Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 147 : Menghadapi Kraken (1)


__ADS_3

Ksatria Lebah datang menghampiri Natan, di atasnya ada Calista yang sudah memakai perlengkapannya, kemudian datang lagi dan itu ada Ayumi dan Erina yang sudah bersiap-siap.


"Apakah itu monster yang Kakak katakan sebelumnya?" Ayumi melompat ke arah Natan dan mendarat di atas Ksatria Lebah.


"Iya." Natan menganggukkan kepalanya, kemudian menoleh menatap Ayumi dan menambahkan, "Kita harus mundur sebentar, terutama Giant Castle. Ini bisa menjadi target mencolok."


Giant Castle terus mundur untuk menjaga jarak dari Kraken yang belum menyerang, tapi melihat bagaimana panjang tentakel yang dimiliki, dari jarak seperti itu, sepertinya masih mampu melepaskan serangan.


"Hanya kita saja yang bisa bertarung, yang lain masih terlalu rendah, dan sepertinya mereka tidak terbiasa melawan monster besar." Natan melangkah ke depan, kemudian melayang di udara meninggalkan Ksatria Lebah.


"Ayumi, setelah kita kembali, tolong teliti tentang sihir teleportasi. Aku sudah memikirkannya, paling tidak buatlah gerbang yang bisa menghubungkan antara dua tempat." Natan menambahkan. Karena Ayumi mampu menciptakan Alat Sihir untuk terbang, sepertinya tidak masalah untuk menciptakan Gerbang Sihir.


Natan merasa lebih sulit menciptakan Alat Sihir Terbang daripada Gerbang Sihir, mengingat tidak ada yang menguasai sihir terbang di Armonia Guild. Dengan Natan yang menguasai Teleport, sangat mungkin untuk menciptakan Gerbang Sihir dengan metode menyimpan sihir di Batu Sihir.


"Baik, Kakak!" Ayumi terbang di samping Natan.


"Tunggu kami!" Vely dan Olivia datang dari atas dengan cara melompat, kemudian mendarat di atas Ksatria Lebah.


Level Natan sudah 580, dan karena sulitnya memenuhi Point Exp untuk meningkatkan level, perbedaan level mereka tidak lagi jauh seperti sebelumnya. Sebelumnya memiliki perbedaan level sekitar 80, tapi sekarang hanya 50, dan level mereka berlima sudah setara.


"Gurita bisa menumbuhkan tentakel baru setelah dipotong, kita harus melalukan seperti biasa, habiskan Mana-nya. Kemudian potong lagi tentakelnya satu per satu sebelum Mana-nya kembali terisi," ucap Natan serius. Dia menarik pedang dari sarungnya, melumurinya dengan racun mematikan untuk memberikan rasa terbakar.


"Ngomong-ngomong, sudah lama kita tidak bertarung bersama seperti ini." Natan menambahkan.


Olivia berdiri di belakang Natan, menepuk punggung Natan dan berkata, "Itu karena Natan terus pergi sendiri. Kau tahu, banyak Dungeon baru di Armonia Guild, kita harus menjelajahinya kapan-kapan."


Natan menarik napas dalam-dalam, kemudian menghembuskan napas. "Ayo!"


Whooooosh!


Tentakel hitam melesat seperti anak panah, melewati Giant Knight dan itu mengincar Natan yang bergerak.


Crack! Booom!


Tanah retak dan terbelah membentuk jurang dalam, kemudian dari dalam tanah itu terlihat akar pohon tapi terbentuk dari gabungan tulang-tulang yang disatukan seperti ular besar. Akar itu muncul dari dua arah yang berbeda, melesat ke langit dan melilit tentakel sampai sangat kuat, membuat tentakel itu menghantam tanah dan menimbulkan getaran hebat.


"Sword of Judgment!" Erina mengayunkan pedang yang sudah diangkatnya, mengayunkannya mengarah ke bawah.


Mana biru berkumpul di langit dan berubah menjadi kuning keemasan, menciptakan sebuah pedang dengan tinggi 100 meter. Kemudian melesat jatuh seperti kilatan cahaya.


Pedang besar itu jatuh, dan memotong setengah tentakel.


"Gruoahhhh!" Kraka meraung keras, membuat getaran seperti gempa.

__ADS_1


Keenam orang yang berada di luar Giant Castle itu merasakan sakit di telinga saat mendengar raungannya, tapi dengan kemampuan penyembuh Ayumi, itu pulih dalam sekejap.


"Light of Battlefield! Hammer of Blessing!"


Tubuh keenam orang itu memancarkan cahaya emas murni, dan merasakan peningkatan kekuatan sebanyak 120%.


"Presence of Mind! Aquaveil!" Vely juga tidak tinggal diam dan memakai dua kemampuan yang berefek pada diri sendiri maupun tim.


Presence of Mind memungkinkan untuk menyingkat cooldown sebanyak 50%, dan Aquaveil dapat mengurangi damage serangan yang diterima sebanyak 15 — 25%.


"Dominatd!" Calista mengeluarkan aura berwarna merah yang membentuk kabut, dan itu membuat Kraka sedikit bergetar.


Natan menyadari perubahan Kraka saat Calista menggunakan kemampuannya, itu mengurangi HP dan MP sebanyak 10%. Itu adalah jumlah besar untuk menghadapi monster yang ukurannya seperti itu.


"Void!" Calista menambahkan kemampuan yang digunakannya, itu meningkatkan ketangkasan dalam menghindar, kecepatan gerak, pertahanan fisik maupun sihir.


Kembali lagi pada Kraka, tentakel yang terputus itu terlihat menggeliatkan memancarkan cahaya merah serta ada bau terbakar seperti bubuk mesiu.


