Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 050 : Update


__ADS_3

Natan mengamati statistik kekuatannya selama ini dan mendistribusikan Point Status maupun Skill yang masih tersisa dan belum benar-benar ia gunakan. Ia juga ingin mengecek Player List serta Forum, apakah ada perubahan atau informasi penting yang berasal dari berbagai Benua.


____________________________________________


[Nama : Natan Alexander]


[Ras : Manusia]


[Usia : 18 Tahun]


[Level : 291 (7.683.720/9.500.000)]


[Job : Assassin/Necromancer/Marksman]


[HP : 164.350 [164.350/164.350] [18.018/m]


[MP : 66.625] [66.625/66.625] [2760/m]


[STR : 1555 (+235+120+1788)]


[VIT : 310 (+210+120+186)]


[AGI : 350 (+218+30+105)]


[INT : 400 (+210+210+360)]


[DEX : 270 (+235+150+81)]


[LUCK : 150 (+191+30+45)]


[Point Status : 0]


[Point Skill : 0]


[Money : 3.992.367 Gold]


[Friend : 6]


[Team : 6]


[Guild : 6]


[Player List : Rank 1]


[Forum : 99+]


[Skill Pasif : [Mapping Lv.05 (30/75)] — [Inventory List Lv.02 (7/55) (60/110 Slot)] — [Appraisal Lv.Max] - [Melempar Pisau Lv.03 (5/15)] — [Mana Control Lv.07 (13/35)] — [Melompat Lv.Max] — [Tusukan Lv.Max] — [Tebasan Lv.Max] — [Shooting Range Lv.Max] - [Lock Target Lv.Max]]


[Skill Aktif : [Stealth Lv.Max 35MP] — [Shadow Step Lv.Max 140MP] — [Increase Shot Lv.Max 70MP] — [Distance Vision Lv.Max 35MP] — [Night Vision Lv.Max 35MP] — [Back Stab Lv.Max 70MP] — [Trap Detection Lv.Max 35MP] — [Bullet Rain Lv.Max 105MP] — [Curved Shot Lv.09 (17/45) 72MP] — [Bullet Explosion Lv.Max 175MP] — [Shadow Movement Lv.04 (2/20) 92MP] — [Skeleton Disease II Lv.04 (46/70) (28/28) 155MP] — [Bone Wall Lv.05 (0/25) 90MP] — [Bone Prison Lv.05 (0/25) 135MP] — [Bone Arrow Lv.05 (0/25) 90MP] — [Intimidasi Lv.05 (0/25)]]


___________________________________________


Natan menghilangkan layar interface di depannya seraya menghembuskan napas panjang. Banyak Player yang mulai bangkit dari keterpurukan, tapi banyak juga Player yang terbunuh karena Player lain, dan masalah terus saja terjadi di Forum ketimbang saran.

__ADS_1


"Kita akan mempercepat perjalanan."


"Kenapa?" Ayumi mendongak menatap Natan dengan mulut penuh makanan.


"Musim dingin di luar negeri bertahan selama tiga bulan, tapi tidak tahu dengan Indonesia. Selama ini, sudah satu bulan salju turun dan tidak tahu kapan akan berakhir. Namun, akan lebih baik jika kita cepat-cepat pergi ke Singapore. Jika terlambat dan es mencair, kita tidak akan bisa pergi." Jika Natan memiliki Skeleton Udara, mungkin ia tidak perlu terlalu mengkhawatirkan tentang bagaimana cara menyeberangi lautan.


Sebelumnya Natan memang berencana untuk menelusuri seluruh tempat di Sumatera, namun saat mengingat musim yang bisa berganti kapan saja, ia mengurungkan niatnya.


"Tapi setelah kita pergi ke sana, bahaya yang kita temui akan lebih banyak. Bagaimanapun, Negara China sangat berbeda dengan Indonesia." Meski hanya melihat dari berita-berita yang ada di internet, tapi setidaknya Natan sudah bersiap-siap dengan kemungkinan terburuk di sana.


Olivia mengangguk kecil dan berucap dengan kepala tertunduk, "Be- Benar. Di sana cu- cukup bahaya."


Natan terkejut saat mendengar Olivia berbicara, karena dari awal pertemuan sampai sekarang, ia tidak pernah mendengar suara Olivia saat biasa, kecuali ketika mengaktifkan skill.


"Karena itu, setelah sampai di sana, Mammoth Castle akan aku simpan dan kita tidak akan menggunakannya, sampai mengetahui betul medan di sana dan keadaan."


Semua orang menganggukkan kepala secara bersamaan menjelaskan persetujuan dengan ucapan Natan. Mammoth Castle terlalu mencolok dan mungkin akan menarik perhatian manusia biasa atau Player, yang nantinya akan ada masalah yang tidak perlu.


"Lalu untuk jalur yang diambil nanti, aku memiliki dua opsi. Pertama, melalui Pulau Rupat menuju Malaka. Jalur ke Pulau Rupat cukup mudah dilalui, hanya saja lautan yang sangat luas ..."


"Kedua, melalui Pulau Burung, pergi ke Batam dan menuju Singapura. Hanya saja jalur ke Pulau Burung cukup sulit, kita harus melalui jalanan kecil dan bahkan perbukitan."


Pulau Rupat ke Malaka mungkin hanya 78,8 kilometer dibandingkan dengan Pulau Burung ke Singapura yang memakan 115 kilometer. Namun dari segi keamanan, Natan lebih memilih melalui Pulau Burung, karena ada pulau-pulau lain di setiap jalannya untuk pemberhentian sementara.


Mengikuti jalan utama, mereka sudah sampai di Palembang dan terus bergerak ke Jambi.


