Orichalcum sebagai bahan luarnya, dan itu didapat dari Material Dungeon di Lt.25. Ukuran bom itu sebesar bola basket, dan menggunakan 1000 Inti Sihir Lv.300 yang disatukan sebagai media penyimpanan Mana.


Kemudian, Mana yang diberikan setidaknya berjumlah 16.750.800 Point. Jadi, tidak ada salahnya jika ada yang mengatakan bahwa itu bukanlah bom, melainkan nuklir.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2