"Mundur!" Natan berteriak saat merasakan ada yang aneh.


Tanpa membuang waktu, mereka semua mundur—menjauh dari tentakel yang sudah terputus.


Booom! Duarr!


Tentakel itu meledak seperti bom molotov, tapi bom molotov yang tidak terbuat dari botol kaca, tapi tiga mobil tangki. Ledakannya cukup keras, dengan api menyala dalam radius 100 meter dengan gelombang angin yang dua kali dari radius ledakan.


Bisa terlihat di depan mereka ada dinding tanah tebal setinggi 50 meter yang berhasil menahan ledakan dari tentakel, sehingga mereka semua tidak terluka, tapi Ayumi cukup kelelahan karena memaksakan diri untuk mengeluarkan skill lebih cepat dari biasanya.


"Ini cukup sulit, kita tidak bisa memotong tentakel—" Bahkan sebelum sempat mengakhiri kata-katanya, Natan melihat tentakel yang sudah terpotong itu tumbuh dalam sekejap mata dan langsung melesat ke arah dinding tanah.


Booom!


Tentakel itu menghantam dinding tanah dan membuatnya retak. Ini sangat mengejutkan untuk tentakelnya yang bisa sampai di sini, perlu diketahui, tentakel yang belum dipotong tidak sampai ke sini. Sepertinya, tentakel yang telah dipotong akan tumbuh menjadi lebih panjang dan pergerakannya lebih cepat dari sebelumnya.


Bang! Bang! Bang!


Dentuman keras terdengar berkali-kali bahkan sebelum mereka berenam mengatur napas. Dentuman itu berasal dari Giant Knight dan Gorgon yang menghadapi sembilan tentakel lain seperti logam besi.


Erina berdiri di samping Ayumi dan membantunya berdiri. "Ayu, istirahat sebentar. Untuk selanjutnya, biarkan aku yang menahannya, karena aku adalah Padalin!"


Ayumi menganggukkan kepalanya, tetapi tidak menjawab dan bersandar di bahu Erina. Dia mengatur napasnya dan mengelap keringat di wajahnya.


Natan merenung, memikirkan cara untuk menghadapi Kraka. Dia tidak bisa menyerang dari jarak dekat seperti yang direncakan, dan hanya bisa membiarkan Skeleton Squad yang menyerang di depan. Untuk serangan dari jauh, hanya dirinya, Ayumi, Erina, Vely dan Olivia.

__ADS_1


Whooooosh!


Tentakel lain melesat seperti bayangan hitam. itu melewati Gorgon yang berjaga-jaga di belakang.


Skeleton Ice Mage yang berdiri di atas Fire Dragon, mengarahkan tangan mereka ke arah tentakel. Tangan tulang itu memancarkan cahaya biru muda dengan embun dingin.


Freeze!


Tentakel itu membeku dalam sekejap mata dan berhenti bergerak. Tapi Ice Mage tidak menghentikan skill mereka dan terus melepaskan skill secara berkala agar tentakel itu tetap terus membeku.


Natan mengendalikan Giant Knight untuk bergerak. Giant Knight berlari cukup cepat untuk ukuran tubuhnya yang besar, dan itu menimbulkan suara keras saat menginjak tanah.


Giant Knight mengibaskan pedang di tangan kanan untuk menimbulkan luka pada tentakel yang mencoba menyerang, dan tangan kiri untuk menangis serangan demi serangan yang datang. Tempat hisap pada tentakel itu terbuka, memperlihatkan gigi tajam di mulut yang berrongga.


Gigi di dalam tentakel itu melesat seperti hujan jarum, menyerang Giant Knight yang terus mendekat.


Dentangan logam terdengar saat gigi itu mengenai Giant Knight, dan tidak ada efek yang ditimbulkan.


Ketika Giant Knight sudah sampai di ujung, dia mengangkat pedang dengan kedua tangan dan memotong tentakel dari pangkalnya.


Sama seperti sebelumnya, tentakel itu bercahaya seperti ada bola lampu di dalamnya dan suhunya yang meningkat, kemudian km meledak speed rudal yang jatuh.


"Absolute Defense! Light Barrier!" Erina berdiri di depan Ayumi dengan perisai di depannya. Perisai itu bercahaya emas, kemudian menciptakan sebuah pelindung besar di depannya dan ada penghalang seperti kubah yang mengelilingi.


"Cure Barrier!" Olivia membantu menciptakan pelindung yang memungkinkan untuk menyembuhkan siapa saja di dalamnya.


Natan terus mengamati perubahan Kraka, sudah sekitar 2.289.500 darah yang berkurang dan ada 42.597 Mana yang telah terpakai untuk melepaskan serangan gigi dan mengembalikan tentakel yang terpotong.


"Matanya, apakah aku bisa melepaskan tembakan ke sana?" Natan mengusap dagunya, dan saat asap tebal muncul di depannya karena ledakan menghantam dinding, dia langsung mengambil tindakan.


Walaupun Natan tahu mata gurita tidak terlalu berpengaruh, tapi tidak ada salahnya untuk benar-benar membutakan matanya.


Dia mengambil Sako TRG Mana, mengikuti arahan dari titik lemah Kraka menggunakan Night Vision dan Sharp Eyes.


Peluru Mana melesat setelah pelatuk ditarik, tapi Natan tidak menurunkan senjatanya dan hanya menunggu diam.


Tiba-tiba...


Raungan keras lainnya terdengar dan itu terasa lebih menyakitkan dari sebelumnya, diiringi dengan dentuman-dentuman keras seperti benda berat yang terus menghantam daratan.


"Berhasil!"


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2