"Lebih baik melewati Pulau Burung. Memang Ayu tidak ikut menyeberang, karena Kakak meminta Ayu bersembunyi, tapi demi keselamatan Kakak, lebih baik melewati Pulau Burung." Ayumi menunjuk pada gambar peta yang dibuat Natan.


***


Keesokan Harinya


Mammoth Castle sudah berada di Batu Ampar, Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Kemudian mereka memutuskan tidak lagi menggunakan Mammoth Castle dan memilih berjalan kaki ke arah utara yang sedikit ke timur laut.


Perjalanan dengan berjalan kaki mungkin merepotkan karena sudah terbiasa menggunakan Mammoth Castle, namun karena jalan yang tidak memungkinkan, akhirnya mereka mau tidak mau harus berjalan.


Natan berada di barisan depan untuk memimpin semua orang. Ia juga membawa peta yang ia beli dari NPC Shop, dan untungnya ia pernah belajar bagaimana cara membaca peta, sehingga ia tidak akan tersesat.


Peta yang dibeli juga tidak tersedia untuk satu dunia, hanya peta satu pulau. Namun, karena ia memiliki akses untuk bertanya sampai batas tertentu, ia bisa mengetahui jika ada pulau di luaran sana yang tenggelam dan hancur.


Walaupun bisa bertanya, ia masih tidak memiliki akses untuk mengetahui mengapa dunia berubah menjadi neraka seperti ini.


Calista menoleh sekitar melihat Skeleton Knight dan Mage yang sedang bekerja. "Sangat mengesankan, kita bisa berjalan dengan bebas tanpa harus takut tenggelam di dalam salju ..."


"Skeleton Mage Fire melelehkan semua salju yang menumpuk, dan Skeleton Knight membunuh monster lemah yang menganggu."


Monster yang dimaksud adalah monster dengan level dibawah 100, dan tentunya tidak ada dari mereka yang mau melawan karena itu membuang-buang tenaga dan waktu.


"Ngomong-ngomong, saat ini hari apa dan tanggal berapa?" tanya Calista.


Natan yang pandangannya tertuju pada peta menjawab, "Selasa, tanggal dua puluh tiga Juni, hari ke delapan puluh delapan semenjak dunia kacau."


"Bagaimana kau bisa tahu?" Calista kembali bertanya.

__ADS_1


"Aku selalu menghitungnya, lagi pula tidak ada fitur waktu pada Player System. Jadi sudah sangat wajar dan penting untuk mengetahui waktu, meski sebenarnya tidak benar-benar berguna."


Ketika yang lain berjalan kaki, Ayumi dan Erina menunggangi Kuro yang tubuhnya sedikit mengecil. Ukuran tubuh Kuro saat ini menggunakan ukuran singa normal, hanya saja memiliki fisik yang lebih kuat.


Ayumi menoleh ke kiri menatap Natan dari samping. "Kak Natan, kira-kira berapa lama lagi untuk sampai?"


Natan menggulung peta dan menyimpannya. "Dengan kecepatan seperti ini, butuh dua hari untuk sampai. Tapi ini lebih baik untuk kita, karena kita bisa memanfaatkan waktu dua hari ini untuk menaikkan level."


Natan berencana menaikkan levelnya ke 300 sebelum menyeberang ke Singapura.


***


Rabu, 25 Juni 2025


Kelompok Natan sudah sampai di pantai yang banyak kapal-kapal kecil berlabuh, dan terdapat pulau yang berada di seberang dan tidak terlalu jauh. Pulau itu adalah Pulau Burung yang selama ini ia tuju dengan susah payah, melewati sungai kecil, mendaki bukit, gunung terjal dan lain sebagainya.


[Skeleton Disease II telah mencapai Lv.05]


[Memungkinkan untuk membangkitkan Monster Binatang Air. Meningkatkan level skill dapat mengurangi pemakaian Mana Point dan menambah jumlah Skeleton yang dibangkitkan]


[Global : Player Pertama yang Mencapai Lv.300]


[Reward : +30 All Stat]


[Tidak ada hadiah lain meskipun sudah mencapai Lv.350, 400, 450 dan seterusnya]


[Global : Monster Update]


[Karena sudah ada Player dengan Lv.300, maka monster yang ada akan ditambahkan]


[Kraken, Wyvren, Griffin, Dragon, Imps, Kobold, Lizardman, Zombie Mutan, Vampir, Toxic Spider, Giant Rats, Troll, Cyclops, Golem, Ghost, Lickers]


Natan yang melihat layar interface di depan matanya entah mengapa merasa kesal dan menyesal. Ia kesal karena tidak ada hadiah lain meski nantinya mencapai level 350, dan menyesal karena ingin cepat-cepat mencapai level 300, monster yang ada kian bertambah.


Tapi dari itu semua, Natan paling kesal dengan informasi Skeleton Disease II. Ia sangat berharap dapat membangkitkan Monster Udara, namun malah mendapatkan yang air.


[Global : 90th Day]


[Updated : Penambahan Safe Zone, Permanent Dungeon, World Boss, Guild List]


Natan membuka layar interface dan terlihat ada tambahan menu baru yang merupakan Guild List. Ia membukanya dan melihat jika Guild Armonia berada di Rank 1, dengan sumber daya yang berlimpah maupun kekuatan anggota. Sumber daya di sini bukan hanya dari segi makanan, tapi juga dari jumlah pendapatan Gold.


Jumlah Guild di seluruh dunia saat ini sudah 20, dengan masing-masing anggotanya lebih dari 50.


Natan menghilangkan layar interface, kemudian menengadahkan kepala melihat langit yang luas. "Apakah, ini semua hanyalah permainan? Apakah di luar sana ada eksistensi yang sangat kuat, dan mampu membuat kami, para manusia menjadi seperti ini?"


Semakin dipikirkan, semakin tidak masuk akal.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2